Anda di halaman 1dari 14

ASUHAN KEPERAWATAN

LANJUT USIA DENGAN


GANGGUAN SEKSUALITAS

Tria Widiastuti (108117014)


Dinda Agestya Ningrum (108117015)
Ahda Sabila (108117016)
Elisa Wahyu Handayani (108117025)
Mei Nur ANnisa (108117030)
Wida Sukmawati (108117037)
Definisi Seksualitas

 Seksualitas merupakan suatu komponen integral


dari kehidupan seorang wanita normal. Hubungan
seksual yang nyaman dan memuaskan merupakan
salah satu faktor yang berperan penting dalam
hubungan perkawinan bagi banyak pasangan
(Irwan, 2012).
Fisiologi sistem/ Fungsi normal
sistem

Seksual yang Sehat Meliputi :


 Bebas dari gangguan fisik maupun psikologis
 Bersikap positif terhadap seksual
 Mempunyai pengetahuan yang akurat tentang
seksualitas
 Kesesuaian antara jenis kelamin, identitas, dan
peran
Karakteristik Kesehatan Seksual

 Kemampuan mengekspresikan potensiseksual,


dengan meniadakan kekerasan, eksploitasi dan
penyalahgunaan seksual.
 Gambaran tubuh positif, ditunjukkan dengan
kepuasan diri terhadap penampilan pribadi
Komponen kesehatan seksual
 Konsep seksual diri
 Body image
 Identitas jender
 Tubuh Manusia Memiliki Zona Erotik
 Ekspresi Seksual
Faktor-faktor yang mempengaruhi
Seksualitas/ masalah seksual

 Perkembangan manusia
 Kultur / budaya
 Nilai-nilai Realigi
 Status Kesehatan
 Hospitalisasi
Macam-macam gangguan yang
mungkin terjadi

 Penganiayaan seksual
 Penyakit menular seksual (PMS)
 Penyakit stress yang akan mempengaruhi seksualitas
pada lansia
 Ny. A usia 65 tahun Alamat. Desa Puri, Kec, Puri Kab.
Mojokerto, pendidikan terakhir PGSD, dan sekarang sudah
pensiun, kebangsaan Indonesia , Suku Jawa, Agama islam,
Ny A meminta pada anaknya untuk diantar ke Panti Werdha
dan yang bertanggung jawab di Panti adalah kedua
anaknya. Ny A di panti sudah sudah 5 bulan pada saat
pengkajian klien mengatakan semenjak suaminya meninggal
klien di rumah sering sendirian dan merasa bosan karena
sering ditinggal anak M nya yang sibuk dengan pekerjaan
nya, meskipun dirumah Ny A dengan kedua cucu nya tapi
karena mereka juga sudah dewasa jarang dirumah sibuk
dengan kegiatan-kegiatan yang diikuti disekolahnya. Dan
alasan itulah yang menjadi Ny A ingin tinggal di Panti kareba
beliau merasa di Panti akan mendapat banyak teman dan
tidak merasa sendirian lagi. Selain itu Ny A mengatakan
selama di Panti sering mengikuti kegiatan-kegiatan yang
diadakan oleh Panti misalnya senam pagi, berkebun,
mengikuti pengajian juga.
Salah satu perawat juga mengatkan bahwa beliau memang rajin
dan hidup bersih, selain sering mengikuti olahraga, Ny A tidak
pernah telat meminum susu dan makan makanan yang sehat
yang selalu dibawakan anak nya karena setiap 2 minggu sekali
selalu menjenguk Ny A, dan anak sebenarnya ingin ibunya
kembali dirumah aja tetapi Ny A tetap menolak dan tetap tinggal
di Panti.
Ny. A mengatakan bahwa ia sudah tidak mendapatkan haid
sejak 3 bulan yang lalu,dan karena itu Ny A sering merasakan
nyeri sendi. Selain itu seminggu terakhir ini Ny A mengatakan
sakit pada punggung, sulit menahan kencing, rasa panas dan
sulit tidur. Pada pemeriksaan didapatkan keadaan umum baik,
keadaan emosionalnya stabil dan kesadarannya compos mentis.
Tekanan darah 170/80 mmHg, denyut nadi 74 x/menit,
pernafasan 21 x/menit dan suhu badan 36,5 derajat celcius.
Tinggi badan 160 cm dengan berat badan 60 kg.
Analisa Data
Data Etiologi Problem
Ds :   Hambatan Interaksi
Sosial
Ny semenjak suaminya meninggal klien di rumah sering sendirian
dan merasa bosan karena sering ditinggal anak
Ny A mengatakan selama di Panti sering mengikuti kegiatan-kegiatan
yang diadakan oleh Panti misalnya senam pagi, berkebun, mengikuti
pengajian juga
 
DO :
Klien terlihat sedih saat bercerita tentang keadaannya

DS : Agen Cedera Fisik Nyeri Akut

Ny.A mengatakan bahwa ia sudah tidak mendapatkan haid sejak 3


bulan yang lalu, dan karena itu Ny.A sering merasakan nyeri sendi.
Selain itu seminggu terakhir ini Ny A mengatakan sakit pada
punggung, sulit menahan kencing, rasa panas dan sulit tidur.
DO :
Ny.A tampak meringis kesakitan pada saat menahan nyeri sendi dan
kenncing
TD : 170/80 mmHg,
Denyut nadi : 74 x/menit
 
Diagnosa Keperawatan

Hambatan Interaksi Sosial


Nyeri Akut berhubungan dengan Agen
Cedera Fisik
Intervensi
Diagnosa
Keperawatan NOC NIC
Hambatan NOC : NIC :
Interaksi Sosial Self Esteen, Situational Socialization Enhancement
  Communication Impaired Verbal 1.Buat interaksi terjadwal
Kriteria Hasil : 2.Dorong pasien ke kelompok atau
1.Lingkungan yang suportif yang program keterampilan
bercirikan hubungan dan tujuan interpersonal yang membantu
anggota keluarga meningkatkan pemahaman
2.Menggunakan aktivitas yang tentang pertukaran informasi atau
menenangkan, menarik dan sosialisasi, jika perlu
menyenangkan untuk meningkatkan 3.Identifikasi perubahan perilaku
3.Kesejahteraan, interaksi sosial dengan tertentu
orang, kelompok atau organisasi 4.Berikan umpan balik positif jika
4.Memahami dampak dari perilaku diri pasien berinteraksi dengan orang
dari pada interaksi sosial
TERIMAKASIH
Nyeri Akut NOC : NIC : Pain Management
berhubungan Pain level 1. Lakukan pengkajian nyeri
dengan Agen Cedera Pain control secara komprehensif
Fisik Kriteria Hasil : termasuk lokasi, karateristik,
1. Mampu mengontrol nyeri durasi frekuensi, kualitas dan
2. Melaporkan bahwa nyeri faktor presipitasi
berkurang dengan menggunakan 2. Observasi reaksi non verbal
managemen nyeri dan ketidaknyamanan
3. Mampu mengenali nyeri ( skala, 3. Gunakan teknik komunikasi
intensitas, frekuensi,dan tanda terapeutik untuk mengetahui
nyeri) pengalaman nyeri paasien
Menyatakan rasa nyaman setelah 4. Kaji kultur yang
nyeri berkurang mempengarusi respon pasien
5. Evaluasi pengalaman nyeri
masa lampau