Anda di halaman 1dari 45

GANGGUAN HEMATOPOEITIC

DAN HEMOLYMPHATIC
Oleh :
Wiwik Misaco Yuniarti
ANEMIA

• “No Blood”
• Kekuranagan O2 yang ditransportasikan
oleh Hb dalam sirkulasi
• Bukan penyakit primer
• Sekunder : trauma, infeksi, toxicosis dll.
ANEMIA
EVALUASI KLINIS
1.PENEMUAN KLINIS
Sejarah : paparan anthelmentik,
acaricidal, obat, toksin, diet, parasit darah,
hemoragi, penyakit lain
Gejala klinis : weakness, lethargy,
exercise intolerant, pucat (chronic anemia,
severe anemia)
ANEMIA

Pemeriksaan fisik : pucat, ichterus, urine


discoloration, fever, internal/external
blood loss.
ANEMIA

2. KLASIFIKASI ANEMIA
Mekanisme
Keluarnya RBC dari pembuluh darah
Destruksi RBC intra dan ekstravaskuler
Penurunan produksi RBC
Gangguan kemampuan RBC membawa
O2
ANEMIA

2. KLASIFIKASI ANEMIA
Respons Regenerasi
Digolongkan regeneratif dan non
regeneratif
Respon individu tidak sama
(Kambing/domba dan babi melepaskan
banyak retikulosit)
ANEMIA

2. KLASIFIKASI ANEMIA
Red cells indices
Penghitungan MCV, MCH dan MCHV
sangat diperlukan
ANEMIA

2. KLASIFIKASI ANEMIA
Morfologi
Pemeriksaan mikroskopik terhadap
hapusan darah dapat digunakan untuk
menentukan ukuran, bentuk, dan
karakteristik pewarnaan RBC
ANEMIA
3. DIAGNOSTIK DAN PEM. LABORATORIUM
Blood work : CBC, fecal occult blood test,
urinalysis
Anemia/protein rendah : blood loss
Anemia/protein tinggi : inflamasi
Aglutinasi (+), jika tidak harus dilakukan
Coombs’ Test (antibody binding)
Specific anti-immunoglobulin + anti-
complement antibody + RBC
(IgG/warm dan IgM/cold agglutination)
BLOOD LOSS
ACUTE CHRONIC
GEJALA KLINIS GEJALA KLINIS
Pucat, pembuluh darah sclera Kondisi umum yang tidak baik,
(-), takikardia, weak pulse,
ekstremitas dingin, filling bulu kusam, kurus, edema
juguler lemah ventral (hipoproteinemia)
ETIOLOGI ETIOLOGI
Trombositopenia, rupture Parasit dan ulcer GIT
pembuluh darah besar,
ulcer, blood sucking parasite LAB
LAB Blood work
Volume intravaskuler , cardiac (pemberian preparat besi)
output dan perfusi jaringan
turun, syok hipovolemik.
(Terapi cairan, whole blood)
HEMOLYTIC ANEMIA (KUDA)
BABESIOSIS/PIROPLASMOSIS
B. Equi dan B. caballi (vertical transmission)
Dermacentor sp. dan Rhipicephalus sp.
Host : carrier
Gejala klinis :
Fever, ichterus, Hb-uria, eyelid swelling dan
naso-ocular discharge, intra dan ekstravaskuler
hemolisis
Terapi : Imidocarb
Prevensi : Thick control
HEMOLYTIC ANEMIA (KUDA)
EQUINE INFECTIOUS ANEMIA (Swamp Fever)
Lentivirus (nononcogenic retrovirus)
Menular melalui cairan tubuh, terutama darah,
yang mencemari needle, syring, peralatan
bedah dan peralatan lainnya.
Vektor : lalat kuda dan lalat rusa.
Agar gel immunodiffusion (AGID) : negatif (10-
14 hari post infeksi), positif (pada anak kuda
yang lahir dari induk yang terinfeksi)
HEMOLYTIC ANEMIA (KUDA)
Akut : depresi, intermitent fever,
kelemahan progresif, anemia,
penurunan berat badan, bengkak
padakaki dan ventral abdomen,
kematian mendadak
Sub akut – kronis : fever, ichterus,
anemia, depresi, edema, penurunan
BB, petechial hemorrhage
Kronis – asimtomatis : periodic fever
dan penurunan berat badan
IMMUNE MEDIATED CAUSED
HEMOLYTIC ANEMIA (KUDA)
NEONATAL ISOERYTHROLYSIS
Berhubungan dengan colustrum yang dikonsumsi anak
kuda
Thoroughbreds (1%)
Standartbreds (2%)
Mule foal (10%) (antigen unik yang ada pada keledai,
tetapi tidak ada pada kuda)
Gejala klinis :
Lahir sehat menjadi lethargy progresif 24-30 hari post
infeksi. Membran mukosa pucat, ichterus, Hb-uria, Hb-
emia, dispnu, takikardia, seizure-like activity.
IMMUNE MEDIATED CAUSED
HEMOLYTIC ANEMIA (KUDA)
Patogenesa : coating RBC anak kuda dengan
maternal alloantibody yang dikonsumsi melalui
colustrum, sehingga terjadi desruksi RBC.

Terjadi ketika blood group antigen kuda jantan


(Aa) berbagi dengan anak kuda (Qa), di mana
antigen tersebut tidak ada pada induk kuda.
IMMUNE MEDIATED CAUSED
HEMOLYTIC ANEMIA (KUDA)
Paparan terhadap induk : pada saat melahirkan
atau pada saat kebuntingan di mana terdapat
kondisi patologis pada placenta

Paparan terhadap anak kuda : pada saat


mengkonsumsi colustrum dari induk
IMMUNE MEDIATED CAUSED
HEMOLYTIC ANEMIA (KUDA)
Coomb’ test: deteksi antibodi pada colustrum
dan serum induk kuda terhadap RBC
Jaundice foal test: mencampur serum induk
atau colustrum dengan RBC anak kuda (pada
penyakit ini, terjadi aglutinasi)
Terapi :
Transfusi darah kuda (bukan keledai)
Suportif
IMMUNE MEDIATED HEMOLYTIC
ANEMIA (KUDA)
IMMUNE MEDIATED HEMOLYTIC ANEMIA
Patogenesa :
Antibodi dan complemen menempel pada
membran RBC, sehingga menyebabkan
hemolisis intravaskuler.
Kondisi tersebut juga meningkatkan proses
fagositosis RBC atau fagositosis parsial oleh
RES ekstravaskuler.
IMMUNE MEDIATED HEMOLYTIC
ANEMIA (KUDA)
Proses tersebut diduga disebabkan karena
perubahan pada membran RBC atau karena
reaksi imun yang berlebihan.
Perubahan membran RBC disebabkan karena :
Parasit intra RBC
Infeksi kronis virus dan bakteri
Limfosarkoma
Gangguan fungsi sitem imun
Pengobatan (penisilin)
Idiophatic
IMMUNE MEDIATED HEMOLYTIC
ANEMIA (KUDA)
Terapi :
Preparat immunosuppresant
Pengobatan terhadap penyakit penyerta
Pengobatan terhadap infeksi
Transfusi darah (jika diperlukan)
HEMOLYTIC ANEMIA
(RUMINANTIA)
Anaplasmosis
Babesiosis
Eperythrozoonosis
Leptospirosis
Bacillary Hb-uria
Yellow Lamb
EPERYTHROZOONOSIS

E. wenyoni E. ovis
Sapi semua umur Kambing semua umur,
terutama kambing muda
Fever, limfadenopati, depresi, Fever, weakness, depresi,
ichterus ringan, produksi susu ichterus, Hb-uria.
turun, bengkak pada putting
dan kaki belakang.
Diagnosa : hapusan darah Diagnosa : hapusan darah
Terapi : oxytetracyclin long Terapi : oxytetracyclin
acting (single dose) atau yang
short acting (3 hari)
BACILLARY HB-URIA
Clostridium hemolyticum (po/inhalasi
menuju liver)
Mirip dengan Black’s disease
Perakut, menyebabkan kematian
Gejala klinis : depresi, berjalan dengan
membungkukkan badan, sensitif terhadap
palpasi abdomen, fever, takikardia, takipnu,
ichterus (jika bertahan >1 hari), edema
subkutan, Hb-uria.
Terapi : Penicilin dan suportif
YELLOW LAMB

Clostridium perfringens
Hanya menyerang domba
Gejala klinis : depresi, distress, lemah, anemia,
ichterus, Hb-uria
Domba akan mengalami kematian 12 jam
setelah muncul gejala klinis.
Terapi : penisilin dosis tinggi dan suportif.
HEMOSTATIC DYSFUNCTION
PETECHIAL HEMORRHAGE
Vaskulitis: Equine Purpura Hemorrhagica (EPH)
Etiologi : alergi terhadap antigen
Staphylococcus atau virus
S. Equi + Ig A, membentuk immune-complex
yang terdeposisi dalam dinding pembuluh
darah, menyebabkan necrosis, edema,
hemorrhage dan infark jaringan.
HEMOSTATIC DYSFUNCTION
PETECHIAL HEMORRHAGE
Vaskulitis : Equine Purpura Hemorrhagica (EPH)
Gejala klinis : fever, edema pada kaki, kepala,
abdomen, thoraks dan preputium.
Gejala lain :limfadenopati, glomerulonefritis,
wheal, colic, kesulitan berjalan.
HEMOSTATIC DYSFUNCTION
PETECHIAL HEMORRHAGE
Vaskulitis : Equine Purpura Hemorrhagica (EPH)
Diagnosis : gejala klinis, skin biopsy
(leucocytoclastic venulitis), level IgA serum
meningkat.
Terapi : NSAID, hydrotherapy, dexamethasone,
AB, terapi cairan.
Isolasi selama 4-5 minggu (kultur negatif)
HEMOSTATIC DYSFUNCTION
PETECHIAL HEMORRHAGE
Vaskulitis : Equine Viral Arteritis (EVA)
Kuda Standartbreds
Etiologi : Grup togavirus, genus arterivirus (non-
borne-arthopod)
Patogenesis : asimptomatis.
Keparahan tergantung strain dan virulensi virus,
umur dan kondisi kesehatan hewan, serta
lingkungan.
HEMOSTATIC DYSFUNCTION
PETECHIAL HEMORRHAGE
Vaskulitis: Equine Viral Arteritis (EVA)
Transmisi: inhalasi, veneral, transplacental. Viral
growth : paru
Gejala klinis : Abortus antara bulan ke 3 – 10
kebuntingan, fever, edema kaki belakang, stiffness
gait, naso-lacrimal discharge, conjunctivitis,
periorbital edema, ventral edema (preputium,
scrotum dan kelenjar mammae)
HEMOSTATIC DYSFUNCTION
PETECHIAL HEMORRHAGE
Vaskulitis : Equine Viral Arteritis (EVA)
Diagnosis :
Uji serologi : dilakukan dua kali dengan jarak 21-28
hari. Jika meningkat (infeksi akut)
Isolasi virus : nasopharingeal swab/darah
Hasil test serologis positif pada pengenceran 1:4 atau
lebih besar (carrier)
Isolasi virus : semen
HEMOSTATIC DYSFUNCTION
PETECHIAL HEMORRHAGE
Vaskulitis : Equine Viral Arteritis (EVA)
Terapi :
Spontan recovery
Simptomatik (diuretik, NSAID)
Preventif : vaksinasi (modified-live, >6bulan, tidak
bunting, bertahan 1-3 tahun), isolasi (3-4minggu),
program kontrol
HEMOSTATIC DYSFUNCTION

PETECHIAL HEMORRHAGE
Vaskulitis : Equine Ehrlichiosis (EE)
Etiologi : Ehrlichia equi dengan perantara
caplak. Ditemukan dalam sitoplasma netrofil
dan eosinofil dan menyebabkan necrotizing
vasculitis.
HEMOSTATIC DYSFUNCTION

PETECHIAL HEMORRHAGE
Vaskulitis Equine Ehrlichiosis (EE)
Gejala klinis tergantung umur penderita
< 1 tahun : fever
1-3tahun : fever, depresi, edema kaki, ataxia
>3 tahun : anoreksia, fever, depresi, edema kaki,
petechiae mukosa dan kesulitan berjalan
HEMOSTATIC DYSFUNCTION

PETECHIAL HEMORRHAGE
Vaskulitis : Equine Ehrlichiosis (EE)
Diagnosa : Blood smear dengan pewarnaan
Giemsa atau indirect fluorescent antobody
testing
Terapi : Oxytetracycline dan NSAID (10 hari)
HEMOSTATIC DYSFUNCTION

THROMBOCYTOPENIA
Etiologi :
•penurunan produksi platelet (aplastik anemia,
infiltrasi sel neoplasti dalam bone marrow)
•peningkatan konsumsi platelet (DIC, sepsis),
•destruksi platelet (immune-mediated,
penicillin, limfosarkoma, infeksi bakteri).
HEMOSTATIC DYSFUNCTION

THROMBOCYTOPENIA
Gejala klinis: petechiae mukosa, hematuria,
epistaksis, melena.
Diagnosis :
Platelet : < 40.000/µL (hemorrhagi 10.000/µL)
Clothing time memanjang (activated partial
thromboplastin/APTT dan prothrombin time/PT
normal)
HEMOSTATIC DYSFUNCTION

THROMBOCYTOPENIA
Terapi :
Jika karena immune-mediated, dapat diberikan
dexamethasone selama 2-3minggu dengan
tappering dose.
Transfusi (whole blood atau platelet rich
plasma)
HEMOSTATIC DYSFUNCTION

ABNORMAL HEMORRHAGE FROM LARGE


VESEL
Inherited coagulative disorder
Acquired coagulative disorder
Acquired coagulative disorder (VIT K)
Acquired coagulative disorder (DIC)
Acquired coagulative disorder (Suppresion)
LYMPHOPROLIFERATIVE AND
MYELOPROLIFERATIVE DISORDER
BOVINE LEUKOSIS
Limfoma pada sapi yang ditandai dengan massa
jaringan lunak yang mengandung limfosit
immature dalam stroma fibrous.
BOVINE LEUKOSIS
SPORADIC LYMPHOMA ENZOOTIC LYMPHOMA
Etiologi,tipe sel dan a. Juvenile multicentric lymphoma
faktor risiko tidak < 2 tahun (4-8 bulan)
Depresi, BB turun, infiltrasi pada organ visceral,
jelas
limfoid leukemia.
Titer serum terhadap b. Thymic lymphoma
bovine leukemia 6-24 bulan
virus (+), walaupun Presternal swelling, distensi juguler, respiratory
bukan penyebab distress (kematian)
c. Cutaneous lymphoma
Diagnosis : dengan 1-4 tahun
biopsi jaringan Multiple epidermal dan dermal nodule
Terapi : (-) Metastasis (kematian)
LYMPHOPROLIFERATIVE AND
MYELOPROLIFERATIVE DISORDER
EQUINE LYMPHOSARCOMA
Tidak disebabkan oleh agen infeksius
Terdapat 3 tipe :
a.Multicentric/generalized
Organ visceral dan limfoglandula (semua umur)
Depresi, penurunan BB, anorexia
b. Intestinal
Dinding intestinal dan limfoglandula abdominal
(anak kuda)
Anemia, hipoalbuminemia, malabsorbsi nutrien,
protein-losing enteropathy
LYMPHOPROLIFERATIVE AND
MYELOPROLIFERATIVE DISORDER
EQUINE LYMPHOSARCOMA
Tidak disebabkan oleh agen infeksius
Terdapat 3 tipe :
c.Mediastinal/Thymic
Cranial mediastinum dan limfoglandula
retropharyngeal
Takipnu, pleural effusion, respiratory distress
d.Cutaneous
Multiple nodule pada area subcutaneous dan dermis
dengan ukuran bervariasi.
Jika terjadi metastasis internal dapat menyebabkan
LYMPHOPROLIFERATIVE AND
MYELOPROLIFERATIVE DISORDER
EQUINE LYMPHOSARCOMA
Diagnosa:
Biopsi, blood work, analisis cairan thoraks dan
abdomen, hipercalcemia dan leukemia.
Terapi :
Kemoterapi
Korticosteroid
IMMUNE DEFICIENCY
SYNDROME
PADA KUDA
COMBINED IMMUNODEFICIENCY SYNDROME
AGAMMAGLOBULINEMIA
PADA RUMINANSIA
BOVINE LEUKOCYTE ADHESION DEFICIENCY
TERIMAKASIH