Anda di halaman 1dari 11

SIKAP

1.Louis Thurstone, Rensis Likert, Charles


Osgood:
Sikap adalah bentuk evaluasi/reaksi
perasaan(mendukung/memihak).
2.Thurstone:
Sikap sebagai derajat efek
positif/negatif terhadap suatu objek
psikologis.
3. Lapierre dalam Allen, Guy, Edgley:
Sikap sebagai suatu pola perilaku,
tendensi/kesiapan antisipatif
predisposisi untuk menyesuaikan diri
dalam situasi sosial atau sederhana,
sikap adalah respon terhadap stimuli
sosial yang telah terkondisikan.
Sikap (attitude)
Keadaan diri dalam manusia yang menggerakkan
untuk bertindak atau berbuat dalam kegiatan sosial
dengan perasaan tertentu di dalam menanggapi obyek
situasi atau kondisi di lingkungan sekitarnya.
Sikap juga memberikan kesiapan untuk merespon
yang sifatnya positif atau negatif terhadap objek atau
situasi.
Sikap Perilaku
•Adalah sudut pandang,atau sikap Adalah cara dimana seorang

seseorang terhadap sesuatu atau bertindak atau melakukan diri


seseorang. sendiri, terutama terhadap orang
Faktor: lingkungan, pengalaman, lain
nilai-nilai moral yang Sikap, sifat karakter, faktor

mempengaruhi sikap biologis seperti respons endokrin


Dapat bersifat negatif maupun dan gugup dapat mempengaruhi
positif perilaku
Menghasilkan proses berpikir dan Dapat menjadi bawaan dan

perilaku seseorang dipelajari


Hasil refleksi karakter dan sikap

orang itu
 Sikap tidak dibawa sejak lahir;
 Sikap selalu berhubungan dengan
objek;
 Sikap dapat tertuju pada satu objek
dan sekumpulan objek;
 Sikap dapat berlangsung lama atau
sebentar;
 Sikap mengandung perasaan atau
motivasi.
Melalui 4 macam:
1. Adopsi -- terjadi dengan sistem
adopsi dari orang lain yaitu melalui satu
proses pembelajaran sosial, peristiwa
yang terjadi berulang-ulang dan terus
menerus.
2. Diferensiasi -- dengan bertambahnya
inteligensi, pengalaman, usia, hal yang
dianggap sejenis sekarang dipandang
tersendiri lepas dari jenisnya.
3. Integrasi -- dimulai dengan
pengalaman yang berhubungan dengan
satu hal sehingga akhirnya terbentuk
sikap mengenal hal tersebut.
4. Trauma -- pengalaman yang tiba-
tiba, mengejutkan, yang meninggalkan
kesan mendalam, serta adanya
pengalaman traumatis.
1. Pengalaman pribadi;
2. Kebudayaan;
3. Orang lain yang dianggap penting;
4. Media massa;
5. Institusi atau lembaga keagamaan;
6. Emosional.
Morgan & King (1975), Krech & Ballacy
(1963), Howard & Kendler (1974),
Gerungan (2000) ada 3 komponen:
1.Komponen kognitif (pengetahuan
tentang objek);
2.Komponen afektif (perasaan/emosi);

3.Komponen konatif (kecenderungan


bertindak/bertingkahlaku).