Anda di halaman 1dari 14

ASUHAN KEPERAWATAN PADA

HIPERTENSI EMERGENCY

Disusun oleh :
kelompok 2

1. Dewi Rafikasari SK 117007


2.Dian Fazira K SK 117008
3.Dita Puspitasari SK 117009
4.Dwi Kristianti SK 117010
5.Era Rismatika P SK 117011
6.Fika Rizkiyatul M SK 117012
Definisi Hipertensi Emergensi

 Hipertensi (HT) emergensi didefinisikan sebagai


peningkatan tekanan darah (TD) yang berat
(>180/120 mm Hg) disertai bukti kerusakan baru
atau perburukan kerusakan organ target (target
organ damage=TOD) Sedangkan HT urgensi
merupakan situasi terkait peningkatan TD yang
berat pada kondisi klinis stabil tanpa adanya
perubahan akut atau ancaman kerusakan organ
target atau disfungsi organ.
ETIOLOGI
 Hipertensi emergensi merupakan spektrum klinis
dari hipertensi dimana terjadi kondisi peningkatan
tekanan darah yang tidak terkontrol yang
berakibat pada kerusakan organ target yang
progresif. Berbagai sistem organ yang menjadi
organ target pada hipertensi emergensi ini adalah
sistem saraf yang dapat mengakibatkan hipertensi
ensefalopati, infark serebral, perdarahan
subarakhnoid, perdarahan intrakranial; sistem
kardiovaskular yang dapat mengakibatkan infark
miokard, disfungsi ventrikel kiri akut, edema paru
akut, diseksi aorta, dan sistem organ lainnya
seperti gagal ginjal akut, retinopati, eklamsia, dan
anemia hemolitik mikroangiopatik.
Faktor Resiko Hipertensi Emergency

1. Penderita hipertensi tidak minum obat


atau tidak teratur minum obat.
2. Kehamilan
3. Penderita hipertensi dengan penyakit
parenkim ginjal.
4. Pengguna NAPZA
5. Penderita dengan rangsangan simpatis
tinggi. (luka bakar, trauma kepala,
penyakit vaskular/ kolagen)
Patofisiologi
 HT emergensi dapat terjadi pada
berbagai setting klinis, tetapi
umumnya terjadi pada HT kronis
(yang sering tidak minum obat anti-
HT atau HT yang tidak terkendali),
dengan TD biasanya diatas 180/120
mm Hg. Peningkatan TD secara kronis
pada pasien ini, tidak mempengaruhi
perfusi organ target oleh karena
adanya mekanisme autoregulasi.
Manisfestasi Klinik
1. Nyeri dada dan sesak nafas pada
gangguan jantung dan diseksi aorta
2. Mata kabur dan edema papilla mata;
3. Sakit kepala hebat,
4. Gangguan kesadaran dan lateralisasi
pada gangguan otak;
5. Gagal ginjal akut pada gangguan
ginjal
6. Nyeri tengkuk pada kenaikan tekanan
darah
Prinsip Kegawatan
1. Keadaan gawat medis
2. Tekanan darah sangat tinggi
3. Peningkatan tekanan darah yang berat
4. Peningkatan tekanan darah terjadi secara
mendadak
5. Terjadi kerusakan organ target (baru, progresif,
memburuk, akut)
6. Kejadian serebrovaskular akut, sindrom koroner
akut, edema paru akut, disfungsi ginjal akut,
hipertensif ensefalopati, infark serebri, pendarahan
intrakranial, iskemi miokard atau infark, disfungsi
ventrikel kiri akut, diseksi aorta, atau eklampsia
7. Memerlukan penurunan tekanan darah segera
(dalam waktu menit / jam)
Penatalaksanaan medis

 Tujuan pengobatan pada keadaan darurat hipertensi


ialah menurunkan tekanan darah secepat dan
seaman mungkin yang disesuaikan dengan keadaan
klinis penderita. Obat yang ideal untuk keadaan ini
adalah obat yang mempunyai sifat bekerja cepat,
mempunyai jangka waktu kerja yang pendek,
menurunkan tekanan darah dengan cara yang dapat
diperhitungkan sebelumnya, mempunyai efek yang
tidak tergantung kepada sikap tubuh dan efek
samping minimal.
Ciri-Ciri Hipertensi Emergency

1. Keadaan gawat medis


2. Tekanan darah sangat tinggi
3. Peningkatan tekanan darah yang berat
4. Peningkatan tekanan darah terjadi secara
mendadak
5. Terjadi kerusakan organ target
6. Memerlukan tekanan darah segera
Asuhan keperawatan

1. Pengkajian
a. Airway
b. Breathing
c. Circulation
d. Disability
e. Exposure
2. Diagnosa Keperawatan
3. Intervensi Keperawatan
Diagnosa Keperawatan

1. Penurunan curah jantung berhubungan


dengan perubahan afterload,
perubahan frekuensi jantung,
perubahan kontraktilitas (00029)
2. Nyeri akut berhubungan dengan
peningkatan agen cedera biologis
(hipertensi) (00132)
3. Intervensi Keperawatan
No Diagnosa Tujuan dan Kriteria Intervensi
Keperawatan Hasil Keperawatan
1 Penurunan curah Setelah dilakukan 1. Monitor
jantungberhubung tindakan keperawatan toleransi
diharapkan penurunan pasien
an dengan curah jantung dapat terhadap
perubahan diatasi dengan kriteria aktivitas
afterload,perubah hasil : 2. Instruksikan
an frekuensi Kefektifan pompa jantung
pasien dan
jantung,perubaha (0400)
  keluarga
n kontraktilitas 1. Tekanan darah sistol mengenai
(00029) ditingkatkan dari resep yang
devisiasi berat dari tepat dan
kisaran normal (1) ke pengobatan
devisiasi sedang dari diluar tempat
kisaran normal (3)
2. Tekanan darah distol
pasien dirawat
ditingkatkan dari 3. Amati warna
devisiasi berat dari kulit,
kisaran normal (1) ke kelembaban,
devisiasi sedang dari suhu, dan
kisaran normal (3) masa
pengisian
No Diagnosa Tujuan dan Kriteria Intervensi
Keperawatan Hasil Keperawatan

2. Nyeri akut Setelah dilakukan 1. Pertahankan


berhubungan tindakan keperawatan tirah baring,
dengan diharapkan nyeri akut lingkungan yang
dapat berkurang dengan
peningkatan agen tenang, sedikit
kriteria hasil :
cedera biologis Kontrol nyeri (1605) penerangan
(hipertensi)   2. Minimalkan
(00132) 1. Mengenali kapan nyeri gangguan
terjadi ditingkatkan lingkungan dan
dari jarang rangsangan
menunjukkan (2) ke 3. Bantu pasien
sering menunjukkan dalam ambulasi
(4)
2. Menggunakan
sesuai
tindakan pencegahan kebutuhan
ditingkatkan dari 4. Hindari merokok
jarang menunjukkan atau
(2) ke sering menggunkan
menunjukkan (4) penggunaan
3. Menggunakan nikotin
tindakan pengurangan
nyeri tanpa analgesic
TERIMAKASIH 