Anda di halaman 1dari 25

EMPAT TIPE APLIKASI

ELECTRONIC COMMERCE

Kelompok: 3 (Tiga)

1. Dwi Rahmawati (201611188)

2. Aisah Yulis Maylani (201611202)

3. Surotin Niroh (201611216)

4. Adinda Mirza Tirani (201611220)

5. Nur Aini (201611222)


1. Latar Belakang
Perkembangan internet menyebabkan terbentuknya dunia baru yang disebut dunia maya.
Di dunia maya,setiap individu memiliki hak dan kemampuan untuk berinteraksi dengan
individu lain tanpa batasan apapun yang dapat menghalanginya. Globalisasi yang sempurna
sebenarnya telah berjalan di dunia maya yang menghubungkan seluruh komunitas digital.
Dari seluruh aspek kehidupan manusia yang terkena dampak kehadiran internet, sektor bisnis
merupakan sektor yang paling terkena dampak dari perkembangan teknologi informasi dan
telekomunikasi serta paling cepat tumbuh.

Mobilitas manusia yang tinggi menuntut dunia perdagangan mampu menyediakan


layanan jasa dan barang dengan cepat sesuai permintaan konsumen. Untuk mengatasi masalah
tersebut, kini muncul transaksi yang menggunakan media internet untuk menghubungkan
produsen dan konsumen. Transaksi bisnis melalui internet lebih dikenal dengan nama e-
business dan e-commerce. Melalui e-commerce, seluruh manusia di muka bumi memiliki
kesempatan dan peluang yang sama untuk bersaing dan berhasil berbisnis di dunia maya.
Oleh karena itu, kami akan mencoba membahas apa dan bagaimana e-commerce tersebut.
1. Rumusan Masalah

1. Apa pengertian e-commerce ?


2. Apa saja macam-macam e-commerce ?
3. Bagaimana karakteristik e-commerce ?
4. Bagaimana manfaat dan mekanisme e-commer ?
5. Apa saja kategori jenis tipe aplikasi e-commerce ?
1. Tujuan

1. Untuk mengetahui apa pengertian e-commerce.


2. Untuk mengetahui macam-macam e-commerce.
3. Untuk mengetahui bagaimana karakteristik e-commerce.
4. Untuk mengetahui bagaimana manfaat dan mekanisme e-
commerce.
1. Definisi E-Commerce

•Menurut Kotler & Armstrong(2012) E-commerceadalah saluran


online yang dapat dijangkau seseorang melalui komputer, yang
digunakan oleh pebisnis dalam melakukan aktifitas bisnisnya dan
digunakan konsumen untuk mendapatkan informasi dengan
menggunakan bantuan komputer yang dalam prosesnya diawali
dengan memberi jasa informasi pada konsumen dalam penentuan
pilihan.
•Menurut Wong (2010) e-commerceadalah proses jual beli dan
memasarkan barang serta jasa melalui sistem elektronik, seperti
radio, televisi dan jaringan komputer atau internet.
• Menurut Julian Ding dalam bukunya E-commerce: Law & Practice,
mengemukakan bahwa e-commerce sebagai suatu konsep yang
tidak dapat didefinisikan E-commerce memiliki arti yang berbeda
bagi orang yang berbeda.
• Menurut Onno W. Purbo dan Aang Wahyudi yang mengutip
pendapatnya David Baum, menyebutkan bahwa: e-commerce
merupakan suatu set dinamis teknologi, aplikasi dan proses bisnis
yang menghubungkan perusahaan, konsumen dan komunitas
melalui transaksi elektronik dan perdagangan barang, pelayanan dan
informasi yang dilakukan secara elektronik.
• Menurut Yuan Gao dalam Encyclopedia of Information Science and
Technology (2005), menyatakan E-Commerce adalah penggunaan
jaringan komputer untuk melakukan komunikasi bisnis dan
transksaksi komersial
Macam-macam E-commerce

1. Bisnis ke bisnis (B2B)

2. Bisnis ke konsumen (B2C)

3. Konsumen ke konsumen
(C2C)
a. Bisnis ke bisnis (B2B)
Yaitu melibatkan penjualan produk dan layanan antar perusahaan.
Contoh menjual gas alam cair, bahan bakar, bahan kimia, dan lain-
lain.
b. Bisnis ke konsumen (B2C)
Yaitu melibatkan penjualan produk dan layanan secara eceran
kepada pembeli perorangan. Khususnya bisnis yang menjual produk
dan jasa ke konsumen pada website e-commerce yang menyediakan
halaman Web yang menarik, katalog multimedia, proses pemesanan
yang interaktif, sistem pembayaran elektronik yang aman, dan
dukungan kustomer secara online. Contoh: menjual buku, piranti
lunak, musik, dan lain-lain.
a. Konsumen ke konsumen (C2C)
Yaitu melibatkan konsumen yang menjual secara langsung
kepada konsumen. Contoh: mereka yang menjual barang-
barangnya dengan melelang kemudian setuju dengan penawaran
yang paling tinggi.
• Jika dilihat dari perspektif lain, yaitu berdasarkan
jenis aplikasi yang dipergunakan, E-Commerce
dapat dikategorikan menjadi 4 tipe, yaitu:

• 1. I-Market
• 2. Customer Care
• 3. Vendors Management
• 4. Extended Supply Chain
I-Market

• Internet Market (I-Market) didefinisikan sebagai


suatu tempat atau arena di dunia maya dimana
calon pembeli dan penjual saling bertemu untuk
melakukan transaksi secara elektronis melalui
medium internet. Dari definisi tersebut terlihat
bahwa tipe bisnis yang terjadi adalah B-to-C
karena sebagai penjual produk atau jasa,
perusahaan berusaha menghubungkan dirinya
dengan I-Market yang notabene merupakan
komunitas para pengguna internet yang ada di
seluruh dunia.
• Model Bisnis Internet Marketing
• Ada banyak model bisnis yang lazim diterapkan di
internet marketing, penggunaan model-model
bisnis yang berbeda-beda ini tergantung kepada
tujuan yang diinginkan di internet marketing
tersebut. Diantaranya adalah:
• a) E-commerce: Sebuah barang langsung dijual
menggunakan internet, baik untuk konsumen
(B2C) maupun untuk bisnis (B2B).
b) Publishing: Internet digunakan untuk
menampilkan produk dan jasa saja.
c) Advertising: Website digunakan untuk
menampilkan iklan-iklan saja, sementara
transaksi masih dilakukan secara manual
(konvensional).
• d) Ada beberapa model bisnis lainnya, tapi yang
terkenal adalah tiga model bisnis di atas.
Customer Care

• Tipe aplikasi E-Commerce kedua adalah suatu


usaha dari perusahaan untuk menjalin hubungan
interaktif dengan pelanggan atau konsumen yang
telah dimilikinya. Jika pada waktu terdahulu
perusahaan biasanya menyediakan nomor
telepon bebas pulsa (toll free) sebagai sarana
yang dapat dipergunakan pelanggan untuk
bertanya, berdiskusi, atau menyampaikan keluhan
sehubungan dengan produk atau jasa yang telah
atau akan dibelinya. Nomor telepon ini pada
dasarnya dihubungkan dengan pusat informasi
perusahaan atau call center. Dengan
berkembangnya internet, maka dengan mudah
konsumen dapat berhubungan dengan customer
service perusahaan selama 24 jam melalui situs
Vendors Management

• Hakekat dari sebuah bisnis adalah melakukan


transformasi “bahan mentah” menjadi sebuah
produk atau jasa yang ditawarkan kepada
konsumen. Dengan kata lain, mayoritas
perusahaan pastilah memiliki pemasok (supplier)
“bahan mentah” tersebut. Disamping itu,
berbagai aktivitas penunjang seperti proses
administrasi, pengelolaan SDM, dan lain
sebagainya kerap membutuhkan beragam barang
yang harus dibeli dari perusahaan lain.
Tujuan dari vendor management adalah:

• Meningkatkan value for money dari vendor


• Memastikan vendor dapat memiliki kinerja selaras
dengan tujuan bisnis perusahaan dengan
targetnya yaitu pasokan datang tepat waktu,
tepat jumlah, tepat kualitas dan tepat tujuan.
• Mengelola hubungan dengan vendor  agar vendor
bisa mendukung strategi perusahaan.
Proses vendor management meliputi beberapa tahap berikut
ini:
1. Menyusun data base vendor
2. Menyusun analisa dan resiko (vendor analysis & risk
assessment)
3. Seleksi vendor (vendor selection)
4. Negosiasi (negotiation)
5. Menyusun kontrak kerja yang dituangkan dalam Service
Level Agreement (contract management)
6. Evaluasi kinerja vendor  (vendor performance
management)
7. Pembinaan vendor (vendor development)
8. Implementasi rencana perbaikan berkesinambungan (join
improvement)
Extended Supply

ChainSupply Chain adalah urutan proses atau aktivitas


yang dijalankan perusahaan mulai dari “bahan mentah”
(raw materials) dibeli sampai dengan produk jadi
ditawarkan kepada calon konsumen. Proses generik yang
biasa dilakukan dalam supply chain adalah: pengadaan
bahan mentah, penyimpanan bahan mentah, produksi
atau operasi bahan mentah menjadi bahan baku/jadi,
penyimpanan bahan baku/jadi, distribusi, pemasaran dan
penjualan, serta pelayanan purna jual.
A. Sejarah Bisnis Online (E-commerce)
Menurut Rahmati (2009) bisnis online atau E-commerce singkatan dari
Electronic Commerce yang artinya sistem pemasaran secara atau dengan media
elektronik. E-Commerce ini mencakup distribusi, penjualan, pembelian,
marketing dan service dari sebuah produk yang dilakukan dalam sebuah system
elektronika seperti Internet atau bentuk jaringan komputer yang lain. E-commerce
bukan sebuah jasa atau sebuah barang, tetapi merupakan perpaduan antara jasa
dan barang. Ecommerce dan kegiatan yang terkait melalui internet dapat menjadi
penggerak untuk memperbaiki ekonomi domestik melalui liberalisasi jasa
domestik dan mempercepat integrasi dengan kegiatan produksi global. Karena e-
commerce akan mengintegrasikan perdagangan domestik dengan perdagangan
dunia, berbagai bentuk pembicaraan atau negosiasi tidak hanya akan terbatas
dalam aspek perdagangan dunia, tetapi bagaimana kebijakan domestik tentang
pengawasan di sebuah negara, khususnya dalam bidang telekomunikasi, jasa
keuangan, dan pengiriman serta distribusi.
A.Tujuan Bisnis Online (E-commerce)
1. Mendapatkan penghasilan.
2. Mendapatkan pengunjung.
3. Membangun komunitas.
4. Berkomunikasi.
5. Mendapatkan iklan.
A. Manfaat Bisnis Online (E-commerce)
1. Menentukan suatu bisnis, dalam artian segala bisnis yang ada bisa
dikembangkan, asalkan tidak melanggar aturan-aturan yang telah
ditentukan. Karena bila hal itu ilanggar, bisa mengakibatkan bisnis
yang anda kelola di dampart oleh penyedia layanan akses internet.
2. Jaringan dalam mengirim dan menerima informasi sangat luas
serta dalam ertransaksi pun juga mudah. Kita bisa melakukan
research di berbagai kota, provinsi dan negara-negara yang ada.
3. Peluang kita untuk menjadi pembisnis online profesional pun bisa
terealisasikan. Kita bisa menciptakan usaha-usaha yang kita
miliki, membuka jasa, dan bahkan kita dapat membuat perusahaan
bisnis online sendiri.
A. Dampak Bisnis Online (E-commerce)
 Dampak positif
o Aliran pendapatan (revenue stream) baru yang mungkin lebih
menjanjikan yang tidak bisa ditemui disistem transaksi tradisonal.
o Menurunkan biaya operasional (operating cost).
o Dapat meningkatkan pangsa pasar (market exposure).
o Melebarkan jangkauan (global reach).
o Meningkatkan customer loyality.
o Meningkatkan supplier managemen.t
o Memperpendek waktu produksi.
o Meningkatkan mata rantai pendapatan (value chain)
 Dampak negatif
1. Kehilangan segi finansial secara langsung karena
kecurangan.
2. Pencurian informai rahasia yang berharga.
3. Kehilangan gangguan bisnis karena gangguan
pelayanan.
4. Penggunaan akss ke sumber oleh pihak yang tidak
berhak.
5. Kehilangan kepercayaan dari para konsumen.
. Kelemahan dan Kendala Bisnis Online (E-commerce)
Menurut survey yang dilakukan oleh CommerceNet para
pembeli atau pembelanja belum menaruh kepercayaan kepada
E-commers, mereka tidak dapat menemukan apa yang mereka
cari di E-commers, belum ada cara yang mudah dan sederhana
untuk membayar. Di samping itu, surfing di E-commers belum
lancar betul. Pelanggan Ecommers masih takut ada pencuri
kartu kredit, rahasia informasi personal mereka menjadi
terbuka, dan kinerja jaringan yang kurang baik. Umumnya
pembeli masih kurang yakin bahwa akan menguntungkan
dengan menyambung ke Internet, mencari situs belanja
(shopping), mencoba mengerti bagaiman cara memesan
sesuatu, dan kemudian harus takut apakah nomor kartu kredit
mereka diambil oleh hacker.
• Studi Kasus
• Tokobagus melakukan tindakan persuasi dengan memposisikan dirinya sebagai situs jual beli
online gratis, maupun berbayar di Indonesia. Gratis dalam artian dimana setiap orang bebas
mendaftar dan memasang produk mereka baik itu barang maupun jasa secara gratis dan untuk yang
berbayar akan memiliki beberapa fasilitas khusus yang ditawarkan oleh pihak Tokobagus secara
online. Tokobagus menawarkan lebih dari 40 kategori, yang paling populer adalah kategori jam
dan perhiasan, handphone & aksesoris, perlengkapan bayi, produk elektronik, motor dan aksesoris.
• Melakukan jual-beli, tentunya berhadapan dengan proses yang biasa disebut dengan negosiasi,
hal ini berlaku pula pada situs online Tokobagus. Negosiasi dilakukan antara penjual dan pembeli
untuk memperoleh kesepakatan dalam melakukan transaksi perdagangan.
• Transaksi merupakan puncak dari kegiatan jual-beli pada situs Tokobagus. Penjual dan pembeli
sama-sama telah memperoleh apa yang diinginkan. Terdapat beberapa cara untuk melakukan
transaksi dalam jual-beli pada situs Tokobagus, cara tersebut berdasarkan cara pembayaran
adalah : 1.) Cash keras, 2.) Transfer ke rekening bank, 3.) Menggunakan kartu kredit, 4.) Barter.
Cara-cara tersebut digunakan oleh informan untuk menunjukkan kesetujuan atas kesepakatan yang
telah dicapai selama proses negosiasi.
• Perdagangan yang terjadi antara pengguna situs Tokobagus tidak sepenuhnya
berjalan dengan lancar. Terkadang terjadi kesalahpahaman antara penjual dan
pembeli, sehingga menimbulkan bentuk protes atau komplain oleh pihak yang
merasa dirugikan. Komplain terjadi ketika terdapat ketidakcocokan antara hasil
kesepakatan negosiasi dan kenyataan yang diterima oleh penjual dan pembeli
pada situs Tokobagus. Komplain dilakukan untuk memperoleh hak yang
seharusnya diperoleh melalui kesepakatan dari negosiasi yang telah dilakukan.
• Penyelesaian masalah perihal komplain yang di ajukan oleh pengguna situs
Tokobagus merupakan hal yang dilakukan untuk menjaga hubungan antara
pengguna Tokobagus itu sendiri. Penyelesain permasalahan dilakukan oleh
pengguna situs Tokobagus untuk kembali pada kesepakatan awal yang telah
dicapai melalui proses negosiasi.
Kesimpulan
E-commerce adalah saluran online yang dapat dijangkau seseorang melalui
komputer, yang digunakan oleh pebisnis dalam melakukan aktifitas bisnisnya dan
digunakan konsumen untuk mendapatkan informasi dengan menggunakan bantuan
komputer yang dalam prosesnya diawali dengan memberi jasa informasi pada konsumen
dalam penentuan pilihan.

E-Commerce pada dasarnya merupakan suatu kontak transaksi perdagangan antara


penjual dan pembeli dengan menggunakan media internet. Jadi proses pemesanan
barang dikomunikasikan melalui internet.

Keberadaan E-Commerce merupakan alternatif bisnis yang cukup menjanjikan


untuk diterapkan pada saat ini, karena E-Commerce memberikan banyak kemudahan
bagi kedua belah pihak, baik dari pihak penjual (merchant) maupun dari pihak pembeli
(buyer) di dalam melakukan transaksi perdagangan, meskipun para pihak berada di dua
benua berbeda sekalipun. Dengan E-Commerce setiap transaksi tidak memerlukan
pertemuan dalam tahap negoisasi.