Anda di halaman 1dari 19

BAHAN AKTIF

KELAUTAN
Dosen Pengampu : Dara Pranidya T.,
M.Farm.,Apt
NAMA KELOMPOK 1
 Putri Indah Pratiwi
 Ita Rhosida
 Pera Amelia
 Meilina Rossa Nabela Sari
KAJIAN BIOAKTIVITAS ANTIBAKTERI DAN SENYAWA
METABOLIT SEKUNDER SPONS LAUT Haliclona sp., DARI
PERAIRAN TANJUNG TIRAM MORAMO UTARA, SULAWESI
TENGGARA
PENDAHULUAN

 Metabolit sekunder merupakan senyawa yang tidak esensial bagi pertumbuhan


mahluk hidup.
 Senyawa metabolit sekunder disintesis.
 Pada organisme tertentu senyawa metabolit sekunder dimanfaatkan sebagai
pertahanan diri dari cekaman biotik maupun abiotik.
 Senyawa metabolit sekunder dapat bersifar racun dan juga bersifat zat yang
menguntungkan.
 Metabolit sekunder juga dapat digunakan sebagai bahan baku obat dan
kosmetik.
 Pada beberapa penelitian menunjukan hasil penemuan berbagai jenis senyawa
bioaktif baru pada biota laut yang tidak ditemukan pada biota darat.
 Spons merupakan salah satu komponen biota penyusun
terumbu karang yang penyebarannya sangat luas
diperairan laut.
 Spons memiliki mekanisme pertahanan diri dari
organisme predator.
 Spons haliclona sp adalah salah satu jenis spons yang hidup
diperairan laut dan banyak ditemukan di daerah ekosistem terumbu
karang.
 Metabolit sekunder dari spons dapat menangkal dan menghambat
bakteri patogen pengganggunya.
 Senyawa aktif spons Haliclona sp. potensi aktivitas sebagai
antikanker leukimia. Dan juga memiliki aktivitas sebagai antimikroba.
 Setiap kemampuan sintesis senyawa metabolit sekunder oleh spons
serta bioaktivitasnya sangat berbeda.
Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui metabolit
sekunder yang terkandung pada ekstrak aseton spons Haliclona sp.
Manfaat :
• Diharapkan hasil penelittian dapat menjadi sumber informasi ilmiah dalam
bidang kelautan terkait potensi senyawa bioaktif sumber daya kelautan
perairan.
• Dalam bidang farmakologi maupun keperluan industri dapat dijadikan
sebagai referensi awal sehingga dapat dimanfaatkan kedepannya sebagai
bahan baku obat-obtan.
METODE
Metode yang digunakan :
•Metode koleksi
•Metode ekstraksi
Identifikasi senyawa metabolit sekunder dilakukan dengan menggunakan
larutan pereaksi spesifik untuk mengetahui senyawa metabolis sekunder
yang tergantung dalam ekstrak aseton spons Haliclona sp.
1.Senyawa Alkoloid
2.Senyawa Saponin
3.Senyawa Steroid dan Terpenoid
4.Senyawa Flavonoid
5.Senyawa Tanin/Fenol
6.Uji Aktivitas Antibakteri
PEMBAHASAN
Pada umumnya, metode yang digunakan dalam proses
pengekstrakan senyawa bahan alam yaitu dengan metode
maserasi, karena metode tersebut efisien dan efektif dalam
menarik komponen senyawa.
Senyawa Metabolit Sekunder
Spons
 Hasil dan pengujian identifikasi senyawa metabolit sekunder
ekstrak aseton Haliclona sp. Senyawa alkaloid merupakan salah
satu senyawa metabolit sekunder yang di identifikasi.
 Selain senyawa golongan alkaloid yang positif teridentifikasi,
ekstrak spons Haliclona sp. juga teridentifikasi senyawa golongan
flavonoid.
 Hasil pengujian ekstrak aseton spons Haliclona sp. menunjukan
bahwa positif teridentifikasi senyawa stroid dan senyawa
terpenoid.
Bioaktivitas Antibiotik Ekstrak
Aseton Spons
 Kemanpuan daya hambat antibakteri ekstrak aseton Haliclona
sp. terhadap ketiga bakteri uji S. typhi, S. aureus dan E. coli,
menunjukan bahwa semakin besar konsentrasi yang di berikan
maka semakin besar pula daerah hambatan dikarenakan
adanya penambahan senyawa aktif yang semakin besar dengan
adanya penambahan konsentrasi yang tinggi pula.
 Ketentuan antibakteri secara umum ditentukan berdasarkan
daerah hambatan yang terbentuk sekitar kertas cakram yang
didifusikan pada media Natrium.
KESIMPULAN
• Senyawa metabbolit sekunder yang teridentifikasi pada
ekstrak aseton spons Haliclona sp, yaitu senyawa alkaloid,
flavonoid, saponin, steroid, terpenoid, dan tanin/polifenol.
• Kemampuan bioaktivitas ekstrak aseton spons Haliclona
sp, yakni dikategorikan sedang terhadap bakteri S. Typhi
dan dikategorikan lemah pada bakteri E. Coli dan S.
Aureus.
DAFTAR PUSTAKA
 Arai, M. Liu, L., Fujimoto, T., Setiawan, A. Kobayashi, M., 2011. DeadA Protein Relates
to Action-Mechanism of Halicyclamine A, a Marine Spongean Macrocycline Alkaloid, as
an Anti-Dormant Mycobacterial Substance. Mirine Drug. 3148-3149.
 Ayoola. G. A., Coker, H. A. B., Adesegum, S. A., Bello, A. A. A., Obaweya, K., Ezennia, E.
C. Atangbayila, T. O., 2008. Phytochemical Screening and Antioxidant Activities of Some
Selected Medicinal Plants Used for Malaria Therapy in Southwestwrn Nigeria. Tropical
Journal of Pharmacetical Research. Vol 7 (3): 1019-1024.
 Clinical and Laboratori Standards Institute USA (CLSI). 2014. M100-S24 Perfmance
Standards from Antimicrobial Susceptibility: Twenty-Fourth Information Suplement.
 Rusman. 2015. Identifikasi Senyawa Metabolit Sekunder Ekstrak Metanol Kulit Buah
Aren (Arenga pinnata M.). Skripsi. Universitas Halu Oleo.
TERIMAKASIH