Anda di halaman 1dari 37

ASUHAN

KEPERAWATAN PADA
AN. A DENGAN
DIAGNOSA MEDIS
ANEMIA GRAFIS DI
BANGSAL KARTIKA
APA ITU ANEMIA ???

Anemia adalah suatu Anemia adalah


keadaan dimana kadar penurunan jumlah
Hb dan / atau hitung massa eritrosit (red
eritrosit lebih rendah cell mass) dan atau
dari nilai normal.
massa hemoglobin
Dikatakan sebagai
anemia bila Hb < 14 sehingga tidak
g/dL (normal : 14-16 dapat memenuhi
g/dL) dan Ht < 40 % fungsinya untuk
(normal : 40-48 vol %), membawa oksigen
pada pria atau Hb <12 dalam jumlah yang
g/dL (normal 12-14
cukup ke jaringan
g/dL) dan Ht <37%
(normal : 37-43 vol %) perifer (Lubis,
PENYEBAB ANEMIA MENURUT NURARIF &
HARDHI (2015)
Kehilangan darah Bahan baku
Gangguan produksi sel a. Akut karena untuk
darah merah, yang perdarahan membentuk
dapat terjadi karena : b. Kronis karena eritrosit tidak
a. Perubahan sintesa
perdarahan ada ini
Hb yang dapat merupakan
menimbulkan
c. Hemofilia (defisiensi
factor pembekuan penyebab
anemia
darah) tersering dari
b. Perubahan sintesa
anemia dimana
DNA akibat Meningkatnya
kekurangan terjadi
pemecahan eritrosit kekurangan zat
nutrient
c. Fungsi sel induk
(hemolisis) yang dapat gizi yang
(stem sel) terjadi karena diperlukan
terganggu a. Faktor bawaan untuk sintesis
d. Infiltrasi sumsum misalnya eritrosit, antara
tulang kekurangan enzim lain besi,
G6PD vitamin B12 dan
b. Faktor yang didapat, asam folat
yaitu bahan yang
MANIFESTASI KLINIS MENURUT MANSJOER
(2008)
3. Anemia karena perdarahan
Anemia mikrositik a. Perdarahan akut : timbul renjatan
hipokromik bila pengeluaran darah cukup
1. Anemia defisiensi banyak, penurunan kadar Hb baru
besi terjadi beberapa hari kemudian
a. Perubahan kulit
b. Perdarahan kronik : kadar Hb
b. Mukosa yang
progresif
menurun
2. c.Anemia makrositik
Lidah yang halus 4. Anemia aplastik : tampak pucat,
a. Defisiensi vit B12 / lemah, demam, purpura,
penisiosa : anoreksia, perdarahan
diare, dyspepsia, 5. Anemia hemolitik : hemolis, ikterus,
lidah yang licin, pucat splenomegaly
Tanda : pucat, takikardi, tanda tanda
dan agak ikterik
jantung kongestif, perdarahan,
b. Defisiensi asam penonjolan retina, demam dingin
folat : neurologi, Gejala : lesu, mudah lelah, dyspnea,
hilangnya daya ingat, palpitasi, angina, sakit kepala, vertigo,
gangguan kepala terasa ringan, gangguan
kepribadian penglihatan, perasaan mengantuk,
anoreksia, nausea, gangguan pencerna,
Komplikasi Menurut Murwani
(2011)
Anemia Anemia Anemia
hipokromik normokronik normokromik
mikrositer normositer makrositer
Sel darah merah Sel darah merah Sel darah merah
memiliki ukuran sel memiliki ukuran dan memiliki ukuran
yang kecil dan bentuk normal serta yang lebih besar
pewarnaan yang mengandung jumlah dari pada normal
berkurang atau haemoglobin dalam tetapi kandungan
kadar haemoglobin batas normal haemoglobin dalam
yang berkurang a. Anemia pasca batas normal
a. Anemia defisiensi perdarahan akut a. Bentuk
besi b. Anemia aplastic megablastik :
b. Thalasemia major c. Anemia hemolitik anemia defisiensi
c. Anemia akibat didapat asam folat,
penyakit kronik d. Anemia akibat anemia defisiensi
d. Anemia penyakit kronik B12
sideroblastik e. Anemia pada b. Bentuk non
CKD megablastik :
f. Anemia pada anemia pada
sindrom penyakit hati
mielodiplastik kronik, anemia
KOMPLIKASI
Menurut Mansjoer (2008) anemia
menyebabkan daya tahan tubuh
berkurang akibatnya mudah
terkena infeksi, jantung
gampang lelah karena harus
memompa darah lebih kuat dan
mengganggu perkembangan
organ – organ tubuh.
PEMERIKSAAN DIAGNOSTIC
1. Pemeriksaan darah lengkap : Jumlah eritrosit, hemoglobin
dan hematokrit biasanya menurun
2. Jumlah retikulosit bervariasi
3. LED : peningkatan menunjukan adanya reaksi inflamasi
4. Hemoglobin elektroforesis : mengidentifikasi tipe struktur
haemoglobin
5. Tes schilling : penurunan ekresi vit B12
6. Masa perdarahan : memanjang
P
E
N
A
T
A
L
A
K
S
A
N
A
A
N
PENGKAJIAN FOKUS
a. Identitas pasien
b. Keluhan utama : pasien mengeluhkan pusing, lemas, cepat
capek dan tampak pucat
c. Riwayat kesehatan : apakah pasien mempunyai riwayat
trauma ?
d. Pemeriksaan fisik : pasien pucat, konjungtiva anemis, TD
turun, BB turun
e. Pola fungsional Gordon : pola makan yang salah biasanya
pasien mengonsumsi fastfood, pola aktivitas istirahat
biasanya pasien mengalami kurang tidur dan kebanyakan
aktivitas.
f. Pemeriksaan laboratorium : Hb, eritrosit, hematokrit turun
DIAGNOSA KEPERAWATAN YANG SERING MUNCUL

1. Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari


kebutuhan tubuh b.d factor biologis
2. Intoleransi aktivitas b.d kelemahan umum
3. Ketidakefektifan perfusi jaringan serebral b.d
kurangnya suplai O2
4. Risiko perdarahan dengan factor risiko
perdarahan aktif
5. Risiko infeksi dengan factor risiko pertahanan
tubuh sekunder tidak adekuat
Diagnosa Keperawatan NOC NIC
Ketidakseimbangan nutrisi Nutrision : food and Nutritional
kurang dari kebutuhan tubuh fluid theraphy management
b.d factor biologis
Intoleransi aktivitas Activity tolerance Activity theraphy
Ketidakefektifan perfusi Cerebral perfusion Oksigen theraphy
jaringan serebral b.d kurang
suplai O2
Risiko infeksi dengan factor Risk control Infection control
risiko pertahanan tubuh
sekunder tidak adekuat
Risiko perdarahan dengan Blood lose severity Bleeding
factor risiko perdarahan aktif precaution
IMPELEMENTASI KEPERAWATAN
Pelaksaan keperawatan dilakukan sesuai dengan
rencana keperawatan selama 3 x 24 jam yang
sudah ditetapkan sesuai dengan kondisi pasien.
Pada pasien anemia akan dilakukan :
1. Pemeriksaan TTV secara berkala
2. Pemeriksaan darah secara berkala
3. Kolaborasi dengan dokter pemberian terapi
dan pemberian transfuse darah
EVALUASI KEPERAWATAN
Setelah dilakukan tindakan keperawatan
selama 3x24jam akan dilakukan evaluasi
dari tindakan yang dilakukan berupa
evaluasi proses dan evaluasi hasil yang
akan ditulis pada lembar CPPT didalam
status pasien.
Pada tanggal 1 Oktober 2018 jam 15.30
pasien datang ke Poli penyakit Anak RS dr.
Soetarto dengan keluhan demam sejak
kamis sore badan terasa lemas, mual, batuk,
pilek, nafsu makan dan minum berkurang,
terasa mual, pusing. Dokter menyarankan
pasien untuk rawat inap, pasien dibawa ke
bangsal kartika kelas II pada pukul 15.30
dengan kondisi pasien mengeluh terasa
lemas, mual, batuk, pilek, nafsu makan
berkurang, terasa mual, pusing. Pada saat
sampai di bangsal kondisi pasien ku lemah,
composmentis GCS E4M6V5.
PENGKAJIAN

1. IDENTITAS PASIEN
a. Nama : An. A
b. Usia : 16 tahun
c. Jenis kelamin : Laki-laki
d. Agama : Islam
e. No RM : 01 38 79
f. Alamat : Bener Tegalrejo Yk
g. Diagnosa Medis : Anemia
2. IDENTITAS PENANGGUNG JAWAB
h. Nama : Tn. A
i. Pekerjaan : TNI
j. Alamat : Bener Tegalrejo Yk
k. Hubungan dengan pasien : Orang tua
1. KELUHAN UTAMA SAAT PENGKAJIAN
Pasien mengatakan badan demam sejak kamis
sore, badan terasa lemas, mual, batuk, pilek,
nafsu makan dan minum berkurang, terasa mual,
pusing.
2. RIWAYAT KESEHATAN SEKARANG
a) Alasan masuk RS
Pasien datang dari rumah ke Poli penyakit
Anak RS dr. Setarto dengan keluhan demam,
badan lemas, mual, batuk, pilek, nafsu makan
dan minum berkurang, terasa mual, pusing.
3. RIWAYAT KESEHATAN DAHULU
Pasien dan keluarga mengatakan sebelumnya
belum pernah dirawat.
PEMERIKSAAN FISIK

Keadaan umum
Kesadaran : lemah, Composmentis
GCS : E4M6V5
- TD : 110/70mmHg
- S : 37,3 C
- N : 87kali/menit
- RR : 20 kali/menit
- BB : 65kg
- TB : 160 cm
THORAK
Inspeksi : dada simetris, tidak ada lesi
Auskultasi : suara nafas normal
Perkusi : sonor
Palpasi : tidak ada nyeri tekan
JANTUNG
Inspeksi : tidak ada lesi
Perkusi : Suara redup
Auskultasi: Suara S1 dan S2 regular
ABDOMEN
Inspeksi : tidak ada lesi
Auskultasi : terdapat bising usus
11 kali/menit
Perkusi : terdengar suara tympani
Palpasi : tidak ada nyeri tekan
EKSTERMITAS : kedua tangan dan
5 5
kaki dapat digerakkan,
5 5
kekuatan
otot
1. POLA NUTRISI
Sebelum Sakit : pasien mengatakan makan
sehari 2-3 kali porsi sedang dengan nasi lauk
dan jarang menggunakan sayur, pasien
mengatakan lebih banyak makan makanan dari
luar (jajan) dalam sehari minum ± 5 gelas
berupa air putih.
Selama Sakit : pasien mengatakan makan sehari
3 kali tetapi dengan porsi sedikit dengan
bubur lauk dan sayur, dalam sehari hanya
minum ± 7-8 gelas berupa air putih, sari buah
dan teh.
2. POLA ELIMINASI
Sebelum Sakit : keluarga pasien mengatakan
BAB teratur setiap hari pada pagi hari. Bentuk
lunak berwarna kuning kecoklatan. BAK lancar
3. POLA AKTIVITAS
Sebelum Sakit : pasien mengatakan dalam
sehari-hari aktivitas mandiri
Selama Sakit : pasien mengatakan selama
sakit aktivitas pasien dibantu oleh
keluarga seperti toileting, mobilisasi dll.
4. KEBUTUHAN ISTIRAHAT DAN TIDUR
Sebelum Sakit : pasien mengatakan pasien
sebelum sakit sehari-hari lebih banyak
untuk istirahat, tidur dari pukul 22.00-
05.30
Selama Sakit : keluarga pasien mengatakan
selama sakit diperbanyak untuk istirahat.
5. PEMELIHARAAN KESEHATAN
Pasien dan keluarga tidak mengetahui
bahwa pasien memiliki penyakit Anemia.
6. POLA HUBUNGAN
Pasien tinggal dengan orangtuanya.
7. KOPING DAN TOLERANSI
Pengambilan keputusan dalam
menjalankan tindakan dilakukan oleh
pihak keluarga, terutama orang tua
pasien.
8. PERSEPSI KESEHATAN
Pasien dan keluarga tidak mengerti
bahwa pasien memiliki penyakit anemia.
PEMERIKSAAN LABORATORIUM
Pemeriksaan pada tangga 1 Oktober 2018
Hematologi
Gol. Darah Rh O/+
Morfologi darah tepi
Eritrosit : Normosit, sterosit,
normokromik, NRBC (+)
Lekosit : Jumlah Cukup, limfositosis,
limfosit atipik (blast like +)
Trombosit : Jumlah menurun, penyebaran
merata, trombosit besar (+), kromik DD
proses hemolitik disertai
trombositopenia dan proses infeksi
viral.
PEMERIKSAAN PADA TANGGAL 1 OKTOKBER
Nama Tes Hasil Nilai Rujukan Unit Metode
Jumlah sel
darah 6.0* 14-16 g/dL Cyanmet
Hemoglobin
Hematokrit 17.1* 40-48 % Impedance
Lekosit 9800 4.000-10.000 ribu/mm Impedance
3
Trombosit 75000* 150.000-450.000 Ribu/uL Impedance
Eritrosit 1.51* 4.0-5.0 Ribu/uL Impedance
Index
MCV 113.8* 80.0-99.0 fL Kalkulasi
MCH 39.7* 26.5-33.5 Pg Kalkulasi
MCHC 35.0 32.0-36.0 % Kalkulasi
Differential
Segmen 39.5* 40-80 % Impedance
Limfosit 52* 20-40 % Impedance
MID% 9.0 1-10 % Impedance
C ATATA N : R I K D U L P O
PEMERIKSAAN PADA TANGGAL 4 OKTOBER 2018

HEMATOLOGI
Jumlah Sel
Darah 17.2* 14-16 g/dL Cyanmet
Hemoglobin
Hematokrit 48.2* 40-46 % Impedance
Lekosit 18.000* 4.000-10.000 Ribu/mm Impedance
3
Tombosit 313.000 150.000- Ribu/UL Impedance
450.000
2. PEMERIKSAAN RADIOLOGI
Foto Thorax PA + LAT
Hasil : Corakan bronchovaskular
normal, tak tampak opasitas abnormal
di mediastinum, sinus Costophrenicus
bilateral laneip diafragma dextra
ketinggian normal, cor CTR < 0,5
Kesan : pulmo dan besar COR dalam
batas normal. Tak tampak tanda-tanda
massa mediastinum maupun tanda-
tanda pendorongan diafragma dextra
karena hepatomegali.
TRANSFUSI DARAH
Rencana Dilakukan tranfusi 4 Kolf, 2 kolh/hari
1. Transfusi Pertama
Pada tanggal 2 Oktokber Masuk jam 14.35-16.10
2. Tranfusi Kedua
Pada tanggal 2 Oktober 2018 Masuk jam 22.00-23.45
Transfusi diberhentikan karena pasien mengatakan
gatal-gatal dan badan kemerahan
3. Tranfusi ketiga
Pada tanggal 3 Oktober 2018 Masuk jam 11.30-
13.30
Trasnfusi diberhentikan karena pasien mengatakan
gatal-gatal dan badan kemerahan setelah transfusi,
inj dexamethason 1A dan dipenhidramin 1 A
TERAPI OBAT
Tgl/jam Nama Obat Cara Frekuensi
Pemberian
1 Oktober Inf Nacl 0,9% IV 20 tpm
2018/15.30 (Sebelum dan
Sesudah
Transfusi)
RL IV 20 tpm
Asam folat Oral 1 mg/24 jam
Mecobalamin Oral 500mg/12 jam
Paracetamol Oral 500 mg/kp
Diet
Tgl/jam
1 Oktober 3x2500 kkal
2018/15.30
ANALISA DATA
Data Masalah Penyebab
DS: Ketidakseimbanga Faktor Biologis
- Pasien mengatakan lemas n nutrisi kurang
- Pasien mengatakan mual dari kebutuhan
- Pasien mengatakan pasien mengatakan tubuh
makan sehari 2-3 kali porsi sedang
dengan nasi lauk jarang menggunakan
sayur,
- pasien mengatakan lebih banyak makan
makanan dari luar (jajan) dalam sehari
minum ± 5 gelas berupa air putih.
DO:
- KU : lemah, Composmentis
- Konjungtiva anemis
- TD : 110/70mmHg
- S : 37,3 C
- N : 87kali/menit
- RR : 20 kali/menit
- BB : 65kg
- TB : 160 cm
- Hasil pemeriksaan Laboratorium :
Hemoglobin 6.0, hematokrit 17.1
Data Masalah Penyebab
DS: Intoleransi aktivitas Kelemahan Umum
- Pasien mengatakan
badannya lemas
- Pasien mengatakan mual
- Pasien mengatakan
pusing
- Pasien mengatakan
gliyer
DO:
- KU : lemah,
Composmentis
- TD : 110/70mmHg
- S : 37,3 C
- N : 87kali/menit
- RR : 20 kali/menit
DATA MASALAH PENYEBAB
DS : Resiko Infeksi Prosedur invansif,
- Pasien mengatakan pertahanan tubuh
deman pada saat sekunder tidak
dirumah
adekuat
DO :
- KU : lemah,
Composmentis
- TD : 110/70mmHg
- S : 37,3 C
- N : 87kali/menit
- RR : 20 kali/menit
- Dilakukan
pemasangan infus
ditangan kiri
- Rencana Dilakukan
transfusi 4 kolf
- Hasil pemeriksaan
Laboratorium :
Hemoglobin 6.0,
hematokrit 17.1,
leukosit 9800
DIAGNOSA KEPERAWATAN
1. Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh
berhubungan dengan faktor biologis ditandai dengan Pasien
mengatakan lemas, Pasien mengatakan mua, Pasien mengatakan
pasien mengatakan makan sehari 2-3 kali porsi sedang dengan
nasi lauk jarang menggunakan menggunakan sayur, pasien
mengatakan lebih banyak makan makanan dari luar (jajan) dalam
sehari minum ± 5 gelas berupa air putih, KU : lemah,
Composmentis, Konjungtiva anemis, TD : 110/70mmHg, S : 37,3 C,
N : 87kali/menit, RR : 20 kali/menit, BB : 65 kg, TB : 160 cm, Hasil
pemeriksaan Laboratorium : Hemoglobin 6.0, hematokrit 17.1
2. Intoleransi aktivitas berhubungan dengan Kelemahan Umum
ditandai dengan Pasien mengatakan badannya lemas, Pasien
mengatakan badannya lemas, Pasien mengatakan mual, Pasien
mengatakan pusing, pasien mengatakan gliyer, KU : lemah,
Composmentis, TD : 110/70mmHg, S : 37,3 C, N : 87kali/menit, RR
: 20 kali/menit
3. Resiko Infeksi berhubungan dengan prosedur invansif , pertahanan
ubuh sekunder tidak adeuat ditandai dengan Pasien mengatakan
deman pada saat dirumah, KU : lemah, Composmentis, TD :
110/70mmHg, S : 37,3 C, N : 87kali/menit, RR : 20 kali/menit,
Dilakukan pemasangan infus ditangan kiri, rencana akan
INTERVENSI KEPERAWATAN
Diagnosa Tujuan Intervensi
Keperawatan
Ketidakseimbangan Setelah dilakukan 1. Observasi intake
nutrisi kurang dari asuhan keperawatan dan output nutrisi
kebutuhan tubuh selama 3x24 jam 2. Observasi hasil lab
berhubungan dengan kebutuhan nutrisi 3. Anjurkan untuk
faktor biologis terpenuhi dengan makan sedikit
kriteria hasil : namun sering
1. Tidak ada 4. Edukasi pasien
penurunan berat untuk mengurangi
badan konsumsi makan/
2. Hasil lab jajan dari luar
hemoglobin (14-16) 5. Kolaborasi dengan
3. Tidak terjadi mual ahli gizi untuk
dan muntah pemberian nutrisi
3x2500 kkal
6. Kolaborasi dengan
dokter untuk
dilakukan transfusi
4 Kolf dalam sehari
masuh 2 Kolf
Diagnosa Tujuan Intervensi
Keperawatan
Intoleransi aktivitas Setelah dilakukan 1. Observasi Tanda-
berhubungan dengan asuhan keperawatan tanda vital pasien
Kelemahan Umum selama 3x 24 jam 2. Anjurkan pasien
pasien dapat untuk banyak
beraktifitas secara beristirahat atau
adekuat dengan bedrest
kriteria hasil: 3. Monitor intake
1. Tanda-tanda vital nurtisi untuk
dalam batas memasukkan
normal kecukupan energi
2. Saturasi oksigen 4. Balance Cairan
dalam batas
normal
3. Memelihara nutrisi
yang adekuat
Diagnosa Tujuan Intervensi
Keperawatan
Resiko Infeksi Setelah dilakukan 1. Observasi tanda-
berhubungan asuhan tanda vital
dengan prosedur keperawatan pasien dan
invansif, selama 3x24 jam tanda-tanda
pertahanan tubuh tidak terjadi infeksi infeksi
sekunder tidak dengan kriteria 2. Edukasi pada
adekuat hasil : keluarga pasien
1. Tanda-tanda vital untuk cuci
dalam batas tangan sebelum
normal dan sesudah
2. Tidak ada tanda- bertemu pasien
tanda infeksi
(Rubor, kalor
dolor
fungsiolaesa)
3. Pemeriksaan
Laboratorium
Lekosit dbn
IMPLEMENTASI DAN EVALUASI
KEPERAWATAN

implementasi dan evaluasi.docx


TERIMAKASIH 