Anda di halaman 1dari 14

matematika

PDGK 4108
MODUL 1 (LOGIKA MATEMATIKA)

MODUL 2 (HIMPUNAN, RELASI DAN FUNGSI)

Oleh :
 ARIS SURAMTO
MOH. NOOR JATI DWI S.
NASRUDIN
SELAMET PURWANTO
SUKISNAN
PETA KONSEP
MODUL 1 (LOGIKA MATEMATIKA)

KB I. KONJUNGSI KB 2. IMPLIKASI
KB. 3 ARGUMEN
DAN DISJUNGSI BIIMPLIKASI

IMPLIKASI
PERNYATAA PERNYATAA
DUA TAUTOLOGI
N N MAJEMUK PERNYATAAN

NEGASI SUATU MODUS


IMPLIKASI PONENS
NEGASI /
SANGKALAN KONVERS,
INVERS, MODUS
KONJUNGSI KONTRAPOSIS TOLLENS
DUA I
PERNYATAAN
MODUS
DISJUNGSI BIIMPLIKASI TOLLENDO
DUA PONENS
PERNYATAAN

NEGASI DARI NEGASI DARI


SILOGISME
KONJUNGSI BIIMPLIKASI

HOME NEGASI DARI


DISJUNGSI
KB. 1 KONJUNGSI DAN DISJUNGSI
A.PERNYATAAN
KB. 1 KONJUNGSI DAN DISJUNGSI

 Kalimat yang mempunyai nilai


MODUL 1 (LOGIKA MATEMATIKA)

kebenaran, yaitu hanya benar atau


salah saja, tetapi tidak kedua-
duanya.
Contoh :
1. 8 adalah bilangan asli. (Benar)
2. 8 adalah angka ganjil. (Salah)

HOME
B. PERNYATAAN MAJEMUK
1. NEGASI (Sangkalan / Ingkaran) “~”
 Bernilai benar apabila pernyataan salah, dan
KB. 1 KONJUNGSI DAN DISJUNGSI
MODUL 1 (LOGIKA MATEMATIKA)

bernilai salah apabila pernyataan benar.


Contoh : “a” menyatakan “Ida suka mangga”
Maka “~a” adalah “Tidak benar Ida suka
mangga”

2. KONJUNGSI DUA PERNYATAAN (Dan) “^”


 Bernilai benar apabila dua pernyataan
tunggalnya bernilai benar.
Contoh : “a” menyatakan “Jono besar”
“b” menyatakan “Jono hitam”
HOME “a^b” menyatakan “Jono besar dan hitam”
3. DISJUNGSI (Atau)“V”
 Bernilai Salah hanya apabila dua pernyataan
tunggalnya bernilai Salah.
Contoh :
KB. 1 KONJUNGSI DAN DISJUNGSI
MODUL 1 (LOGIKA MATEMATIKA)

a = 5 adalah bilangan prima (B)


b = 7 lebih besar dari 8 (S)
a V b = 5 adalah bilangan prima atau 7 lebih
besar dari 8 (B)
4. NEGASI DARI KONJUNGSI
Contoh :
a = 4 + 5 = 9 (B)
b = 7 lebih besar dari 5 (B)
~(a^b) = 4+5 ≠ 9 dan 7 tidak lebih besar dari 5.
Karena a ^ b = B, maka ~(a^b) = S
HOME (Tabel 1.6 hal 1.11)
5. NEGASI DARI DISJUNGSI
Contoh :
a = Bendera RI berwarna hijau (S)
KB. 1 KONJUNGSI DAN DISJUNGSI
MODUL 1 (LOGIKA MATEMATIKA)

b = 4 + 5 = 9 (B)
Nilai kebenaran a V b = B

~(a V b) = Bendera RI bukan berwarna


hijau dan 4+5 ≠ 9.
Karena nilai a V b = B, maka ~(a V b) = S
(Tabel 1.7 hal 1.13)

HOME
KB. 2 implikasi dan biimplikasi
A.IMPLIKASI (Jika … maka …) “”
MODUL 1 (LOGIKA MATEMATIKA)

Pada “a  b”
KB. 2 implikasi dan biimplikasi

a disebut pendahulu (atecendent)


sedangkan b disebut pengikut
(consequent)
Contoh :
a = Ani lulus ujian
b = Ani pergi tamasya
a  b = Jika Ani lulus ujian, maka
Ani pergi tamasya
HOME
B. NEGASI SUATU IMPLIKASI
~(ab) = a ^ ~ b
Contoh :
MODUL 1 (LOGIKA MATEMATIKA)
KB. 2 implikasi dan biimplikasi

a = Siti pergi ke Jakarta


b = Siti ikut kena musibah
~(ab) = Siti pergi ke Jakarta dan
Siti tidak ikut kena musibah.

HOME
C. KONVERS, INVERS DAN KONTRAPOSISI
SUATU IMPLIKASI
a = Ani lulus ujian
b = Ani pergi tamasya
MODUL 1 (LOGIKA MATEMATIKA)
KB. 2 implikasi dan biimplikasi

1) Konvers
Konvers dari a  b adalah b  a
“Jika Ani pergi tamasya, maka Ani lulus ujian”
2) Invers
Invers dari a  b adalah ~a  ~b
“Jika Ani tidak lulus ujian, maka Ani tidak
pergi tamasya”
3) Kontraposisi
Kontraposisi a b adalah ~b  ~a
“Jika Ani tidak pergi tamasya, maka Ani tidak
lulus ujian”
HOME
D.BIIMPLIKASI (… jika dan hanya
jika ….) “”
Contoh :
MODUL 1 (LOGIKA MATEMATIKA)
KB. 2 implikasi dan biimplikasi

a = 5 adalah bilangan prima


b = 5 membagi habis 25
ab = 5 adalah bilangan prima jika
dan hanya jika 5 membagi habis 25
Biimplikasi a dan b bernilai benar apabila
kedua pernyataan tunggalnya
mempunyai nilai kebenaran yang
sama (“B B” atau “S S”) dan bernilai
salah apabila kedua pernyataan
tunggalnua berbeda (“B S” atau “S B”)
HOME
D.NEGASI SUATU BIIMPLIKASI
Contoh :
a = 7 adalah bilangan prima
MODUL 1 (LOGIKA MATEMATIKA)
KB. 2 implikasi dan biimplikasi

b = 7 membagi habis 42
~a  ~b = 7 adalah bilangan prima
dan 7 tidak membagi habis 42. atau
7 membagi habis 42 dan 7 bukan
bilangan prima.

HOME
KB. 3 argumen
A.TAUTOLOGI
MODUL 1 (LOGIKA MATEMATIKA)

Pernyataan majemuk yang selalu


benar untuk setiap nilai kebenaran
KB. 3 argumen

pernyataan tunggalnya.
1. Modus Ponen [(ab) ^ a]  b
Susunan argumen :
a  b Premis
a Premis
b Kesimpulan
Contoh :
Jika Siti naik kelas, maka Siti dibelikan sepeda
(premis)
Siti naik kelas (Premis)
HOME
Siti dibelikan sepeda (Kesimpulan
2. Modus tollens [(ab) ^ ~b]  ~a
Susunan argumen :
a  b Premis
~b Premis
MODUL 1 (LOGIKA MATEMATIKA)

~a Kesimpulan
Contoh :
Jika Andi lulus ujian, maka Andi dapat hadiah (premis)
KB. 3 argumen

Andi tidak dapat hadiah (Premis)


Andi tidak lulus ujian (Kesimpulan)
3. Modus Tollendo Ponens [(aVb) ^ -a]  b
Susunan argumen :
a V b Premis
~a Premis
b Kesimpulan
Contoh :
Joni sedang mandi atau Joni sedang makan pagi. (premis)
Joni sedang tidak mandi (Premis)
HOME
Joni sedang makan pagi (Kesimpulan)
4. Silogisme [(ab) ^ (bc)]  (ac)
Susunan argumen :
a  b Premis
b  c Premis
MODUL 1 (LOGIKA MATEMATIKA)

a  c Kesimpulan
Contoh :
Jika Toni rajin belajar, maka Toni naik kelas (premis)
KB. 3 argumen

Jika Toni naik kelas, Toni mendapat hadiah (Premis)


Jika Toni rajin belajar, maka Toni mendapat hadiah
(Kesimpulan)

HOME

Anda mungkin juga menyukai