Anda di halaman 1dari 3

Pemeriksaan yang disarankan:

 Pemeriksaan glukosa di tempat (bedside).


 Analisa gas darah arteri.
 Pemeriksaan kadar elektrolit (termasuk kalsium), urea nitrogen darah dan
kreatinin rutin dilakukan.
 Pemeriksaan kadar etanol dan alcohol toksik lain dalam serum, serta uji
penyaring toksikologi.
 Urinalisis.
 Pertimbangkan pemeriksaan kultur darah, urin dan apus tenggorok.
 Pungsi lumbal untuk analisis LCS.
 Elektrokardiogram.
 Elektroensefalografi.
 Pencitraan.

Henderson. O. S., 2008, Kedokteran Emergensi (Emergency Medicine: Vademecum), Department of Emergency Medicine, Keck School
of Medicine, University of Southern California, Los Angeles, California, U.S.A, Penerbit buku kedokteran : EGC, halaman 21, 109-110
Pemeriksaan yang disarankan pada
pasien hipertensi:
 Pemeriksaan hitung darah lengkap, evaluasi kadar elektrolit dan fungsi ginjal,
evaluasi kadar enzim spesifik jantung, dan urinalisis.
 Pemeriksaan EKG dan rontgen dada.
 Pemeriksaan lain mencakup CT scan, USG abdomen, atau aortografi dilakukan
sesuai kebutuhan.

Henderson. O. S., 2008, Kedokteran Emergensi (Emergency Medicine: Vademecum), Department of Emergency Medicine, Keck School
of Medicine, University of Southern California, Los Angeles, California, U.S.A, Penerbit buku kedokteran : EGC, halaman 21, 109-110