Anda di halaman 1dari 12

ASUHAN BERKELANJUTAN PADA PASIEN

BERKEBUTUHAN KHUSUS :
ASUHAN PADA PERMASALAHAN FISIK

NAMA KELOMPOK 1

ATIKA PURNAMASARI

ADE RUNITA

DARMAWATI

DAYANG DEVI RAHAYU

DEWI NOVITASARI

NIA HELENA UTAMI

YULIYANTI
KONSEP ASUHAN KEBIDANAN
BERKESINAMBUNGAN

• Asuhan berkesinambungan berhubungan dengan kualitas


asuhan sepanjang waktu. Terdapat dua perspektif terakit
asuhan berkesinambungan. Secara tradisional, asuhan
berkesinambungan idealnya didasarkan pada pengalaman
pasien dalam pemberian asuhan berkelanjutan dengan
seorang bidan maupun tenaga kesehatan lain. Sedangkan
bagi penyedia layanan kesehatan dalam sistem asuhan
terpadu secara vertical, asuhan berkesinambungan adalah
pemberian layanan kesehatan tanpa batas kepada pasien,
melalui layanan terintegrasi, koordinasi, dan tukar
informasi antara pemberi asuhan yang berbeda.
• Guilliland&Pairman (2010), menjelaskan bahwa asuhan kebidanan
berkesinambungan adalah asuhan kebidanan yang diberikan oleh
bidan (dan tim nya) kepada perempuan sepanjang keseluruhan
pengalaman persalinannya. Asuhan ini menitikberatkan pada
hubungan satu-satu, antara pasien dan pemberi asuhan, dengan
harapan dapat terbangun “parnership” yang baik dengan pasien,
sehingga terbina hubungan saling percaya. Upaya tersebut dapat
dimulai dari kehamilan dan seterusnya (bersalin dan postpartum,
serta masa menyusui), yang juga merupakan waktu yang paling
tepat untuk bidan bekerja bersama setiap perempuan untuk
mendiskusikan harapannya dan ketakutannya akan proses kelahiran
dan proses menjadi ibu, serta membangun kepercayaan dirinya.
PERMASALAHAN FISIK

• Anak dengan permasalahan fisik adalah anak


yang mengalami gangguan gerak akibat
kelumpuhan, tidak lengkap anggota badan,
kelainan bentuk dan fungsi tubuh atau anggota
gerak.
JURNAL 1 : MEMBEBASKAN ANAK
TUNADAKSA DALAM
MEWUJUDKAN MASYARAKAT
MULTIKULTURAL DEMOKRATIS
• Tunadaksa adalah seseorang atau anak yang memiliki cacat
fisik, tubuh, dan cacat orthopedik. Dalam bahasa asing
seringkali dijumpai istilah crippled, physically disabled,
physically handicapped. Tunadaksa merupakan istilah lain dari
cacat tubuh/ tunafisik yaitu pelbagai kelainan bentuk tubuh
yang mengakibatkan kelainan fungsi dari tubuh untuk
melakukan gerakan-gerakan yang dibutuhkan. Tunadaksa juga
didefenisikan sebagai seorang individu yang memiliki
gangguan gerak disebabkan oleh kelainan neuro-muskular dan
struktur tulang yang bersifat bawaan sakit atau akibat
kecelakaan, termasuk celebral palsy, amputasi, polio dan
lumpuh.
• Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia multikulturalisme
secara sederhana diartikan sebagai keragaman budaya. Dari
defenisi tersebut multikulturalisme dapat dikatakan suatu
kondisi masyarakat yang tidak lagi terdiri dari satu elemen,
tetapi terdiri dari beragam budaya, agama, kelas, dan gender
(orientasi seksual). Sejalan yang dikemukakan oleh Bhikhu
Parekh dalam buku Rethinking Multiculturalism menyatakan
bahwa multiculturalism is about cultural diversity or culturally
embedded differences.
• Untuk mewujudkan masyarakat multikultural yang demokratis
dibutuhkan sistem pemerintahan yang demokratis juga. Sebab
demokrasi dapat mengakomodasi kendala-kendala dalam
masyarakat multikultural.
• Membebaskan anak tunadaksa dapat dilakukan dengan
berbagai cara, yang terpenting adalah bagaimana
kesadaran dan penghargaan terhadap keragaman
tersebut dapat terwujud. Dengan jalan mengajarkan
pendidikan demokrasi pada anak-anak sangat
membantu mengakomodasi masyarakat multikultural
agar anak-anak dapat memahami kebebasan tiap-tiap
individu dalam bereksistensi, kebebasan yang dimaksud
adalah kebebasan yang bertanggung jawab. Begitupun
mengajarkan pendidikan multikultural sangatlah penting
untuk membangun kesadaran akan keberagaman sejak
dini.
JURNAL 2 : PENGASUHAN TUMBUH KEMBANG
BALITA PADA WANITA PENYANDANG
DISABILITAS DI KABUPATEN SEMARANG

Pengasuhan adalah proses interaksi antara orang tua dan


anak. Kenyataanya pengasuhan tidak hanya dilakukan
orang tua, namun oleh keluarga maupun masyarakat.
Pengasuhan orang tua dengan suasana penuh kasih
sayang, menerima apa adanya, menghargai potensi,
memberi rangsangan yang optimal untuk segala aspek
perkembangan anak merupakan jawaban nyata bagi
tumbuhnya generasi unggul di masa depan.
LANJUTAN ……………..

Pengasuhan terdapat beragam aktifitas yang bertujuan agar anak dapat


berkembang secara optimal dan dapat bertahan hidup dengan baik. Keluarga
merupakan tempat pertama dimana seorang anak tumbuh dan berkembang,
Kedua orang tua haruslah mendampingi secara maksimal dalam masa
pertumbuhan dan perkembangannya supaya tumbuh menjadi pribadi yang
memiliki kosep diri yang utuh. Pengasuh utama bagi anak adalah orang tua,
karena itu anak sangat membutuhkan orang tua sebagai pribadi yang utuh
dan sempurna. Sikap orang tua yang memberikan perhatian dan
menghormati kebutuhan anak, membuat anak lebih terbuka dalam
menyatakan perasaan, bertanggung jawab, mandiri, percaya diri dan
gembira akan terlihat menyenangkanbagi anak, maka dari itu peran orang
tua sangat penting dalam meletakkan dasar-dasar perilaku anak. Orang tua
sebagai pengasuh anak dalam keluarga sangat berperan dalam meletakkan
dasardasar perilaku anak.
LANJUTAN ………..

Berbeda dengan orang tua yang memiliki kekurangan fisik


atau jasmani. Salah satu contohnya adalah kelumpuhan
pada kaki, maka orang tua tidak dapat dengan leluasa
menggendong anaknya, sehingga anaknya mungkin
merasa kecewa bahwasanya dia tidak dapat digendong
seperti teman-temannya.Sama halnya dengan orang tua
yang mempunyai kekurangan fisik seperti tidak dapat
melihat (tunanetra). Orang tua dengan kekurangan seperti
ini mempunyai pola asuh yang berbeda dengan orangtua
pada umumnya yang tidak memiliki kekurangan.
LANJUTAN ……….

Selama ini stigma masyarakat dan diskriminasi terhadap


penyandang Disabilitas kurang begitu jelas, lebih-lebih dalam
pekerjaan dan kehidupan sosial, penyandang disabilitas sering
dianggap tidak bisa melaksanakan aktivitasnya sehari-hari.
Selama ini banyak kasus orang tua memberikan pengasuhan
yang terbaik bagi anak mereka yang merupakan penyandang
disabilitas. Pengasuhan yang mereka berikan kepada anaknya
sesuai dengan kondisi disabilitas yang mereka sandang. Pada
kasus ibu dengan disabilitas mental apabila dalam masa
pengasuhan harus melalui proses rehabilitasi untuk pemulihan
agar tidak berakibat fatal pada anaknya.
THANK YOU

Anda mungkin juga menyukai