Anda di halaman 1dari 17

METODE PENDEKATAN ILMIAH DAN

PELUANG RISET KESEHATAN/KEPERAWATAN

Oleh Kelompok 5 :
Oleh Kelompok 5 :

1. Farida Ayu Isdyaputri 1510014


1. Farida Ayu Isdyaputri 1510014
2. Irwan Bahari Rizkillah 1510025
2. Irwan Bahari Rizkillah 1510025
3. Mahkda Anjani Putri 1510030
3. Mahkda Anjani Putri 1510030
4. Novelda Febriyanti 1510037
4. Novelda Febriyanti 1510037
5. Tyas Solit Naomiyah 1510053
5. Tyas Solit Naomiyah 1510053

KEPERAWATAN KOMUNITAS 3
Trend Peluang dan Perubahan Komunitas di Masa Depan
Trend Peluang dan Perubahan Komunitas di Masa Depan

Pelayanan keperawatan di masa mendatang harus mengutamakan


kebutuhan konsumen atau klien (consumen minded).
Hal ini didasarkan pada kecenderungan perubahan saat ini dan
persaingan semakin ketat. oleh karena itu perawat harus dapat
mendefinisikan, mengimplementasikan, dan mengukur perbedaan
bahwa praktik keperawatan harus dapat dijadikan sebagai indicator agar
kebutuhan masyarakat akan pelayanan kesehatan yang professional di
masa depan terpenuhi, khususnya keperawatan komunitas.
 Ada empat hal yang harus dijadikan perhatian utama keperawatan
komunitas di Indonesia menurut Nursalam (2013), yaitu:

1. Definisi peran perawat komunitas


2. Komitmen terhadap identitas keperawatan
3. Perhatian terhadap perubahan dan tren pelayanan kesehatan kepada
masyarakat
4. Komitmen dalam memenuhi tuntutan tantangan sistem pelayanan
kesehatan melalui upaya yang kreatif dan inovatif.
Profil Peran Perawat Profesional di Masa Depan

Menurut Nursalam (2013), peran perawat di masa depan harus berkembang seiring
dengan perkembangan iptek dan tuntutan kebutuhan masyarakat, sehingga perawat
dituntut mampu menjawab dan mengantisipasi terhadap dampak dari perubahan.

Sebagai perawat professional, peran perawat yang


Sebagai perawat professional, peran perawat yang
harus diemban adalah CARE :
harus diemban adalah CARE :

A R
C A R E
C Activity Role E
Communication Activity Role Education
Communication Education
Pemanfaatan Peluang dan Perubahan
PERUBAHAN
1. Perubahan Perilaku dan Pendidikan Kesehatan
Perilaku merupakan faktor terbesar kedua setelah faktor lingkungan yang dapat mempengaruhi
kesehatan individu, kelompok, masyarakat (Blum : 1974) (Notoatmojdo, 2012). Oleh sebab itu,
dalam rangka membina dan meningkatkan kesehatan masyarakat, upaya yang dilakukan
melalui:

1. Paksaan 2. Pendidikan
1. Paksaan 2. Pendidikan

Paksaan
Paksaan
Salah satu upaya agar
agar masyarakat
masyarakat dapat
dapat mengubah
mengubah perilaku
perilaku atau
atau adopsi
adopsi perilaku
perilaku kesehatan dengan
cara
cara tekanan,
tekanan, paksaan atau Koersi.
Misalnya
Misalnya melalui
melalui undang-undang atau peraturan dan
dan sanksi
sanksi secara
secara langsung.
langsung.

Pendidikan
Pendidikan (Education)
Upaya agar masyarakat dapat mengubah perilaku atau adopsi perilaku kesehatan dengan cara
persuasi, bujukan, ajakan, imbauan, serta
serta memberikan informasi dan kesadaran
kesadaran melalui
melalui kegiatan
kegiatan
yang disebutpendidikan atau
atau promosi kesehatan.
kesehatan.
2. Peran Promosi Kesehatan dalam Perubahan

Promosi kesehatan dalam arti pendidikan, secara umum adalah segala upaya
Promosi kesehatan dalam arti pendidikan, secara umum adalah segala upaya
yang direncanakan untuk mempengaruhi orang lain, baik individu, kelompok,
yang direncanakan untuk mempengaruhi orang lain, baik individu, kelompok,
atau masyarakat sehingga mereka dapat merubah baik perilaku, sosial, dan
atau masyarakat sehingga mereka dapat merubah baik perilaku, sosial, dan
lingkungan fisik serta melakukan apa yang diharapkan oleh pelaku pendidikan
lingkungan fisik serta melakukan apa yang diharapkan oleh pelaku pendidikan
atau promosi kesehatan.
atau promosi kesehatan.

Adapun Unsur-unsur dalam promosi kesehatan (Notoatmojdo, 2012):

INPUT PROSES OUTPUT

apa yang diharapkan


sasaran pendidikan Upaya yang atau perilaku .
(individu, kelompok, direncanakan untuk (perilaku untuk
masyarakat) serta mempengaruhi orang memelihara dan
pendidik (perawat) lain meningkatkan
kesehatan yang
kondusif. )
B. Peluang
1. Pemberdayaan 2. Membangun
1. Pemberdayaan 2. Membangun
masyarakat kemitraan
masyarakat kemitraan

Tujuan dari pemberdayaan di bidang


kesehatan adalah masyarakat, baik
secara individu, keluarga, kelompok
atau komunitas mampu memelihara
dan meningkatkan kesehatan mereka Adapun tujuan utama
sendiri. membangun kemitraan ini adalah
Misalnya, Sector kesehatan tidak untuk memperoleh sumber daya
mempunyai kemampuan (man, money, material) bagi
pengadaan air bersih, maka harus terwujudnya sarana dan prasarana
kerjasama dengan Dinas guna memfasilitasi perilaku hidup
Pekerjaan Umum, untuk sehat masyarakat.
terwujudnya air bersih, sehingga
masyarakat dengan mudah
mengakses air bersih.
Dalam mengembangkan kemitraan, prinsip umum yang harus dipahami bersama
antara sector kesehatan dengan mitra kerja adalah:

1. Persamaan (equality)
Dalam menjalin kemitraan, masing-masing institusi atau lembaga harus
menempatkan diri setara atau sama antara satu dengan yang lain. Tidak ada satu
pihak pun yang merasa lebih tinggi, lebih baik, lebih penting dan sebagainya
dibanging dengan yang lain
2. Keterbukaan (transparency)
Dalam memulai kemitraan dengan pihak lain (proses kemitraan : mulai dari
perencanaan sampai dengan memonitor dan mengevaluasi kegiatan bersama),
masing-masing pihak harus terbuka satu sama lain, terutama dalam hal sumber
daya untuk pelaksanaan kegiatan bersama.
3. Saling menguntungkan (mutual benefit)
Dalam menjalin kemitraan, masing-masing pihak harus diuntungkan dengan
adanya kegiatan atau hasil kegiatan bersama tersebut. Selain itu dalam kemitraan
tidak boleh ada pihak yang merasa dirugikan karena adanya kemitraan tersebut.
Permasalahan Riset Komunitas

1. Pengkajian tentang pelayanan kesehatan kepada masyarakat sesuai


1. Pengkajian tentang pelayanan kesehatan kepada masyarakat sesuai
dengan kebutuhan kesehatannya melalui upaya pokok puskesmas
dengan kebutuhan kesehatannya melalui upaya pokok puskesmas
yang ada di Indonesia.
yang ada di Indonesia.
2. Pengkajian tentang pelayanan kesehatan di dalam dan luar gedung
2. Pengkajian tentang pelayanan kesehatan di dalam dan luar gedung
puskesmas.
puskesmas.
3. Identifikasi masalah kesehatan prioritas di wilayah kerja puskesmas.
3. Identifikasi masalah kesehatan prioritas di wilayah kerja puskesmas.
4. Menyusun rencana strategi untuk menghentikan kendala terhadap
4. Menyusun rencana strategi untuk menghentikan kendala terhadap
pencapaian program kesehatan di puskesmas.
pencapaian program kesehatan di puskesmas.
5. Pendekatan peran serta masyarakat secara aktif.
5. Pendekatan peran serta masyarakat secara aktif.
6. Masalah penerapan proses keperawatan komunitas (pengkajian,
6. Masalah penerapan proses keperawatan komunitas (pengkajian,
diagnosis, perencanaan, dan evaluasi kepada kelompok khusus yang
diagnosis, perencanaan, dan evaluasi kepada kelompok khusus yang
di temui di wilayah kerja asuhan keperawtan komunitas.
di temui di wilayah kerja asuhan keperawtan komunitas.
Langkah Strategi Mendapat Peluang Riset Keperawatan
Komunitas

1. Identifikasi masalah
1. Identifikasi masalah
2. Hubungan pendidikan dan tanggung jawab riset
2. Hubungan pendidikan dan tanggung jawab riset
keperawatan komunitas
keperawatan komunitas
3. Sosialisasi lingkup dan pelaksanaan riset keperawatan
3. Sosialisasi lingkup dan pelaksanaan riset keperawatan
komunitas
komunitas
Langkah Strategi Mendapat Peluang Riset Keperawatan
Komunitas

1. Identifikasi masalah
Identifikasi masalah untuk memperolah strategi yang tepat dalam memanfaatkan
peluang dalam keperawatan komunitas.

2. Hubungan pendidikan dan tanggung jawab riset keperawatan komunitas


Mahasiswa mempunyai suatu pola dan keyakinan bahwa riset merupakan satu-
satunya kajian ilmiah dalam upaya mengengmbangkan keilmuannya tentang
keperawatan komunitas yang ada di masyarakat.

3. Sosialisasi lingkup dan pelaksanaan riset keperawatan komunitas


Lingkup riset harus berdasarkan kompetensi dasar keperawatan komunitas yang
harus di kuasai mahasiswa keperawatan. Melaksanakan riset dengan ruang lingkup
sesuai dengan masyarakat yang beresiko, rentan terhadap masalah kesehatannya.
Langkah Penyusunan Riset Keperawatan Komunitas

1. Tahap Perencanaan
1. Tahap Perencanaan

a. Tema/Topik Penelitian
a. Tema/Topik Penelitian
b. Mengidentifikasi Masalah
b. Mengidentifikasi Masalah
c. Merumuskan masalah
c. Merumuskan masalah
d. Mengadakan studi pendahuluan
d. Mengadakan studi pendahuluan
e. Merumuskan hipotesis
e. Merumuskan hipotesis
f. Menentukan sampel penelitian
f. Menentukan sampel penelitian
g. Menyusun rencana penelitian
g. Menyusun rencana penelitian

2. Tahap pelaksanaan
2. Tahap pelaksanaan
h. Pengumpulan data
h. Pengumpulan data
i. Analisis data
i. Analisis data

3. Tahap penulisan laporan


3. Tahap penulisan laporan
 
Langkah Penyusunan Riset Keperawatan Komunitas

Berikut ini merupakan penjelasan tentang tahapan-tahapan dalam penelitian :


Berikut ini merupakan penjelasan tentang tahapan-tahapan dalam penelitian :
1. Tahap Perencanaan
1. Tahap Perencanaan
a. Tema/Topik Penelitian
a. Tema/Topik Penelitian
Untuk memilih tema atau topik penelitian, seorang peneliti haus memiliki
Untuk memilih tema atau topik penelitian, seorang peneliti haus memiliki
kepekaan terhadap kehidupan yang dihadapi. Seorang peneliti dapat memilih
kepekaan terhadap kehidupan yang dihadapi. Seorang peneliti dapat memilih
tema dari berbagai sumber seperti: fenomena sosial yang terjadi dalam
tema dari berbagai sumber seperti: fenomena sosial yang terjadi dalam
kehidupan, kajian kepustakaan atau informasi yang diberikan oleh pihak lain.
kehidupan, kajian kepustakaan atau informasi yang diberikan oleh pihak lain.
b. Mengidentifikasi Masalah
b. Mengidentifikasi Masalah
Pada tahap ini, seorang peneliti harus terlebih dahulu mencari apa masalah
Pada tahap ini, seorang peneliti harus terlebih dahulu mencari apa masalah
yang akan di teliti
yang akan di teliti
c. Merumuskan masalah
c. Merumuskan masalah
Dalam tahapan ini, peneliti membuat rumusan masalah dari penemuan
Dalam tahapan ini, peneliti membuat rumusan masalah dari penemuan
masalah yang ada berdasarkan masalah-masalah yang akan diteliti.
masalah yang ada berdasarkan masalah-masalah yang akan diteliti.
d. Mengadakan studi pendahuluan
d. Mengadakan studi pendahuluan
Tahapan ini dilakukan untuk mengumpulkan informasi berkaitan dengan masalah yang
Tahapan ini dilakukan
akan diteliti, denganuntuk
begitumengumpulkan
maka akan diketahuiinformasi berkaitan
keadaan atau dengan masalah
kedudukan yangyang
masalah
akan
akanditeliti, dengan
diteliti. begitu
Hasil yang maka akan
didapat diketahui
dari studi keadaan berguna
pendahuluan atau kedudukan masalah yang
untuk menyusun
akan diteliti.teoritis
kerangka Hasil yang didapat
tentang dari studimasalah
pemecahan pendahuluan
dalam berguna untuk menyusun
bentuk hipotesis yang akan di uji
kerangka teoritis tentang pemecahan masalah dalam bentuk hipotesis
kebenarannya melalui pelaksanaan penelitian lapangan. Studi pendahuluan yang akan di uji
dapat
kebenarannya
dilakukan dengan melalui pelaksanaan
melakukan studipenelitian
dokumenter,lapangan. Studi pendahuluan
kepustakaan dapat
dan studi lapangan.
dilakukan dengan melakukan studi dokumenter, kepustakaan dan studi lapangan.
e. Merumuskan hipotesis
e. Merumuskan hipotesis
Hipotesa merupakan dugaan sementara yang akan dibuktikan kebenarannya dari
Hipotesa
masalahmerupakan
yang sedang dugaan sementara yang akan dibuktikan kebenarannya dari
di teliti.
masalah yang sedang di teliti.
f. Menentukan sampel penelitian
f. Menentukan sampel penelitian
Dalam tahapan ini merupakan untuk menentukan obyek yang akan diteliti. Keseluruhan
Dalam
obyek tahapan ini merupakan
yang diteliti untuk menentukan
disebut sebagai obyek yang akan diteliti. Keseluruhan
populasi penelitian.
obyek yang diteliti disebut sebagai populasi penelitian.
g. Menyusun rencana penelitian
g. Menyusun rencana penelitian
Tahap ini merupakan pedoman selama melaksanakan penelitian sebagai suatu pola
Tahap ini merupakan pedoman selama melaksanakan penelitian sebagai suatu pola
perencanaan harus dapat mengungkapkan hal-hal yang berhubungan dengan
perencanaan harus dapat mengungkapkan hal-halhal-hal
yang berhubungan dengan
kegiatan pelaksanaan penelitian yang memuat berikut: masalah yang diteliti
kegiatan pelaksanaan penelitian yang memuat hal-hal berikut: masalah yang diteliti
dan alasan mengapa melakukan penelitian, bentuk atau jenis data yang dibutuhkan,
dan alasan
tujuan mengapa melakukan
dilakukannya penelitian,penelitian, bentuk
manfaat atau atau jenis
kegunaan data yang
penelitian, dibutuhkan,
dimana
tujuan dilakukannya penelitian, manfaat atau kegunaan penelitian, dimana
dilakukannya penelitian, jangka waktu pelaksanaan penelitian, organisasi kegiatan
dilakukannya penelitian, jangka waktu pelaksanaan penelitian, organisasi kegiatan
dan pembiayaan, hipotesis yang di ajukan, teknik pengumpulan dan pengolahan
dan pembiayaan, hipotesis yang di ajukan, teknik pengumpulan dan pengolahan
data, sistematis laporan yang di rencanakan serta merumuskan alat penelitian
data, sistematis laporan yang di rencanakan serta merumuskan alat penelitian
2. Tahap Pelaksanaan
2. Tahap Pelaksanaan
Setelah melakukan tahap persiapan, seorang peneliti selanjutnya
Setelah melakukan tahap persiapan, seorang peneliti selanjutnya
melakukan tahap pelaksanaan kegiatan penelitian yang meliputi :
melakukan tahap pelaksanaan kegiatan penelitian yang meliputi :
a. Pengumpulan Data
a. Pengumpulan Data
Pada tahap pengumpulan data didasarkan pada pedoman yang sudah
Pada tahap pengumpulan data didasarkan pada pedoman yang sudah
dipersiapkan dalam rancangan penelitian. Data yang dikumpulkan melalui
dipersiapkan dalam rancangan penelitian. Data yang dikumpulkan melalui
kegiatan penelitian dan dijadikan sebagai dasar untuk menguji hipotesis
kegiatan penelitian dan dijadikan sebagai dasar untuk menguji hipotesis
yang diajukan.
yang diajukan.
b. Analisis Data
b. Analisis Data
Tahapan ini dilakukan setelah data terkumpul semua kemudian dilakukan
Tahapan ini dilakukan setelah data terkumpul semua kemudian dilakukan
analisis dan hipotesis yang diajukan dan diuji kebenarannya melalui
analisis dan hipotesis yang diajukan dan diuji kebenarannya melalui
analisis tersebut.
analisis tersebut.
3. Tahap penulisan Laporan
3. Tahap penulisan Laporan
Penulisan pelaporan merupakan tahap akhir dari rangkaian proses penelitian.
Penulisan pelaporan merupakan tahap akhir dari rangkaian proses penelitian.
Tahapan ini yaitu membuat laporan mengenai hasil penelitian secara tertulis.
Tahapan ini yaitu membuat laporan mengenai hasil penelitian secara tertulis.
Laporan secara tertulis perlu dibuat agar peneliti dapat mengkomunkasikan.
Laporan secara tertulis perlu dibuat agar peneliti dapat mengkomunkasikan.
Dalam hal isi laporan, maka harus memperhatikan beberapa hal sebagai
Dalam hal isi laporan, maka harus memperhatikan beberapa hal sebagai
berikut:
berikut:
1. Berisi keseluruhan proses dan pengalaman penelitian didalam bentuk
1. Berisi keseluruhan proses dan pengalaman penelitian didalam bentuk
cerita/paparan/deskrisi naratif;
cerita/paparan/deskrisi naratif;
2. Laporan diperinci dalam bab dan sub-bab dengan judul yang tepat dan jelas,
2. Laporan diperinci dalam bab dan sub-bab dengan judul yang tepat dan jelas,
sehingga memudahkan pembaca dalam mencari bagian tertentu;
sehingga memudahkan pembaca dalam mencari bagian tertentu;
3. Kalimaat disusun dengan jelas daaan sederhana;
3. Kalimaat disusun dengan jelas daaan sederhana;
4. Istilah ditulis dengan tepat untuk menghindari kesalahpahaman;
4. Istilah ditulis dengan tepat untuk menghindari kesalahpahaman;
5. Tata bahasa, ejaan, dan sistematika penulisan dilakukan menuruti peraturan
5. Tata bahasa, ejaan, dan sistematika penulisan dilakukan menuruti peraturan
yang ditentukan;
yang ditentukan;
6. Penomoran bab, sub-bab, tabel, dan diagram yang ada ditulis dengan ajeg
6. Penomoran bab, sub-bab, tabel, dan diagram yang ada ditulis dengan ajeg
(konsisten).
(konsisten).
7. Catatan kaki (footnote) digunakan untuk tiap kutipan yang ada.
7. Catatan kaki (footnote) digunakan untuk tiap kutipan yang ada.