Anda di halaman 1dari 31

Hidrodinamika

dalam
Ilmu Kebidanan
Oleh

dr. DAVID, MM

Mata Kuliah Fisika Kesehatan


(Pertemuan 7 dan 8)
Prodi Kebidanan
Universitas Fort De Kock Bukittinggi
2019
Kajian Hidrodinamika dalam Fisika Kesehatan
dapat ditemukan juga dengan istilah yang
mengacu pada pembahasan yang sama,
yaitu fluida.
Fluida adalah zat yang dapat mengalir, yang
terdiri dari zat cair dan gas. Ada fluida yang tak
mengalir dan ada fluida yang mengalir. Ilmu yang
mempelajari fluida yang tak mengalir disebut
hidrostatika dan ilmu yang mempelajari fluida
yang mengalir disebut hidrodinamika.
MEKANIKA FLUIDA
Mempelajari tentang fluida yang
bergerak atau diam dan akibat yang
ditimbulkan oleh fluida tersebut pada
tempatnya.

Fluida adalah zat yang dapat


mengalir atau sering disebut Zat Alir.
Jadi perkataan fluida dapat
mencakup zat cair atau gas.
FLUIDA = zat alir
Zat cair GAS

- Molekul terikat secara longgar - Molekul bergerak bebas dan


tapi berdekatan saling bertumbukan
- Tekanan yang terjadi karena - Tekanan akibat tumbukan
gaya gravitasi antar molekul
- Tekanan terjadi tegak lurus - Tekanan terjadi tidak tegak
bidang lurus bidang
Tekanan Darah
• Tekanan darah diukur menggunakan
spygmomanometer (tensimeter) yang berisi
air raksa dan biasanya dikalibrasi dalam
mmHg.

• Bagaimana Mengukur?
Dua nilai tekanan darah yang diukur, yaitu:
tekanan maksimum ketika jantung memompa
(tekanan sistolik) dan tekanan ketika jantung
beristirahat (tekanan diastolik).
Tekanan Darah
• Jumlah darah orang dewasa 5 liter
• Dlm 1 kali kontraksi jantung terpompa 80 ml darah permenit
beredar satu siklus dalam tubuh.
• Dalam sirkulasi darah

80 % sirkulasi sistemik 20 % sirkulasi paru-paru

20 % di 10 % di 7 % di kapiler 93 % di arteri
70 % di
arteri kapiler paru-paru dan vena
vena
paru-paru
Alat Ukur Tekanan Zat Cair
• Tonometer
Untuk mengukur tekanan intra okuler penderita glaukoma
nilai normal tekanan intraokuler 12 – 23 mm Hg
• Sistometer
Untuk mengukur tekanan kandung kencing.
Terdiri dari pipa kapiler yg mengandung skala cm H2O,
terhubung ke jarum melalui pipa karet.
Perbandingan :
Orang dewasa 30 cm H2O pada penderita prostat hipertropi
mencapai 100 cm H2O baru terjadi pengeluaran kencing.
Tonometer
Sistometer
• BPH (benign prostat hypertrophy)
CAIRAN DAN ELEKTROLIT
KOMPARTEMEN CAIRAN
• Seluruh cairan tubuh didistribusikan diantara
dua kompartemen utama, yaitu :
1. Cairan intraselular (CIS)
2. Cairan ekstra selular (CES)
3. Pada orang dewasa 60% dari berat badan
adalah air (cairan dan elektrolit).
KOMPOSISI CAIRAN TUBUH
• Semua cairan tubuh adalah air larutan pelarut,
substansi terlarut (zat terlarut):
1. Air adalah senyawa utama dari tubuh manusia.
Rata-rata pria Dewasa hampir 55%dari berat
badannya adalah air dan rata-rata wanita
mengandung 60% air dari berat badannya.
2. Solut (terlarut)

• Selain air, cairan tubuh mengandung dua jenis


substansi terlarut (zat terlarut): elektrolit dan non-
elektrolit.

• (a) Elektrolit: Substansi yang berdiasosiasi (terpisah)


di dalam larutan dan akan menghantarkan arus listrik.
Kation : ion-ion yang mambentuk muatan positif
dalam larutan. Kation ekstraselular utama adalah
natrium (Na+), sedangkan kation intraselular
utama adalah kalium (K+).
• Anion : ion-ion yang membentuk muatan
negatif dalam larutan. Anion ekstraselular
utama adalah klorida ( Clˉ ), sedangkan anion
intraselular utama adalah ion fosfat (PO4-).

• (b).Non-elektrolit : Substansi seperti glokusa dan


urea yang tidak berdisosiasi dalam larutan. Non-
elektrolit lainnya yang secara klinis penting
mencakup kreatinin dan bilirubin.
FUNGSI CAIRAN TUBUH
 Sarana untuk mengangkut zat-zat makanan ke sel-sel
 Mengeluarkan buangan-buangan sel
 Membantu dalam metabolisme sel
 Sebagai pelarut untuk elektrolit dan non elektrolit
 Membantu memelihara suhu tubuh
 Membantu pencernaan
 Mempemudah eliminasi
 Mengangkut zat-zat seperti (hormon, enzim, dll)
Faktor-faktor yang mempengaruhi
kebutuhan cairan dan elektrolit
1. Usia
2. Jenis kelamin
3. Sel-sel lemak
4. Stres
5. Sakit
6. Temperatur lingkungan
7. Diet
PROSES PERGERAKAN / TRANSPOR CAIRAN TUBUH

1. Difusi
Difusi adalah proses dimana partikel yang
terdapat dalam cairan bergerak dari
konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah
sampai terjadi keseimbangan.
Faktor-faktor yang meningkatkan difusi
1. Peningkatan suhu
2. Peningkatan konsentrasi partikel
Faktor-faktor yang meningkatkan difusi
3. Penurunan ukuran atau berat molekul
dari partikel
4.Peningkatan area permukaan yang
tersedia untuk difusi
5.Penurunan jarak lintas dimana massa
partikel harus berdifusi
2. Transport Aktif
1) Transport Aktif adalah bahan bergerak dari
konsentrasi rendah ke tinggi.
2) adanya daya aktif dari tubuh seperti pompa
jantung.
3)  diperlukan Energi.
4) Banyak zat terlarut penting ditransport secara
aktif melewati membran sel meliputi: natrium,
kalium, hidrogen, glukosa dan asam amino.
5) Tarnsport aktif adalah vital untuk
mempertahankan keunikan komposisi baik CES dan
CIS.
3. Filtrasi (penyaringan)

Filtrasi adalah adalah merembesnya


suatu cairan melalui selaput
permeable.
Arah perembesan adalah dari daerah
dengan tekanan yang lebih tinggi ke
daerah dengan tekanan yang yang
lebih rendah.
4. Osmosis
Osmosis adalah bergeraknya
pelarut bersih seperti air, melalui
membran semipermeabel dari larutan
yang berkonsentrasi lebih rendah ke
konsentrasi yang lebih tinggi yang
sifatnya menarik.
MASALAH KESEIMBANGAN CAIRAN DAN
ELEKTROLIT

1.  Hipovolemia
Hipovolemia adalah suatu kondisi akibat
kekurangan volume cairan ekstraseluler (CES).
Hipovolemia adalah penipisan volume cairan
ekstraseluler (CES)
QHipovolemia adalah kekurangan cairan di dalam
bagian-bagian ekstraseluler (CES).
Penyebab

(1)   Penurunan masukan


(2) Kehilangan cairan yang abnormal
melalui : kulit, gastrointestinal, ginjal
abnormal, dll.
(3)  Perdarahan
Tanda-gejala Klinis

• Pusing, kelemahan, Keletihan


• Sinkope
• anoreksia,mual, muntah, haus,
• kekacauan mental
• Konstipasi dan oliguria.
• HR meningkat, suhu meningkat, turgor
kulit menurun, lidah kering, mukosa mulut
kering, mata cekung.
Perubahan pada hipovolemia
Hipovolemia Ringan
• Anoreksia
• Keletihan
• Kelemahan

Hipovolemia Sedang
 Hipotensi ortostatik
 Takikardia
 Penurunan CVP
 Penurunan haluaran urine
Hipovolemia Berat
• Hipotensi berbaring
• Nadi cepat dan lemah
• Dingin, kulit kusam
• Oliguria
• Kacau mental, stupor, koma
2. Hipervolemia

q Hipervolemia adalah penambahan / kelebihan volume


(CES)
q Hipervolemia adalah kelebihan cairan di dalam bagian-
bagian ekstraseluler (CES).
Penyebab
1. Stimulus kronis pada ginjal untuk menahan natrium
dan air
2. Fungsi ginjal abnormal, dengan penurunan ekskresi
natrium & air
3. Kelebihan pemberian cairan intra vena
4. Perpindahan cairan interstisial ke plasma
Tanda-gejala Klinis
sesak nafas, ortopnea, odema
Penyebab edema extraselular
1.  peningkatan tekanan kapiler
 kelebihan retensi ginjal
 tekanan vena yang tinggi
 penurunan resistensi arteriol
2.  penurunan protein plasma
 hilangnya protein melalui hidung
 hilangnya protein melalui kulit yang lepas
 kagagalan produksi protein
3. Peningkatan permiabilitas kapiler
 reaksi imun
 toksin
 infeksi bakteri
THANK YOU

Thanks For Your

Anda mungkin juga menyukai