Anda di halaman 1dari 23

Chapter 7

FOLLOWERSHI
P

Andreas Woenardi (201650316)


THE ROLE OF FOLLOWERS
Peran seorang pengikut (follower) sangat penting karena memiliki
implikasi di dalam kepemimpinan, yaitu:
1. Pengikut dan pemimpin merupakan dasar dari hubungan
kepemimpinan yg mempunyai peranan penting dalam berbagai
kondisi yang beraneka ragam (karena pemimipin pernah juga
menjadi bagian dari pengikut dan pengikut juga menjadi
pemimpin – jadi posisi keduanya sama-sama penting dan saling
terkait sehingga dalam berbagai kondisi maupun masalah apapun
keduanya memiliki peranan penting untuk menyelesaikan
masalah, dibutuhkan kerjasama dari kedua pihak)
2. Pengertian kepemimpinan yang merefleksikan bahwa hubungan
antara pemimpin dengan bawahan (posisi dari pemimpin sebagai
individu dipengaruhi oleh tindakan dan perilaku dari para
pengikutnya. Pengaruh pengikut terhadap pemimpinnya dapat
memperbaiki/ memperburuk citra pemimpin.)kepemimpinan yg
baik perlu menyesuaikan dgn situasi & follower
3. Kualitas yang diinginkan seorang pemimpin sama dengan
bawahan yang efektif (saling proaktif dalam peranannya dan
mereka saling membagi visi- jadi pemimpin membantu pengikut
untuk efektif begitu juga sebaliknya).
Critical and Uncritical
Thinking
Critical Thinking
– Thinking independently and being mindful of
the effects of one’s own and other people’s
behavior on achieving the organization’s
vision.
Uncritical Thinking
– Failing to consider possibilities beyond what
one is told; accepting the leader’s ideas
without thinking.
STYLE OF FOLLOWERSHIP
Menurut Robert E. Kelley ada 5 gaya kepemimpinan
dan 0dikelompokkan menjadi dua bagian dimensi
utama
I. Independent, critical thinking VS Dependent,
uncritical thinking
a. Independent, critical thinking
- Berjuang untuk suatu tujuan
- Mereka selalu berhati-hati dalam setiap
tindakan
- Dapat mempengaruhi visi pemimpin dan
menawarkan pemikiran yang konstruktif, cretaive, dan
inovasi

b. Dependent, uncritical thinking


- Tidak memiliki pertimbangan/ tidak memikirkan
apa yang akan terjadi
II. Passive VS Active
a. Active
- Partisipasi penuh untuk organisasi
- Tingkah laku dan sikap terhadap
pekerjaan tidak terbatas.
- Ada rasa memiliki.
- Berusaha untuk memecahkan masalah
dan membuat keputusa.
b. Passive
- Perlu disupervisi.
- Malas (tidak melakukan apa-apa sebelum
diminta dan tidak ada nilai tambah dalam
pekerjaan/ menghindari tanggung jawa.
1. Alienated Follower
• Pasif, tidak tergantung dan kritis.
• Mereka mempunyai pengalaman.
• Focus pada hasil yang rendah dan orang lain.
• Tidak ikut berpartisipasi dalam masalah/
kekurangan yang mereka lihat.
2.Conformist Follower
• Partisipasi aktif tapi tidak ada pemikiran kritis
dalam tingkah laku mereka.
• Semua tugas dilakukan karena dianggap semua
itu pekerjaan yang harus mereka lakukan.
• pemikiran untuk hal-hal yang akan terjadi tidak
dilakukan.
• Menghindari konflik dan menyukai adanya
peraturan yang ketat dan otorisasi.
3.Pragmatic Survivor Follower
• Tergantung pada situasi dan kritis.
• Terkadang mereka biasanya bisa masuk kedalam
empat elemen yang ada jadi sikap mereka bias,
status quo, lebih menguntungkan posisi dan
mereka menginginkan resiko yang kecil, atau
kepentingan individu lebih mereka pentingkan,
mereka berjuang untuk waktu yang pendek/
terbatas untuk suatu tujuan.
4.Passive Follower
• Pasif, tidak tergantung dan kritis.
• Tidak ada tanggungjawab dan kegiatan terbatas
pada apa yang mereka lakukan.
• Harus diberikan hukuman dan biasa dikontrol.
5. Effective Follower
- Kritis, pemikiran tidak tergantung dan aktif.
- Saling menghormati posisi dan tidak
menghindari konflik/risiko.
- mereka suka pada perubahan dan berpartisipasi
dalam menyelesaikan konflik.
- mereka mau bertindak dan berpikir sesuai
dengan apa yang mereka katakan.
- komitmen yang cukup kuat untuk setiap hal.
- berkompetensi, memiliki pengaruh yang positif,
dan memberikan solusi.
Ex. 7.1 Followership Styles
COURAGES FOLLOWERS

Pengikut harus tahu apa yang akan mereka


perbuat dan ekspresikan baik dalam ide dan
opini yang akan mereka berikan kepada
pimpinan mereka.

Selain itu mereka juga harus menerima


tanggungjawab dan mau untuk melayani
kebutuhan organisasi (baik dalam perubahan,
menghadapi tantangan dan bersedia untuk
keluar ketika sudah tidak sejalan lagi).
1. Courages to assume responsibility
Rasa tanggung jawab dan rasa memiliki sebuah organisasi harus
dipunyai setiap bawahan. Dan mereka dituntut untuk
bertanggungjawab atas apa yang terjadi dalam perusahaan.
Selain itu, ketika semuanya (permasalahan) membutuhkan
solusinya maka bawahan harus memberikan kapabilitas dalam
menghadapi semuanya.
2. Courages to serve
• mengetahui kebutuhan organisasi
• mengetahui kekuatan dan mendukung kepentingan pemimpin
dan ikut berpartisipasi/ memberikan kontribusi dalam
organisasi.
3. Courage to challenge
• Pemimpin yang efektif tergantung pada pengikut yang berani
untuk menerima tantangan karena jika pengikut berani
mendukung adanya perubahan serta pemimpinnya maka
semuanya akan tercapai.
• Pengikut yang berani tidak mengorbankan kepentingan
organisasi untuk tujuan pribadi serta dapat meminimalkan
konflik.
4. Courage to participate in
transformation
• Ketika organisasi melalui transformasi yang
sulit pengikut harus berani mendukung
pemimpin dan organisasinya. Mereka tidak
takut untuk menghadapi perbedaan dan
berjalan mendampingi perusahaan.
5. Courage to leave
• Alasan untuk keluar adalah karena
kebutuhan orang tersebut selalu bergerak
dalam tahap kehidupan sehingga
dibutuhkan tantangan (selain itu mereka
juga bersedia keluar karena visi dan misi/
tujuan tidak sesuai lagi dengan perusahaan
atau juga sudah tidak percaya lagi kepada
DEVELOPING PERSONAL
POTENTIAL
Pengikut memerlukan pengembangan
kapabilitas dan kualitas personal mereka baik
dalam pribadi maupun kehidupan kerja.
Menurut Stephen Coveys ada 7 kebiasaan
yang dapat meningkatkan keefektifan
seseorang.
Yang menggambarkan didalamnya
pengetahuan, keterampilan, keahlian dan
keinginan yang berpengaruh terhadap
keefektifan personal tersebut
(menggambarkan sirklus dari dependence ke
independence kemudian interdependence)
DEPENDENCE INDEPENDENCE INTERDEPENDENC
E
-Orang yang suka -Mengembangkan - Dibutuhkan
membandingkan rasa kepemilikan seorang pemimpin
-Termasuk orang -Kepercayaan untuk bisa
pasif berdasarkan berhubungan secara
-Menyalahkan kemampuan diri efektif dengan
orang/ situasi ketika sendiri pengikut (harus
mereka mengalami -Menerima bekerjasama/
kegagalan tanggungjawab dan berkoordinasi)
bertindak sesuai
dengan yang
diharapkan
• From Dependence to Independence
Covey mengemukakan tiga kebiasaan
dalam rangka penguasaan dan kontrol diri
dan ini disebut dengan “kemenangan
pribadi” karena mereka melibatkan hanya
pengikut individual yang bergerak dari
ketergantungan menjadi
ketidaktergantungan/ mandiri dalam
hubungannya dengan yang lain.

Habit 1: Be Procative
Menjadi proaktif berarti lebih daripada
mengambil inisiatif tentang menjadi lebih
bertanggungjawab terhadap diri sendiri.
Orang yang proaktif mengetahui bahwa
mereka mempunyai kemampuan untuk
memilih dan bertindak sesuai dengan
integritas.
Habit 2: begin with the end in mind
Artinya bahwa memulai dengan pemikiran mental
yang bersih dari tujuan awal. Bagi tiap orang hal ini
berarti mengetahui apa yang paling kita inginkan,
yang terpenting bagi kita sehingga dapat melewati
hidup tiap hari yang memberikan kontribusi pada visi
pribadi.

Habit 3: Put first things first


Kebiasaan ini mendorong orang untuk menambah
pengawasan waktu dan kesempatan untuk
menghubungkan antara tujuan dan mengatur diri
sendiri.
- kontrol setiap waktu dari kejadian untuk mencapai
tujuan
- Fokus dalam mempertahankan hubungan dan hasil
• Effective Interdependence
Ketiga habit diatas adalah dasar dari kebebasan yang
dapat menggerakkan pada saling ketidaktergantungan/
mandiri yang disebut “kemenangan Publik”.
Habit 4: Think win-win
Artinya memahami bahwa berfikir tanpa kerjasama,
organisasi tidak akan berhasil. Ketika pengikut
mengerti akan hal ini, mereka saling bekerjasama untuk
memastikan kesuksesan bersama dan memberikan
kesempatan kepada orang lain untuk menjadi
“pemenang”. Win-win adalah kerangka berfikir dan hati
yang secara konstan mencari kesepakatan dan jalan
keluar yang saling menguntungkan dan memuaskan.
Habit 5: Seek first to understand then to be
understood
Prinsip ini adalah kunci dasar dari komunikasi yang
efektif. Mengerti berarti tidak menghakimi dan
mampu untuk bersikap empati terhadap situasi
orang lain. Empati berarti merasakan bagaimana
kita berada diposisi orang tersebut agar
dapat memahami apa yang dirasakan orang
tersebut.
Habit 6: Sinergy
Adalah aspek penting dalam strategi organisasi.
Sinergi adalah kombinasi dari tindakan yang terjadi
ketika orang bekerjasama untuk menciptakan
alternatif baru dan solusi. Saling berinteraksi untuk
menghasilkan dampak gabungan yang lebih baik
daripada dilakukan sendiri2.
Habit 7: Sharpen the saw
Adalah proses yang menggunakan dan secara
berkelanjutan memperbaharui secara fisik, mental,
Sources of Follower
Power
Personal Sources
– Knowledge
– Expertise
– Effort
– Persuasion
Position Sources
– Location
– Information
– Access
Ex. 7.4 Rank Order of Desirable
Characteristics

Desirable Leaders Desirable Colleagues


Are (Followers) Are
• Honest
• Honest • Cooperative
• Forward thinking • Dependable
• Inspiring • Competent
• Competent
GIVING Feedback to Develop
Followers
• Umpan balik sangat penting, bagi individu &
organisasi untuk memperbaiki &
mengembangkan diri
• Membiasakan pemberian feedback
• Menggunakan “cerita” tentang mengapa &
bagaimana sesuatu terjadi, dengan berpijak
dalam kesetaraan
• “Murah” (generous) memberi feedback
secara positif
• Mentraining follower untuk melihat feedback
sebagai kesempatan pengembangan