Anda di halaman 1dari 16

Persampahan

07 Pengantar Teknik Lingkungan


Pengertian
Menurut Tchobanoglous, 1993 :
Sampah adalah bahan buangan padat atau
semi padat yang dihasilkan dari aktifitas
manusia atau hewan yang dibuang karena
tidak diinginkan atau digunakan lagi.

Menurut UU no 18 Tahun 2008 :


Sampah adalah sisa kegiatan sehari-hari
manusia dan/atau proses alam yang
berbentuk padat.
Sampah spesifik adalah sampah yang
karena sifat, konsentrasi, dan/atau volumenya
memerlukan pengelolaan khusus.
APA BEDANYA?

 PENGELOLAAN  Menurut Tchobanoglous (1993) :


manajemen atau kontrol terhadap timbulan
sampah, pewadahan, pengumpulan,
pemindahan dan pengangkutan, proses dan
pembuangan akhir sampah
DENGAN Pengelolaan sampah bertujuan untuk
meningkatkan kesehatan masyarakat dan
kualitas lingkungan serta menjadikan sampah
sebagai sumber daya.

 PENGOLAHAN  Menurut Tchobanoglous, (1993) :


Pengolahan sampah adalah mengubah
bentuk sampah menjadi bentuk lain,
misalnya proses komposting mengubah
sampah menjadi kompos dan energi
Tujuan pengelolaan sampah
1.Meningkatkan kesehatan lingkungan dan masyarakat.
Penanganan sampah yang terencana dan dilaksanakan dengan baik mulai dari kegiatan di sumber sampai
pembuangan akhir akan menciptakan kondisi suatu pemukiman/kota yang berarti pula sebagai peningkatan
kualitas kebersihan lingkungan dan masyarakat.

2. Melindungi sumber daya alam (Air).


Penanganan dan pembuangan sampah yang tidak dilakukan dengan benar akan menciptakan potensi yang
sangat besar akan terjadinya pencemaran terhadap air, baik air pemukiman atau air tanah oleh timbunan
sampah yang tersebar di banyak tempat tanpa penanganan yang baik. Potensi pencemaran disebabkan pula
oleh proses dekomposisi sampah di tempat pembuangan berlangsung lama.

3. Melindungi fasilitas sosial ekonomi.


Akibat timbunan sampah menyebabkan prasarana pembuangan air hujan menjadi tidak berfungsi sehingga
menyebabkan terjadinya genangan air atau bahkan banjir. Akibat yang timbul dari kejadian banjir umumnya
berupa kerusakan prasarana kota seperti jalan, jembatan, gedung yang pada akhirnya akan mengganggu
aktifitas sosial ekonomi.

4.Menunjang pembangunan sektor strategis.


Laju pembangunan yang pesat pada beberapa sektor strategis seperti industri dan pariwisata perlu didukung
dengan pelayanan yang memadai.
 Pengelolaan sampah (UU no 18 Tahun
2008)

Kegiatan yang sistematis,


menyeluruh, dan berkesinambungan
yang meliputi pengurangan dan
Kegiatan penanganan sampah meliputi :
1. Pengurangan pembatasan timbulan sampah,pendauran
ulang sampah, dan/atau pemanfaatan kembali sampah.
2. pemilahan dalam bentuk pengelompokan dan pemisahan
sampah sesuai dengan jenis, jumlah, dan/atau sifat sampah
3. pengumpulan dalam bentuk pengambilan dan pemindahan
sampah dari sumber sampah ke tempat penampungan
sementara atau tempat pengolahan sampah terpadu
4. pengangkutan dalam bentuk membawa sampah dari sumber
dan/atau dari tempat penampungan sampah sementara atau
dari tempat pengolahan sampah terpadu menuju ke tempat
pemrosesan akhir
5. pengolahan dalam bentuk mengubah karakteristik,
komposisi, dan jumlah sampah
6. pemrosesan akhir sampah dalam bentuk pengembalian
sampah dan/atau residu hasil pengolahan sebelumnya ke
media lingkungan secara aman.
KLASIFIKASI SAMPAH

SUMBER KOMPOSISI JENIS


Sumber sampah adalah asal timbulan sampah.
Sampah yang dikelola berdasarkan Undang-Undang No
18/2008 terdiri atas:
a. Sampah rumah tangga
Sampah rumah tangga sebagaimana dimaksud berasal dari
kegiatan sehari-hari dalam rumah tangga, tidak termasuk
tinja dan sampah spesifik.
b. Sampah sejenis sampah rumah tangga
Sampah sejenis sampah rumah tangga sebagaimana
dimaksud berasal dari kawasan komersial, kawasan industri,
kawasan khusus, fasilitas sosial, fasilitas umum, dan/atau
fasilitas lainnya.
c. Sampah spesifik.
1.Sampah yang mengandung bahan berbahaya dan beracun;
2.Sampah yang mengandung limbah bahan berbahaya dan beracun;
3.Sampah yang timbul akibat bencana;
4.Bongkaran bangunan
5.Sampah yang secara teknologi belum dapat diolah; dan/atau
Komposisi Sampah
•Komposisi sampah adalah setiap komponen sampah yang membentuk suatu kesatuan, dalam prosentase
(%)

•Informasi dan data komposisi fisik sampah meliputi besarnya prosentase komponen pembentukan
sampah, ukuran partikel, kandungan air dan kepadatan sampah

•Komposisi menentukan jenis dan kapasitas peralatan, sistem, dan program penanganannya

No. Sumber sampah Komposisi sampah


1. Kantor  Kertas  cartridge printer bekas
 Karton  sampah makanan
 Plastik
2. Rumah sakit  kertas  logam (jarum spuit)
 kapas bekas  perban bekas
 plastik (pembungkus  potongan jaringan tubuh
spuit, spuit bekas)  sisa-sisa obat
 kaca (botol obat,  sampah makanan
pecahan kaca)
3. Pasar  sampah organik mudah  kayu pengemas
membusuk (sayuran,  karet
buah, dsb)
 kain
 plastik
 gelas/kaca
 kertas / karton
 logam
Cont’d
No. Sumber sampah Komposisi sampah
4. Rumah makan  sampah makanan  plastik pembungkus
 kertas pembungkus
5. Lapangan olah-raga  kertas  sampah makanan
 plastik  potongan rumput
6. Lapangan terbuka  ranting  potongan rumput
 daun kering
7. Jalan & lapangan parkir  kertas  daun kering
 plastik
8. Rumah tangga  sampah makanan  logam
 kertas / karton  kain
 plastik  daun, ranting
 kaca  batu/kerikil
9. Pembangunan gedung  pecahan bata  kayu
 pecahan beton  kertas
 pecahan genting  plastik
Tabel Tipikal Komposisi Sampah Rumah
Tangga (Tchobanoglous, 1993)

Komponen Persen Berat (% )

Organik
-         Bahan makanan 65
-         Kertas 8
-         Karton 2
-         Plastik 2
-         Tekstil 1
-         Karet 0,5
-         Kulit 0,5
-         Sampah taman 1
-         Kayu 0,5
Anorganik
-         Kaca 5
-         Kaleng 5
'- Aluminium 1
-         Logam lainnya 1
- Kotoran, debu dll 7,5
TOTAL 100
Perbandingan Limbah Padat
Kota
 Karakteristik sampah dapat
diklasifikasikan sebagai berikut
(Tchobanoglous, 1993):

1. Karakterisktik Fisik.

2. Karakterisktik Kimia.

3. Karakterisktik Biologis.
FISIK BIOLOGIS
Kepadatan Sampah Kelarutan Bahan Organik
Kelembapan Hemiselulosa
Distribusi dan Ukuran Partikel Selulosa
Kapasitas Tangkapan Lignin
Kapasitas Pemadatan Sampah Lemak
Protein

KIMIA
Carbon
Hidrogen
Nitrogen
Sulfur
Phosphate
Ircham (1992) Hadiwiyoto, 1983)
Dilihat dari sifat fisiknya sampah dapat dibagi menjadi dilihat dari sifat kimianya sampah dapat dibagi
dua jenis, yaitu : menjadi dua jenis, yaitu :
1. Garbage (sampah basah), yakni jenis sampah yang 1. Sampah organik, adalah sampah yang
terdiri dari sisa-sisa potongan hewan atau sayur- mengandung senyawa-senyawa organic
sayuran hasil pengolahan dari dapur rumah tangga,
karena mengandung unsur-unsur karbon,
hotel atau restoran yang semuanya mudah
hydrogen dan oksigen. Bahan-bahan ini mudah
membusuk.
didegradasi oleh mikrobia.
2. Rubbish (sampah kering), adalah sisa pengolahan
2. Sampah non-organik, adalah sampah yang
yang tidak mudah membusuk. Sampah jenis ini
tidak tersusun oleh senyawa- senyawa organik
terbagi lagi menjadi golongan. Yang pertama bersifat
sehingga tidak mudah didegradasi oleh
mudah terbakar (incinerable waste) seperti kayu,
mikrobia
kertas dan kain. Yang kedua bersifat tidak mudah
terbakar (non-incinerable waste) seperti kaleng,
kaca dan logam
Terima Kasih