Anda di halaman 1dari 17

MK : Perekonomian Indonesia :

• Sejarah Pra Kolonialisme


• Sistem Monopoli VOC
• Sistem Tanam Paksa
• Sistem Ekonomi KapitalisLiberal

Kelompok 3
1. Ira Sofyana Simatupang 1801
2. Muh Marwan Nasaruddin 18012
3. Shela novi amri 1901
4. Ahmad Rimawan 1901
Sejarah Pra Kolonialisme
 Yang dimaksud dengan periode Pra-Kolonialisme adalah masa –
masa berdirinya kerajaan –kerajaan di wilayah Nusantara (sekitar
abad ke – 5) sampai sebelum masa masuknya penjajah yang
secara sistematis menguasai kekuatan ekonomi dan politik di
wilayah nusantara (sekitar abad k-15 sampai 17). Pada masa itu RI
belum berdiri. Daerah – daerah umumnya dipimpin oleh kerajaan –
kerajaan.

 Perdagangan di masa kerajaan-kerajaan tradisional disebut oleh


Van Leur mempunyai sifat kapitalisme politik, dimana pengaruh
raja-raja dalam perdagangan itu sangat besar.

 Penggunaan uang yang berupa koin emas dan koin perak sudah
dikenal di masa itu, penggunaan uang masih terbatas, karena
perdagangan barter banyak berlangsung.
 Di masa pra kolonial, pelayaran niaga yang cenderung lebih
dominan. Namun dapat dikatakan bahwa di Indonesia secara
keseluruhan, pertanian dan perniagaan sangat berpengaruh dalam
perkembangan perekonomian Indonesia.

 Adanya interaksi antara para pedagang dengan orang Indonesia


asli untuk berbisnis lama kelamaan berkembang menjadi
akulturasi budaya. Tidak sedikit bangsa Arab menikahi orang
Indonesia dan menetap di Indonesia. Tidak sedikit pula orang
Indonesia yang masuk Islam. Maka kita kenal adanya Wali Songo
yang merupakan orang Indonesia asli yang memiliih ilmu
mengenai agama Islam yang kental. Mereka menjadi penyebar
agama Islam di seluruh Nusantara.
Sistem Monopoli VOC
 Voc merupakan negara dalam negara karena selain ia berdomisili
di suatu negara, voc juga mempunyai hak oktrooi, yaitu hak yang
diberikan pemerintah belanda untuk bertindak sebagai negara.
hak itu meliputi hak untuk membentuktentara, mendirikan
benteng, mencetak uang sendiri, melakukan sistemmonopoli
perdagangan, dan melakukan perjanjian-perjanjian dengan
kerajaan indonesia.

 VOC telah diberikan hak monopoli terhadap perdagangan &


aktivitas kolonial di wilayah tersebut oleh Parlemen Belanda pada
tahun 1602. Markasnya berada di Batavia, yg kini bernama
Jakarta.

 VOC menerapkan aturan baru yaitu Verplichte Leverantie atau


penyerahan wajib. Tiap daerah diwajibkan menyerahkan hasil
bumi kepada VOC menurut harga yang telah ditentukan.
Tujuan pembentukan VOC sebenarnya tidak hanya untuk
menghindari persaingan di antara pedagang Belanda, tetapi
juga:

 menyaingi kongsi dagang Inggris di India, yaitu EIC (East


India Company),
 menguasai pelabuhan-pelabuhan penting dan kerajaan-
kerajaan, serta
 melaksanakan monopoli perdagangan rempah-rempah.
 Agar dapat melaksanakan tugas dengan leluasa VOC diberi
hak istimewa oleh pemerintah Belanda :
1. Memonopoli perdagangan
2. Mencetak dan mengedarkan uang
3. Mengangkat dan memperhentikan pegawai
4. Mengadakan perjanjian dengan raja-raja
5. Memiliki tentara untuk mempertahankan diri
6. Mendirikan benteng
7. Menyatakan perang dan damai
8. Mengangkat dan memberhentikan penguasa-penguasa
setempat.
 Peraturan yang ditetapkan VOC dalam melaksanakan monopoli
perdagangan antara lain :
1. Verplichte Laverantie, yaitu penyerahan wajib hasil bumi
dengan harga yg telah ditetapkan oleh VOC,dan melarang
rakyat menjual hasil buminya selain kepada VOC.
2. Contingenten, yaitu  kewajiban bagi rakyat untuk membayar
pajak berupa hasil bumi.
3. Peraturan tentang ketentuan areal dan jumlah tanaman
rempah yang boleh ditanam.
4. Ekstirpasi, yaitu hak VOC untuk menebang tanaman rempah
agar tidak terjadi over produksi yg dapat menyebabkan
harga rempah merosot.
5. Pelayaran Hongi, yaitu pelayaran dengan perahu kora-kora
(perahu perang) untuk mengawasi pelaksanaan monopoli
perdagangan VOC dan menindak pelanggarnya.
 Untuk semakin memperbesar kekuasaannya di Indonesia, VOC
melakukan cara-cara politik devide et impera atau politik adu
domba, dan tipu muslihat. Misalnya kalau ada persengketaan
antara kerajaan yang satu dengan kerajaan yang lain, mereka
mencoba membantu salah satu pihak.

 Kejayaan VOC ternyata tidak bertahan lama. Dalam


perkembangannya VOC mengalami masalah yang besar, yakni
kebangkrutan.
Sistem Tanam Paksa
 Sistem Tanam Paksa (Cultuurstelsel), merupakan peraturan yang
dikeluarkan Gubernur Jenderal Johannes van den Bosch pada
tahun 1830 yang mengharuskan setiap desa menyisihkan 20%
tanahnya untuk ditanami komoditi yang laku dipasar ekspor,
khususnya tebu, tarum (nila) dan kopi. Hasil tanaman ini
nantinya harus dijual kepada pemerintah belanda dengan harga
yang telah ditetapkan. Sedangkan Penduduk desa yang tidak
punya tanah harus bekerja selama 75 hari setiap tahun (20%
dari 365 Hari) pada perkebunan milik pemerintah belanda, hal
tersebut menjadi semacam pengganti pajak bagi rakyat.
 Tujuan sistem tanam paksa atau Cultuur stelsel adalah
memperoleh pendapatan sebanyak mungkin dalam waktu relatif
singkat, yang tujuannya untuk mengisi kekosongan kas Belanda
yang pada saat itu terkuras habis akibat perang.
 Dampak dan Akibat Sistem Tanam Paksa
Bagi Indonesia
 Beban rakyat menjadi sangat berat karena harus
menyerahkan sebagian tanah dan hasil panennya,
mengikuti kerja rodi serta membayar pajak .
 Sawah ladang menjadi terbengkelai karena diwajibkan
kerja rodi yang berkepanjangan sehingga penghasilan
menurun drastis.
 Timbulnya wabah penyakit dan terjadi banyak
kelaparan di mana-mana.
 Timbulnya bahaya kemiskinan yang makin berat.
 Rakyat Indonesia mengenal tanaman dengan kualitas
ekspor.
 Rakyat Indonesia mengenal teknik menanam berbagai
jenis tanaman baru.
 Dampak dan Akibat Sistem Tanam Paksa Bagi Belanda
 Kas Negeri Belanda yang semula kosong menjadi dapat
terpenuhi.
 Penerimaan pendapatan melebihi anggaran belanja
(Surplus).
 Hutang-hutang Belanda terlunasi.
 Perdagangan berkembang pesat.
 Amsterdam sukses dibangun menjadi kota pusat
perdagangan dunia.
Sistem Ekonomi KapitalisLiberal
 Pengertian Sistem Ekonomi Kapitalis Liberal
adalah sitem ekonomi yang aset-aset produktif dan faktor-
faktor produksinya sebagian besar dimiliki oleh sektor
individu/swasta. Sementara tujuan utama kegiatan produksi
adalah menjual untuk memperoleh laba.

 Dalam perekonomian kapitalis liberal setiap warga dapat


mengatur nasibnya sendiri sesuai dengan kemampuannya.
Semua orang bebas bersaing dalam bisnis untuk
memperoleh laba sebesar- besarnya dan bebas melakukan
kompetisi untuk memenangkan persaingan bebas.
Next -
 Sejarah Perkembangan Sistem Perekonomian Liberal
Dibagi menjadi 2 Tahapan :
1. Sistem kapitalis liberal awal/klasik
2. Sistem kapitalis liberal modern

1. Sistem ekonomi kapitalis liberal klasik berlangsung sekitar


abad ke-17 sampai menjelang abad ke-20, dimana
individu/swasta mempunyai kebebasan penguasaan sumber
daya maupun pengusaan ekonomi dengan tanpa adanya
campur tangan pemerintah untuk mencapai kepentingan
individu tersebut, sehingga mengakibatkan munculnya
berbagai ekses negatif diantaranya eksploitasi buruh dan
penguasaan kekuatan ekonomi. Untuk masa sekarang, sitem
kapitalis liberal awal/klasik telah ditinggalkan.
Next-
2. Sistem kapitalis liberal modern
Sistem ekonomi kapitalis liberal modern adalah sistem ekonomi kapitalis
liberal yang telah disempurnakan. Beberapa unsur penyempurnaan yang
paling mencolok adalah diterimanya peran pemerintah dalam
pengelolaan perekonomian. Pentingnya peranan pemerintah dalam hal
ini adalah sebagai pengawas jalannya perekonomian. Selain itu,
kebebasan individu juga dibatasi melalui pemberlakuan berbagai
peraturan, diantaranya undang-undang anti monopoli (Antitrust
Law). Nasib pekerja juga sudah mulai diperhatikan dengan
diberlakukannya peraturan-peraturan yang melindungi hak asasi buruh
sebagai manusia. Serikat buruh juga diijinkan berdiri dan
memperjuangkan nasib para pekerja. Dalam sistem kapitalis liberal
modern tidak semua aset produktif boleh dimiliki individu terutama yang
berkaitan dengan kepentingan masyarakat banyak, pembatasannya
dilakukan berdasarkan undang-undang atau peraturan-peraturan. Untuk
menghindari perbedaan kepemilikan yang mencolok, maka diberlakukan
pajak progresif misalnya pajak barang mewah.
 Kelebihan Sistem Ekonomi Kapitalis Liberal
 Setiap individu (perorangan/perusahaan) bebas dan mempuyai hak
untuk memiliki kekayaan dan sumber daya produksi pribadi.
 Inisiatif dan kreativitas masyarakat dalam ekonomi bisa dikembangkan.
 Tindakannya selalu didasarkan pada prinsip ekonomi sehingga efesiensi
dan efektivitas tinggi.
 Adanya persaingan antar produsen (perusahaan) untuk menghasilkan
barang yang bermutu.

 Kelemahan Sistem Ekonomi Kapitalis Liberal


 Kebebasan ini seringkali disalah gunakan oleh pihak yang dari segi
ekonomi nya kuat untuk memeras pihak yang lemah
 Persaingan untuk merebut pasar bisa menimbulkan mendorong
terbentuknya monopoli, kolusi usaha dan konglomerasi sehingga
mengancam pengusaha yang lemah.
 Mendorong munculnya kesenjangan antara golongan ekonomi kuat
dengan ekonomi yang lemah semakin besar.
 Perekonomian mudah terguncang ketidakstabilan.
 Negara yang Menganut Ekonomi Kapitalis Liberal :

 Pada benua Amerika : Amerika Serikat, Argentina, Brazil,


Kolombia, Kanada, Meksiko, dan Suriname.

 Pada benua Eropa :, Spanyol, Swedia, Switzerland, Denmark,


Perancis, Jerman, Yunani, Islandia, Italia, Polandia, Portugal,
Rusia,

 Pada benua Asia : India, Iran, Israel, Jepang, Korea Selatan,


Filipina, Taiwan, Thailand dan Turki.
Thank You