Anda di halaman 1dari 19

PENANGGULANGAN KONDISI BENCANA :

TANAH LONGSOR
KELOMPOK 3
ANA SULISTIYA 201702054
BERLIANA CRISHMAWATI 201702057
LULUT OKTAVIA 201702079
REKA RIESTA ARDIYANTI 201702089
TSALISA REGITA CAHYANI 201702097
YOQI PUTRA PRASTYA 201702102
LATAR BELAKANG
Tanah longsor merupakan jenis bencana terbesar ke 3 (tiga) di indonesia
setelah bencana banjir dan puting beliung. Jenis tanah pelapukan yang sering
dijumpai di indonesia adalah hasil letusan gunung api. Tanah ini memiliki
komposisi sebagian besar lempung dengan sedikit pasir dan bersifat subur. Tanah
pelapukan yang berada di atas batuan kedap air pada perbukitan/punggungan
dengan kemiringan sedang hingga terjal berpotensi mengakibatkan tanah longsor
pada musim hujan dengan curah hujan berkuantitas tinggi. Jika perbukitan
tersebut tidak ada tanaman keras berakar kuat dan dalam, maka kawasan
tersebut rawan bencana tanah longsor. (Nandi. 2007)
FAKTOR PENYEBAB KONDISI BENCANA TANAH LONGSOR

Pada prinsipnya tanah longsor terjadi bila gaya pendorong pada


lereng lebih besar daripada gaya penahan. Gaya penahan umumnya
dipengaruhi oleh kekuatan batuan dan kepadatan tanah. Sedangkan
gaya pendorong dipengaruhi oleh besarnya sudut lereng, air, beban
serta berat jenis tanah batuan (moch bachri, 2006 & nandi, 2007).
Menurut peraturan kepala BNPB nomor 2 tahun 2012 faktor-faktor
penyebab terjadinya tanah longsor antara lain :
Lanjutan...

a. HUJAN f. GETARAN
b. LERENG TERJAL g. USUT MUKA AIR DANAU ATAU BENDUNGAN
c. TANAH YANG KURANG PADAT DAN h. ADANYA BEBAN TAMBAHAN
TEBAL i. PENGIKISAN/EROSI
d. BATUAN YANG KURANG KUAT j. ADANYA MATERIAL TIMBUNAN PADA
TEBING , DLL.
e. JENIS TATA LAHAN
PENILAIAN RESIKO BENCANA TANAH
LONGSOR

Penilaian risiko bencana tanah longsor tersusun dari ancaman bencana tanah
longsor, kerentanan tanah longsor, dan kapasitas bencana. Dalam penyusunan
penilaian risiko bencana diperlukan penghitungan komponen berdasarkan
penghitungan indeks-indeks dan data yang akan dijelaskan sebagai berikut.
a.Indeks Ancaman Bencana Tanah Longsor
b.Indeks Kerentanan Bencana Tanah Longsor
c.Kapasitas Bencana
PERENCANAAN DALAM MENGHADAPI KONDISI
BENCANA
Berdasarkan siklus waktunya, kegiatan perencanaan bencana dapat dibagi
4 kategori yaitu sebagai berikut :
• Kegiatan Sebelum Bencana Terjadi (Mitigasi)
• Kegiatan Saat Bencana Terjadi (Perlindungan Dan Evakuasi)
• Kegiatan Tepat Setelah Bencana Terjadi (Pencarian Dan Penyelamatan)
• Kegiatan Pasca Bencana (Pemulihan/Penyembuhan Dan
Perbaikan/Rehabilitasi).
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM KONDISI
TANAH LONGSOR
Pemberdayaan masyarakat adalah upaya fasilitasi
proses individu, keluarga dan masyarakat untuk:
• Mengambil tanggung jawab atas diri, keluarga dan
masyarakat dalam pengurangan risiko bencana.
• Mengembangkan kemampuan untuk berperan dalam
upaya pengurangan risiko bencana bagi diri sendiri
dan masyaraat sehingga termotivasi untuk
mengenali ancaman bencana dan risikonya.
• Menjadikan pelaku/perintis dalam upaya
pengurangan risiko dan menjadi pemimpin
pergerakan masyarakat yang dilandasi semangat
PERMASALAHAN KESEHATAN DAN SOLUSI
DALAM KONDISI TANAH LONGSOR
Permasalahan bencana terhadap kesehatan masyarakat relatif berbeda-beda, antara lain tergatung
dari jenis dan besaran bencana yang terjadi. Seperti halnya pada kondisi bencana tanah longsor termasuk
daalam jangka pendek yang dapat mengakibatkan korban meninggal, cedera berat yang memerlukan
perawatan intensif, peningkatan risiko penyakit menular, kerusakan fasilitas kesehatan dan sistem
penyediaan air (pan american health organization,2006). Adapun cara mencegah agar tidak terjadinya
bencana tanah longsor yaitu :

• Tidak membuat rumah dibawah, tepat di pinggir, atau dekat tebing.


• Membuat teraserig atau sengkedan di lereng jika membuat pemukiman.
• Tidak membuat kolam atau perkebunan di lereng yang dekat pemukiman.
• Tidak memotong tebing menjadi tegak, biarkan miring.
• Membuat saluran pembuangan air yang otomatis bisa menjadi saluranpenampungan air tanah.
• Menanam tanaman keras dan ringan dengan jenis akar dalam, di wilayah curam.
PRINSIP PENANGGULANGAN TANAH
LONGSOR
Dalam undang-undang nomor 24 tahun 2007 tentang penanggulangan
bencana, disebutkan sejumlah prinsip penanggulangan yaitu :
•Cepat dan Tepat
•Prioritas
•Koordinasi dan Keterpaduan
•Berdaya Guna dan Berhasil Guna
•Transparansi dan Akuntabilitas
•Nondiskriminatif
TEKNIK EVAKUASI DALAM KONDISI
BENCANA TANAH LONGSOR
Menurut BNPB ada upaya untuk melakukan evakuasi mandiri, antara lain :
a. Prabencana :
• Mengurangi tingkat keterjalan lereng permukaan maupun airtanah.
• Pembuatan bangunan penahan, jangkar (anchor) dan pilling.
• Hindarkan daerah rawan bencana untuk pembangunan pemukiman dan fasilitas utama
lainnya.

• Terasering dengan sistem drainase yang tepat (drainase pada teras - teras dijaga jangan
sampai menjadi jalan meresapkan air ke dalam tanah).

• Penghijauan dengan tanaman yang sistem perakarannya dalam dan jarak tanam yang tepat
Lanjutan...

b.Saat bencana
• Segera evakuasi untuk menjauhi suara gemuruh atau arah datangnya
longsoran.
• Apabila mendengar suara sirine peringatan longsor, segera evakuasi ke arah
zona evakuasi yang telah ditentukan. (Beberapa wilayah di indonesia telah
terpasang sistem peringatan dini longsor).
c. Pascabencana
• Hindari wilayah longsor karena kondisi tanah yang labil.
• Apabila hujan turun setelah longsor terjadi, antisipasi longsor susulan.
PERAWATAN SAAT DAN SETELAH TANAH LONGSOR

Perawatan saat terjadi tanah longsor sebagai berikut :


• Jangan panik dan tetap tenang
• Cepat tinggalkan rumah, jika tanah longsor terjadi di sekitar rumah.
• Bila memungkinkan bantu keluarga dan orang lain yang mengalami situasi sulit akibat
longsor.
• Segera hubungi petugas dilingkungan tempat tinggal.
• Jika kondisi di sekitar tempat tinggal membahayakan, mengungsilah.
• Pantau terus informasi apabila informasi menyatakan kondisi belum aman, jangan
dulu kembali kerumah.
Lanjutan...

Perawatan setelah terjadi tanah longsor sebagai berikut :

• Jauhi kawasan yan terkena longsor dan tetap berada di tempat yang aman.
• Ikuti terus informasi untuk memastikan sudah berada ditempat yang tepat dan aman.
• Berikanlah pertolongan bagi yang membutuhkan tanpa membahayakan keselamatan
diri sendiri.

• Laporkan kondisi dan kejadian dengan singkat dan jelas.


• Kembalilah ke rumah jika situasi dan kondisi di tempat tinggal sudah dinyatakan aman.
• Ikuti perintah relokasi apabila telah diputuskan oleh pihak yang berwenang.
UPAYA PENCEGAHAN TANAH LONGSOR
Pada masyarakat yang tinggal di pengunungan ataupun di berada tanah rawan
longsor untuk melakukan pencegahan terhadapbencana longsor, berikut upaya
pencegahan yang bisa dilakukan oleh masyarakat itu sendiri, antara lain :
• Tidak menebang atau merusak hutan
• Melakukan penanaman tumbuh-tumbuhan berakar kuat, seperti nimba, bambu, akar
wangi, lamtoro, dsb, maupun pada lereng-lereng yang gudul
• Membuat saluran air hujan
• Membangun dinding penahan di lereng-lereng yang terjal
• Memeriksaan keadaan tanah secara berkala
• Mengukur tingkat kederasan hujan.
PEMENUHAN KEBUTUHAN JANGKA PANJANG
Berdasarkan UU no. 24 tahun 2007 tentang penanggulangan bencana pemenuhan kebutuhan dasar
bidang kesehatan lingkungan dalam penanggulangan bencana yang harus dipenuhi antara lain:
• Kebutuhan air bersih dan sanitasi.
• Pangan.
• Sandang.
• Pelayanan kesehatan.
• Pelayanan psikososial.
• Penampungan dan tempat hunian.
Standar minimal kebutuhan bidang kesehatan lingkungan saat bencana telah diatur dalam keputusan
menteri kesehatan republik indonesia nomor: 1357/menkes/sk/xii/2001 tentang standar minimal
penanggulangan masalah kesehatan akibat bencana dan keputusan menteri kesehatan republik
indonesia nomor: 12/menkes/sk/i/2002 tentang pedoman koordinasi penanggulangan bencana di
lapangan.
Contoh Kasus Bencana Tanah Longsor yang Pernah Terjadi Di Suatu
Daerah 
 

• C:\USERS\REKARIESTAA\DOWNLOADS\REV MAKALAH KEL 3(TANAH LONGSOR).DOC


Lanjutan...
Pembahasan kasus  :

• Faktor penyebab tanah longsor terjadi akibat hujan dengan intensitas tinggi dan ada saluran
irigasi yang jebol dipicu retakan tanah di sisi timur salah satu rumah. Akibatnya air dari
irigasi merembes dan masuk ke jalan warga, di daerah kelurahan parakancanggah,
kecamatan Banjarnegara, kabupaten banjarnegara, provinsi jawa tengah kelurahan
parakancanggah, kecamatan  Banjarnegara, kabupaten banjarnegara, provinsi jawa tengah.

• Permasalahan bencana terhadap kesehatan masyarakat dalam kondisi tanah longsor


sehingga menyebabkan satu orang tewas, dan dua orang luka berat.

• Teknik evakuasi pada saat bencana warga lantas mendatangi lokasi longsor dan berupaya
menyelamatkan penghuni rumah yang terjebak timbunan tanah.
KESIMPULAN
Berikut beberapa faktor penyebab tanah longsor : hujan, lereng terjal, tanah yang
kurang padat dan tebal, batuan yang kurang kuat, jenis tata lahan, dll.
Permasalahan bencana terhadap kesehatan masyarakat relatif berbeda-beda, antara
lain tergatung dari jenis dan besaran bencana yang terjadi. Seperti halnya pada kondisi
bencana tanah longsor termasuk daalam jangka pendek yang dapat mengakibatkan
korban meninggal, cedera berat yang memerlukan perawatan intensif, peningkatan risiko
penyakit menular, kerusakan fasilitas kesehatan dan sistem penyediaan air (pan american
health organization,2006). Adapun cara mencegah agar tidak terjadinya bencana tanah
longsor yaitu : tidak membuat rumah dibawah, tepat di pinggir, atau dekat tebing, membuat
teraserig atau sengkedan di lereng jika membuat pemukiman, tidak membuat kolam atau
perkebunan di lereng yang dekat pemukiman, dll.
Menurut BNPB ada upaya untuk melakukan evakuasi mandiri, antara lain :
prabencana, saat bencana, pascabencana.