Anda di halaman 1dari 21

KELOMPOK 4

Gagal Ginjal Akut dan Kronis


Nama Anggota :
 Afifah Endah Kurniasih
 Akhmed Haykel Rabie
 Alfi Wafiq Azizah
 Muhammad Iman Fadhlan
 Shafa Aulia Febrianti
 Siti Hamdiyyah
 Syahbrina Nur Annisya
 Uswatun Hasanah

D111 TLM
SEMESTER 2
PATOFISIOLOGI
PENGERTIAN

Gagal Ginjal Akut Gagal Ginjal Kronis


 Gagal ginjal akut  Seiring dengan
merupakan istilah penurunan fungsi
untuk kondisi di mana ginjal, terjadi
ginjal seseorang penumpukan produk
mengalami kerusakan sisa metabolisme dan
secara mendadak, cairan di dalam tubuh,
sehingga tidak bisa menyebabkan gangguan
berfungsi. Biasanya, fungsi tubuh - suatu
gagal ginjal akut terjadi kondisi kesehatan yang
sebagai komplikasi dari dikenal sebagai “Gagal
penyakit serius lainnya. Ginjal Kronis”.
ORANG YANG RENTAN
TERKENA

 Gagal Ginjal Akut


1. Menderita diabetes, hipertensi, obesitas, dan penyakit hati.
2. Menderita penyakit ginjal sebelumnya, seperti gagal ginjal
kronis.
3. Menderita penyakit arteri perifer.
4. Berusia 65 tahun atau lebih.
5. Sedang menjalani perawatan di ruang intensif.

Gagal Ginjal Kronis


1. Diabetes Melitus (Kencing Manis)
2. Glomerulonefritis (suatu kondisi di mana struktur kecil di
dalam ginjal,yang dikenal sebagai glomeruli, meradang)
3. Hipertensi (Tekanan Darah Tinggi)
4. Riwayat penyakit ginjal pada keluarga (penyakit ginjal
herediter)
TANDA DAN GEJALA

Gagal Ginjal Akut


 Penderita tampak sangat menderita dan letargi disertai mual, muntah, diare, pucat
(anemia), dan hipertensi.
 Nokturia (buang air kecil di malam hari).
 Pembengkakan tungkai, kaki atau pergelangan kaki
 Berkurangnya rasa, terutama di tangan atau kaki.
 Tremor tangan.
 Kulit dari membran mukosa kering akibat dehidrasi.
 Nafas mungkin berbau urin (foto uremik), dan kadang-kadang dapat di jumpai
adanya pneumonia uremik.
 Manisfestasi sistem saraf (lemah, sakit kepala, kedutan otot, dan kejang).
 Perubahan pengeluaran produksi urine
 Peningkatan konsentrasi serum urea (tetap), kadar kreatinin, dan laju endap darah
(LED) tergantung katabolisme (pemecahan protein), perfusirenal, serta asupan
protein, serum kreatinin meningkat pada kerusakan glomerulus.
 Pada kasus yang datang terlambat gejala komplikasi GGA ditemukan lebih
menonjol yaitu gejala kelebihan cairan berupa gagal jantung kongestif, edema
paru, perdarahan gastrointestinal berupa hematemesis, kejang-kejang dan
kesadaran menurun sampai koma.
TANDA DAN GEJALA

Gagal Ginjal Kronis


 Darah dalam urine / urine Jika fungsi ginjal memburuk hingga
berwarna seperti teh atau gelap stadium gagal ginjal berat (kurang dari
(hematuria).
25% fungsi ginjal normal), bisa terjadi
 Urine berbusa (albuminuria).
 Urine berwarna keruh (infeksi gejala uremia, yaitu :
 Sering buang air kecil pada malam
saluran kemih).
 Rasa nyeri saat buang air kecil. hari, penurunan jumlah urine.
 Kesulitan untuk buang air kecil  Kehilangan nafsu makan, mual,
(tidak lancar). muntah.
 Pasir/batu dalam urine.  Kulit terasa gatal.
 Peningkatan atau penurunan
 Hipertensi (Tekanan Darah Tinggi).
produksi urin secara signifikan,
 Sesak nafas.
 nokturia (sering buang air pada
malam hari)  Edema (pembengkakan
 Nyeri di pinggang/perut. pergelangan kaki atau
 Pembengkakan pergelangan kaki kelopak mata).
atau kelopak mata, wajah bengkak.  Mengantuk, tidak sadar,
 Hipertensi (Tekanan Darah Tinggi).
kejang, koma.
PENYEBAB

Gagal Ginjal Akut


Gagal ginjal akut dapat terjadi akibat berkurangnya aliran darah ke ginjal, seperti
pada:
Volume darah yang rendah karena perdarahan, muntah dan diare berlebihan
sehingga mengakibatkan dehidrasi berat, luka bakar.
Jumlah darah yang dipompa jantung di bawah normal karena syok anafilaktik, gagal
hati, gagal jantung atau sepsis

Gagal ginjal akut juga dapat terjadi akibat cedera pada ginjal sendiri akibat:
Penyakit tertentu, contoh glomerulonefritis, sindrom hemolitik uremik, vaskulitis, dan
skleroderma.
Penggumpalan darah pada pembuluh darah vena dan arteri ginjal.
Infeksi.
Obat-obatan, seperti obat antiinflamasi nonsteroid dan antibiotik aminoglikosida.
Cairan kontras yang digunakan pada saat pemeriksaan foto Rontgen atau CT Scan.
Racun lainnya, seperti alkohol atau logam berat
PENYEBAB

Gagal Ginjal Akut

Selain itu, gagal ginjal akut dapat diakibatkan


oleh tersumbatnya saluran urine, sehingga limbah
dari ginjal tidak bisa dibuang melalui urine.
Tersumbatnya aliran urine ini dapat disebabkan
oleh:
 Pembesaran prostat
 Batu ginjal
 Tumor daerah panggul, contoh tumor
kandung kemih atau ovarium.
PENYEBAB

Gagal Ginjal Kronis


Berdasarkan penyebab kasus baru dari gagal ginjal kronis
stadium akhir di Hong Kong pada tahun 2008 adalah:
 Diabetes Melitus 44%
 Alasan yang tidak diketahui 20%
 Glomerulonefritis 19%
 Hipertensi/Penyakit vaskular ginjal 9%
 Batu ginjal/obstruksi saluran kemih 3%
 Infeksi saluran kemih 1%
 Genetik (misalnya penyakit ginjal polikistik, gangguan di

mana kelompok kista berkembang di dalam ginjal) 4%


KOMPLIKASI

Gagal Ginjal Akut


 Asidosis metabolik. Asidosis metabolik menyebabkan pusing, mual
dan muntah, serta sesak.
 Kerusakan ginjal permanen. Gagal ginjal akut yang berkomplikasi
menjadi gagal ginjal kronis membutuhkan cuci darah secara
permanen atau tranplantasi ginjal.
 Hiperkalemia. Hiperkalemia atau tingginya kadar kalium dalam
darah bisa menyebabkan otot melemah, kelumpuhan, dan aritmia.
 Edema paru. Edema paru terjadi ketika terjadi penumpukan cairan
di dalam paru-paru.
 Perikarditis. Peradangan pada perikardium, yaitu selaput yang
membungkus jantung, akan menyebabkan keluhan nyeri dada.
 Kematian. Kematian lebih berisiko terhadap pasien yang sudah
memiliki penyakit ginjal sebelumnya.
KOMPLIKASI

Gagal Ginjal Kronis


Gagal ginjal kronis memengaruhi hampir
semua bagian dari tubuh manusia. Komplikasi
utama meliputi:
 Anemia
 Hipertensi (Tekanan Darah Tinggi)
 Penyakit kardiovaskular
 Penyakit dan patah tulang
DIAGNOSIS

Menyelidiki dan Mendiagnosis


Gagal Ginjal Akut
Akan dilakukan pemeerikasan seperti:
 Tes darah.
 Tes urine dan pengukuran volume urine yang keluar.
 Pemindaian.
 Biopsi ginjal

Biasanya, pasien dewasa bisa disimpulkan terkena gagal ginjal akut


jika hasil diagnosis menunjukkan bahwa:
 Kandungan kreatinin dalam darah di ­atas normal dan terus

meningkat.
 Selain kreatinin, peningkatan ureum darah yang cepat juga terjadi

pada gagal ginjal akut.


 Volume urine yang dibuang berkurang.
DIAGNOSIS
Menyelidiki dan Mendiagnosis
Gagal Ginjal Kronis
 Tes urine: untuk melihat apakah ada sel darah merah, sel darah putih,
danprotein
 Tes darah untuk mengetahui fungsi ginjal:

a) Darah: kadar ureum, kreatinin, protein, dan albumin


b) Urin 24 jam untuk melihat konsentrasi kreatinin, protein
 Sinar-X, uji pemindaian:

a) Pemindaian ultrasound (yang bisa menunjukkan bentuk dan struktur


ginjal, untuk mendeteksi apakah ada obstruksi)
b) Pielogram intravena (prosedur radiologi untuk mendeteksi kelainan
padasistem kemih)
 Biopsi ginjal: menggunakan jarum untuk mengambil sampel kecil dari

jaringan ginjal dengan bantuan anestesi lokal dan memeriksa jaringan di


bawah mikroskop. Biopsi ini bisa mendiagnosis radang ginjal.
PENGOBATAN

Gagal Ginjal Akut


Gagal ginjal akut yang masih tergolong ringan bisa disembuhkan melalui
rawat jalan. Sebaliknya, pasien gagal ginjal akut yang tergolong berat harus
menjalani rawat inap.
Jika dapat menjalani rawat jalan, maka dokter akan menyarankan pasien
gagal ginjal akut untuk:
 Memperbanyak konsumsi air putih untuk mencegah terjadinya dehidrasi.
 Menghentikan obat-obatan yang dapat memicu atau memperparah gagal

ginjal akut.
 Mengobati infeksi yang mendasari terjadinya gagal ginjal akut apabila ada.
 Monitor kadar kreatinin dan elektrolit untuk melihat kesembuhan.
 Berkonsultasi dengan dokter spesialis urologi atau spesialis ginjal apabila

penyebab gagal ginjal akut tidak jelas atau apabila terdeteksi adanya
penyebab lain yang lebih serius.
PENGOBATAN

Gagal Ginjal Akut


Pasien gagal ginjal akut akan diminta untuk menjalani
rawat inap jika mengalami kondisi sebagai berikut:
 Penyakit yang menyebabkan gagal ginjal akut
membutuhkan pengobatan segera.
 Adanya risiko penyumbatan saluran urine.
 Kondisi pasien memburuk.
 Terdapat komplikasi.
Pada kondisi gagal ginjal akut yang berat, pasien akan
membutuhkan cuci darah. Cuci darah yang dilakukan pada
gagal ginjal akut hanya sementara sampai fungsi ginjal
kembali pulih, kecuali bila kerusakan yang terjadi pada
ginjal bersifat permanen.
PENGOBATAN

Gagal Ginjal Kronis


Gagal ginjal kronis tidak bisa disembuhkan, sehingga tujuan dari
pengobatan adalah untuk memperlambat proses berkembangnya
gagal ginjal, mengurangi komplikasi, dan mengendalikan gejala
penyakit.
Beberapa bentuk pengobatan pengganti ginjal diperlukan oleh
pasien untuk bisa bertahan hidup.
Pengobatan pengganti ginjal saat ini mencakup dialisis,
diantaranya yaitu hemodialisis dan dialisis peritoneal merupakan dua
jenis pengobatan dialisis utama.
 Hemodialisis

Hemodialisis yang dikenal sebagai "cuci darah", menggunakan


alat dialiser (ginjal buatan) untuk membuang kelebihan cairan,
elektrolit, dan produk sisa metabolisme dari darah.
PENGOBATAN

Gagal Ginjal Kronis


 Dialisis peritoneal
Dialisis peritoneal yang dikenal sebagai "pembersihan
perut", memanfaatkan pembuluh darah pada peritoneum
(selaput tipis yang melapisi bagian dalam perut dan
mengelilingi serta menopang organ-organ perut) yang
memungkinkan dilakukannya proses dialisis
 Transplantasi ginjal
Merupakan transplantasi bedah ginjal dari donor
kepada pasien gagal ginjal. Ginjal donor bisa berasal dari
orang yang sudah meninggal (mati batang otak) atau
disumbangkan dari orang yang masih hidup (anggota
keluarga).
PERAWATAN PASIEN

Cara Merawat Pasien Penderita


Gagal Ginjal Akut dan Gagal ginjal Kronis
 Memahami kondisi dan metode pengobatan.
 Kendalikan penyakit ginjal dengan mengikuti
saran medis termasuk keterampilan
pengobatan dan perawatan diri, misalnya
terapi polamakan, obat-obatan, dan dialisis,
dll.
 Lakukan konsultasi dan pemeriksaan
lanjutan secara berkala untuk
memantauproses perkembangan penyakit.
PENCEGAHAN

Gagal Ginjal Akut


 Setiaporang harus memiliki gaya hidup sehat dengan menjaga pola makan
dan olahraga teratur.
 Membiasakan meminum air dalam jumlah yang cukup
 Rehidrasi cairan elektrolit yang adekuat pada penderita-penderita

gastroenteritis akut.
 Transfusi darah atau pemberian cairan yang adekuat selama pembedahan,

dan pada trauma-trauma kecelakaan atau luka bakar.


 Mengusahakan hidrasi yang cukup pada penderita-penderita diabetes

melitus yang akan dilakukan pemeriksaan dengan zat kontras radiografik.


 Pengelolaan yang optimal untuk mengatasi syok kardiogenik maupun septik.
 Hindari pemakaian obat-obat atau zat-zat yang bersifat nefrotoksik.
 Cegah hipotensi dalam jangka panjang.
 Penyebab hipoperfusi ginjal hendaknya dihindari dan bila sudah terjadi

harus segera diperbaiki


PENCEGAHAN

Gagal Ginjal Kronis


 Minumlah air dalam jumlah yang cukup untuk menjaga angka
keluaran urinyang baik (bisa membantu mencegah batu ginjal dan
infeksi saluran kemih).
 Memerhatikan kebersihan pribadi untuk mencegah infeksi saluran
kemih.
 Kendali pola makan yang baik
 Jangan menyalahgunakan obat-obatan, misalnya obat penghilang
rasa sakit untuk rematik dan antibiotik.
 Cegah komplikasi dari penyakit awal, misalnya diabetes melitus,
hipertensi, dll. Kadar gula darah dan tekanan darah harus
dikendalikan dengan baik.
 Perbaiki penyebab obstruksi saluran kemih, misalnya buang batu
ginjal dan cobalah untuk memperbaiki penyebab awalnya.
 Lakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala. Lakukan
pengobatan terhadap penyakit ginjal, misalnya nefritis.
KESIMPULAN

Kesimpulan
 Gagal ginjal akut merupakan istilah untuk kondisi di
mana ginjal seseorang mengalami kerusakan secara
mendadak, sehingga tidak bisa berfungsi. Gagal ginjal
kronis adalah penurunan fungsi ginjal akibat
penumpukan produk sisa metabolisme dan cairan di
dalam tubuh yang menyebabkan gangguan fungsi tubuh.
 Orang yang rentan terkena gagal ginjal akut dan kronis
adalah penderita diabetes, berusia lanjut, dan memiliki
riwayat penyakit ginjal sebelumnya.
 Untuk mendiagnosis gagal ginjal akut dan kronis
dilakukan beberapa hal berikut: tes darah, tes urine dan
pengukuran urine yang keluar, pemindaian atau sinar X,
dan biopsi ginjal
SEKIAN

TERIMA KASIH
Semoga Bermanfaat