Anda di halaman 1dari 9

ANGGARAN FLEKSIBEL

Inisiasi Tuton Ke – 6
Mata Kuliah : Akuntansi Manajemen
Program Studi : Manajemen
Fakultas : Ekonomi

Penulis : Wagini.,S.E.,M.Ak
Email : wagini980@gmail.com
Penelaah : Wiwin Siswantini, SE.,
M.M
Email : wiwin@ecampus.ut.ac.id
Tinjauan Mata Kuliah

Mata kuliah Akuntansi Manajemen membahas mengenai


konsep-konsep akuntansi manajemen dan memberikan
gambaran tentang bagaimana peran dan pekerjaan
seorang akuntan manajemen dalam sebuah perusahaan
yang mana berkaitan dengan fungsi perencanaan,
pengendalian, pengambilan keputusan, dan lainnya.
Konsep-konsep tersebut di antaranya adalah pengantar
akuntansi manajemen, konsep perilaku kos, akuntansi
berbasis aktivitas, analisis kos volume laba,
penganggaran, anggaran fleksibel, kos standar, analisis kos
diferensial, kos kualitas, dan evaluasi kinerja.
Anggaran Fleksibel
Konvensional
Anggaran Statis dan Anggaran Fleksibel
Dari berbagai macam tujuan dan fungsinya, anggaran dapat
digunakan sebagai alat perencanaan dan pengendalian.Untuk
tujuan perencanaan, perusahaan menyiapkan master anggaran
yang didasarkan pada estimasi atau perkiraan di level aktivitas
tertentu.
Terdapat satu terminologi yang harus dipahami terlebih
dahulu dalam memahami kaitan antara anggaran dengan
fungsinya sebagai alat penilaian kinerja, yakni variansi
(variance).Variansi merupakan selisih yang muncul antara hasil
aktual dengan yang dianggarkan, baik dalam bentuk level
aktivitas maupun kos. Variansi inilah yang akan menentukan
bagaimana penilaian kinerja, apakah bersifat menguntungkan
(favorable)ataupun tidak menguntungkan(unfavorable).
Variansi dikatakan favorable apabila memiliki pengaruh
meningkatkan laba operasi, sedangkan variansi dikatakan
unfavorable apabila memiliki pengaruh menurunkan laba
operasi.Sehingga dapat diambil tindakan korektif yang tepat
Penyusunan Laporan Penilaian Kinerja dengan
Menggunakan Anggaran Statis
Seringkali manajer menggunakan anggaran ini untuk
memandingkan jumlah aktual dengan jumlah yang dianggarkan.
Nanti dapat kita lihat bahwa pendekatan anggaran statis ini akan
menjadi tidak adil apabila digunakan untuk menilai kinerjaBerikut
akan ditunjukkan ilustrasi bagaimana analisis laporan kinerja
dengan menggunakan pendekatan anggaran statis.

Anggaran Fleksibel Fungsional/Tradisional/Konvensional


Penggunaan anggaran fleksibel untuk penilaian kinerja
memungkinkan perusahaan untuk menyesuaikan tolak ukur agar
mencerminkan kos yang direncanakan pada level aktivitas
aktualnya dan bahkan pada rentang aktivitas berapapun.
Terdapat dua tipe dari anggaran fleksibel
• Sebelum fakta (before-the-fact):anggaran yang dibuat pada
berbagai level aktivitas
• Sesudah fakta (after-the-fact):anggaran yang dibuat pada
level aktual
Penyusunan laporan kinerja dengan menggunakan anggaran
fleksibel, ternyata hanya kos bahan baku langsung dan tenaga
kerja langsung yang menghasilkan varians yang unfavorable.
Dapat kita pahami bahwa apabila kinerja dinilai dengan
menggunakan anggaran statis, maka akan menjadi tidak adil
bagi manajer bersangkutan karena perbandingan antara aktual
dan yang dianggarkan dilakukan pada level ouput yang berbeda.
Anggaran fleksibel menyediakan informasi berkenaan
dengan efisiensi seorang manajer, yakni seberapa baik manajer
tersebut mengendalikan kos pada level aktual. Lalu apakah
anggaran statis tidak berguna sama sekali dalam penilaian
kinerja? Tentu tidak. Anggaran statis dapat digunakan pula untuk
menilai efisiensi dari seorang manajer. Dengan anggaran statis
kita dapat mengetahui apakah seorang manajer telah mencapai
targetnya karena anggaran statis menggambarkan tujuan yang
ingin dicapai perusahaan. Manajer dikatakan efektif apabila ia
mampu mencapai atau melebihi target unit yang telah
ditetapkan
Anggaran Fleksibel Berbasis
Aktivitas

Pengertian dan Karakteristik dari Anggaran


Berbasis Aktivitas
Anggaran berbasis aktivitas merupakan anggaran yang
didasarkan pada aktivitas dan pemicu kos yang digunakan untuk
menyiapkan anggaran berkaitan dengan aktivitas itu sendiri.
Umumnya perusahaan yang telah menerapkan activity-based
costing (ABC) akan menerapkan pula sistem anggaran
berbasiskan aktivitas.

Anggaran Statis Berbasis Aktivitas


Anggaran statis berbasis aktivitas sering digunakan oleh
manajer untuk mendapatkan gambaran kasar mengenai
pencapaian aktual apa telah terjadi sesuai rencana, namun akan
menjadi tidak apple-to-apple karena nilai aktual konsumsi
sumberdaya dibandingkan dengan nilai anggaran konsumsi
sumberdaya yang seringkali tidak berada pada level konsumsi
yang sama. Ilustrasi berikut ini akan menampilkan bagaimana
penyusunan anggaran statis berbasis aktivitas untuk aktivitas
pembelian bahan baku
Berikut adalah informasi yang dibutuhkan.
• Permintaaan pesanan pembelian berdasarkan permintaan
kebutuhan bahan adalah 15.000 kali pesanan pembelian
• Sumberdaya yang dibutuhkan untuk aktivitas pembelian :
• Lima agen pembelian, masing-masing mampu mengolah
3.000 pesanan per tahun; gaji masing-masing adalah sebesar
Rp40.000.000
• Perlengkapan (formulir, kertas, perangko, amplop dll);
diprediksikan akan menghabiskankos Rp1.000 per pesanan
pembelian
• Depresiasi peralatan-peralatan kantor Rp5.000.000 per tahun
• Sewa dan Utilitas Ruang kantor Rp6.000.000 
Berdasarkan data di atas, Anda diminta untuk menyusun
anggaran statis berbasis aktivitas untuk aktivitas pembelian
tersebut.Dengan menggunakan pendekatan berbasis aktivitas,
maka anggaran statis pembelian adalah sebagai berikut.
Gaji 200.000.000
Perlengkapan kantor 15.000.000
Depresiasi 5.000.000
Sewa dan Utilitas Ruang Kantor 6.000.000
Total 226.000.000
 

Anggaran Fleksibel Berbasis Aktivitas


Activity Flexible Budgeting memungkinkan prediksi terhadap berapa kos
aktivitas jika terjadi perubahan pemakaian aktivitas (activity usage). Sama
halnya dengan anggaran fleksibel berbasis fungsional, anggaran kos akan
dibuat pada berbagai level aktivitas
Analisis varians dalam kerangka acuan aktivitas ini memungkinkan
manajer memecah aktivitas-aktivitas menjadi value-added dan nonvalue-
added.
Anggaran Fleksibel Berbasis Aktivitas merupakan salah satu
alat bantumanajemen yang merupakan bagian dari dimensi
proses Activity-Based Management. Hal tersebut dikarenakan
Anggaran Fleksibel Berbasis Aktivitas membantu perusahaan
dalam menelusuri varians yang terjadi secara lebih hati-hati dan
menghasilan hasil yang lebih akurat sehingga tindakan korektif
yang diambil akan menjadi tepat. Penggunaan driver (pemicu
kos) sebagai pusat dari tindakan evaluasi merupakan hal masuk
akal karena kos itu sendiri timbul karena terjadi aktivtias,
sehingga sudah seharusnya apabila perusahaan ingin
mengevaluasi kos yang timbul, dimulai dari analisis ke akar
penyebabnya (pemicu kos dari aktivitas itu sendiri).