Anda di halaman 1dari 26

PertemuanOverview Audit Atas Laporan

1 Keuangan Sektor Komersial

Praktik Audit

1
Penilaian
● UTS – 30%
● UAS – 30%
● Aktivitas – 40%:
● Sikap – 6%
● Kehadiran – 4%
● Tugas Individu – 10%
● Tugas Kelompok – 4%
● Kuis – 16%

2
Audit Atas Laporan Keuangan
● Tujuan audit atas laporan keuangan
● Memberikan opini mengenai kesesuaian laporan keuangan dengan standar akuntansi
yang berlaku.
● Jenis opini
● Tanpa modifikasian (wajar tanpa pengecualian/ unqualified opinion): laporan
keuangan tidak mengandung salah saji material
● Modifikasian:
● Wajar dengan pengecualian (qualified opinion): terdapat salah saji material namun tidak pervasif
(bisa diidentifikasi akun yang mengandung salah saji dan besaran salah saji)
● Tidak wajar (adverse): terdapat salah saji material yang bersifat pervasif (kesalahan menyeluruh
pada laporan keuangan)
● Tidak menyatakan pendapat (disclaimer): auditor tidak memperoleh cukup bukti untuk menarik
kesimpulan sebagai dasar opini

3
Asersi Manajemen dalam Laporan Keuangan
Golongan Transaksi Saldo Akun pada Akhir Penyajian dan
dan Peristiwa Periode Pengungkapan
● Keterjadian ● Eksistensi • Keterjadian serta hak
● ● dan kewajiban
Kelengkapan Hak dan kewajiban
● ● • Kelengkapan
Keakurasian Kelengkapan
● ● • Klasifikasi dan
Pisah batas Penilaian dan alokasi
keterpahaman
● Klasifikasi
• Keakurasian dan
penilaian

Sumber: SA 315, A111

4
Bukti Audit
● Untuk bisa memberikan opini, auditor harus memeroleh bukti audit yang cukup
dan tepat.
● Bukti audit: semua informasi yang digunakan auditor dalam menarik kesimpulan
sebagai basis opini:
● Bukti internal
● Bukti eksternal
● Bukti audit dituangkan dalam kertas kerja
● Hal penting dalam pengumpulan bukti audit:
● Prosedur yang akan digunakan
● Jumlah sampel
● Jumlah bukti yang akan dipilih
● Kapan pengujian dilakukan
5
Bukti Audit
● Cakupan bukti
● Informasi yang terkandung dalam catatan akuntansi yang mendasari laporan
keuangan maupun informasi lainnya
● Ketepatan dan kecukupan bukti audit
● Ketepatan: ukuran tentang kualitas bukti audit.
● Bukti audit dianggap berkualitas jika bukti tersebut relevan dan andal dalam
mendukung kesimpulan yang dijadikan basis opini auditor
● Kecukupan : ukuran kuantitas bukti audit.
● Kuantitas bukti audit dipengaruhi oleh penilaian auditor atas risiko kesalahan
penyajian material dan juga kualitas bukti audit tersebut

6
Relevansi
● Berkaitan dengan hubungan logis dengan tujuan prosedur audit dan jika
relevan, dengan asersi yang dipertimbangkan.
● Suatu bukti relevan untuk pengujian satu asersi, belum tentu relevan untuk
lainnya.
● Contoh: pengujian kurang saji utang: bukti yang relevan adalah pengujian
informasi tentang pembayaran: pengujian utang usaha yang tercatat tidak
akan relevan.

7
Keandalan
● Tingkat dapat dipercaya nya suatu bukti
● Ukuran umum:
● Kendalan bukti audit meningkat ketika bukti audit diperoleh dari sumber independen dari
luar entitas lebih andal.
● Keandalan bukti audit dari sumber internal meningkat ketika pengendalian yang
berkaitan, dilaksanakan secara efektif oleh entitas.
● Bukti audit yang diperoleh secara langsung oleh auditor lebih dapat diandalkan
dibandingkan dengan bukti audit yang diperoleh secara tidak langsung atau dengan
melalui penarikan kesimpulan dari beberapa informasi
● Bukti audit dalam bentuk dokumen, kertas, data elektronik, atau media lainnya, lebih
dapat diandalkan dibandingkan dengan bukti yang diperoleh secara lisan
● Bukti audit yang diperoleh dari dokumen asli lebih dapat diandalkan dibandingkan dengan
bukti audit yang diperoleh melalui fotokopi
8
Jenis Bukti Audit
Physical
Examination
Confirmation
Observation

Audit Documentation
Reperformance Evidence

Analytical
procedures
Recalculation
Inquiry

9
Prosedur Pengumpulan Bukti
● Pengujian data (testing)/ pelaksanaan kembali
● Mencoba atau mengulangi suatu proses atau kegiatan tertentu
● Prosedur analitis
● Pengevaluasian atas informais keuangan yang dilakukan dengan menelaah hubunan yang dapat diterima antara data
keuangan dengan data nonkeuangan.
● Investigasi atas fluktuasi yang telah diidentifikasi, hubungan yang tidak konsisten antara satu informasi dengan
informasi lainnya, atau data keuangan yang menyimpang secara signifikan dari jumlah yang telah diprediksi
sebelumnya
● Perbandingan
● Membandingkan kondisi dengan seharusnya atau dengan persyaratan tertentu atau juga dengan kondisi sejenis di
tempat lain
● Audit atas bukti
● Vouching – menguji keabsahan dan kelengkapan pendukung transaksi
● Verifikasi – pengujian atas ketelitian perhitungan, pemilikan, kebenaran suatu dokumen atau bukti
● Rekomputasi – melakukan perhitungan kembali
● Footing dan cross footing – pengujian penjumlahan, perkalian, pengurangan

10
Pengendalian Internal
● Laporan keuangan dihasilkan dari serangkaian proses yang di dalamnya terdapat
pengendalian internal.
● Keandalan laporan keuangan sangat dipengaruhi oleh keefektifan pengendalian
internal.
● Auditor harus memperoleh pemahaman atas pengendalian internal yang
diterapkan perusahaan dan melakukan pengujian atas keefektifan pengendalian
internal tersebut
● Pengendalian internal mencakup:
● Desain: pedoman, sop, kebijakan, peraturan dsb yang berlaku di dalam perusahaan dalam
kaitannya dengan proses bisnis sampai dengan penyusunan laporan keuangan
● Aplikasi: penerapan desain tersebut dalam pelaksanaan operasional perusahaan
● Pengujian pengendalian disebut Test of Control (ToC)
11
Tahapan Dalam Audit-Hayes 2014
Phase III: Phase IV:
Phase I: Phase II:
Testing and Evaluation and
Client Acceptance Planning
Evidence Reporting

1. Tests of controls
1. Understand entity 1. Governance evidence
1. Client’s background and it’s 2. Substantive tests
of transactions 2. Subsequent events
2. Ethical environment environment
3. Analytical 3. Financial statements
3. Other professional 2. Risks of material
procedures and other report
4. Auditor Predecessor misstatements
4. Tests of details of 4. Wrap-up procedures
5. Client proposal 3. Materiality
balances 5. Matters for attention
6. Staff 4. Planning
memorandum and 5. Search for 6. Report to BoD
7. Engagement letter unrecorded
audit program 7. Audit report
liabilities

Sumber: Hayes 2014


12
Tahapan Dalam Audit – Arens 2016

Perform analytical
Plan and design procedures and
Phase I Phase III
an audit approach. tests of details
of balances.

Perform tests of
Complete the
controls and
Phase II Phase IV audit and issue
substantive tests
an audit report.
of transactions.

Sumber: Arens 2016


13
Tahapan Dalam Audit – Arens 2016

Sumber: Arens 2016


14
Tahapan Dalam Audit – ATLAS
Pra Perikatan Risk Assessment Pengujian Penyelesaian

Analisis Pengujian Perform


Penerimaan dan Pengendalian Additional Tests
Keberlanjutan for Presentation
Hubungan Pemahaman
Pengujian and Disclosure
Dengan Klien Entitas dan
Lingkungan Fraud Risk Substantif atas
Transaksi
Analisis Komunikasi Accumulate Final
Kompetensi, Tahap Risk Evidence
Sumber Daya, dan Assessment
Alokasi Jam Jasa Preliminary Risiko Kesalahan
Inherent Control Audit
Analytical Penyajian
Risk Risk Sampling
Procedures Material Evaluate Results
Surat Perikatan Audit
Planning
Pernyataan Memorandum
Significant
Independensi Prosedur Analitis
Risk Issue Audit Report
Materialitas
Surat Tugas
Pengujian Saldo
Communication
Rinci
with Audit
Komunikasi Tahap Law and Related Party Accounting Going Concern Committee and
Pra-perikatan Regulation Transactions Estimates Analysis Management

Sumber: ATLAS (dimodifikasi) 15


TAHAPAN AUDIT - ISA

Risk Assessment Risk Response Reporting


RISK ASSESMENT – ISA
RISK RESPON – ISA
REPORTING – ISA
Tahapan Audit ISA
● Pre-engagement
● Risk assessment – Planning  Dokumen Audit Planning
● Pemahaman bisnis perusahaan (gambaran umum perusahaan, bidang usaha, kondisi
industry/ pasar dsb)
● Prosedur analitis awal
● Penentuan tingkat materialitas
● Asesmen risiko (inherent, control risk) – level entitas dan level asersi
● Menentukan materialitas (MA, PM dan TE)
● Menetapkan strategi audit (pendekatan, prosedur, jumlah bukti dsb)
● Risk response – Pengujian (test of control dan substantive test)  Kertas Kerja
Pengujian (lead schedule, supporting schedule)
● Reporting  Laporan Auditor Independen
20
Jenis Pengujian
● Penilaian risiko
● Pengujian pengendalian (ToC)
● Pengujian substantif atas transaksi (SToT)
● Prosedur analitis substantif (AP)
● Pengujian rinci (ToDB)

21
Pengujian Pengendalian
● Tujuan: menilai keefektifan pengendalian internal Perusahaan
● Aspek yang diuji:
● Desain
● Ada atau tidak
● Efektif atau tidak
● Aplikasi
● Apakah aplikasi sesuai desain
● Proses
● Observasi
● Inquiry
● Vouching
● Sequence checking
● Direct examination
● Tracing

22
Pengujian Pengendalian
● Observation: observasi atas fungsi-fungsi pengendalian dan pelaksanaanya
● Inquiry: memperoleh bukti secara lisan dan didokumentasikan
● Vouching: pengujian dokumen, menelusuri proses transaksi ke dokumen
pendukung
● Sequence checking: menguji urutan nomor dokumen
● Direct examination: menguji rekonsiliasi bank, menguji dokumen penjualan
● Tracing: menelusuri proses dari dokumen transaksi

23
Aspek Yang Diuji
● Pengujian dilakukan atas siklus transaksi perusahaan: penjualan dan penerimaan
kas, pembelian dan pengeluaran kas, penggajian, ----
● Atribut: unsur-unsur pengendalian yang melekat pada proses bisnis, antara lain:
● Pemisahan fungsi
● Otorisasi
● Kecukupan dan kelengkapan dokumen
● Penomoran dokumen
● Proses verifikasi
● Ketepatan pencatatan
● ---
● Atribut yang diuji disesuaikan dengan desain pengendalian yang ada di perusahaan

24
Pengujian Substantif
● Tujuan: menguji kewajaran jumlah dan saldo
● Substantif atas transaksi
● Substantif atas saldo rinci
● Hasil pengujian dituangkan dalam kertas kerja
● Skedul utama/ lead schedule: dibuat untuk setiap akun/ kelompok akun, misalnya kas dan setara kas (mencakup:
kas, bank, deposito); Piutang usaha
● Skedul pendukung/ supporting schedule: dibuat untuk setiap prosedur audit yang dilakukan sesuai dengan tujuan
pengujiannya, contoh:
● Skedul pendukung saldo bank, tujuan: menguji kesesuaian saldo dalam laporan keuangan dengan saldo dalam rekening koran
● Skedul pendukung: kontrol konfirmasi: mendokumentasikan hasil konfirmasi
● Setiap kertas kerja harus memuat kesimpulan:
● Pada skedul utama: ada atau tidak nya salah saji material pada akun/ kelompok akun
● Pada skedul pendukung: kesesuaian hasil pelaksanaan prosedur dengan tujuan prosedur,
● Misalnya: prosedur konfirmasi piutang tujuannya untuk mengetahui keberadaan piutang dan ketepatan saldonya,
● Maka kesimpulannya adalah (misal jawaban konfirmasi sesuai): saldo piutang dalam laporan keuangan telah sesuai dengan hasil
konfirmasi.

25
SELESAI
Pertanyaan?