Anda di halaman 1dari 16

1.

2 PRINSIP UMUM BETON


PRATEGANG

 Menurut:
LIN.T.Y. [4]
1.Prestressing to Transform
Concrete into an Elastic Material.
2.Prestressing for combination of
Hight-Strength Steel with Concrete.
3.Prestressing to Achieve Load Balancing.
PRINSIP PERTAMA
Prinsip analisa tegangan elastis

Untuk balok prategang ”N” harus diadakan yaitu F


F
CONTOH PERHITUNGAN PRINSIP PERTAMA
 Balok Ukuran
 b = 200 mm Skema balok dan diagram momen lenturnya
 h = 300 mm
F
 F = 240 kN
h
 Berat Volume Beton
 BV = 25 kN/m3 L=8m b
 q = 1,5 kN/m Potongan Balok
1 2
 MDL = 8 ql = 12 kNm

 MLL = 9 kNm Mmax = 1/8 ql2


 F 240000 = 4 MPa

A 200  300

12000000 = 4 MPa

M 1/ 2

w 1
200  (300) 2
6
 Analisa tegangan dan diagramnya Tengah bentang

4 8

+ =

4 4 0

F/A MDL/w F/A + MDL/w

 Analisa tegangan dan diagramnya Seperempat bentang

+ =

4 3 1

F/A MDL/w F/A + MDL/w


Untuk meningkatkan kemampuannya (lihat/ ingat

definisi beton prategang) direkayasalah balok tersebut

c.g.c
F F e
c.g.s
h = 300 mm

L=8m
b = 200 mm

Skema balok Potongan Balok

Letak cgs digeser (eksentris) ke bawah untuk mengantisipasi beban yang akan
terjadi e=100mm
Dengan cara yang sama diagram tegangan dapat
digambar sebagai berikut
 Pada Tengah Bentang 4 8 0

+ + =

4 8 8
4
F/A MDL/A Fe/w F/A + MDL/A + Fe/w

Dari analisa tegangan diperoleh bahwa balok masih mampu menerima


beban luar, sebesar MLL = σ . w . WLL = 3 kN/m
 Pada Seperempat Bentang 3 8 -1

+ + =

4 3 8 4

F/A MDL/A Fe/w F/A + MDL/A + Fe/w


Terjadinya tegangan tarik, setelah dicermati ternyata akibat dari
antisipasi beban yang terjadi tidak akurat. Bentuk bidang momen
yang berbentuk parabola harus diatisipasi pula dengan “e“ yang
berbentuk mengantisipasi bidang momen (beban yang terjadi)

c.g.c

c.g.s F

L=8m

Mx

Skema balok
 Bentuk ideal eksentritas egs. Untuk beban terbagi rata
1  1
M x   ql  x  q ( x) 2
2  2
1

M x  q lx  x 2
2

• Bentuk ini dapat dibuat menjadi
y = ax2 + bx + c
4 fx  l  x 
y
l2
1 2 
 ql 
y
8
f

  1 q l  x2
2
x 
1  1 
4 f l l  l 
2  2 
y
l2
X = ½L y  f  f  focus parabola  e  e  100 mm

y  75 mm  e 1  75 mm
l
4

4.100.2000. 8000  2000


X = ¼L y
 8000 2
3 6 10

+ + =

4 3 6 7

Diagram tegangan di ¼ l
PRINSIP KEDUA

C C
As Z a
T T

Balok beton bertulang Balok beton pratekan

Perbandingan antara balok beton bertulang dengan pratekan

Kedua balok untuk mengimbangi beban luar menggunakan keseimbangan

C=T

Mluar = Mdalam Mdalam = C . Z (beton bertulang)


= C . a (beton prategang)
CONTOH PERHITUNGAN PRINSIP KEDUA
200

c.g.c e.g
C 300
100 a

c.g.s F
F = 240 kN

L=8m skema balok


Mluar = Mdalam
= 12 KNm
T=C
= 240 KN
a = M/T = 1200/240 = 50 mm
F F .e F Fe
f ce   fcb = 
dengan letak a = 50 mm A w A w
egc = 100 - 50 = 50 24000 2400.50
f ce   =4+4
200 x300 1 = 8 MPa
200(300) 2
6
=4- 4=0
PRINSIP KETIGA
 Soal yang sama seperti prinsip pertama dan kedua
200

c.g.c
300

c.g.s F

L=8m

DL = q = 1,5 kN/m

Oleh berat sendiri

Oleh tekanan tendon

W = Tekanan Tendon

Skema balok dan freebody gaya – gaya


8f
W = l2 F
8  0,1
= 240 = 3 kN/m
82
Terjadi tekanan ke atas W = 3 kN/m dua kali lipat dibanding berat sendiri.
Gaya inilah yang akan mengimbangi beban yang akan terjadi
Wunbalance = (1,5 – 3) KN/m = 1,5 KN/m
1
Munbalance =  1,5 8 2 = -12 KNm =-1200000N-mm
8
240000 1200000
240000 1200000 f cb  
f ct   200x 300 1 (200)(300) 2
200x300 1 (200)(300) 2 6
6
=4-4=0 =4+4=8
4 0

4
4 8
F/A M unbalance
w

Diagram tegangan pada Mmax


KESIMPULAN
 Beton prategang adalah beton yang diberi
tegangan terlebih dahulu, untuk mengantisipasi
beban yang akan bekerja
 Dari tabel 1, tampak bahwa beton prategang paling
cocok untuk beban satu arah seperti beban
gravitasi misal pada balok jembatan
 Rekayasa beton prategang adalah sebuah seni
(art) menempatkan letak tendon agar mencapai
hasil yang maksimal
TERIMA KASIH