Anda di halaman 1dari 27

SYSTEMIK LUPUS ERYTEMATOSUS

NAMA KELOMPOK :
1. Enjel Fanecha Difa 21117049
2. Hondini Pratama 21117065
3. M. Lutfi Ricky Pratama 21117077
4. Mentari Damaiyanti 21117082
5. Mirza Alepandi 21117084
6. Mutiara Fransiska 21117086
7. Nursyamsi Oktariani 21117090
8. Rahma Arifah Putri 21117095

Dosen Pembimbing : : Marwan Ricky Ginanjar S.Kep.,Ns.,M.Kep


Definisi SLE
Lupus eritematosus sistemik (SLE) adalah suatu penyakit inflamasi
autoimun pada jaringan penyambung yang dapat mencakup ruam kulit, nyeri
sendi, dan keletihan. Penyakit ini lebih sering terjadi pada wanita dari pada
pria dengan faktor 10:1. Androgen mengurangi gejala SLE, dan estrogen
memperburuk keadaan tersebut. Gejala memburuk selama fase luteal siklus
menstruasi, namun tidak dipengaruhi pada derajat yang besar oleh kehamilan
(Elizabeth, 2009).
Untuk menguji apakah seorang penderita lupus, maka di lakukan tes darah
yang bernama Anti Nuclear Antibody (ANA). Test ini akan mengidentifikasi
autoantibodi (antibody perusak) yang memakan sel-sel yang berguna di dalam
tubuh. Hasil positif dari test ini belum bisa di katakana seseorang menderita
lupus. Di butuhkan data-data lain, seperti gejala-gejala, catatan fisik pasien,
dan test lengkap laboratorium, hingga akhirnya di pastikan si pasien menderita
lupus.
Etiologi
Sampai saat ini penyebab lupus belum diketahui. Di
duga faktor genetik, infeksi dan lingkungan ikut
berperan pada patofisiologi lupus.Sistem imun tubuh
kehilangan kemampuan untuk membedakan antigen dari
sel dan jaringan tubuh sendiri. Penyimpangan terhadap
reaksi imunologi ini akan menghasilkan antibodi secara
terus-menerus. Antibodi ini juga berperan dalam
pembentukan kompleks imun sehingga mencetuskan
penyakit inflamasi imun sistemik dengan kerusakan
multiorgan.
Faktor-faktor yang meningkatkan resiko penyakit
SLE antara lain:
1. Jenis kelamin
2. Usia
3. Ras
4. Sinar matahari
5. Obat tertentu
6. Terinfeksi virus Epstein-Barr
7. Terkena zat kimia
Anatomi Sistem Imun
 Fungsi sistem imun :
1.Sumsum
2.Thymus
3.Getah bening
4.Nodus limfatikus
5.Tonsil
6.Limpa/spleen
Manifestasi Klinis
Tanda-tanda dan gejala yang biasanya di tunjukkan oleh penderita
penyakit lupus:
1. Rasa ngilu yang luar biasa di bagian persendian
2. Penderita mengalami kelelahan yang ekstrem
3. Muncul semacam bekas luka di sekujur tubuh
4. Pipi dan hidung penderita tampak menyerupai kupu-kupu
( butterfly effects)
5. Mengalami anemia yang amat parah
6. Saat bernafas, penderita mengalami tekanan yang berat
7. Timbul permasalahan di sekitar hidung dan mulut, serta
8. Sensitif terhadap cahaya, sinat matahari, maupun kilatan foto.
Komplikasi
1. Gagal ginjal adalah penyebab tersering kematian pada
pengidap LES
2. Dapat terjadi perikarditis (peradangan kantung perikardium
yang mengelilingi jantung)
3. Peradangan membran pleura yang mengelilingi paru dapat
membatasi pernapasan. Sering terjadi bronkitis
4. Dapat terjadi vaskulitis di semua pembuluhh otak dan perifer
5. Komplikasi susunan saraf pusat termasuk stroke dan kejang.
Perubahan kepribadian, termasuk psikosis dan depresi, dapat
terjadi. Perubahan kepribadin mungkin berkaitan dengan
terapi obat atau penyakitnnya
Prognosis

Beberapa studi menyatakan bahwa SLE dengan keterlibatan SSP


menunjukkan prognosis yang buruk dan meningkatkan resiko
kerusakan sistem saraf atau kematian lebih awal. Dari observasi
prospektif penderita SLE selama lebih dari 5 tahun memperlihatkan
bahwa riwayat neuropsikiatrik berkaitan dengan outcome klinis yang
jelek di mana sekitar 21-47% dari penderita NP-SLE memperlihatkan
kejadian rekurensi atau munculnya onset baru sindroma NP-SLE dan
10% dari kematian SLE berkaitan dengan keterlibatan SSP.1 Disfungsi
kognitif yang dialami populasi penderita SLE memiliki pengaruh yang
signifikan terhadap kemampuan fungsi mereka. Frekuensi disabilitas
yang semakin meningkat telah dilaporkan pada penderita SLE dengan
kelainan neuropsikiatrik bila dibanding dengan penderita SLE tanpa
kelainan neurospikiatrik dan populasi umum
Penatalaksanaan

1. ManajemenKeperawatan
2. Terapi Farmakologi
3. Terapi Nonfarmakologi
a.Paparan sinar Matahari
b.Diit dan Latihan
c.Fatique dan Tidur
Asuhan Keperawatan SLE
a. Pengkajian :
Data subyektif :
- Pasien mengeluh terdapat ruam-ruam merah pada
wajah yang menyerupai bentukkupu-kupu.
- Pasien mengeluh rambutrontok.
- Pasien mengeluhlemas
- Pasien mengeluh bengkak dan nyeri padasendi.
- Pasien mengeluh sendi merasa kaku pada pagihari.
- Pasien mengeluhnyeri
Data obyektif :
- Terdapat ruam – ruam merah pada wajah yang
menyerupai bentukkupu-kupu.
- Nyeri tekan padasendi.
- Rambut pasien terlihatrontok.
- Terdapat luka pada langit-langit mulutpasien.
- Pembengkakan padasendi.
- Pemeriksaan darah menunjukkan adanya
antibodiantinuclear.
b. MasalahKeperawatan
- Nyeri akut
- Fatigue
- Risikoinfeksi
- Gangguan citratubuh
- Risiko injuri
- Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari
kebutuhantubuh
Rencana Keperawatan

Diagnose NOC NIC


Nyeri akut Pain control Indicator Pain management Aktivitas
Factor yang berhubungan: - Mengenali onsetnyeri - Melakukan pengkajian nyeri
Agen injuri fisik - Menjelaskanfactor penyebab termasuk lokasi, karateristik,
- Melaporkan perubahannyeri onset/durasi, frekuensi,
- Melaporkan gejalayang kualitas atau keparahan nyeri,
tidakterkontrol dan factor pencetusnyeri
- Menggunakan sumberdaya -Observasi tandanonverbal
yang tersedia untuk dari ketidaknyamanan,
menguranginyeri terutama pada pasien yang
- Mengenali gejala nyeriyang tidak bisa berkomunikasi
berhubungan dengan penyakit secaraefektif
- Melaporkan nyeriterkontrol - Gunakan strategi
komunikasi terapeutik untuk
mengetahui pengalama nyeri
pasien dan respon
pasienterhadap nyeri
- Kaji pengetahuandan
kepercayaan pasien
tentangnyeri
-Tentukan dampak dari nyeri
terhadap kualitas hidup
(tidur, selera makan,
aktivitas,dll)
Evaluasi keefektifan
manajemen nyeri yang
pernah diberikan sebelumnya
- Control factorlingkungan
yang dapat mempengaruhi
ketidaknyamanan pasien
- Kolaborasi dengan pasien,
anggota keluarga, dan tenaga
kesehatan lain untuk
implementasi manajemen
nyeri nonfarmakologi
- Dukung pasienuntuk
menggunakan pengobatan
nyeri yang adekuat
Fatigue Karakteristik : Fatigue level Indicator Energy Management Aktivitas:
Factor yang berhubungan : - Kelelahan - Kaji status fisik pasien untuk
anemia - Kualitastidur kelelahan dengan
- Kualitasistirahat memperhatikan umur dan
-Hematocrit perkembangan
-Dorong pasien untuk
mengungkapkan perasaan
tentangketerbatasan
-Gunakan instrument yang
valid untuk mengukur
kelelahan
-Tentukan aktivitas yang boleh
dilakukan dan seberapa
berataktivitasnya
- Monitor asupan nutrisi untuk
mendukung sumber energy
yangadekuat
-Konsultasi dengan ahli gizi
tentang peningkatanasupan
energy
-Bantu pasien untuk
beristirahat sesuai jadwal
- Dorong pasien untuktidur
siang
- Bantu pasienmelakukan
aktivitas fisik reguler

Risiko infeksi Factor risiko : Infection severity Indicator : Energy Management


Imunosupresi - Demam Aktivitas:
- Nyeri - Kaji status fisik pasien
- Limpadenopati untuk kelelahan dengan
-Penurunan jumlah seldarah memperhatikan umur dan
putih perkembangan
Risk control Body image - Dorong pasien untuk
Indicator: mengungkapkan perasaan
- Gambaran internaldiri tentangketerbatasan
- Keserasian anatararealitas -Gunakan instrument yang
tubuh, ideal tubuh,dan valid untuk mengukur
kelelahan
- Tentukan aktivitas yang
boleh dilakukan dan seberapa
berataktivitasnya
- Monitor asupan nutrisi
untuk mendukung sumber
energy yangadekuat
- Konsultasi dengan ahli gizi
tentang peningkatanasupan
energy
-Bantu pasien untuk istirahat
sesuai jadwal
- Dorong pasien untuktidur
siang
- Bantu pasienmelakukan
aktivitas fisik reguler

Risiko infeksi Factor risiko : Infection severity Indicator : Infection Control Aktivitas:
Imunosupresi - Demam - Pertahankan teknik isolasi
- Nyeri jikadiperlukan
- Limpadenopati - Batasi jumlah pengunjung
- Penurunan jumlah seldarah - Ajarkan kepada tenaga
putih kesehatan untuk
- Risk control meningkatkan cuci tangan
-Ajarkan pasien dan
pengunjung untuk cuci tangan
- Cuci tangan sebelumdan
sesudah melakukan perawatan
kepadapasien
- Lakukan perawatan aseptic
pada IV line
- Tingkatkan asupan nutrisi
yangadekuat
- Dorong pasienuntuk
istirahat
- Ajarkan pada pasiendan
keluarga cara untuk
mencegah infeksi.

Gangguan citra tubuh Body image Indicator: Body image enhancement


Karakteristik: - Gambaran internaldiri Aktivitas:
Perilaku menghindari salah Keserasian anatara realitas - Tentukan harapan pasien
satu bagiantubuh tubuh, ideal tubuh,dan tentang citra tubuhnya
Respon non verbal tubuh - Kepuasanterhadap berdasarkan tingkat
penampilantubuh perkembangan.
- Perilaku menggunakan
strategi untukmeningkatkan
fungsitubuh
- Bantu pasien mendiskusikan
penyebab penyakit dan
penyebab terjadinya
perubahan pada tubuh
- Bantu pasien menetapkan
batasan perubahan actual
padatubuhnya
- Gunakan anticipatori
guidance untuk menyiapkan
pasienuntuk perubahan yang
dapat diprediksi
padatubuhnya
- Bantu pasien menentukan
pengaruh dari kelompok
sebaya dalam
mempresentasikan citra tubuh
- Bantu pasien mendiskusikan
perubahan yang disebabkan
karena masapubertas
- Identifikasi kelompok
dukungan unutkpasien
- Monitor frekuensi
pernyataan pasien tentang
kritik terhadapdirinya
- Gunakan latihanpengakuan
diri dengankelompok
sebaya
Risiko Injuri Risk control Risk identification
Factor Risiko: Disfungsi Indicator: Aktivitas:
autoimun - Mencari informasi tentang - Review riwayat kesehatan
risiko padakesehatannya pasien
- Identifikasi factorrisiko - Review data yang berasal
- Mengakuir factorrisiko dari pengkajian risiko
personal - Tentukan sumber daya yang
- Monitor factorrisiko tersedia seperti tingkat
lingkungan pendidikan, psikologis,
- Melakukan strategiuntuk finansial,dan
controlrisiko dukungankeluarga
- Identifikasi sumber-sumber
ynag dapat meningkatkan
risiko
- Identifikasi factor risiko
biologis, lingkungan,dan
perilaku serta hubungan
antara factorrisiko
- Tentukan rencanauntuk
mengurangirisiko
-Diskusikan dan rencanakan
aktivitas mengurangi risiko
dengan berkolaborasi dengan
pasein dankeluarga
-Implementasikanrencana
aktivitas mengurangi risiko
Ketidakseimbangan nutrisi NOC: - Kaji adanya alergi makanan
kurang dari kebutuhan Nutritional status: Adequacy - Kolaborasi dengan ahli gizi
tubuh Berhubungan dengan : ofnutrient untuk menentukan jumlah
Ketidakmampuan untuk Nutritional Status : foodand kalori dan nutrisi yang
memasukkan atau mencerna FluidIntake Weight Control dibutuhkan pasien
nutrisi oleh karena faktor Setelah dilakukan tindakan - Yakinkan diet yang dimakan
biologis, keperawatan selama….nutrisi mengandung tinggi serat
psikologis atau ekonomi. kurang teratasi dengan untuk mencegah konstipasi
DS: indikator: - Ajarkan pasien bagaimana
- Nyeriabdomen Albuminserum membuat catatan makanan
- Muntah Pre albuminserum harian.
- Kejangperut Hematokrit - Monitor adanya penurunan
- Rasa penuhtiba-tiba setelah Hemoglobin BB dan guladarah
makan Total iron bindingcapacity Monitor lingkungan selama
DO: Jumlah limfosit makan
- Diare -Jadwalkan pengobatan dan
- Rontok rambut yang tindakan tidak selama jam
berlebih makan
- Kurang nafsu makan - Monitor turgor kulit
- Bising usus berlebih - Monitor kekeringan, rambut
- Konjungtiva pucat kusam, total protein, Hb dan
- Denyut nadilemah kadarHt
- Monitor mual danmuntah
- Monitor pucat, kemerahan,
dan kekeringan jaringan
konjungtiva
- Monitor intakenuntrisi
Informasikan pada klien dan
keluarga tentang manfaat
nutrisi
-Kolaborasi dengan dokter
tentang kebutuhan suplemen
makanan seperti NGT/ TPN
sehingga intake cairan yang
adekuat dapat dipertahankan.
- Atur posisi semi fowler atau
fowler tinggi selamamakan
- Kelola pemberan anti
emetik:.....
-Anjurkan banyak minum
-Pertahankan terapi Ivline
Catat adanya edema,
hiperemik, hipertonik papila
lidah dan cavitas oval
Kesimpulan
Lupus eritematosus sistemik (SLE) adalah suatu penyakit
inflamasi autoimun pada jaringan penyambung yang dapat
mencakup ruam kulit, nyeri sendi, dan keletihan. Penyakit ini lebih
sering terjadi pada wanita dari pada pria dengan faktor 10:1.
Androgen mengurangi gejala SLE, dan estrogen memperburuk
keadaan tersebut. Gejala memburuk selama fase luteal siklus
menstruasi, namun tidak dipengaruhi pada derajat yang besar oleh
kehamilan (Elizabeth, 2009).