Anda di halaman 1dari 14

DEPRESI

OLEH:
KELOMPOK 4
NURWAHIDA M. PIDE G 701 17 106
DEWI SATIVA G 701 17 213
YOHANA MANGILE.D G 701 17 078
NOFRIANTO PETA’A G701 16 073

http://www.free-powerpoint-templates-design.com
PENGERTIAN
DEPRESI


Depresi merupakan salah satu jenis gangguan mental umum yang
ditandai dengan kesedihan yang mendalam, kehilangan minat atau
kesenangan, perasaan bersalah, gangguan tidur, kehilangan nafsu
makan, kelelahan, putus asa, dan kehilangan konsentrasi.

Epidemiologi Depresi

Menurut (Febyan, Sri,dkk. 2019), faktor pencetus terjadinya depresi. Stres dapat
menginduksi respons inflamasi pada manusia, yang salah satunya sebagai penyebab terjadi
depresi. Hal ini dinyatakan berdasarkan perubahan jalur aktivitas neuroendokrin seperti HPA
dan sistem saraf simpatis, kedua jalur ini merupakan fungsi immunomodulator. Inflamasom
Add Contens Title

Add Contents Title

Add Contents Title

Add Contents Title

Add Contents Title


merupakan kompleks protein bersifat sitosolik yang dihasilkan oleh sel mieloid dari respons
patogenik mikroorganisme dan non-patogenik “sterile stressors”. Pada mulanya, mediator
inflamasi akan mengaktivasi caspase 1, yang setelah itu akan terjadi aktivasi prekursor IL1β
dan IL18, kemudian menjadi sitokin aktif. Pada gangguan psikososial yang disebut sebagai
sterile stressors, akan terjadi aktivasi endogenous damage-associated molecular patterns
(DAMPs), seperti heat shock protein (HSPs), asam urat, high mobility group box 1 (HMGB1),
dan beberapa jenis molekul stres oksidatif lainnya.
ETIOLOGI

Menurut (Dirgayunita, 2016) Depresi disebabkan oleh kombinasi beberapa faktor antara lain :
1. Faktor biologi
Beberapa penelitian gangguan mood melibatkan patologik dan system limbiks serta ganglia
basalis dan hypothalamus. Dalam penelitian biopsikologi , norepinefrin dan serotin
merupakan dua neurotransmiter yang paling berperan dalam patofisiologi gangguan mood.
2. Faktor psikologis/kepribadian
Individu yang dependen, memiliki harga diri yang rendah, tidak asertif, dan menggunakan rumin
ative coping. Nollen- Hoeksema & Girgus juga menyatakan bahwa ketika seorang merasa tertte
kan akan cenderung focus pada tekanan yang mereka rasa dan scara pasif merenung dari
pada
megalihkan atau melakukan aktivitas untuk merubah situasi
3. Faktor social
Kejadian tragis seperti kehilangan sesorang atau kehilangan dan kegagalan pekerjaan :
• Paska bncana
• Melahirkan
• Masalah keuangan
• Ketergantungan trhadap narkoba atau alcohol
• Trauma masa kecil
• Fakor usia dan gender
Patofisiologi & Patogenesis

 Patofisiologi
1. Hipotesis amina biogenik: penurunan kadar neurotransmitter
norepinefrin, serotonin (5-HT) dan dopamine dalam otak
dapat menyebabkan depresi.
2. Hipotesa biogenik amina perubahan postinaptik dalam
sensitivitas reseptor: penelitina telah menunjukkan bahwa
desensitisasi atau downregulation norepinefrin atau reseptor
5-HT 1A dapat berhubungan dengan timbulnya efek
antidepresan.
3. Hipotesis disregulasi: Teori ini menekankan kegagalan
regulasi homeostatik sistem neurotransmitter, daripada
peningkatan atau penurunan absolut dalam aktivitasnya.
Antidepresan yang efektif dapat mengembalikan regulasi
yang efisien.
4. Hipotesis 5-HT / norepinefrin: Teori ini menunjukkan bahwa
aktivitas 5-HT
dan norepinefrin terkait, dan bahwa sistem serotonergik dan
noradrenergik
terlibat dalam respons antidepresan.

5. Peran dopamin: Beberapa penelitian menunjukkan bahwa


peningkatan
aktivitas dopamin di jalur mesolimbik berkontribusi terhadap
aktivitas
antidepresan.

6. Faktor gangguan otak dari ekspresi neurtropik otak dalam


hipokampus
mungkin berhubungan dengan depresi (Dipiro, 2015).
Patogenesis gangguan mood terkait dengan proses
neurobiologis tertentu, dasar- dasar neurobiologi depresi
mungkin terkait dengan gen tertentu. Penelitian yang
menggunakan indikator tidak langsung dari fungsi otak,
seperti kadar metabolit monoamineatau kortisolurin, plasma,
atau CSF, dan juga dikembangkan penelitian tentangtranslasi
dari transkrip gen dan proteomik.
Faktor resiko
Menurut (Rosyanti,dkk 2018) faktor yang
meningkatkan
resiko seseorang untuk mengembangkan depresi
meliputi :
1.Usia
2.Status ekonomi
3.Jenis Kelami
4.Status Penikahan
Klasifikasi Depresi

Menurut (Tedjamulja,andi surya,2019). berdasarkan


tingkat penyakitnya, depresi dibagi menjadi:
1. Mild depression/minor depression dan dysthymic
disorder Pada depresi ringan, mood yang rendah
datang dan pergi dan penyakitnya datang setelah
kejadian stressfull yang spesifik.
2. Moderate depression Pada depresi sedang, mood yang
rendah berlangsung terus dan individu mengalami
simptom fisik walaupun berbeda-beda tiap individu.
3. Severe depression/major depression Depresi berat
adalah penyakit tingkat depresinya parah.
Perasaan tertekan/depresi
sepanjang hari,
hampir setiap hari • Tanda/gejala dan
Kelelahan atau kehilangan diagnosa Depresi
energi

Perasaan tidak berguna atau


perasaan bersalah yang berlebihan

Tidak bisa konsentrasi berfikir.


Daya
ingat menurun

Secara berulang berfikir


tentang kematian

Kehilangan kesenangan
terhadap hampir semua
aktivitas insomnia
Prognosis-Monitoring depresi

Prognosis
Episode depresi yang ditangani akan sembuh dalam 3 bulan, jika
tidak maka bisa sampai 6-12 bulan. Walaupun menggunakan. obat maka
20-35 % pasien mengalami gejala residual dan ganggun fungsi sosial.

Monitoring
1. Monitoring efektivitas terapi
2. Monitoring Reaksi Obat Tidak Dikehendaki (ROTD)  
3. Monitoring ketaatan  
Tatalaksana terapi depresi
(Terapi farmakologi dan non
farmakologi)
Your Text Here
Terapi farmakologi :
Menurut (Faizah,Yanu,dkk.2018).
Antidepresan dapat meningkatkan
suasana hati sehingga pasien lebih
mudah diterapi dengan psikoterapi dan
Your Text Here Terapi non farmakologi
dapat menurunkan gejala dengan Menurut
cepat. Antidepresan terdiri dari (Dirgayunita,A,2016):
beberapa macam golongan antara lain 1. Perubahan pola hidup
trisiklik (TCAs), Selective and Serotonin 2. Terapi psikologi
Your Text Here
Antidepressants (SSRI), Serotonon-
norepinefrin reuptake inhibitors
(SNRIs), Mono Amin Oksidase Inhibitor
(MOAI), 5-HT2 reseptor antagonist dan
heterosiklik. Your Text Here
(Sumber: DiPiro
et al. 2017:
3030).

Mekanie Kerja

Spektrum
Thank You
ATAS PERHATIAANYA