Anda di halaman 1dari 17

BAB 2

MENENTUKAN PELUANG USAHA


WILFRIED WAHYU SAPTO RINI
E-mail:
wahyusaptonorini1971@gmail.co
m
rini@stiei-kayutangi-
bjm.ac.id
Whatsapp : 081258834595
Mengidentifikasi Lingkungan untuk Berwiruasaha

Potensi Sumber
Daya

Lingkungan Struktur
Eksternal Keperilakuan

Potensi Pasar Proses Keputusan

POTENSI SUMBER DAYA POTENSI PASAR


- Faktor Lingkungan Eksternal - Hulu Hilir Bisnis
- Faktor Lingkungan Internal - Cakupan Konsumen
- Adanya Sumber Daya - Persaingan Pasar
- Teknik Pemanfaatan dan
pengelolaannya
STRUKTUR KEPERILAKUAN

Tujuannya adalah untuk menentukan sebuah pilihan


bidang usaha yang akhirnya ditetapkan dengan
penuh rasa tanggung jawab. Konseptualisasi di
dalam mengembangkan potensial berwirausaha
terdiri dari beberapa elemen yaitu minat dan niat
serta kemampuan karakteristik sebagai proses
penentuan keputusan pilihan berwirusaha.
• Kasus 1:
“X” adalah seorang yang memiliki minat berwirausaha
peternakan sapi. Pertimbangannya berdasarkan informasi dari
seorang teman yang menjelaskan bahwa ternak sapi sangat
menguntungkan. Teman X, telah menekuni usaha sapi lebih dari
5 tahun, di mana saat ini dia memiliki stok sapi di kandangnya
ada 50 ekor. X pernah berkunjung ke lokasi peternakan tersebut
namun setelah itu dia belum berkunjung lagi. Setiap bertemu
dengan teman peternak sapi tersebut, X tetap semangat
berdiskusi tentang ternak sapi.
Akhirnya, X memulai ternak sapi dengan membeli 5 ekor bakalan
sapi. Untuk pemeliharaan, kesehariannya diserahkan pada
seorang tenaga kerja. Setiap satu bulan sekali, X menengok
ternaknya tetapi tidak bisa berlama-lama karena tidak tahan
dengan bau kotoran sapi. Di sana dia hanya menyerahkan gaji
karyawannya dan memberikan dana untuk pengadaan pakan
dan obat-obatan ternak.
• Kasus 2:
“Y” adalah seorang yang memiliki minat berwirausaha peternakan domba/kambing.
Pertimbangannya berdasarkan informasi dari seorang teman yang menjelaskan
bahwa ternak domba sangat menguntungkan. Teman Y telah menekuni usaha
domba lebih dari 5 tahun saat ini dia memiliki stok domba di kandangnya ada 500
ekor. Y selama 2 bulan berkunjung 4 kali ke lokasi peternakan tersebut. Selama dua
bulan Y selalu mengamati dan bertanya bagaimana proses pemeliharaan domba
yang dilakukan oleh temannya bersama karyawannya. Pada kesempatan tersebut,
Y bahkan mendiskusikan berbagai hal yang terkait dengan pemeliharaan domba,
pengadaan bibit dan cara penjualannya.
Selanjutnya, Y sering juga pergi ke pusat-pusat pasar hewan kambing. Dia
mengamati harga pasar bakalan kambing, indukan maupun kambing siap potong.
Setelah melakukan perhitungan analisis dengan cermat, akhirnya Y memulai ternak
kambing dengan membeli 30 ekor bakalan, 15 ekor indukan dan 3 ekor pejantan.
Untuk pemeliharaan, kesehariannya diserahkan pada 2 orang tenaga kerja. Setiap
minggu sekali, Y memberikan evaluasi dan berbagai pengarahan teknik kepada
karyawannya. Pengarahan tenik pemeliharaan diperoleh dari berbagai sumber yaitu
dari pengalaman temannya dan buku-buku atau artikel teknik beternak kambing. Y
sebenarya juga tidak tahan dengan bau kotoran hewan tetapi lokasi peternakannya
tidak berbau karena para tenaga kerja sudah membersihannya secara berkala.
Alur Potensial dalam Struktural
Keperilakuan Berwirausaha
1. Minat dan Kelayakan Berwirausaha

 Sebuah keinginan yang ada dalam diri seseorang terhadap


sebuah pilihan pada unit bisnis tertentu atau keinginan
yang dirasakan sebagai daya tarik pribadi untuk memulai
bisnis. (Shapero dan Sokol, 1982)

Minat Imajinasi Cita - Cita


2. Self Efficacy
 Persepsi terhadap diri sendiri tentang kemampuan,
kecukupan, efisien dalam mengemban atau mengatasi
potensial tugas dan tanggungjawab sesuai kopetensi yang
dimiliki. (Bandura, 1986)

Study
Niat/Minat Observasi
Kelayakan
3. Niat dan Cita - Cita
• Sebuah kesadaran diri tentang efficacy, minat dan kelayakan
berwirasuaha yang telah terimajinasi yang tidak dituangkan
dalam sebuah cita-cita maka itu hanyalah sebuah mimpi
(dreaming).

• “Para ahli menyampaikan bahwa keberhasilan seseorang di


atas 90% berasal dari dalam dirinya dan 10% lainnya berasal
dari dukungan pihak luar”
4. Norma Subyektif
 Tata nilai berwirausaha merupakan norma secara
subyektif dari eksternal diri sendiri yaitu keluarga
dan masyarakat atau teman sejawat.

 Peran tata nilai menjadi faktor dominan.


5. Motivasi dan Sikap
Dorongan kuat atau kemauan di dalam diri
seseorang yang menentukan atau ditunjukan
dalam sikap (Attitude) dan keperilakuan
(Behavioral )

Minat  Imajinasi  Niat  Cita - Cita

Motivasi
“Dalam ilmu motivasi tidak ada orang
bodoh dan orang pintar tetapi yang ada
adalah orang yang mau dan orang yang
tidak mau”. Ketika kemauan itu bergerak
secara kuat, maka akan dihasilkan sebuah
perilaku atau tindakan sesuai yang telah
dibangun dalam sikap seseorang. (Albert
Einstain)
6. Perilaku dan Kemampuan
 Dalam berwirausaha seseorang harus memiliki kemampuan.

 Wirausaha tidak dituntut memiliki keahlian/ skill pada


semua bidang operasional organisasinya
7. Bentuk Pilihan Unit Bisnis
 Menggali peluang usaha dari potensi diri

 “Rasa cinta” terhadap profesi

 Tujuan utama membangun unit bisnis yaitu untuk


menjadikannya usaha tersebut sebagai sumber ekonomi
andalan bagi pelakunya.
Contoh :
Ada dua orang (C dan D). Mereka berdua berlatar belakang dari keluarga petani. Mereka tinggal di
desa yang tidak jauh dari kota dan keduanya memiliki lahan yang sangat luas. Masing-masing
memiliki dana untuk investasi usaha Rp 250.000.000,-. C memilih akan berwirausaha beternak
penggemukan sapi, diperkirakan dari modal tersebut mampu membeli bakalan sapi sebanyak 25
ekor. Dari estimasi, rata-rata keuntungan yang akan diperoleh 25 juta per bulan. D akan memilih
berwirausaha showroom (sub agen) sepeda motor, diperkirakan dari modal tersebut akan mampu
membeli motor dagangan 20 unit. Dari estimasi, rata-rata keuntungan yang akan diperoleh 15 juta
per bulan.
Pertanyaanya kenapa D tidak merencanakan memilih unit bisnis beternak penggemukan sapi?
Bukankan usaha tersebut menjanjikan keuntungan jauh lebih besar secara rata-rata per bulan?
Tenyata jawabannya adalah D lebih merasa senang melihat motor-motor yang kilau mengkilat di
sekitar tempat kerjanya. D merasa bangga karena menjadi agen sepeda motor memiliki pergaulan
dengan kalangan pedagang sepeda motor. Sebaliknya, mengapa C tidak memilih untuk berdagang
sepeda motor? Bukankah apa yang menjadi alasan D adalah menarik dan baik? Ternyata jawaban C
adalah ketika membayangkan melihat sapi piaraannya gemuk dan sehat dia akan senang dan
terhibur. Dia merasa bahwa dengan memiliki sapi 25 ekor akan menjadi dikenal banyak orang karena
keahliannya dalam beternak sapi. Dia akan menjadi nara sumber bagi petani lain bagaimana
mengembangkan ternak sapi.
Kesenangan dan kebanggaan C dan D masing-masing subjektif dari dirinya, sehingga C akan sulit
mencintai usaha perdagangan sepeda motor dan D akan sulit mencintai usaha peternakan sapi.
Apabila asumsi kewirausahaan lainnya sama-sama positif, maka kedua calon wirausaha tersebut akan
memiliki kemampuan untuk mengembangkan usahanya masing-masing. Keduanya memiliki rasa
senang dan bangga atas unit bisnis yang akan dipilihnya.
LATIHAN
1. Buatlah autobiografi tentang diri anda! Autobiografi ini mengungkapkan
rangkaian peristiwa-peristiwa dan pengalaman hidup anda sejak lahir
hingga memasuki dunia kedewasaan saat ini. Tuliskan hari lahir anda,
dididik dalam lingkungan keluarga, memasuki masa pendidikan formal,
bergaul dengan masyarakat, dan seterusnya. Tulislah pengalaman yang
berkesan yang membentuk kepribadian anda hingga saat ini!

2. Identifikasikan potensi wirausaha didalam diri anda, berdasarkan


autobiografi yang telah anda buat!