Anda di halaman 1dari 26

STERILISASI DAN DESINFEKSI

ENI TRISMIATI, S.Kep., MM


STERILISASI
Adalah suatu tindakan untuk membunuh kuman
pathogen dan apathogen beserta sporanya pada
alat perawatan dan kedokteran dengan cara
merebus, stoom, panas tinggi atau menggunakan
bahan kimia.

Sterilisasi adalah suatu proses untuk menghasilkan


suatu keadaan yang steril. Suatu kegiatan yang
lazim dilakukan di rumah sakit dengan tujuan
utama untuk menyediakan barang atau produk
yang steril (Anonim, 2009).
STERILISASI
Sterilisasi merupakan setiap proses (kimia maupun
fisika) yang membunuh semua bentuk kehidupan
terutama mikroorganisme (Anonim, 1994).

Sterilisasi adalah suatu proses penghancuran atau


penghilangan semua bentuk kehidupan mikroorganisme
dan sporanya (Lawrence and May, 2003).

Sterilisasi adalah proses penghilangan seluruh


mikroorganisme dari alat kesehatan termasuk
endospora bakteri (Nursalam, dan Kurniawati, 2007).
CARA

Pada prinsipnya sterilisasi dapat


dilakukan dengan 3 cara :
1. Sterilisasi Mekanik
2. Sterilisasi Fisik
3. Sterilisasi Kimiawi
STERILISASI SECARA MEKANIK
 Sterilisasi secara mekanik (Filtrasi)
menggunakan suatu saringan yang
berpori sangat kecil (0.22 micron atau
0.45 micron) sehingga microba
tertahan pada saringan tersebut
 Proses ini ditujukan untuk sterilisasi
bahan yang peka panas, misalnya
dengan larutan enzym dan antibiotik
STERILISASI SECARA MEKANIK
STERILISASI SECARA FISIK
Sterilisasi secara Fisik dilakukan dengan
Pemanasan dan Penyinaran
1. PEMANASAN:
 Pemanasan kering
pemanasan kering dapat dilakukan secara langsung
(dgn api scr langsung)
contoh : pinset, batang L , dll

pemanasan kering dapat dilakukan dengan


sterilisator listrik. Suhu kira-kira 60-1800 °C
STERILISATOR PANAS KERING
STERILISASI SECARA FISIK
 Pemanasan Basah
 Uap Air Panas (spt mengukus) : waktu 15
menit setelah air mendidih. Berapa bakteri
tidak terbunuh dengan tehnik ini spt :
clostridium perfingens dan CI Botulinum.
 Uap Air Panas betekanan : menggunakan
autoclaf. Suhu 121 °C dan tekanan 15 lbs
 Pasteurisasi
STERILISATOR PANAS BASAH
AUTOCLAVE
STERILISASI SECARA FISIK

2. PENYINARAN
Penyinaran dengan sinar UV
Sinar Ultra Violet dapat digunakan
untuk
sterilisasi, misalnya utk membunuh
mikroba yang menempel pada
permukaan interior safety cabinet
dengan disinari lampu UV
STERILISASI DGN PENYINARAN (UV)

Lampu UV terdiri dari 4 lampu dengan kekuatan


masing masing 30 watt. Lmpu ini mempunyai
kemampuan membunuh mikroba seperti jamur,
bakteri, microorganisme
STERILISASI SECARA KIMIAWI
 Biasanya sterilisasi secara kimiawi menggunakan
senyawa desinfektan antara lain alkohol.
 Antiseptik kimia biasanya dipergunakan dan dibiarkan
menguap seperti halnya alkohol.
 Umumnya isopropil alkohol 70-90% adalah yang
termurah namun merupakan antiseptik yang sangat
efisien dan efektif. Penambahan yodium pada alkohol
akan meningkatkan daya disinfeksinya.
 Dengan atau iodium, isopropil tidak efektif terhadap
spora. Solusi terbaik untuk membunuh spora adalah
campuran formaldehid dengan alkohol, tetapi solusi ini
terlalu toksik untuk dipakai sebagai antiseptik.
HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN
1. Sterilisator harus dalam keadaan siap pakai.
2. Peralatan harus bersi dan masih berfungsi.
3. Peralatan yang dibungkus harus diberi label : nama, jenis
peralatan, jumlah tgl dab jam disterilkan.
4. Menyusun peralatan harus sedemikia rupa sehingga
seluruh bagian dapat disterilkan.
5. Waktu mensterilkan setiap jenis harus tepat.
6. Tidak boleh menambah peralatan lain dalam sterilisator,
sebelum waktu mensterilkan selesai.
7. Memindahkan peralatan yang sudah steril ketempatnya
dengan korentang steril.
8. Saat mendinginkan peralatan steril dilarang membuka
bungkusnya.
9. Bila terbuka harus disterilkan kembali.
PENILAIAN STERILITAS
 Tujuan pelayanan sterilisasi adalah menyediakan produk
atau bahan dan alat medik yang steril, namun bukan berarti
sekedar menghasilkan barang-barang yang steril.
 Barang-barang yang telah disteril harus ada jaminan
bahwa barang-barang tersebut benar-benar steril. Untuk itu
diperlukan mekanisme yang ketat.
 Pemeriksaan uji sterilitas intrumen pakai ulang dapat
dilakukan dengan pengamatan pada kombinasi indikator
mekanik, kimia, dan biologi sebagai parameter (Denyer dan
Hodgers, 1998).
 Selain itu dapat pula dilakukan kultur bakteri dari
instrumen pakai ulang yang telah disterilkan (Tietjen et al,
2004).
INDIKATOR
Indikator yang digunakan selama proses
sterilisasi yang merupakan parameter
keberhasilan proses sterilisasi dapat berupa
indikator mekanik, indikator kimia, dan
indikator biologi.
 Indikator mekanik merupakan bagian dari
instrumen mesin sterilisasi berupa tabel yang
menunjukkan waktu, suhu maupun tekanan
yang menerangkan bahwa alat sterilisasi
bekerja dengan baik (Anonim, 2001).
INDIKATOR
 Pengamatan pada indikator kimia dapat
dilihat dengan terjadinya perubahan
warna.
 Pengamatan berikutnya dapat dilihat
dari indikator biologi. Indikator biologi
adalah sediaan yang berisi populasi
mikroorganisme spesifik dalam bentuk
spora yang resisten terhadap beberapa
parameter.
DESINFEKSI

Adalah tindakan untuk membunuh


kuman pathogen dan apathogen tetapi
tidak dengan sporanya pada alat-alat
perawatan, kedokteran dan permukaan
jaringan dengan menggunakan bahan
disinfektan atau dengan cara mencuci,
mengoles, merendam dan menjemur.
DESINFEKTAN

Adalah bahan kimia yang digunakan


untuk mencegah terjadinya infeksi
TUJUAN
 Memelihara peralatan dalam keadaan
siap pakai.
 Mencegah terjadinya infeksi
MACAM-MACAM ANTISEPTIK YANG DIGUNAKAN DALAM
DESINFEKSI

 Alkohol
 Aldehid
 Biguanid
 Senyawa halogen
PELAKSANAAN

1. Disinfeksi dengan cara mencuci


 Mencuci dengan sabun, dibersihkan, disiram
dan dibasahi alkohol 70 %.
 Mencuci luka kotor dengan H2O2 3%,
bethadin.
 Mencuci kulit / jaringan tubuh yang akan
dioperasi dengan laruta iodium tintura 3 %
dilanjutkan dengan alcohol 70%.
 Mencuci vulva
 sublimate 1:1000 / PK 1:1000
PELAKSANAAN

2. Dengan mengoles
3. Dengan merendam
 dengan lysol 0,5 %.
 Alat – alat dengan lysol 3-5 % + 2 jam.

 Tenun dengan lysol 3-5 % + 24 jam.

4. Dengan menjemur dibawah sinar


matahari
 Kasur, bantal tiap permukaan 2 jam
 Alat-alat: urinal, pispot
TERIMA KASIH