Anda di halaman 1dari 15

MODUL 2

HIMPUNAN, RELASI DAN


FUNGSI
KB I
HIMPUNAN
Himpunan adalah suatu kumpulan dari objek-objek yang
didefinisikan dengan jelas.
Objek yang termasuk himpunan disebut anggota (elemen) dari
himpunan itu.
Pada umumnya, himpunan disimbolkan dengan huruf kapital A,
B, C, ......,dan seterusnya. Sedangkan elemennya biasanya
disimbolkan alfabet kecil a, b, c, ......., dan seterusnya.
 Notasi “a A “ dibaca a elemen dari A, sedangkan notasi “d D”
dibaca d bukan elemen dari D
 Himpunan mungkin saja beranggotakan himpunan-himpunan
atau yang biasa disebut keluarga/koleksi himpunan-himpunan
Contoh himpunan:
1. Jika G = himpunan huruf hidup dalam abjad Latin, maka a G, e
G, u G, i G, dan o G, tetapi b G, d G
2. Jika A = himpunan semua bilangan asli, maka 1 A, 3 A, 52 A
tetapi 0 A, -6 A, 2/3 A
NOTASI HIMPUNAN
Suatu himpunan dapat dinyatakan secara singkat dengan 2 cara.
1. Cara daftar ( Tabulasi)
mendaftar atau menuliskan anggota-anggotanya diantara kurung kurawal buka dan
tutup, setiap dua anggota dipisahkan tanda koma.
Contoh:
P = {2, 3, 5, 7} adalah himpunan empat bilangan pertama. Dalam mendaftar anggota-
anggotanya tidak perlu berurutan, sehingga himpunan P dapat pula dinyatakan sebagai {3,
2, 7, 5} atau {7, 3, 5, 2} dan lain sebagainya
2. Notasi pembentuk himpunan
Dengan menulis satu huruf sembarang sebagai peubah anggota dan syarat
keanggotaannya serta tanda garis tegak diantara peubah dan syarat keanggotaan, yang
semuanya ditulis diantara kurung kurawal buka dan tutup.
Contoh:
A = {x|x bilangan asli} dibaca himpunan semua x sedemikian hingga x bilangan asli. Atau
dapat dituliskan sebagai A= {bilangan asli}. D= {x|x < 101 dan x bilangan asli} atau
D={bilangan asli kurang dari 101} apabila diketahui bahwa A adalah himpunan semua
bilangan asli, maka himpunan D tersebut dapat dituliskan lebih singkat menjadi D={x A |
x < 101}
1. Himpunan Bagian (Subset)
Misalkan A={1, 5} dan B ={0, 1, 2, 3, 4, 5}, maka 1 dan 5 merupakan anggota dari
himpunan A dan juga anggota dari himpunan B. Atau ditulis A B dibaca A termuat dalam B
yang sama artinya B memuat A, B A.
Dalam pembahasan himpunan, kita perlu menetapkan suatu himpunan yang anggota-
anggotanya merupakan sumber pembahasan. Himpunan seperti ini disebut himpunan
semesta dengan lambang huruf S atau U. Suatu himpunan dapat digambarkan dalam suatu
diagram yang biasa disebut DIAGRAM VENN.
Contoh:
Jika S={1, 2, 3, 4, 5, .....,10} sebagai himpunan semesta, A={1, 3, 5, 7, 9} dan B={3, 5, 7},
maka diagram venn dari himpunan itu adalah sebagai berikut:

S
.6

A
1 B .3
.8 .5 .4
9 .7
.10 .2
2. Dua Himpunan Sama
Dua himpunan A dan B dikatakan sama (A=B) jika setiap anggota A merupakan anggota B,
dan setiap anggota B merupakan anggota A juga.
Contoh:
Jika A={1,2,3,4} dan B={4,2,3,1}, maka A=B

3. Dua Himpunan Ekuivalen


Dua himpunan berhingga A dan B dengan n(A)=n(B), yaitu banyaknya anggota A sama
dengan anggota B, maka dikatakan bahwa himpunan A ekuivalen dengan himpunan B (A~B)
Contoh:
Misalkan A={1,2,3,4,....} himpunan bilangan asli, dan B={....-2,-1,0,1,2,...} himpunan
bilangan bulat. Perhatikan pemasangan satu satu dari A dan B berikut ini
B= {...,-3,-2,-1,0, 1, 2, 3,...}

A={..., 7, 5, 3, 1, 2, 4, 6,...}
Tampak disini bahwa ada korespondensi satu-satu antara anggota A dengan anggota B,
sehingga A~B
4. Dua Himpunan Lepas
Dua himpunan yang tidak kosong A dan B dikatakan saling asing/lepas (A//B) dibaca A lepas
dengan B, jika dua himpunan itu tidak mempunyai anggota persekutuan, atau setiap anggota
A bukan anggota B dan sebaliknya.
Contoh :
a. Jika A={1,2,3,4,5} dan B={7,8,9,10}, maka A//B
b. Jika P={k,e,t,a,m} dan T={p,u,r,i,n,g}, maka P//T

C. OPERASI-OPERASI PADA HIMPUNAN


1. Irisan( )
S Jika A={1,2,3,4,5,6} dan B={1,3,5,7,9}, maka A B={1,
3,5}

2 1,3,5 7
4 9
6
2. Gabungan ( )
S
Jika A={1,2,3,4,5,6} dan B={2,4,6,8,10}
maka A B = {1,2,3,4,5,6,810}
A B

3. Komplemen Suatu Himpunan

S
Misalkan S={1,2,3,4,5,...,10} sebagai himpunan semesta.
Jika A= {1,2,3,4,5}, maka 𝐴  𝑐={6,7,8,9,10}
A
s

𝐴  𝑐
4. Selisih Dua Himpunan
S
Misalkan A={1,2,3,4,5,6} dan B={4,5,6,7,8}
A
Maka A-B= {1,2,3} dan B-A={7,8}
s B
A-B

5. Perkalian Kartesius (x)


Perkalian kartesius dari himpunan A dan B (AxB) adalah suatu himpunan pasangan terurut
yang komponen pertamanya elemen A dan komponen keduanya elemen B.
Contoh:
Jika A={1,2,3} dan B={a,b} maka,
AxB={(1,a), (1,b), (2,a), (2,b), (3,a), (3,b)}
BxA={(a,1), (a,2), (a,3), (b,1), (b,2), (b,3)
Karena (a,1)≠(1,a), maka AxB≠BxA
KB 2
RELASI DAN FUNGSI

A. Relasi dan contohnya

.2 2. .2
. 3. .3
4 .5 4. .4
5. .5
.6 6. .6
.3
A A

(a) (b)
Relasi atau hubungan antara anggota-anggota dalam suatu himpunan (a) atau himpunan
dengan himpunan (b).
Diagram panah di atas adalah relasi “membagi habis”
R = {(2,2), (2,4), (2,6), (3,3), (3,6), (4,4), (5,5), (6,6)
R adalah himpunan pasangan berurut yang menyatakan relasi membagis habis pada A
SIFAT-SIFAT RELASI

a. Sifat Reflektif
misalkan S adalah himpunan yang tidak kosong dan R suatu relasi dalam S. Relasi R bersifat
reflektif, jika untuk setiap a S, (a,a) R. Yaitu setiap elemen S berelasi dengan dirinya
sendiri.
R dalam S tidak reflektif, jika ada a S, (a,a) R.
Contoh:
misalkan G=himpunan semua segitiga pada bidang datar, dan relasi R dalam G menyatakan
“sama dan sebangun dengan”, maka relasi R dalam G merupakan suatu relasi refleksif. Jiaka
relasi T dalam G menyatakan “sebangun dengan”, maka relasi T dalam G juga merupakan
relasi refleksif.

b. Relasi Simetris
misalkan S adalah himpunan yang tidak kosong dan R suatu relasi dalam S. Relasi R bersifat
simetris, jika untuk setiap a,b S, jika (a,b) R maka (b,a) R. Atau
R suatu relasi simetris dalam S jika untuk setiap
a,b S, (a,b) R (b,a) R

Relasi R dalam S tidak simetris jika ada


a,b S, (a,b) R (b,a) R
contoh:
Misalkan A={-2,-1,1,2] dan relasi R dalam A adalah “lawan dari”, relasi R bersifat simetris
B. FUNGSI/PEMETAAN
Fungsi adalah suatu relasi yang memasangkan setiap elemen dari himpunan
pertama dengan elemen himpunan kedua, sedemikian hingga tidak ada
elemen pada himpunan pertama yang dipasangkan dengan dua elemen
berbeda pada himpunan kedua.
Contoh:
Misalkan A={1,2,3,4,5} dan B={1,2,3,4,5,6,7,8,9,10}. Relasi R dari elemen A
ke elemen B ditentukan oleh “dikalikan 2” ditunjukkan oleh diagram panah di
bawah ini
A (himpunan pertama) disebut daerah asal dari fungsi
(domain)
B (himpunan kedua) disebut daerah jelajah (codomain)
Himpunan semua elemen B yang mendapat pasangan dari
elemen A disebut daerah hasil (Range) dari Fungsi
Domain 1 2 3 4 5
Range 2 4 6 8 10
•NOTASI
  FUNGSI
Suatu fungsi biasanya disimbolkan dengan huruf kecil f,g,h atau lainnya. Misalkan suatu
fungsi f yang memasangkan setiap elemen himpunan A ke elemen himpunan B, ditulis
sebagai f: A  B
Contoh:
Misalkan A={-2,-1,0,1,2} dan B={0,1,2,3,4,5}. Elemen A dipasangkan dengan elemen B
dengan aturan “dikuadratkan”.
Jawab:

Pemasangan ini merupakan fungsi, misalnya f: AB dengan rumus f(x), untuk setiap
X A. Daerah hasil fungsi ini adalah {0,1,4}
FUNGSI SEBAGAI MESIN
Suatu cara yang dinamis untuk memvisualisasi konsep fungsi melalui mesin.

FUNGSI SEBAGAI HIMPUNAN PASANGAN TERURUT


Fungsi merupakan tipe khusus dari relasi, karena relasi dapat dinyatakan sebagai himpunan
pasangan terurut, maka fungsi dapat dinyatakan sebagai himpunan pasangan terurut.
Komposisi pada fungsi-fungsi
Misalkan dua mesin fungsi pada gambar di bawah ini, yaitu mesin I dengan aturan f(x)= x +
4, dan mesin II dengan aturan g(x)=2x. Jika dimasukkan ke dalam mesin I maka menjadi
f(2)=2+4=6. selanjutnya 6 masuk ke mesin II menjadi g(6)=2.6=12.

Anda mungkin juga menyukai