Anda di halaman 1dari 6

Pengaruh Sosial Budaya Terhadap Kesehatan

Masyarakat

Oleh:
E l v. F e e d i a M o n a S a r a g i h , M . Tr. K e b
Di Indonesia masih banyak ditemukan sejumlah pengetahuan
dan perilaku budaya yang dinilai tidak sesuai dengan prinsip-
prinsip kesehatan menurut ilmu kedokteran atau bahkan
memberikan dampak kesehatan yang kurang menguntungkan
bagi ibu dan anaknya.
Salah satu contoh pengaruh sosial budaya yang masih melekat
adalah enggannya ibu hamil untuk memeriksakan kesehatan ke
puskesmas atau sarana kesehatan lainnya.
Karena budaya yang masih tetap mereka pegang akibatnya
banyak atau tingginya angka kematian ibu saat melahirkan
karena komplikasi atau tingginya angka kematian bayi dan balita.
Kurangnya gizi akibat berbagai pantangan dalam makanan,
contohnya adalah anak-anak tidak boleh banyak makan ikan
karena takut cacingan .
Dari contoh tersebut bisa kita ketahui bahwa salah satu persepsi
yang masih salah di masyarakat kita tentang memakan ikan yang
mengakibatkan banyaknya usia balita yang kekurangan gizi. Hal
tersebut tidak lain adalah karena faktor budaya yang mereka
pegang dari dahulu.
Masalah kesehatan masyarakat yang berkaitan dengan aspek
sosial budaya, antara lain:

Pre Eklamsi
Meningkatnya angka kematian ibu di Indonesia salah satunya
adalah karena pre-eklamsi , ibu enggan memeriksakan
kesehatannya, sehingga ibu tidak tau gejala-gejala dari pre-
eklamsi tersebut. Ada yang beranggapan kalau mereka kejang-
kejang pada saat hamil mereka berpendapat itu karena gangguan
dari mahluk halus atau sejenisnya dan mereka mengacuhkan
segala keadaan yang terjadi padanya. Mereka tidak tahu kalau
pre-eklamsi tersebut salah satu faktor yang dapat mempengaruhi
proses kelahiran.
Perdarahan
Perdarahan juga sering kita jumpai di masyarakat baik
perdarahan semasa hamil atau saat melahirkan. Perdarahan
semasa hamil disebabkan kurangnya asupan gizi pada ibu hamil.
Hal itu disebabkan oleh banyaknya pantangan-pantangan yang
mereka yakini.
Contohnya adalah ibu hamil tidak boleh makan ikan, telur
karena diyakini bahwa kalau ibu hamil mengkonsumsi ikan dan
telur maka anak yang dilahirkan nanti akan berbau amis.
Terimakasih