Anda di halaman 1dari 11

TUGAS MANDIRI

TENTANG CARA KOMUNIKASI YANG


BAIK, TEKNIK KOMUNIKASI DAN
TUJUAN KOMUNIKASI DALAM
KESEHATAN GIGI

DISUSUN OLEH :
Nama : Jessica Sivra Malonda
Nim : 711240219044
Kelas : 1A
• Komunikasi atau communicaton berasal dari bahasa Latin
communis yang berarti 'sama'. Communico, communicatio atau
communicare yang berarti membuat sama (make to common).
Secara sederhana komunikasi dapat terjadi apabila ada kesamaan
antara penyampaian pesan dan orang yang menerima pesan.
Soedjono soekanto, (kamus sosiologi) : communication adalah
proses penyampaian pesan dri satu pihak ke pihak lain, sehingga
terjadi pengertian bersama. Jika tidak terjadi kesamaan antara
kedua aktor komunikasi “communication actors” yaitu
komunikator dan komunikan itu, dengan lain perkataan komunikan
tidak mengerti pesan yang diterimanya, maka komunikasi tidak
terjadi. Dalam rumusan lain situasi tidak komunikatif.
Tujuan Komunikasi
• Mengubah sikap “to change the attitude”
• Mengubah opini/pendapat/pandangan “to
change the opinion”
• Mengubah perilaku “to change the behavior”
• Mengubah masyarakat “to change the
society”.
Fungsi Komunikasi
• Menginformasikan “to inform”
• Mendidik “to educate”
• Menghibur “to entertain”
• Mempengaruhi “to influence”
• Paradigma Lasswell di atas menunjukkan bahwa komunikasi meliputi
lima unsur sebagai jawaban dari pertanyaan yang diajukan itu,yaitu:
• 1.            Komunikator (siapa yang mengatakan?)
• 2.            Pesan (mengatakan apa?)
• 3.            Media (melalui saluran/ channel/media apa?)
• 4.            Komunikan (kepada siapa?)
• 5.            Efek (dengan dampak/efek apa?).
Teknik komunikasi
• Untuk mencapai komunikasi yang baik perlu dilakukan dengan
JEBPLES yaitu : jelas, benar, penuh pertimbangan, lengkap dan
singkat. Selain itu berkomunikasi hendaknya memperhatikan : 5 W
& 1 H (whom, who, what, when, where and how)
• 1. Whom : siapa yang akan diajak berkomunikasi
• 2. Who : siapa yang akan berkomunikasi
• 3. What : apa isi yang tepat untuk berkomunikasi
• 4. When : kapan waktu yang tepat untuk berkomunikasi
• 5.   Where : dimana lokasi yang tepat untuk mengkomuniukasikan
pesan tersebut
• 6. How : bahasa, media, style yang dipakai untuk berkomunikasi.
Komunikasi Terapeutik
Komunikasi terapeutik adalah kemampuan atau keterampilan perawat
untuk membantu klien beradaptasi terhadap stres, mengatasi
gangguan psikologis dan belajar bagaimana berhubungan dengan
orang lain. Komunikasi dalam profesi keperawatan sangatlah penting
sebab tanpa komunikasi pelayanan keperawatan sulit untuk
diaplikasikan. Komunikasi terapeutik merupakan komunikasi yang
direncanakan secara sadar, tujuan dan kegiatannya difokuskan untuk
kesembuhan klien. Komunikasi terapeutik bertujuan untuk
mengembangkan segala yang ada dalam fikiran dan diri pasien ke arah
yang lebih
• positif yang nantinya akan dapat mengurangi beban perasaan pasien
dalam menghadapi maupun mengambil tindakan tentang
kesehatannya.
a. Komunikasi Verbal
• Komunikasi yang menggunakan kata – kata mencakup
• komunikasi bahasa terbanyak dan terpenting yang
digunakan
• dalam berkomunikasi. Hal ini disebabkan karena bahan
dapat
• mewakili kenyataan kongkrit. Keuntungan komunikasi verbal
• dalam tatap muka yaitu memungkinkan tiap individu untuk
beberapa secara langsung. Komunikasi verbal yang efektif
1) Jelas dan ringkas. Komunikasi yang efektif harus
sederhana, pendek dan langsung. Penerimaan pesan perlu
mengetahui apa, mengapa, bagaimana, kapan, siapa, dan
dimana. Ringkas dengan menggunakan kata-kata yang
mengekspresikan ide secara sederhana;
2) Perbendaharaan kata (mudah dipahami). Komunikasi
tidak akan berhasil, jika pengirim pesan tidak mampu
menerjemahkan kata atau ucapan. Istilah-istilah teknis yang
digunakan dalam keperawatan dan kedokteran, dan jika ini
digunakan oleh perawat, klien dapat menjadi bingun dan tidak
mampu mengikuti petunjuk atau mempelajari informasi penting;
3) Denotatif dan konotatif. Denotatif ialah memberikan
pengertian yang sama terhadap kata yang digunakan,
sedangkan arti konotatif merupakan pikiran, perasaan atau ide
yang terdapat dalam suatu kata. Kata serius dipahami klien sebagai suatu kondisi
mendekati kematian, tetapi perawat akan
menggunakan kata kritis untuk menjelaskan keadaan yang mendekati kematian;
4) Selaan dan kesempatan berbicara. Kecepatan dan tempo
bicara yang tepat turut menentukan keberhasilan komunikasi verbal.
5) Waktu dan relevensi. Waktu yang tepat sangat penting
untuk menangkap pesan. Bila klien sedang menangis
kesakitan, tidak waktunya untuk menjelaskan resiko operasi.
Kendatipun pesan diucapkan secara jelas dan singkat, tetapi
waktu tidak tepat dapat menghalangi penerimaan pesan secara
akurat.
6) Humor. Humor merangsang produksi catecholamines
dan hormon yang menimbulkan perasaan sehat, meningkatkan
toleransi terhadap rasa sakit, mengurangi ansietas,
• memfasilitasi relaksasi pernafasan dan menggunakan humor untuk
menutupi rasa takut dan tidak enak atau menutupi
• ketidakmampuannya untuk berkomunikasi dengan klien.
b. Komunikasi non verbal
Komunikasi non verbal adalah pemindahan pesan tanpa
menggunakan kata-kata. Cara yang paling meyakinkan untuk
menyampaikan pesan kepada orang lain. Perawat perlu
menyadari pesan verbal dan non verbal yang disampaikan
klien mulai dari saat saat pengkajian sampai evaluasi asuhan
keperawatan, karena isyarat non verbal menambah arti terhadap pesan verbal.
• Perawat yang mendeteksi suatu kondisi
• dan menentukan kebutuhan asuhan keperawatan. Komunikasi
• nonverbal teramati pada:
• Metakomunikasi.
• Penampilan personal
• Intonasi (nada suara)
• Ekspresi wajah
• Sikap tubuh dan langkah
• Sentuhan
• TERIMAKASIH