Anda di halaman 1dari 18

BAB 7

STANDAR AKUNTANSI

NAMA KELOMPOK :

KAMILA SALSABILA (201712170)

URFA ALQUR’AIENI (201712172)

MAYDINA NOVITASARI (201712175)


Standar akuntansi tidak lagi dibandang sebagai sesuatui yang berkaitan
dengan akuntan. Dibeberapa negara, meski[pun badan akuntansi profesional
umumnya memiliki inisiatif dalam proses penentuan standar, pihak non
akuntanpun mulai banyak yang terlibat dalam kegiatan tersebut. Dengan
demikian, jelas bahwa penentuan standsar akuntansi tidak hanya menyangkut
masalah teknis sepertui yang diungkapkan oleh beberapa ahli yaitu :

Tweedie (1985) mengungkapkan bahwa


standar akuntansi dihasilkan dari interaksi
antara lima faktor utama yaitu peristiwa
ekonomi, kepentingan pribadi, penyebaran
ide-ide, perjalanan sejarah, dan pengaruh
internasional.
Sedangkan itu, Nobes dan parker (1988)
mengatakan bahwa faktor budaya, sosial
dan politik merupakan faktor dominan
yang mempengaruhin regulasi akuntansi
diberbagai negara.
1. Prinsip Akuntansi Berterim Umum
(Generally Accepted Accounting Principles)
 Dalam Praktik bisnis sering dijumpai  Menurut Skinner (1972) menyatakan
bahwa laporan keuangan harus bahwa metode akuntansi harus
disusun dan disajikan sesuai dengan memenuhi kondisi berikut ini:
prinsip akuntansi berterima umum a) Metode tersebut dapat diterapkan
(GAAP). Prinsip tersebut akan pada berbagai kasus sesuai dengan
menentukan kualitas informasi yang kondisi lingkungan.,
disajikan dalam laporan keuangan.
b) Metode tersebut mendapat
 Jadi GAAP dapat didefisinikan dukungan, dalam bentuk
sebagai sekumpulan konsep, pengumuman, dari komunitas
satndar, prosedur, konvensi, akuntansi profesional atau badan
kebiasaan dan praktik yang dipilih otoritatif laiinya, semacam komisi
dan dianggap dapat diterima secara pasar modal di Amerika Serikat
umum sehingga dijadikan pedoman
umum dalam menyusun, c) Metode tersebut mendapat
menyajikan, dan dukungan dari berbagai pemikir
menginterpretasikan laporan dsan akademisi dibidang akuntansi,
keungan dalam lingkungan tertentu. dalam bentuk tertulis.
LANJUTAN…

Sumber lain dari Generally Accepted Accounting Principles menyatakan


bahwa:
 Pedoman akuntansi dan audit industri serta interpretasi akuntansi
yang dikeluarkan AICPA.
 Publikasi FASB lainnya seperti buletin teknis, dan pernyataan yang
dikeluarkan FASB.
 Publikasi-publikasi komisi pasar modal seperti accounting series
release.
 Praktik-praktik yang diakui seperti yang ditunjukkan dalam publikasi
AICPA tahunan yang dinamakan Accpounting Trends and Techniques.
 Paper yang membahas isu tertentu yang dikeluarkan AICPA,
pernyataan konsep FASB, text box dan artikel lain.
Sumber-sumber GAAP tersebut dapat dipandang sebagi sesuatu hirarki
yang sering dinamakan “The house of GAAP” seperti yang dapat dilihat
tampilan 7.1.
2. Standar Akuntansi
A. Pengertian
 Standar Akuntansi sebagai  Standar Akuntansi biasanya
pedoman umum penyusunan terdiri dari tiga bagian yaitu :
laporan keuangan yang a.Deskripsi tentang masalah
merupakan pernyataan resmi tang dihadapi.
tentang masalah akuntansi
tertentu, yang dikeluarkan oleh b.Diskusi logois (kemunglkinan
badan yang berwenang dan menghasilkan teori mendasar)
berlaku dalam lingkungan atau cara-cara memecagkan
tertentu. masalah.
 Standar akuntansi berisi tentang c.Dlam kaintannya dengan
definisi, pengukuran/penilaian, keputusan/teori, diaukan suatu
pengakuan dan pegungkapan solusi.
elemen lapiran keuangan.
 Dalam kaitannya dengan subjek standar, Edey (1977) membagi standar kedalam
empat tipe utaman yaitu :

1. Tipe 1 menyatakan bahwa akuntan harus memberitahukan kepada


pemakai tentang apa yang mereka kerjakan dengan cara yang
mengungkapkan metode dan asumsi yang dianut.

2. Tipe membantu pencapaian beberapakeseragaman penyajian


tentang pernyataan akuntansi tertentu.

3. Tipe 3 menghendaki pengungkapan hal-hal khusus yang


mempengaruhi pertimbangan pemakai.

4. Tipe4 menghendaki keputusan implisit/eksplisit yang harus dibuat


tentang penilaian aktivadan penentuan laba yang disetujui.
B. Arti Penting Standar
Akuntansi
 Ada beberapa alasan yang menyebabkan  Pemakai laporan keuangan
penentuan standar memiliki peranan penting
dalam penyaian laporan keuangan : Pemakai langsung
1. Pemilik perusahaan
1.Memberi informasi akuntansi kepada 2. Kreditor dan suplier
pemakai tentang posisi keuangan, hasil usaha, 3. Manajemen
dan hal-hal yang berkaitan dengan 4. Kantor perpajakan
perusahaan. Informasi tersebut diasumsikan 5. Karyawan perusahaan
jelas, konsisten, dapat dipercaya, dan dapat 6. pelanggan
dibandingkan.
2.Memberi pedoman dan aturan bagi akuntan Pemakai tidak langsung
oubli untuk merlaksanakan kegiatan audit dan 1. Analis dan konsultan
menguji validasi laporan keuangan. keuangan
2. Pasar modal
3.Memberi data dasar bagi pemerintah 3. Pengacara
tentang berbagai variabel yang dipandang 4. Badan pembuat peratuiran/uu
penting dalam mendukung pengenaan pajak, 5. Agen pelaporan
pembuatabn regulasi, perencanaan ekonomi, 6. Asosiasi perdagangan
7. Serikat pekerja
dan peningkatan efisiensi dan tuuan sosial 8. Pesaing
lainnya. 9. Masyarakat umum
4.Menghasilkan prinsip-prinsip danm teori bagi 10. Departemen pemerintah
3. PendekatanDlam Penentuan
Standar
Isu tentang pendekatan yang harus dianut dalam
penentuan standar telah menjadi fokus penelitian
dan perdebatan.Kebutuhan terhadap
standarakuntansi itu sendiri sebenarnya sesuatu
yang bersifat konvensional.
Pendapat lain menyatakan bahwa mekanisme
pasar gagal menyediakan informasi yang
diperlukan oleh pemakai laporan keuangan
terutama informasi yang seimbang/adil dan
efisien. Akibatnya stndar akuntansi diperlukan
untuk mengatur jenis informasi yang perlu
doisaikan dalam lapora keuangan.
 Pendukung regulasi menggunakan argumen kepentingan publi. Pada
dasarnya, kegalgalan pasar atau kebutuhan untuk mencapai tuuan
sosial, akan memaksa dilakukannya regulasi akuntansi.
Kegagalan pasar dapat terjadi karena faktor berikut :
a) keenganan perusahaan untuk mengungkapan informasi
katrena perusahaan tersebut merupakan suplier yang memonopoli
informasi.
b)Adanya kesalahan/kecurangan yang disengaja.
c)Informasi akuntansi tidak dihasilakn dengan jumlah yang cukup
sebagai barang milik publik.
A.Pendekatan Pasar Bebas
Dilandasi asumsi dasar bahwa informasi akuntansi
merupakan komoditi ekonomi serupa dengan barang
atau jasa yang lain. Atas dasar asumsi tersebut, jumlah
informasi akuntansi yang disajikan akan dipengaruhi
oleh kekuatan permintaan dan penawaran. Permintaan
muncul dari pemakai yang berkepentingan dengan
informasi, sedangkan penawaran dilakukan oleh
perusahaan dalam bentuk laporan keuangan.
B. Pendekatan Regulasi

 Pendukung pendekatan  Faktor yang menyebabkan


regulasi berpendapat kegagalan pasar :
bahwa kegagalan pasar 1) Pengedndalian monopoli terhadap
atau asimetri informasi, informasi oleh manajemen
berkaitan dengan peyajian 2) Hipotesis investor naif
informasi keuangan bagi
pihak berkepentingan, 3) Fiksasi Fungsional (functional
fixation)
dapat menurunkan
kepercayaan investor. 4) Angka – angka yang menyesatkan
5) Keragaman Prosedur
6) Kurangnya Obyektivitas
4. Teori Regulasi
B. Siapa Yang Harus
A. Bentuk Teori Regulasi Mengatur?

 Menurut Stiglar (1971) dan Posner  Willmott, Puxty, Cooper dan Lowe
(1974), ada dua kategori teori (1987) mengajukan model regulasi
regulasi dalam insdustri, yaitu: yang berbeda. Mereka
mengidentifikasi tiga kasus yang
1. Teori Kepentingan Publik (public
ideal, yaitu:
interest theoris), berpandangan
bahwa regulasi diperlukan sebagai a. Regulasi melalui pasar
tanggapan atas permintaan publik b. Pemerintah
terhadap perbaikan praktik pasar
yang tidak efisien dan tidak adil. c. Masyarakat

2. Teori Kepentingan Kelompok  Atas dasar tiga pihak tersebut,


(interest group), regulasi empat model regulasi diajukan
disediakan sebagai tanggapan atas yaitu Liberalism, Legalism,
permintaan kelompok tertentu Corporatism dan Associationism.
untuk memaksimumkan
kemakmuran mereka.
OVERLOAD STANDAR AKUNTANSI

 Kondisi Overload Standar Akuntansi timbul karena standart akuntansi timbul karena
beban dalam penyajian laporan keuangan, terutama bagi perusahaan kecil.
 Kondisi yang mencerminkan adanya overload antara lain :
 Terlalu banyak standar
 Standar yang terlalu rinci
 Tidak ada standar yang berjenjang (rigid) sehingga pilihan sulit dilakukan.
 Standar akuntansi bertujuan umum gagal membedakan antara
 Entitas publik dan non publik
 Laporan keuangan tahunan dan intern
 Perusahaan besar dan kecil
 Laporan keuangan auditan dan non auditan

 Pengungkapan yang berlebiham, pengukuran tang rumit, atau keduanya.


PENGARUH OVERLOAD STANDAR
AKUNTANSI
 Standar akuntansi yang begitu banayak, sempit dan rigid dapat
mempengaruhi pekerjaan yang dilakukan akuntan. Nilai informasi
keuangan bagi pemakai dan keputusan nisnis yang dibuat oleh
manajemen.
 Manajemen mungkin juga mengalami masalah yang berkaitan dengan
jumlah dan kompleksitas catatan (note) yang diperlukan untuk
menjelaskan persyaratan seperti yang dikehendaki oleh standar yang
berlaku.
Solusi Terhadap Masalah Overload
Standar
 Pebdekatan yang berkaitan dengan Overload yang telah dievaluasi oleh
komite khusus yang dibentuk AICPA :
 Tidak ada perubahan (mempertahankan status quo)
 Melakuakan perubahan terhadap konsep GAAP menjadi dua jenis GAAP.
 Melakukan perubahan GAAP untuk menyederhanakan penerapannya bagi
semua perusahaan.
 Menentukan pengungkapan (disclosure) dan pengukuran yang berbeda
 Melakukan perubahan terhadap standar akuntan publik untuk pelaporan
informasi keuangan
 Memberi alternatif bagi GAAP sebagai basis pilihan (optional) dalam penyajian
laporan keuangan.
PENGEMBANGAN STANDAR
AKUNTANSI KEUANGAN
 Due Process

Agenda decisionc

Staff work issues, board detabes, takes priminiary views

Prelimanary views discussion paper exposed for comment

Staff analyse responses, Board re-deliberates the issues

Exposure draft (draft standard) issued for discussion

Staff analysis, Board re-deliberates

IRFS issued
 Discussion Paper
paper ini berkaitan dengan masalah dan kemungkinan solusinya. Paper
ini disampaikan di board untuk mendapatkan umpan balik dan juga
“keputusan tentative”. Proses ini menghasilkan Preliminary review
Discussion Paper.
 Exposure Draft
Setelah melewati discussion paper selanjutnya akan diperdebatkan
sehingga siap untuk dibuat exposure draft. Satu exposure draft harus
mendapat persetujuan 9 dari 15 anggota untuk dapat diterbitkan.
 Standar Akuntansi Baru
Staff dan Board melakukan proses yang sama untuk memberikan
komentar terhadap exposure draft seperti ketika mereka memberikan
komentar terhadap discussion paper. Setelah melalui berdebatan yang
mendalam maka akan ditetapkan standar baru. Standar baru juga
menyatakan tanggal efektif.
THANK YOU   
ANY QUESTIONS???