Anda di halaman 1dari 93

PRA PROFESI KEHAMILAN

MODUL II

Dosen : Lusiana El Sinta Bustami, SST, M.Keb

Kelompok : 11
Anggota : 1. Indira Putri Alpian (1510331005)
2. Amalia Sholihah (1510331015)
3. Nuzul Maidya R. (1510331016)
4. Besty Berliana (1510332011)

Program Studi S1 Kebidanan Fakultas Kedokteran


Universitas Andalas
LEARNING OBJECTIVE

1. Perubahan anatomi dan fisiologi dalam kehamilan


2. Perubahan psikologi dalam kehamilan
3. Tanda-tanda dan gejala dalam kehamilan
4. Perubahan fisik dalam kehamilan
5. Perkembangan kehamilan normal
6. Adaptasi saudara kandung (sibling rivaling)
1. PERUBAHAN ANATOMI DAN FISIOLOGI
DALAM KEHAMILAN
ANATOMI KEHAMILAN
SISTEM REPRODUKSI

 Pada bulan-bulan awal kehamilan terjadi


pertumbuhan uterus akibat hiperplasia
(peningkatan jumlah sel) yang membuat dinding
uterus semakin kuat.
 Pembesaran uterus terjadi karena kombinasi
hipertrofi (peningkatan ukuran sel) dan pengaruh
mekanis tekanan inferior terhadap dinding uterus
seiring perkembangan janin.
SISTEM REPRODUKSI (2)

 Pada bulan-bulan pertama kehamilan terjadi


peningkatan ukuran pembuluh darah dan
pembuluh limfe yang menimbulkan perlunakan
uterus dan munculnya tanda Chadwick, Goodell,
dan Hegar yang biasanya tampak pada usia
kehamilan 6 minggu
 Fundus menekan kandung kemih dan terjadi
peningkatan frekuensi berkemih
SISTEM KARDIOVASKULER

 Volume darah total meningkat sekitar 30-50% pada


hamil tunggal dan 50 % pada hamil kembar
(kombinasi volume plasma dan volume sel darah
merah)
 Hemodilusi yang terlihat pada kadar hematokrit
rendah yang dikenal dengan anemia fisiologis pada
kehamilan dan sering terjadi pada usia kehamilan
24-32 minggu.
SISTEM KARDIOVASKULER (2)

 Posisidan postur tubuh mempengaruhi distibusi


cairan dan tekanan arteri sekaligus tekanan vena.
Penurunan volume darah terjadi saat posisi
berbaring selama 1 jam atau lebih
 Pada akhir kehamilan posisi telentang dapat
menurunkan curah jantung
 Jantung bergeser ke atas dan ke kiri ketika
diafragma terdesak akibat perkembangan
kehamilan
SISTEM URINARIA

 Ginjalmembesar tapi bagian kanan lebih besar


daripada bagian kiri
 Ureter kanan lebih lebar daripada ureter kiri
sehingga aliran urin kurang lancar (tekanan uterus
yang miring ke kanan, hormon progesteron,
tekanan pleksus vena ovarika kanan)
 Peredaran darah ke ginjal naik menjadi 20% akibat
hemodilusi sehingga hasil metabolisme dapat
dibuang dan tercapai keseimbangan asam basa dan
elektrolit
SISTEM PENCERNAAN

 Estrogen menyebabkan peningkatan aliran darah ke


mulut sehingga gusi menjadi rapuh dan dapat
menimbulkan gingivitis (gusi bengkak atau gusi
yang meradang) → perawatan gigi dan mulut
 Saliva menjadi lebih asam

 Efek progesteron pada otot-otot polos → lambung


hipotonus yang disertai penurunan motilitas dan
waktu pengosongan lambung yang memanjang
SISTEM PENCERNAAN (2)

 Efek progesteron pada usus halus →


memperpanjang lama absorpsi nutrien, mineral
dan obat-obatan
 Efek progesteron pada usus besar menyebabkan
konstipasi karena waktu transit yang melambat
menyebabkan air semakin banyak yang diabsorpsi.
SISTEM METABOLISME

 Berat badan bertambah sekitar 12-14 kg, evaluasi


jika berat badan kurang dari 40 kg dan
pertambahan berat badan lebih dari 20 kg
 Disebabkan oleh uterus dan isinya, payudara,
peningkatan volume darah dan cairan ekstrasel
ekstravaskular
 Sebagian kecil oleh perubahan metabolik yang
menyebabkan peningkatan air sel dan
pengendapan lemak dan protein
 Penambahan BB rerata selama hamil → 12,5-27,5kg
SISTEM MUSKULOSKELETAL

 Estrogen dan progesteron memberikan efek


maksimal pda relaksasi otot dan ligamen pelvis
pada akhir kehamilan.
 Relaksasi ini untuk menguatkan posisi janin di akhir
kehamilan
 Simfisis pubis melebar sampai 4 mm pada usia
kehamilan 32 minggu
 Adanya nyeri punggung dan ligamen pada
kehamilan tua disebabkan oleh meningktanya
pergerakan pelvis akibat pembesran uterus.
KULIT

 Timbul cloasma gravidarum, yaitu bintik – bintik


pigmen kecoklatan yg tmpak di kulit kening dan
pipi.
 Peningkatan pigmentasi pada areola dan papila
mamae
 Pembesaran rahim menimbulkan peregangan dan
menyebabkan robeknya serabut elasti di bawah
kulit, sehingga menimbulkan striae gravidarum
 Adnya vasodilatasi kulit menyebabkan ibu mudah
berkeringat.
PAYUDARA

 Selama kehamilan payudara bertamabah besar,


tegang dan berat
 Teraba nodul – nodul akibat hipertrofi kelenjar
alveoli
 Bayangan pembuluh vena lebih membiru

 Hiperpigmentasi pada areola dan putting susu.

 Terdapat kolostrum
SISTEM PERNAPASAN

 Wanita hamil bernafas lebih cepat dan lebih dalam


karena memerlukan lebih banyak oksigen untuk
janin dan dirinya.
 Lapisan saluran pernafasan menerima lebih banyak
darah dan menjadi agak tersumbat oleh
penumpukan darah (kongesti). Kadang hidung dan
tenggorokan mengalami penyumbatan parsial
akibat kongesti ini.
2. PERUBAHAN PSIKOLOGI DALAM
KEHAMILAN
TRIMESTER I

 Trimester pertama sering dianggap sebagai periode


penyesuaian dengan ambivalensi (dua perasaan
yang bertentangan) yang terkadang timbul.
 Beberapa ketidaknyamaan akan timbul pada ibu
hamil, yang salah satunya berhubungan dengan
ketidaknyamanan fisik dan perasaan.
 Berhubungan dengan hasrat seksual, setiap wanita
memiliki hasrat seksual yang berbeda-beda di
trimester pertama, karena banyak ibu hamil
merasakan kebutuhan kasih sayang besar dan cinta
tanpa seks AIPKIND, 2016
TRIMESTER II

 Trimester kedua sering dikenal dengan periode


kesehatan yang baik, yakni ketika ibu hamil merasa
nyaman dan bebas dari segala ketidaknyamanan.
 Di trimester kedua ini, sebagian ibu hamil akan
mengalami kemajuan dalam hubungan seksual.
 Hal itu disebabkan di trimester kedua, ibu hamil
relatif terbebas dari segala ketidaknyamanan fisik,
kecemasan, kekhawatiran yang sebelumnya
menimbulkan ambivalensi pada ibu hamil kini mulai
mereda dan menuntut kasih sayang dari pasangan
maupun dari keluarganya AIPKIND, 2016
TRIMESTER II

 Trimester kedua sering dikenal dengan periode


kesehatan yang baik, yakni ketika ibu hamil merasa
nyaman dan bebas dari segala ketidaknyamanan.
 Di trimester kedua ini, sebagian ibu hamil akan
mengalami kemajuan dalam hubungan seksual.
 Hal itu disebabkan di trimester kedua, ibu hamil
relatif terbebas dari segala ketidaknyamanan fisik,
kecemasan, kekhawatiran yang sebelumnya
menimbulkan ambivalensi pada ibu hamil kini mulai
mereda dan menuntut kasih sayang dari pasangan
maupun dari keluarganya AIPKIND, 2016
TRIMESTER II (2)

 Lebih banyak bersosialisasi dengan wanita hamil


atau ibu baru
 Minat dan aktifitasnya berfokus pada kehamilan,
cara membesarkan anak, persiapan untuk
menerima peran baru

AIPKIND, 2016
TRIMESTER III

 Kehamilan pada trimester ketiga sering disebut


sebagai fase penantian yang penuh dengan
kewaspadaan.
 Pada periode ini, ibu hamil mulai menyadari
kehadiran bayi sebagai makhluk yang terpisah
sehingga dia menjadi tidak sabar dengan kehadiran
bayinya tersebut.

AIPKIND, 2016
TRIMESTER III (2)

 Ibu hamil merasakan kembali ketidaknyamanan


fisik karena merasa canggung atau merasa dirinya
tidak menarik lagi, sehingga dukungan dari
pasangan sangat dia butuhkan.
 Peningkatan hasrat seksual yang pada trimester
kedua menjadi menurun karena abdomen yang
semakin membesar yang rmenjadi halangan dalam
berhubungan seks

AIPKIND, 2016
3. TANDA-TANDA DAN GEJALA DALAM
KEHAMILAN
BERHENTINYA HAID

 Penghentian mendadak haid pada wanita sehat usia


subur yang sebelumnya mendapat haid spontan,
siklis dan teratur merupakan isyarat kuat kehamilan.
 Namun, adanya perbedaan lama siklus haid diantara
wanita dan bahkan pada wanita yang sama
menyebabkan amenorea bukan merupakan indikasi
yang handal untuk kehamilan sampai 10 hari atau
lebih awitan perkiraan haid.
 Jika keterlambatan hingga dua daur, kemungkinan
kehamilan jauh lebih besar
Cunningham, 2014
PERUBAHAN PADA PAYUDARA

 Perubahan anatomis pada payudara yang menyertai


kehamilan bersifat khas pada kehamilan pertama.
 Pada minggu-minggu awal kehamilan, wanita sering
merasakan parastesia dan nyeri payudara. Setelah
bulan kedua, payudara membesar dan
memperlihatkan vena-vena halus di bawah kulit.
 Puting menjadi jauh lebih besar, berwarna lebih
gelap dan lebih tegak.
 Ukuran payudara prakehamilan tidak berkaitan
dengan volume air susu yang dihasilkan
Cunningham, 2014
MUKOSA VAGINA

 Selama kehamilan, mukosa


vagina biasanya tampak
merah keunguan atau agak
gelap dan mengalami
bendungan (tanda
Chadwick : perubahan warna
menjadi kebiruan atau
keunguan pada vulva, vagina
dan serviks)

Cunningham, 2014
KULIT

 Peningkatanpigmentasi
 Perubahan pada striae abdomen

Cunningham, 2014
UTERUS

 Pembesaran uterus pada awal kehamilan biasanya tidak


terjadi secara simetris.
 Secara normal ovum yang telah dibuahi akan
berimplantasi pada segmen atas uterus, terutama pada
dinding posterior. Bila lokasi implantasi berada didekat
kornu, maka daerah ini akan lebih cepat membesar jika
dibandingkan dengan bagian uterus lainnya.
 Pembesaran asimetri dan penonjolansalah satu kornu
tersebut dapat dikenali melalui pemeriksaan bimanual
pelvik pada usia kehamilan 8 hingga 10 minggu.
Keadaan ini dikenal sebagai tanda Piskacek.
Prawirohardjo, 2010
UTERUS

Tanda Piskacek

Prawirohardjo, 2010
UTERUS (2)

 Selain itu juga terdapat tanda Hegar, yaitu


perlunakan dan kompresibilitas isthmus uteri
sehingga ujung-ujung jari seakan dapat ditemukan
apabila isthmus ditekan dari arah yang berlawanan)
 Tanda kehamilan lain adalah kontraksi Braxton
Hicks yang terjadi akibat peregangan miometrium
yang disebakan oleh terjadinya pembesaran uterus.
Kontrasi ini bersifat non ritmik, sporadik tanpa
disertai rasa nyeri, mulai timbul sejak kehamilan 6
minggu
Prawirohardjo, 2010
UTERUS

Tanda Hegar

Prawirohardjo, 2010
SERVIKS

 Serviksmenjadi semakin lunak seiring dengan


kemajuan kehamilan (tanda Goodell : perubahan
konsistensi kenyal (dianalogikan dengan ujung
hidung) pada saat tidak hamil ke konsistensi lunak
(yang dianalogikan dengan konsistensi bibir) saat
hamil

Cunningham, 2014
PERSEPSI GERAKAN JANIN

 Gerakan pertama bayi yang dapat dirasakan ibu


disebut quickening, yang sering diartikan sebagai
kesan kehidupan.
 Walaupun gerakan awal ini dapat dikategorikan
tanda pasti kehamilan dan estimasi usia kehamilan,
tetapi hal ini sering dikelirukan dengan gerakan usus
akibat perpindahan gas di dalam lumen saluran
cerna.
 Ibu primipara dapat merasakan pada usia kehamilan
18-20 minggu, sedangkan multipara 16-18 minggu
Prawirohardjo, 2010
UJI KADAR HCG

 Hormon ini dapat dideteksi dalam plasma urin pada


8-9 hari setelah ovulasi. Kadar hCG serum
meningkat dari hari implantasi dan mencapai
puncak pada 60-70 hari

Cunningham, 2014
TANDA-TANDA KEHAMILAN

 Dalam Obstetri Fisiologi FK Unpad tanda-tanda kehamilan


dibagi menjadi tanda-tanda pasti dan tanda-tanda mungkin
Tanda-tanda pasti Tanda-tanda mungkin
1. Gerakan janin 1. Tanda Piskacek
2. Mendengar detak jantung janin 2. Tanda Hegar
3. Pada pemeriksaan USG terlihat 3. Perubahan pada serviks
adanya kantong kehamilan, ada 4. Kontraksi Braxton Hicks
gambaran embrio 5. Balotement
4. Pada pemeriksaan rontgen 6. Hiperpigmentasi kulit
terlihat adanya rangka janin (>16 7. Tanda Chadwick
minggu) 8. Adanya amenorrhoe
9. Mual dan muntah
10. Ibu merasa pergerakan anak
11. Sering buang air kecil karena rahim yang membesar
menekan kandung kemih
12. Perasaan dada berisi dan agak nyeri
4. PERUBAHAN FISIK DALAM KEHAMILAN
TRIMESTER I

 Minggu ke-4 (bulan ke-1)


 Ibu terlambat menstruasi
 Payudara menjadi nyeri dan membesar
 Ibu sering meraa kelelahan
 Sering BAK

 Minggu ke-8 (bulan ke-2)


 Mual dan muntah (morning sickness) sampai UK 12 mg
 Tanda Hegar dan Goodell muncul
 Penambahan BB belum terlihat nyata

 Minggu ke-12 (bulan ke-3)


 Tanda chadwick muncul dan uterus naik di atas simfisis
 Kenaikan BB sekitar 1-2 kg selama TM I
 Plasenta berfungsi penuh dan produksi hormon
TRIMESTER II

 Minggu ke-16 (bulan ke-4)


 Berat badan ibu bertambah 0,4-0,5 kg/minggu
 Fundus berada di tengah antara simfisis dan pusat
 Sekresi vagina meningkat
 Tekanan pada vesika urinaria berkurang sehingga frekuensi BAK
berkurang
 Minggu ke-20 (bulan ke-5)
 Fundus mencapai pusat
 Payudara mulai sekresi kolostrum
 Ibu merasakan gerakan janin
 Areola bertambah gelap
 Konstipasi mungkin terjadi
 Perubahan posisi mendadak bisa membuat ibu pusing
TRIMESTER II (2)

 Minggu ke-24 (bulan ke-6)


 Fundus 2 jari diatas pusat
 Sakit punggung dan kram pada kaki mungkni terjadi
 Perubahan kulit berupa striae gravidarum, cloasma
gravidarum, linea nigra dan jerawat
 Gatal pada abdomen karena uterus membesar dan
kulit meregang
TRIMESTER III

 Minggu ke-28 (bulan ke-7)


 Fundus berada pertengahan pusat dan sifoideus
 Hemoroid mungkin terjadi

 Minggu ke-32 (bulan ke-8)


 Fundus mencapai prosesus xifoideus
 Payudara penuh dan nyeri tekan
 Sering BAK
 Mungkin terjadi dispnea

 Minggu ke-36 (bulan ke-9)


 Penurunan bayi kedalam pelvis
 Sakit punggung dan sering BAK meningkat
 Braxton hicks meningkat karena serviks dan SBR disiapkan untuk
persalinan
5. PERKEMBANGAN KEHAMILAN NORMAL
KONSEPSI

 Konsepsi adalah sebagai peristiwa pertemuan


antara sperma dan sel telur yang menandai awal
kehamilan.
 Peristiwa ini merupakan rangkaian kejadian yang
meliputi
 pembentukan gamet (telur dan sperma)
 ovulasi (pelepasan telur)
 penggabungan gamet dan
 implantasi embrio di dalam uterus.
KONSEPSI (2)

 Ovum Saat ovulasi, ovum keluar dari folikel ovarium


yang pecah. Ovum tidak dapat berjalan sendiri.
Kadar estrogen yang tinggi meningkatkan gerakan
tuba uteri, sehingga silia tuba tersebut dapat
menangkap ovum dan menggerakkannya sepanjang
tuba menuju rongga rahim.
 Ada dua lapisan pelindung yang mengelilingi ovum :
 Lapisan pertama berupa membran, tebal, tidak
berbentuk yang disebut zonapelusida.
 Lingkaran luar yang disebut korona radiata, terdiri dari
sel-sel oval yang dipersatukan oleh asam hialuronat.
KONSEPSI (2)

 Ovum dianggap subur salama 24 jam setelah


ovulasi. Apabila tidak difertilisasi oleh sperma,
ovum berdegenerasi dan direabsorbsi.
 Pada waktu ovulasi sel telur yang telah masak
dilepaskan dari ovarium. Dengan gerakan seperti
menyapu oleh fimbrie tuba uterina, ditangkap oleh
infundibulum. Selanjutnya masuk kedalam ampula
sebagai hasil gerakan silia dan kontraksi otot.
KONSEPSI (3)

 Sebuah ovum mungkin ditangkap atau masuk


kedalam infundibulum tuba yang berlawanan.
Keadaan ini disebut migrasi eksterna.
 Ovum biasanya dibuahi dalam 12 jam setelah
ovulasi dan akan mati dalam 12 jam bila tidak
segera dibuahi.
TUMBUH KEMBANG JANIN DARI MINGGU KE
MINGGU
MINGGU KE-1

 Minggu ini sebenarnya masih periode menstruasi,


bahkan pembuahan pun belum terjadi sebab
tanggal perkiraan kelahiran bayi dihitung
berdasarkan hari pertama hain terakhir ibu.
 Proses pembentukan sperma dan telur yang
memberi informasi pada tubuh bahwa telah ada
calon bayi dalam rahim.
 Saat ini janin sudah memiliki segala bekal genetik,
sebuah kombinasi unik berupa 46 jenis kromosom
manusia. Selama masa ini, yang dibutuhkan
hanyalah nutrisi (melalui ibu) dan oksigen.
MINGGU KE-1 (2)

 Sel-sel telur berada di dalam rahim, berbentuk


seperti lingkaran sinar yang mengelilingi matahari.
Sel ini akan bertemu dengan sel-sel sperma dan
memulai proses pembuahan.
 5 juta sel sperma sekaligus berenang menuju
tujuan akhir mereka yaitu menuju sel telur yang
tersembunyi pada saluran telur.
 Walaupun pasukan sel sperma ini sangat banyak,
tetapi pada akhirnya hanya 1 sel saja yang bisa
menembus indung telur.
MINGGU KE-2

 Pembuahan terjadi pada akhir minggu kedua. Sel


telur yang telah dibuahi membelah dua 30 jam
setelah dibuahi.
 Sambil terus membelah, sel telur bergerak di dalam
lubang falopi menuju rahim.
 Setelah membelah menjadi 32, sel telur disebut
morula.
 Sel-sel mulai berkembang dan terbagi kira-kira dua
kali sehari sehingga pada hari yang ke-12 jumlahnya
telah bertambah dan membantu blastocyst terpaut
pada endometrium
MINGGU KE-3

 Sampai usia kehamilan 3 minggu, Ibu mungkin


belum sadar jika sedang mengandung.
 Sel telur yang telah membelah menjadi ratusan
akan menempel pada dinding rahim disebut
blastosit.
 Ukurannya sangat kecil, berdiameter 0,1-0,2 mm.
MINGGU KE-4

 Kini,bayi berbentuk embrio.


 Embrio memproduksi hormon kehamilan (chorionic
gonadotropin - hCG), sehingga apabila Anda
melakukan test kehamilan, hasilnya positif.
 Janin mulai membentuk struktur manusia.

 Saat ini telah terjadi pembentukan otak dan tulang


belakang serta jantung dan aorta (urat besar yang
membawa darah ke jantung).
MINGGU KE-5

 Terbentuk 3 lapisan yaitu


 Ectoderm : lapisan yang paling atas yang akan
membentuk system saraf pada janin tersebut yang
seterusnya membentuk otak, tulang belakang, kulit
serta rambut
 Mesoderm : berada pada lapisan tengah yang akan
membentuk organ jantung, buah pinggang, tulang dan
organ reproduktif.
 Endoderm : lapisan paling dalam yang akan
membentuk usus, hati, pankreas dan pundi kencing
MINGGU KE-6

 Ukuran embrio rata-rata 2-4 mm yang diukur dari


puncak kepala hingga bokong.
 Tuba saraf sepanjang punggung bayi telah
menutup. Meski belum bisa didengar, jantung bayi
mulai berdetak pada minggu ini
 Sistem pencernaan dan pernafasan mulai dibentuk,
pucuk-pucuk kecil yang akan berkembang menjadi
lengan kaki pun mulai tampak
MINGGU KE-7

 Akhir minggu ketujuh, panjangnya sekitar 5-13 mm


dan beratnya 0,8 gram, kira-kira sebesar biji kacang
hijau.
 Pucuk lengan mulai membelah menjadi bagian
bahu dan tangan yang mungil.
 Jantung telah dibagi menjadi bilik kanan dan bilik
kiri, begitu pula dengan saluran udara yang
terdapat di dalam paru-paru
MINGGU KE-8

 Panjang kira-kira 14-20 mm.


 Ujung hidung dan kelopak mata mulai berkembang, begitu
pula telinga.
 Brochi, saluran yang menghubungkan paru-paru dengan
tenggorokan, mulai bercabang.
 Lengan semakin membesar dan ia memiliki siku.

 Wajah bayi sudah mulai terbentuk diantaranya


pembentukan lubang hidung, bibir, mulut serta lidah.
Matanya juga sudah kelihatan berada dibawah membran
kulit yang tipis.
 Anggota tangan serta kaki juga terbentuk walaupun belum
sempurna
MINGGU KE-9

 Telingabagian luar mulai terbentuk, kaki dan


tangan terus berkembang berikut jari kaki dan
tangan mulai tampak. Janin mulai bergerak
walaupun ibu tidak dapat merasakannya.
 Dengan Doppler, detak jantung janin dapat
didengar pada minggu ini
 Panjangnya sekitar 22-30 mm dan beratnya sekitar
4 gram.
MINGGU KE-10

 Semua organ penting yang telah terbentuk mulai


bekerjasama.
 Pertumbuhan otak meningkat dengan cepat,
hampir 250.000 sel saraf baru diproduksi setiap
menit.
 Janin mulai tampak seperti manusia kecil dengan
panjang 32-43 mm dan berat 7 gram.
MINGGU KE-11

 Panjang tubuhnya mencapai sekitar 6,5 cm. Baik


rambut, kuku jari tangan dan kakinya mulai
tumbuh. Sesekali di usia ini janin sudah menguap.
 Gerakan demi gerakan kaki dan tangan, termasuk
gerakan menggeliat, meluruskan tubuh dan
menundukkan kepala, sudah bisa dirasakan ibu.
 Bahkan, janin kini sudah bisa mengubah posisinya
dengan berputar, memanjang, bergelung, atau
malah jumpalitan yang kerap terasa menyakitkan
sekaligus memberi sensasi kebahagiaan tersendiri
MINGGU KE-12

 Bentuk wajah bayi lengkap, ada dagu dan hidung


kecil.
 Jari-jari tangan dan kaki yang mungil terpisah
penuh.
 Usus bayi telah berada di dalam rongga perut.

 Akibat meningkatnya volume darah ibu, detak


jantung janin bisa jadi meningkat.
 Panjangnya sekitar 63 mm dan beratnya 14 gram.
MINGGU KE-13

 Pada akhir trimester pertama, plasenta


berkembang untuk menyediakan oksigen , nutrisi
dan pembuangan sampah bayi.
 Kelopak mata bayi merapat untuk melindungi mata
yang sedang berkembang.
 Janin mencapai panjang 76 mm dan beratnya 19
gram.
 Kepala bayi membesar dengan lebih cepat daripada
yang lain. Badannya juga semakin membesar untuk
mengejar pembesaran kepala.
MINGGU KE-14

 Tigabulan setelah pembuahan, panjangnya 80-110


mm dan beratnya 25 gram.
 Lehernya semakin panjang dan kuat.

 Lanugo, rambut halus yang tumbuh di seluruh


tubuh dan melindungi kulit mulai tumbuh pada
minggu ini.
 Kelenjar prostat bayi laki-laki berkembang dan
ovarium turun dari rongga perut menuju panggul.
 Detak jantung bayi mulai menguat tetapi kulit bayi
belum tebal karena belum ada lapisan lemak
MINGGU KE-15

 Tulang dan sumsum tulang di dalam sistem


kerangka terus berkembang.
 Jika janin perempuan, ovarium mulai menghasilkan
jutaan sel telur pada minggu ini.
 Kulit bayi masih sangat tipis sehingga pembuluh
darahnya kelihatan.
 Akhir minggu ini, beratnya 49 gram dan panjang
113 mm
 Bayi sudah mampu menggenggam tangannya dan
mengisap ibu jari. Kelopak matanya masih tertutup
MINGGU KE-16

 Bayi telah terbentuk sepenuhnya dan membutuhkan


nutrisi melalui plasenta.
 Bayi telah mempunyai tulang yang kuat dan mulai
bisa mendengar suara.
 Dalam proses pembentukan ini sistem peredaran
darah adalah yang pertama terbentuk dan berfungsi.
 Janin mulai bergerak

 Semakin banyak kalsium yang disimpan dalam tulang


bayi seiring dengan perkembangan kerangka.
 Bayi berukuran 116 mm dan beratnya 80 gram
MINGGU KE-17

 Dengan panjang 12 cm dan berat 100 gram, bayi


masih sangat kecil.
 Lapisan lemak cokelat mulai berkembang, untuk
menjada suhu tubuh bayi setelah lahir.
 Rambut, kening, bulu mata bayi mulai tumbuh dan
garis kulit pada ujung jari mulai terbentuk.
 Sidik jari sudah mulai terbentuk
MINGGU KE-18

 Janin sudah bisa mendengar pada minggu ini. Ia


pun bisa terkejut bila mendengar suara keras.
 Mata janin pun berkembang. Ia akan mengetahui
adanya cahaya jika ditempelkan senter yang
menyala di perut.
 Panjangnya sudah 14 cm dan beratnya 140 gram.

 Janin sudah bisa melihat cahaya yang masuk


melalui dinding rahim ibu.
 Hormon estrogen dan progesteron semakin
meningkat.
MINGGU KE-19

 Tubuh janin diselimuti vernix caseosa, semacam


lapisan lilin yang melindungi kulit dari luka.
 Otak janin telah mencapai jutaan saraf motorik
karenanya ia mampu membuat gerakan sadar
seperti menghisap jempol.
 Beratnya 226 gram dengan panjang hampir 16 cm.
MINGGU KE-20

 Setengah perjalanan telah dilalui. Kini, beratnya


mencapai 260 gram dan panjangnya 14-16 cm.
 Dibawah lapisan vernix, kulit bayi mulai membuat
lapisan dermis, epidermis dan subcutaneous.
 Kuku tumbuh pada minggu ini.

 Proses penyempurnaan paru-paru dan sistem


pernafasan.
 Pigmen kulit mulai terlihat
MINGGU KE-21

 Usus janin telah cukup berkembang sehingga ia


sudah mampu menyerap atau menelan gula dari
cairan lalu dilanjutkan melalui sistem pencernaan
manuju usus besar.
 Gerakan janin semakin pelan karena beratnya
sudah 340 gram dan panjangnya 20 cm
MINGGU KE-22

 Indera yang akan digunakan janin untuk belajar


berkembang setiap hari.
 Setiap minggu, wajahnya semakin mirip seperti saat
dilahirkan.
 Perbandingan kepala dan tubuh semakin
proporsional
MINGGU KE-23

 Meski lemak semakin bertumpuk di dalam tubuh


bayi, kulitnya masih kendur sehingga tampak
keriput. Ini karena produksi sel kulit lebih banyak
dibandingkan lemak.
 Ia memiliki kebiasaaan "berolahraga",
menggerakkan otot jari-jari tangan dan kaki, lengan
dan kaki secara teratur.
 Beratnya hampir 450 gram

 Tangan dan kaki bayi telah terbentuk dengan


sempurna, jari juga terbentuk sempurna.
MINGGU KE-24

 Paru-paru mulai mengambil oksigen meski janin


masih menerima oksigen dari plasenta.
 Untuk persiapan hidup di luar rahim, paru-paru bayi
mulai menghasilkan surfaktan yang menjaga
kantung udara tetap mengembang
 Kulit bayi mulai menebal
MINGGU KE-25

 Tulang janin semakin mengeras dan janin menjadi


bayi yang semakin kuat.
 Saluran darah di paru-paru janin sudah semakin
berkembang.
 Garis disekitar mulut janin sudah mulai membentuk
dan fungsi menelan sudah semakin membaik.
 Indera penciuman janin sudah semakin membaik
karena di minggu ini bagian hidung bayi (nostrils)
sudah mulai berfungsi.
 Berat bayi sudah mencapai 650-670 gram dengan
tinggi badan 34-37 cm.
MINGGU KE-26

 Janin sudah bisa mengedipkan matanya selain itu


retina matanya telah mulai terbentuk.
 Aktifitas otaknya yang berkaitan dengan
pendengarannya dan pengelihatannya sudah
berfungsi
 Berat badan bayi sudah mencapai 750-780 gram,
sedangkan tingginya 35-38 cm.
MINGGU KE-27

 Minggu pertama trimester ketiga, paru-paru, hati


dan sistem kekebalan tubuh masih harus
dimatangkan. Namun jika ia dilahirkan, memiliki
peluang 85% untuk bertahan.
 Indra perasa mulai terbentuk.

 Janin juga sudah pandai mengisap ibu jari dan


menelan air ketuban yang mengelilinginya.
 Berat umum bayi seusia si kecil 870-890 gram
dengan tinggi badan 36-38 cm.
MINGGU KE-28

 Minggu ini beratnya 1100 gram dan panjangnya 25 cm.


 Otak bayi semakin berkembang dan meluas.

 Lapisan lemak pun semakin berkembang dan rambutnya


terus tumbuh Lemak dalam badan mulai bertambah.
 Walaupun gerakan bayi sudah mulai terbatas karena
beratnya yang semakin bertambah, namun matanya sudah
mulai bisa berkedip bila melihat cahaya melalui dinding
perut ibunya.
 Kepalanya sudah mengarah ke bawah

 Paru-parunya belum sempurna, namun jika saat ini ia


terlahir ke dunia, bayi kemungkinan besar telah dapat
bertahan hidup.
MINGGU KE-29

 Kelenjar adrenalin janin mulai menghasilkan hormon


seperti androgen dan estrogen.
 Hormon ini akan menyetimulasi hormon prolaktin di
dalam tubuh ibu sehingga membuat kolostrum (air susu
yang pertama kali keluar saat menyusui).
 Sensitifitas dari janin semakin jelas, janin sudah bisa
mengidentifikasi perubahan suara, cahaya, rasa dan bau.
Selain itu otak bayi sudah bisa mengendalikan nafas dan
mengatur suhu badan dari bayi.
 Postur dari bayi sudah semakin sempurna sebagai
seorang manusia, berat badannya 1100- 1200 gram,
dengan tinggi badan 37-39 cm.
MINGGU KE-30

 Lemak dan berat badan bayi terus bertambah


sehingga bobot bayi sekarang sekitar 1400 gram
dan panjangnya 27 cm. Karena ia semakin besar,
gerakannya semakin terasa
 Cairan ketuban (amniotic fluid) di uterus semakin
berkurang.
 Janin sudah mulai memproduksi air mata.

 Berat badan bayi 1510-1550 gram, dengan tinggi


39-40 cm.
MINGGU KE-31

 Aliran darah di plasenta memungkinkan bayi menghasilkan air seni.


Ia berkemih hampir sebanyak 500 ml sehari di dalam air ketuban
 Perkembangan fisik bayi sudah mulai melambat pada fase ini,
hanya berat badan bayilah yang akan bertambah. Selain itu lapisan
lemak akan semakin bertambah dibawah jaringan kulitnya. Tulang
pada tubuh bayi sudah mulai mengeras, berkembang dan mulai
memadat dengan zat-zat penting seperti kalsium, zat besi, fosfor.
 Berkebalikan dengan perkembangan fisiknya, pada fase ini
perkembangan otaknyalah yang berkembang dengan sangat pesat
dengan menghasilkan bermilyar sel.
 Apabila diperdengarkan musik, bayi akan bergerak. Berat badan
bayi 1550-1560 gram dengan tinggi 41-43 cm.
MINGGU KE-32

 Jaritangan dan kaki telah tumbuh sempurna, begitu pula


dengan bulu mata, alis dan rambut di kepala bayi yang
semakin jelas.
 Lanugo yang menutupi tubuh bayi mulai rontok tetapi
sebagian masih ada di bahu dan punggung saat
dilahirkan.
 Dengan berat 1800 gram dan panjang 29 cm, kemampuan
untuk bertahan hidup di luar rahim sudah lebih baik
apabila di dilahirkan pada minggu ini.
 Kulit bayi semakin merah, kelopak matanya juga telah
terbuka dan sistem pendengaran telah terbentuk dengan
sempurna.
MINGGU KE-33

 Bayi telah memiliki bentuk wajah yang menyerupai ayah


dan ibunya.
 Otak bayi semakin pesat berkembang. Pada saat ini juga
otak bayi sudah mulai bisa berkoordinasi antara lain, bayi
sudah menghisap jempolnya dan sudah bisa menelan.
 Walaupun tulang-tulang bayi sudah semakin mengeras
tetapi otot-otot bayi belum benar-benar bersatu.
 Apabila bayinya laki-laki maka testis bayi sudah mulai
turun dari perut menuju skrotum.
 Berat badan bayi 1800-1900 gram, dengan tinggi badan
sekitar 43-45 cm.
MINGGU KE-34

 Bayisudah dapat membuka dan menutup mata


apabila mengantuk dan tidur, bayi juga sudah mulai
mengedipkan matanya.
 Tubuh ibu sedang mengirimkan antibodi melalui
darah ibu ke dalam darah bayi yang berfungsi
sebagai sistem kekebalantubuhnya dan proses ini
akan tetap terus berlangsung bahkan lebih rinci
pada saat ibu mulai menyusui.
 Berat Badan bayi 2000-2010 gram, dengan tinggi
badan sekitar 45-46 cm.
MINGGU KE-35

 Pendengaran bayi sudah berfungsi secara sempurna.


 Lemak dari tubuh bayi sudah mulai memadat pada
bagian kaki dan tangannya, lapisan lemak ini berfungsi
untuk memberikan kehangatan pada tubuhnya.
 Bayi sudah semakin membesar dan sudah mulai
memenuhi uterus.
 Apabila bayi laki-laki maka di bulan ini testisnya telah
sempurna.
 Berat badan bayi 2300-2350 gram, dengan tinggi
badan sekitar 45-47 cm.
MINGGU KE-36

 Kulit bayi sudah semakin halus dan sudah menjadi


kulit bayi.
 Lapisan lemak sudah mulai mengisi bagian lengan
dan betis dari bayi.
 Ginjal dari bayi sudah bekerja dengan baik dan
livernya pun telah memproduksi kotoran.
 Berat badan bayi 2400-2450 gram, dengan tinggi
badan 47-48 cm
MINGGU KE-37

 Kepala bayi turun ke ruang pelvik.


 Bentuk bayi semakin membulat dan kulitnya
menjadi merah jambu.
 Rambutnya tumbuh dengan lebat dan bertambah
5cm. Kuku terbentuk dengan sempurna.
 Berat badan bayi di minggu ini 2700- 2800 gram,
dengan tinggi 48-49 cm
MINGGU KE-38 - 40

 Proses pembentukan telah berakhir dan bayi siap


dilahirkan
6. ADAPTASI SAUDARA KANDUNG (SIBLING
RIVALING)
ADAPTASI SAUDARA KANDUNG

 Menurut Kartono dan Gulo (2000: 456), sibling


rivalry adalah suatu persaingan diantara anak-anak
dalam suatu keluarga yang sama, teristimewa untuk
memperoleh afeksi atau cinta kasih orang tua.
 Chaplin (2000: 463) lebih menekankan sibling
rivalry sebagai pertentangan saudara kandung, adik
dan kakak laki-laki, adik dan kakak perempuan atau
adik perempuan dan laki-laki, pertengkaran antara
saudara ini dapat disebabkan karena iri hati atau
adanya perbedaan minat.
ADAPTASI SAUDARA KANDUNG (2)

 Mussen, dkk (1994: 409) menyatakan bahwa


persaingan yang sering membawa atau
memunculkan perasaan iri terhadap saudara,
mungkin lebih disebabkan oleh kehadiran seorang
adik yang dapat menyebabkan kekuasaan seorang
kakak tersebut sebagian hilang, sehingga sebagai
seorang kakak kini harus bersaing dan kerap gagal
mendapatkan perhatian orang tua, ganjaran dan
pemenuhan kebutuhan ketergantungan.
ADAPTASI SAUDARA KANDUNG (3)

 Orang tua adalah kunci bagi munculnya sibling rivalry dan juga
berperan memperkecil munculnya hal tersebut (Setiawati,
2008: 1).
 Saudara kandung (sibling) perlu dipersiapkan akan kedatangan
adiknya karena dapat menimbulkan perasaan bersaing (sibling
rivalry)
 Hal ini timbul karena anak-anak takut perhatian orang tuanya
berubah
 Perlu memberi penjelasan tentang kehamilan didasarkan
tingkat pemahaman anak dengan merasakan gerakan janin,
dengar DJJ, hadir ketika ibu melahirkan
 Persiapan ini dilakukan orang tua dengan memberi cukup
perhatian agar ia tidak berperilaku regresif/agresif
PENCEGAHAN SIBLING RIVALRY

Pada anak toddler diberikan


kesempatan untuk Anak dapat membantu
Anak-anak diberitahu sejak merasakan gerakan bayi mengatur baju bayi di laci
awal kehamilan dalam rahim dan dijelaskan atau menyiapkan tempat
bahwa rahim adalah tempat tidur dan kamar bayi
khusus tumbuhnya bayi

Kenalkan anak dengan bayi


Mengajak anak ke tempat
sehingga anak tidak
Bantu anak menyesuaikan pemeriksaan kehamilan dan
membayangkan adiknya
diri terhadap perubahan ini berikan kesempatan untuk
akan cukup besar untuk
mendengarkan DJJ
diajak bermain
TERIMA KASIH
PERTANYAAN