Anda di halaman 1dari 14

MK : Bank dan Lembaga Keuangan

non Bank
KODE MK : EKS14205

Inisiasi ke - 3 : BANK INDONESIA


Program Studi: Akuntansi
Fakultas : Ekonomi

Penulis: Elsye Fatmawati, SE., MM.


Email : elsyefatmawati2016@gmail.com
MODUL Ke-3 : BANK INDONESIA

Sub-Pokok Bahasan :
1. Bank Sentral dalam Perekonomian, yang terdiri dari uang dalam
perekonomian, dan peran Bank Sentral dalam Perekonomian
2. Bank Indonesia sebagai Bank Sentral, yang terdiri dari sejarah Bank
Indonesia, dan Kelembagaan dan Operasional Bank Indonesia

2
1. Bank Sentral dalam Perkekonomian
A. Uang dalam Perekonomian
 Uang adalah segala sesuatu yang berfungsi sebagai alat tukar yang
diterima umum.
untuk mengetahui bagaimana peranan uang dalam perekonomian, kita perlu
membandingkan antara sistem ekonomi barter dengan sistem
ekonomi uang.
1) Evolusi dan Perkembangan Uang

2) Fungsi Uang
.Pada umumnya fungsi uang dikelompokkan menjadi 2, yaitu
 fungsi dasar yang meliputi sebagai media transaksi dan sebagai
penyimpan nilai, dan
 fungsi tambahan yaitu sebagai satuan hitung, alat pembayaran baik saat
ini maupun yang akan datang, dan sebagai instrumen untuk spekulasi
a) Uang sebagai media transaksi
Fungsi ini merupakan fungsi yang amat penting dari uang. Selain itu, dengan adanya uang,
maka harga standar dari barang bisa ditentukan sehingga pertukaran bisa semakin dinamis.
b) Uang sebagai penyimpan nilai
Fungsi uang sebagai penyimpan nilai ini menjadikan uang sebagai salah satu bentuk
kekayaan.
c) Uang sebagai satuan hitung
Fungsi satuan hitung, menjadikan masyarakat bisa mengukur, membandingkan, ataupun
menjumlahkan barang yang wujudnya berbeda
d) Uang sebagai alat pembayaran
Dalam kegiatan perekonomian, perkembangan kebutuhan tidak saja menyangkut
kebutuhan produk fisik tetapi juga jasa. Sebagai alat pembayaran, uang dapat digunakan
untuk pembayaran saat ini maupun untuk pembayaran yang akan datang, misalnya
transaksi kredit.
e) Uang sebagai instrumen untuk spekulasi
Sebagai salah satu bentuk kekayaan, uang dapat digunakan sebagai instrumen untuk
berspekulasi.
B. Bank Sentral dalam Perekonomian
1. Peranan Bank Sentral Dalam Perekonomian
Untuk mengatur uang, peranan bank sentral adalah strategis. Peranan yang
paling mendasar adalah sebagai penyedia uang inti, yaitu yang bertugas
mencetak dan mengedarkan uang.
Di semua negara, bank sentral merupakan satu-satunya lembaga yang
berwenang untuk menyediakan dan mengedarkan mata uang yang diperlukan
masyarakat sebagai alat pembayaran
ada empat fungsi utama lain bank sentral dalam perekonomian,
meliputi:
1. Fungsi kebijakan moneter
Untuk menjaga stabilitas nilai uang, bank sentral diberi beberapa kewenangan,
antara lain merumuskan dan melaksanakan kebijakan moneter untuk
mengendalikan jumlah uang beredar.
2. Melakukan pengaturan dan pelaksanaan sistem pembayaran
Fungsi terkait dengan pengaturan dan pelaksanaan sistem pembayaran,
mencakup sekumpulan kesepakatan, aturan, standar, dan prosedur peredaran
uang antar pihak dengan menggunakan instrumen pembayaran yang syah.

3. Bank sentral sebagai banknya para bank (bank's of the banks)


Artinya, jika perbankan membutuhkan uang untuk memenuhi kebutuhan
likuiditasnya, maka bank akan meminjam uang dari bank sentral
4. Mengatur dan mengawasi perbankan
Bank merupakan lembaga yang cukup vital dalam proses intermediasi
proses intermediasi antara pihak yang kelebihan dana dengan pihak yang
membutuhkan dana lebih banyak menggunakan bank dari pada lembaga
keuangan lain.
 Tujuan dan Sasaran Bank Indonesia
Dalam Undang-Undang No. 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia yang telah
diubah dengan Undang-Undang No.3 Tahun 2004, dan Undang-Undang
Nomor 6 Tahun 2009, disebutkan bahwa tujuan Bank Indonesia adalah
mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah
Tujuan Bank Indonesia dalam mencapai dan memelihara kestabilan nilai
rupiah. tersebut merupakan tujuan tunggal (single objective).
Kestabilan nilai rupiah yang dimaksud dalam UU tersebut diukur
dengan dua dimensi, yaitu:
1. Kestabilan nilai rupiah terhadap barang dan jasa serta terhadap mata uang
negara lain. Kestabilan nilai rupiah terhadap barang dan jasa diukur
dengan atau tercermin dari perkembangan laju inflasi.
2. Kestabilan nilai rupiah terhadap mata uang negara lain diukur dengan atau
tercermin dari perkembangan nilai tukar rupiah terhadap mata uang
negara lain.
 Tugas Pokok Bank Indonesia
Dari tujuan tunggal tersebut, maka tugas pokok Bank Indonesia yang
tertuang dalam Undang-Undang No. 23 Tahun 1999 tentang Bank
Indonesia yang telah diubah dengan Undang-Undang No. 3 Tahun 2004,
dan Undang­Undang Nomor 6 Tahun 2009 meliputi 3 tugas utama,
yaitu:
1. menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter;
2. mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran;
3. mengatur dan mengawasi Bank
Dalam menjalankan tugas pengawasan bank, saat ini BI melaksanakan
sistem pengawasannya dengan menggunakan 2 pendekatan yakni
pengawasan
1. berdasarkan kepatuhan (compliance based supervision) dan pengawasan
• Pendekatan pengawasan berdasarkan kepatuhan pada dasarnya
menekankan pemantauan kepatuhan bank untuk melaksanakan ketentuan-
ketentuan yang terkait dengan operasi dan pengelolaan bank.
2. berdasarkan risiko (risk based supervision/RBS).
 Struktur Organisasi Bank Indonesia
5. Hubungan Kerja Bank Indonesia Dengan Pemerintah
dalam Undang-Undang No. 23 Tahun1999 tentang Bank Indonesia yang telah
diubah dengan Undang-Undang No. 3Tahun 2004, dan Undang-Undang Nomor
6 Tahun 2009, hubungan Bank Indonesia dengan Pemerintah tercakup
dalam hal:
a. Bank Indonesia bertindak sebagai pemegang kas Pemerintah

b. Bank Indonesia untuk dan atas nama Pemerintah dapat menerima


pinjamanluar negeri, menatausahakan, serta menyelesaikan tagihan dan
kewajibankeuangan Pemerintah terhadap pihak luar negeri.
c. c. Pemerintah wajib meminta pendapat Bank Indonesia dan/atau
mengundangBank Indonesia dalam sidang kabinet yang membahas masalah
ekonomi,perbankan dan keuangan yang berkaitan dengan tugas Bank
Indonesia ataumasalah lain yang termasuk kewenangan Bank Indonesia
d. Bank Indonesia memberikan pendapat dan pertimbangan kepada Pemerintah
mengenai Rancangan Anggaran Pendapatan dan belanja Negara serta
kebijakan lain yang berkaitan dengan tugas dan wewenangBank Indonesia.
e. Dalam hal Pemerintah akan menerbitkan surat-surat utang negara,Pemerintah
wajib terlebih dahulu berkonsultasi dengan Bank Indonesia.Sebelum
menerbitkan surat utang negara Pemerintah wajib berkonsultasi dengan
Dewan Perwakilan Rakyat. Bank Indonesia dapat membantupenerbitan surat-
surat utang negara yang diterbitkan Pemerintah

f. Bank Indonesia dilarang membeli untuk diri sendiri surat-surat utang


negarakecuali di pasar sekunder. Perbuatan hukum Bank Indonesia membeli
suratutang negara untuk diri sendiri tidak di pasar sekunder dinyatakan
bataldemi hukum.
g. Bank Indonesia dilarang memberikan kredit kepada Pemerintah. Dalam
halBank Indonesia melanggar perjanjian pemberian kredit kepada
Pemerintahtersebut batal demi hukum.
 Hubungan Kerja Bank Indonesia Dengan Lembaga Keuangan
Internasional
Dalam Undang-Undang No. 23 Tahun 1999 tentang BankIndonesia yang telah
diubah dengan Undang-Undang No. 3 Tahun 2004, danUndang-Undang Nomor
6 Tahun 2009, diatur bahwa Bank Indonesia dapatmelakukan kerja sama dengan
bank sentral lainnya, organisasi, dan lembaga internasional. Dalam hal
dipersyaratkan bahwa anggota lembaga internasional dan/atau lembaga
multilateral adalah negara, Bank Indonesia dapat bertindak untuk dan atas nama
negara Republik Indonesia sebagai anggota
 Kerja sama lain yang dijalin atas
nama Pemerintah antara lain:
1. ADB (The Asian Development Bank);
2. ASEAN (Association of Southeast Asian
Nations);
Beberapa hubungan kerja sama 3. APEC (Asia-Pacific Economic
internasional yang sudah dijalin Cooperation);
Bank Indonesia selama ini 4. ASEM (Asia–Europe Meeting);
antara lain (Bank Indonesia, 5. IDB (Islamic Development Bank;
2011): 6. CGI (Consultative Group on Indonesia);
1. Keanggotaan Bank Sentral di 7. Keanggotaan dalam IMF(International
South East Asia Central Bank Monetary Fund);
(SEACEN); 8. World Bank (WB);

2. SEANZA (South East Asia, New 9. IDA (International Development


Association);
Zealand, Australia);
10. IFC (International Finance
3. EMEAP (the Executives' Corporation);
Meeting of East Asia-Pacific 11. MIGA (Multilateral Investment
Central Banks); Guarantee Agency);
4. ACBF (ASEAN Central Banks 12. WTO (World Trade Organizations);
Forum); 13. G20 (Kelompok 20 ekonomi utama).
5. BIS (Bank for International
Settlement).