Anda di halaman 1dari 23

FASILITASI PEMBINAAN

PERILAKU YANG
BERHUBUNGAN DENGAN
MASALAH KEBIDANAN
KOMUNITAS (PHBS)

1. RANNI ANGGARA SAKTI 1. SELPIKA DAMAYANTI


2. RATIKA YULIANTI 2. SHINTA MAHARANI
3. REGINA SISKA A. 3. SISKA RATNA SARI
4. RENI RONIATI 4. SUJINAH
5. RESI NOVITA 5. TENTI ELFIANA
6. RIZA LORENZA 6. TRI HERA RISKA
7. RIZKI AMELIA 7. VERA NITA SARI
8. ROKY PATIA 8. YENI WULANDARI
9. RYLE MAYNATA SARI 9. YENSI MEILINDA
10.SALBIAH WANTASARI 10.YUKI ANITA SARI
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)

• Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) adalah


sekumpulan perilaku yang dipraktikkan atas
dasar kesadaran sebagai hasil pembelajaran,
yang menjadikan seseorang keluarga,
kelompok atau masyarakat mampu menolong
dirinya sendiri (mandiri) di bidang kesehatan
dan berperan aktif dalam mewujudkan
kesehatan masyarakat
Konsep tatanan
• Manusia hidup di berbagai tatanan, yaitu berbagai tempat
atau sistem sosial dimana ia melakukan kegiatan sehari-
harinya.
• Di setiap tatanan, faktor-faktor individu, lingkungan fisik
dan lingkungan sosial berinteraksi dan menimbulkan
dampak terhadap kesehatan.
• Oleh sebab itu dpaat pula dikatakan bahwa suatu tatanan
adalah suatu tempat dimana manusia secara aktif
memanipulasi lingkungan, sehingga menciptakan dan
sekaligus juga mengatasi masalah-masalahnya di bidang
kesehatan.
10 indikator PHBS pada tingkatan rumah
tangga :
1. Persalinan yang ditolong oleh tenaga kesehatan
2. Pemberian ASI eksklusif
3. Menimbang bayi dan balita secara berkala
4. Cuci tangan dengan sabun dan air bersih
5. Menggunakan air bersih
6. Menggunakan jamban sehat
7. Memberantas jentik nyamuk
8. Konsumsi buah dan sayur
9. Melakukan aktivitas fisik setiap hari
10.Tidak merokok di dalam rumah.
Masyarakat dalam tatanan

• PHBS di tatanan rumah tangga sangat


dipengaruhi oleh PHBS di tatanan-tatanan lain.
PHBS Di Berbagai Tatanan
1. PHBS di Rumah Tangga
Dirumah tangga, sasaran primer harus mempraktikkan perilaku yang dapat menciptakan
rumah tangga ber PHBS, yang mencakup:
• Persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan,
• Membei bayi ASI esklusif,
• Menimbang balita setiap bulan,
• Menggunakan air bersih,
• Mencuci tangan dengan air bersih dan sabun,
• Pengelolaan air minum dan makan dirumah tangga,
• Menggunakan jambatan sehat,
• Pengelolaan limbah cair di rumah tangga,
• Membuang sampah ditempat sampah,
• Memberantas jentik nyamuk,
• Makan buah dan sayur setiap hari,
• Melakukan aktivitas fisik setiap hari,
• Tidak merokok di dalam rumah dan lain-lain.
PHBS di Institusi Pendidikan
Di institusi pendidikan (kampus, sekolah, dll), sasaran primer harus
mempraktikkan perilaku yang dapat menciptakan institusi pendidikan
ber-PHBS yang mencakup antara lain:
• Mencuci tangan menggunakan sabun,
• Mengkonsumsi makanan dan minuman sehat,
• Menggunakan jamban sehat,
• Membuang sampah di tempat sampah,
• Tidak merokok,
• Tidak mengkonsumsi Narkotika, Alkohol, Psikotropika dan Zat Adiktif
lainnya (NAPZA),
• Tidak meludah sembarang tempat,
• Memberantas jentik nyamuk dll.
PHBS di Tempat Kerja
Di tempat kerja (kantor, pabrik, dll), sasaran primer harus
mempraktikkan perilaku yang dapat menciptakan tempat kerja
ber-PHBS, yang mencakup :
• Mencuci tangan dengan sabun,
• Mengkonsumsi makanan dan minuman sehat,
• Menggunakan jamban sehat,
• Membuang sampah di tempat sampah,
• Tidak merokok,
• Tidak mengkonsumsi NAPZA,
• Tidak meludah sembarang tempat,
• Memberantas jentik nyamuk dan lain-lain.
PHBS di Tempat Umum
Di tempat umum (tempat ibadah, pasar, pertokoan, terminal,
dermaga, dll), sasaran primer harus mempraktikkan perilaku
yang dapat menciptakan tempat umum ber-PHBS, yang
mencakup :
• Mencuci tangan dengan sabun,
• Menggunakan jamban sehat,
• Membuang sampah di tempat sampah,
• Tidak merokok,
• Tidak mengkonsumsi NAPZA,
• Tidak meludah sembarang tempat,
• Memberantas jentik nyamuk dan lain-lain.
PHBS di Fasilitas Pelayanan Kesehatan
Di fasilitas pelayanan kesehatan (klinik, puskesmas, rumah sakit
dan lain-lain), sasaran primer harus mempraktikkan perilaku
yang dapat menciptakan fasilitas pelayanan kesehatan ber-
PHBS, yang mencakup:
• Mencuci tangan dengan sabun,
• Menggunakan jamban sehat,
• Membuang sampah di tempat sampah,
• Tidak merokok,
• Tidak mengkonsumsi NAPZA,
• Tidak meludah sembarang tempat,
• Memberantas jentik nyamuk dan lain-lain.
Proses Pembinaan PHBS

1. Pengertian Pembinaan PHBS


• Pembinaan PHBS adalah upaya untuk
menciptakan dan melestarikan perilaku hidup
yang berorientasi kepada kebersihan dan
kesehatan di masyarakat, agar masyarakat
dapat mandiri dalam mencegah dan
menanggulangi masalah-masalah kesehatan
yang dihadapinya.
2. Sasaran Pembinaan PHBS

1. Sasaran primer berupa sasaran langsung, yaitu


individu anggota masyarakat, kelompok-
kelompok dalam masyarakat dan masyarakat
secara keseluruhan, yang diharapkan untuk
mempraktikkan PHBS.
2. Sasaran sekunder adalah mereka yang memiliki
pengaruh terhadap sasaran primer dalam
pengambilan keputusannya untuk
mempraktikkan PHBS. Termasuk disini adalah
para pemuka masyarakat atau tokoh
masyarakat, yang umumnya menjadi panutan
sasaran primer.
3. Sasaran tersier adalah mereka yang berada
dalam posisi pengambilan keputusan formal,
sehingga dapat memberikan dukungan, baik
3. Strategi Pembinaan PHBS
• Menyadari rumitnya hakikat dari perilaku,
maka perlu dilaksanakan strategi promosi
kesehatan untuk pembinaan PHBS yang
bersifat menyeluruh.
• Tiga strategi pokok yang harus dilaksanakan
dalam promosi kesehatan adalah advokasi,
bina suasana dan pemberdayaan.
Gerakan Pemberdayaan
• Pemberdayaan adalah proses pemberian informasi
kepada individu, keluarga atau kelompok (sasaran)
secara terus-menerus dan berkesinambungan
mengikuti perkembangan sasaran, serta proses
membantu sasaran, agar sasaran tersebut berubah
dari tidak tahu menjadi tahu atau sadar (aspek
knowledge), dari tahu menjadi mau (aspek
attitude), dan dari mau menjadi mampu
melaksanakan perilaku yang diperkenalkan (aspek
practice).
Bina suasana

• Bina suasana adalah upaya menciptakan


lingkungan sosial yang mendorong individu
anggota masyarakat untuk mau melakukan
perilaku yang diperkenalkan.
• Terdapat tiga kategori proses bina suasana, yaitu
(a) bina suasana individu,
(b) bina suasana kelompok
(c) bina suasana publik.
Persiapan Pembinaan PHBS

• Pembinaan PHBS yang saat ini sudah memiliki payung


hukum adalah pembinaan PHBS di rumah tangga,
yaitu dalam Keputusan Menteri Republik Indonesia
Nomro 1529/Menkes/Sk/X/2010 tentang Pedoman
Pengembangan Desa dan Kelurahan Siaga Aktif.
• Dalam keputusan Menteri Kesehatan tersebut,
pembinaan PHBS di rumah tangga terintegrasi ke
dalam pengembangan desa dan Kelurahan Siaga Aktif,
karena merupakan salah satu kriteria dalam
pentahapan Desa dan Kelurahan Siaga Aktif.
Pembinaan PHBS Di Berbagai Tatanan

1.Pembinaan PHBS di
rumah tangga
Di tatanan rumah
tangga, pembinaan
PHBS dilaksanakan
secara terintegrasi
dengan kegiatan
pengembangan dan
pembinaan Desa
Siaga dan Kelurahan
Siaga Aktif.
Pembinaan PHBS di Institusi pendidikan

• Di institusi pendidikan,
pembinaan PHBS
dilaksanakan melalui
kegiatan Usaha Kesehatan
Sekolah (UKS) yang
terintegrasi dengan
kegiatan pengembangan
dan pembinaan Desa Siaga
dan Kelurahan Siaga Aktif.
Pembinaan PHBS di Tempat Kerja
• Di tempat kerja,
pembinaan PHBS
dilaksanakan melalui
kegiatan
Pengembangan Sistem
Manajemen Kesehatan
dan Keselamatan Kerja
(K3) yang
diintegrasikan dengan
kegiatan
pengembangan dan
pembinaan Desa dan
Kelurahan Siaga Aktif.
Pembinaan PHBS di Tempat Umum
• Pembinaan PHBS di Tempat Umum
dilaksanakan secara terintegrasi dengan
kegiatan pembinaan oleh Kementerian terkait
sesuai dengan tempat umum yang dibinanya
dan juga dengan pengembangan dan
pembinaan Desa dan Kelurahan Siaga Aktif.
Pembinaan PHBS di Fasilitas Kesehatan

• Pembinaan PHBS di Fasilitas Kesehatan


dilaksanakan secara terintegrasi ke dalam
kegiatan-kegiatan pelayanan dari fasilitas
kesehatan tersebut, dan juga dalam kaitannya
dengan pengembangan dan pembinaan Desa
dan Kelurahan Siaga Aktif.