Anda di halaman 1dari 51

TR

INTERCONDYLAR
FOSSA
INTERCODYLAR FOSSA
• Nama lainnya adalah Fossa Intercondyloidea
• Merupakan lekukan pada knee joint yang berada
diantara condylus lateralis dan condylus medialis.
Persiapan
Persiapan Pasien
• Tidak ada persiapan khusus, hanya melepaskan benda
logam (radiopaque) dari objek yang akan diperiksa

Persiapan Alat dan Bahan


• Pesawat Sinar-X
• Kaset + Film (24x30 cm)
• Load Pembagi
• Marker R/L
• Alat Proteksi/Shielding
• Alat immobilisasi (sand bag, wedge spon, dll)
PROTEKSI RADIASI

• Gonad shield
• Apron
• Pembatasan lapangan penyinaran
(kolimasi)
PROYEKSI RADIOGRAFI
INTERCONDYLAR FOSSA
Menurut Bontrager, 2014 Menurut Merrils, 2010
Rutin 1. PA Axial (Holmblad)
1. PA Axial (Holmblad) 2. PA Axial (Camp-
2. PA Axial (Camp-Coventry Coventry)
Spesial 3. AP Axial (Beclere)
3. AP Axial
Indikasi
• Kelainan pada tulang atau kartilago,
• Osteocodral defect,
• penyempitan joint space.
FOSSA INTERCONDYLARIS
PROYEKSI PA AXIAL ► HOLMBLAD METHOD

Proyeksi PA Axial atau “tunnel”, digambarkan pertama


kali oleh Holmblad pada tahun 1937. Pasien
diposisikan Kneeling diatas meja pemeriksaan.
Kemudian tahun 1983 Metode Holmblad
memodifikasi posisi pasien dengan posisi berdiri.
Posisi Pasien :
1. Standing-upright dengan Knee diletakkan di atas kursi
atau bangku yang tidak ada sandaran.
2. Standing dengan menggunakan sinar horisontal.
3. Kneeling/Knee diletakkan diatas meja pemeriksaan.
FOSSA INTERCONDYLARIS
PROYEKSI PA AXIAL ► HOLMBLAD METHOD

Posisi Obyek : Untuk keseluruhan posisi, letakkan kaset


pada permukaan Anterior Patella. Pertengahan kaset
diarahkan pada Apex Patella. Fleksikan Knee 70° dari
posisi full ekstensi.
CR : Tegak lurus kaset.
CP : Apex Patella / pertengahan kaset.
Kriteria gambar :
Tampak gambaran Fossa Intercondylaris Femur dan
tampak gambaran Tuberculus Intercondylaris medial dan
lateral pada Eminensia Intercondylaris. Holmblad
menganjurkan Knee difleksikan agar tampak celah dan
permukaan persendian antara Os Tibia dan Os Femur.
FOSSA INTERCONDYLARIS
PROYEKSI PA AXIAL ► CAMP-COVENTRY METHOD

Posisi Pasien : Pasien prone diatas meja pemeriksaan tanpa ada


perputaran tubuh.
Posisi Obyek : Fleksikan Knee sekitar 40 atau 50 dan letakkan
penyangga dibawah Os Pedis supaya pasien lebih nyaman.
Setengah bagian atas kaset diarahkan pada Knee Joint. Apabila
diperlukan dapat menggunakan busur derajat agar
penyudutannyan lebih tepat. Tidak ada rotasi pada Knee baik
medial maupun lateral.
CR : - Tegak lurus dengan long axis dari Os Cruris
- Atau Disudutkan 400-500 caudad ketika Knee
fleksi 400-500.
CP : Knee Joint
Kriteria gambar :
Tampak gambaran Fossa Intercondylaris, Tuberculus Intercondylaris
medial dan lateral pada Eminensia Intercondylaris.
Intercondylar fossa
AP AXIAL projection
• Proyeksi ini adalah reverse dari PA projection, yang
dilakukan pada pasien yang tidak bisa prone
• Posisi ini meningkatkan paparan radiasi pada
daerah gonad.
Posisi pasien :
• Supine
• Kaki yang diperiksa ditekuk, dan berikan pengganjal
dibawah knee
Posisi obyek :
• Felxikan lutut yang diperiksa 40º - 50 º dan letakkan bantalan di
bawah lutut. (gambar 1)
• Jika menggunakan kaset curva posisikan seperti gambar 2.
• Atur kaset agar pertengahan knee sejajar dengan pertengahan
kaset (IR)
CR : 40º-45º cephalad
CP : ½ inchi (1,25 cm) distal apex patella
FFD : 100 cm
Struktur yang ditampakkan :
• Intercondylar fossa tampak terbebas dari superimposisi patella
TR PATELLA
Anatomy patella :
• Patella adalah tulang berbentuk segitiga, pipih,
terletak di anterior knee-joint. Merupakan tulang
sesamoid, berada di tendon quadriceps femoris.
• Permukaannya convex, bagian base atau
permukaan superior tipis.
• Berarticulatio dengan femoralis.
Persiapan
Persiapan Pasien
• Tidak ada persiapan khusus, hanya melepaskan benda
logam (radiopaque) dari objek yang akan diperiksa

Persiapan Alat dan Bahan


• Pesawat Sinar-X
• Kaset + Film (18x24 cm)
• Marker R/L
• Alat Proteksi/Shielding
• Alat immobilisasi (sand bag, wedge spon, dll)
PROTEKSI RADIASI

• Gonad shield
• Apron
• Pembatasan lapangan penyinaran
(kolimasi)
PROYEKSI RADIOGRAFI PATELLA
Menurut Bontrager, 2014 Menurut Merrils, 2010
Rutin 1. PA
1. PA 2. Lateral (Mediolateral)
3. PA Oblique (Medial/Lateral
2. Lateral Rotation)
3. Tangential 4. Tangential (Hugston)
5. Tangential (Merchant)
6. Tangential (Settegast)
OS PATELLA
PROYEKSI PA

Posisi Pasien : Pasien prone diatas meja pemeriksaan. Jika


Knee terasa sakit, letakkan sandbag dibawah Os Femur
dan Os Cruris untuk mengurangi tekanan pada Os Patella.
Posisi Obyek : Pertengahan kaset diarahkan pada Os
Patella. Atur posisi Os Cruris sehingga Os Patella paralel
dengan kaset. Kaset horisontal diatas meja pemeriksaan.
CR : Tegak lurus pertengahan area/facies poplitea.
Kolimator dibuka seluas daerah Os Patella.
CP : Pertengahan area/facies poplitea.
Kriteria gambar :
Tampak gambaran PA Os Patella.
OS PATELLA
PROYEKSI LATERAL → Mediolateral

Posisi Pasien : Pasien lateral recumbent diatas meja pemeriksaan.


Posisi Obyek : Tanyakan kepada pasien apakah pasien bisa memutar
Os Femurnya sehingga sisi lateral Knee dapat menempel pada
kaset. Kaset horisontal dan pertengahan kaset diarahkan ke Os
Patella. Letakkan sandbag dibawah ankle. Fleksikan Knee & Hip
yang tidak difoto didepan Hip. Knee yang akan difoto, difleksikan
sekitar 5º - 10º. Semakin difleksikan akan mengurangi celah di
Patellofemoral Joint.
CR : Tegak lurus kaset.
CP : Pertengahan Patellofemoral Joint. Kolimasi dibuka selebar
daerah Os Patella.
Kriteria gambar :
Tampak gambaran lateral Os Patella dan Patellofemoral Joint.
OS PATELLA
PROYEKSI PA Medial/Lateral Rotation

Posisi Pasien : Pasien prone diatas meja pemeriksaan.


Posisi Obyek :
• Fleksikan lutut 50-100
• Rotasikan lutut ke arah medial/lateral sebesar 450-550
• Letakkan patella pada pertengahan kaset
CR : Tegak lurus pertengahan area/facies poplitea.
Kolimator dibuka seluas daerah Os Patella.
CP : Pertengahan area/facies poplitea.
Kriteria gambar :
Tampak gambaran PA oblik Os Patella yg sedikit
superimposisi dengan femur
Medial Rotation Lateral Rotation
Os Patella dan Patellofemoral Joint
Proyeksi Tangential ► Hughston Method

Posisi Pasien : Pasien prone dengan kaki diletakkan


diatas meja pemeriksaan. Atur tubuh pasien agar tidak
terjadi perputaran.
Posisi Obyek : Letakkan kaset dibawah knee joint
kemudian fleksikan knee joint sehingga Os Tibia dan
Os Fibula membentuk sudut 50° – 60° terhadap meja
pemeriksaan. Untuk kenyamanan pasien dan
immobilisasi, letakkan Os Pedis (daerah Digiti)
menempel tepi kolimator. Atur Os Cruris tanpa ada
perputaran kearah medial atau lateral.
CR : 45 chepalad
CP : Patellofemoral Joint
Kriteria gambar : Tampak gambaran tangensial
subluxation Patella, fraktur pada Patella dan daerah
sekitar Condylus Femoralis.
Hughston menyarankan foto perbandingan kanan-kiri
untuk proyeksi ini.
Os Patella dan Patellofemoral Joint
Proyeksi Tangential ► Merchant Method

Posisi Pasien :
1. Supine , knee flexi 40º pada tepi meja dan berikan ganjalan.
2. Pasien harus rileks dan nyaman agar otot quadriceps benar-
benar rileks untuk mencegah subluxasi pada patella.
Posisi Obyek :
3. Letakkan bantalan dibawah knee untuk mengangkat distal
femur sehingga pararel terhadap ET
4. Letakkan knee dan kaki, dan cruris diatur agar tidak ada rotasi
dan buat serilek mungkin
5. Letakkan kaset sejauh 12 inchi (30 cm) diinferior knee, tegak
lurus terhadap arah sinar.
• CR : 30º ke caudad (30º ke arah femur)  arahkan
berkas sinar benar-benar tangential pada
patellofemoral joint.
• CP : pada pertengahan patella
• SID : 48 “ (120 cm) – 72” (180 cm)
• Struktur yang ditampakkan :
• Sulcus intercondylar (trochlear groove) dan patella
kedua distal femur harus tampak dengan
patellofemoraljoint tampak.
Bilateral
Os Patella dan Patellofemoral Joint
Proyeksi Tangential ► Sattegast Method

Posisi Pasien :
1. Pasien supine atau prone diatas meja pemeriksaan. Lutut
difleksikan sehingga membentuk sudut yang besar untuk
memudahkan dan kenyamanan pasien.
2. Sebagai alterlatif lainnya, pasien dapat diposisikan duduk diatas
meja pemeriksaan.
Posisi Obyek :
3. Jika kondisi pasien memungkinkan, fleksikan Knee Joint pasien
sehingga Os Patella tegak lurus dengan kaset. Kaset horisontal.
Letakkan kain penarik pada daerah ankle Joint supaya
memudahkan lutut untuk lebih fleksi.
4. Jika tidak memungkinkan, pasien duduk diatas meja
pemeriksaan dengan knee joint fleksi. Letakkan kaset diatas
Femur dan atur kaset sehingga gambaran Os Patella dan
Patellofemoral Joint tercakup dalam film.
CR : Tegak lurus dengan persendian antara Os Patella
dan Patellofemoral Joint. Diarahkan penyudutannya 15°-20°
kearah persendian tsb.
CP : Antara Os Patella dan Patellofemoral Joint.
Bila bilateral,
CP : diantara kedua Knee joint sejajar dengan Os Patella
dan Patellafemoral joint.

Kruteria gambar : Tampak gambaran permukaan


persendian Patellofemoral Joint atau daerah axial sky line
dari Patella.
TR FEMUR
PENGERTIAN

• Tata cara pemeriksaan os femur dengan


menggunakan sinar-X untuk menegakkan
diagnosa
Anatomy
• Femur merupakan tulang skeletal terpanjang dan
terkuat.
• Secara garis besar dibedakan mejadi 3 bagian
yaitu :
• Dua extrimities dan satu body
Persiapan
Persiapan Pasien
• Tidak ada persiapan khusus, hanya melepaskan benda
logam (radiopaque) dari objek yang akan diperiksa

Persiapan Alat dan Bahan


• Pesawat Sinar-X
• Kaset + Film (30x40 cm)
• Marker R/L
• Alat Proteksi/Shielding
• Alat immobilisasi (sand bag, wedge spon, dll)
Indikasi
• Kelainan berupa fractur
• lesi pada tulang pertengahan dan distal femur
PROYEKSI RADIOGRAFI FEMUR
Menurut Bontrager, 2014 Menurut Merrils, 2010
Rutin 1. AP
1. AP 2. Lateral
2. Lateral
FEMUR
Proyeksi AP

Posisi Pasien : Pasien supine diatas meja pemeriksaan dan


atur pelvis sedemikian rupa sehingga tidak terjadi
perputaran.
Posisi Obyek :
1. Apabila menginginkan knee Joint dan distal femur
tercakup, atur pasien true AP tanpa ada perputaran
tubuh. Atur Epicondylus parallel dengan kaset. Tepi
bagian bawah kaset diletakkan 5 cm dibawah Knee
Joint.
2. Apabila menginginkan Hip Joint dan Proximal Femur
tercakup, letakkan bagian atas kaset diatas SIAS.
Rotasikan limb (tungkai) internally
10° -15° sehingga tampak profile Femoral Neck.
CR : Tegak lurus kaset
CP : Pertengahan femur.
Kriteria gambar : Tampak gambaran AP femur
FEMUR
Proyeksi LATERAL

Posisi pasien : Pasien berbaring pada sisi femur yang akan difoto. Atur
tubuh pasien pada pertengahan kaset/grid.
Posisi Obyek :
1. Apabila menginginkan knee Joint dan distal femur tercakup, atur
femur yang tidak difoto diadepan tubuh pasien sehingga pelvis true
lateral. Fleksikan Knee Joint 45° dan beri sandbag dibawah Ankle. Kaset
horisontal. Tepi bagian bawah kaset diletakkan 5 cm dibawah Knee
Joint.
2. Apabila menginginkan Hip Joint dan Proximal Femur tercakup, letakkan
bagian atas kaset diatas SIAS. Rotasikan pelvis kearah posterior
sehingga true lateral.
10 ° -15 ° sehingga tampak profile Femoral Neck.
CR : Tegak lurus kaset
CP : Pertengahan Femur
Kriteria gambar : Tampak gambaran lateral Femur
Lateral Distal Femur

Lateral Proximal
Femur
SEKIAN DAN TERIMAKASIH

Anda mungkin juga menyukai