Anda di halaman 1dari 11

MIKROBIOLOGI

DAN VIROLOGI
VIRUS
KELOMPOK 3
1
NAMA ANGGOTA

1. YUNI SAPITRI (1604014)


2. ELLA GUSTINA (1604048)
3. INTAN ISTIQOMAH (1804135)
4. LIZA SYOFYANI (1804149)
5. PRITA ULTI MARDIAN (1804161)
6. SISKA SYAFRI ANANDA (1804173)
7. SINTA MELIYANA (1804185)
MATERI PEMBAHASAN
VIR U S

01 VIRUS PADA HEWAN


 VIRUS FLU BURUNG

02 VIRUS PADA TUMBUHAN


 TOBACCO MOSAIC VIRUS

03 VIRUS PADA MANUSIA


 HEPATITIS

04 VIRUS PADA BAKTERI


 T4 VIRUS
VIRUS PADA HEWAN
FLU BURUNG

Penyakit flu burung (Avian Influenza) atau AI adalah suatu penyakit menular yang disebabkan
oleh virus influenza tipe A yaitu virus H5N1 yang ditularkan oleh unggas, misalnya ayam,
bebek, burung, angsa, kalkun, atau unggas sejenis.
Sebenarnya penyakit flu burung merupakan penyakit pada hewan (zoonosis). Akan tetapi,
dalam perkembangannya virus penyebab penyakit ini mengalami mutasi yang
mengakibatkan virus ini dapat ditularkan kepada manusia. Penyakit flu burung sekarang
endemis di populasi ayam dibeberapa daerah di Indonesia. Jutaan unggas mati karena
penyakit ini dan juga dimusnahkan sebagai wujud penanganan kasus penularan flu burung.
Cara Penularan Penyakit
Flu Burung pada Unggas
Virus flu burung dapat menular melalui udara ataupun kontak
melalui makanan, minuman, dan sentuhan. Namun, virus ini
akan mati dalam suhu yang tinggi dan dapat bertahan hidup
pada suhu yang dingin. Bahan makanan yang didinginkan
atau dibekukan pun dapat menyimpan virus.

Kenapa penyakit flu burung sangat berbahaya? Penyakit


yang disebabkan oleh virus H2N1 ini dapat membunuh seluruh
ternak unggas di areal usaha peternakan dalam waktu
singkat. Flu burung dapat menyebar dengan cepat ke areal
peternakan lain dan dapat menjangkiti manusia hingga
menyebabkan kematian.
Gejala Klinis/Ciri-ciri Penyakit Flu Burung pada Unggas
Flu Burung harus dicurigai pada saat terjadi Berikut ini beberapa tanda-tanda atau gejala serangan
flu burung pada ternak unggas ;
wabah penyakit ternak unggas yang secara terus
menerus bertahan walaupun telah dilakukan Gejala klinis serangan flu burung pada unggas sangat

tindakan pencegahan dan penyembuhan bervariasi, dan dipengaruhi oleh faktor lain seperti jenis virus
yang menginfeksinya, jenis unggas yang terinfeksi, umur
terhadap penyakit lainnya yang mungkin dapat
unggas, penyakit-penyakit lain yang ada pada saat itu, dan
menjadi sumbernya. Kasus serangan flu lingkungannya.

burung Highly Pathogenic sangat sulit dibedakan


Penyakit flu burung muncul secara tiba-tiba pada sekelompok
dari penyakit lain menyebabkan kematian tinggi
ternak, dan banyak unggas yang mati. Bisa dengan sangat
secara tiba-tiba. Gejala klinis flu burung sangat cepat tanpa menunjukkan tanda-tanda atau gejala sakit atau

mirip dengan penyakit Newcastle/ND/Tetelo yang dengan hanya menunjukkan sedikit depresi, tidak nafsu
makan, bulu rontok dan suhu badan tinggi.
ganas, wabah penyakit pada itik, keracunan
yang akut. Gejala flu burung juga mirip dengan Unggas lainnya menunjukkan kondisi yang lemah dan
jalannya sempoyongan. Unggas yang sakit seringkali duduk
penyakit kolera unggas akut dan penyakit infeksi
atau berdiri dalam keadaan setengah tidur atau mengantuk
lainnya yang menyebabkan pembengkakan dengan kepala menyentuh tanah.
pada jengger dan pial
Gejala Klinis/Ciri-ciri Penyakit Flu Burung pada Unggas
Beberapa ternak, khususnya unggas yang masih muda Terjadi pendarahan pada daerah kulit yang
memperlihatkan tanda-tanda sakit pada syaraf. tidak ditumbuhi bulu, khususnya tulang
kering pada kaki.
Gejala serangan pada unggas betina yang mulai bertelur
akan menghasilkan telur dengan cangkang yang tipis, dan Laju kematian bervariasi, dari 50% sampai

kemudian segera berhenti bertelur. 100% sedikitnya setengah dari ternak


unggas mati.
Jengger dan pial berwarna merah kehitaman sampai biru
dan bengkak, dan dapat juga disertai pendarahan yang Pada ayam kalkun, penyakitnya mirip

kental diujung-ujungnya. dengan yang menyerang pada ayam


petelur, tetapi berlangsung 2 atau 3 hari
Diare banyak dan seringkali muncul, dan unggas merasa lebih lama. Kadang-kadang kelopak mata
haus luar biasa. dan rongga hidung membengkak.

Unggas bernafas dengan cepat dan sulit.


Hingga saat ini belum ada
pengobatan yang spesifik untuk
penyakit flu burung, semua
pengobatan hanya menunjang
secara alam untuk melegakan alat
pernapasan. Pengobatan dengan
antibiotik hanya untuk mencegah
efek ikutan pada infeksi bakteri dan
mycoplasma. Vaksinasi hanyalah
salah satu metode sebagai upaya
untuk pencegahan dan pengendalian
tanpa mengabaikan metode atau
prinsip pengendalian lainnya.
Tindakan Pencegahan
Penularan Penyakit Flu
Burung pada Unggas
Upaya pencegahan penularan dilakukan dengan cara
menghindari bahan yang mungkin sebagai sumber
kontaminasi misalnya tinja dan secret unggas, yaitu :

Pemusnahan Vaksinasi pada Pengawasan kasus


unggas/burung yang unggas yang flu burung
terinfeksi flu burung
sehat
dalam radius tiga
kilometer.

Meningkatkan Peningkatan kesadaran Pengendalian lalu lintas


biosekuriti (tindakan masyarakat keluar masuk ternak
pengawasan dan
unggas dan produk
pengamanan yang ketat
unggas.
terhadap unggas yang
terinfeksi flu burung)
TERIMA
KASIH