Anda di halaman 1dari 86

ANATOMI-

FISIOLOGI
PERNAFASAN

Dr. Eni Nuraeni

S1 Keperawatan
Pendahuluan
• Semua sel hidup membutuhkan suplai oksigen yg konstan
untuk mempertahankan metabolisme
• Oksigen dari udara masuk ke paru-paru melalui saluran
pernafasan pernapasan, di dalam paru-paru terjadi
pertukaran O2 dan CO2

Fungsi tambahan :
1. Membantu pengeluaran air dan panas dari dalam tubuh
2. Membantu meningkatkan aliran balik vena (sebagai
pompa)
3. Membantu proses bicara (vokalisasi)
STRUKTUR SALURAN NAPAS
Sistem pernapasan manusia terdiri dari :
I. Sistem saluran udara, praktis tidak terjadi
pertukaran gas
II. Organ pertukaran gas (alveol paru), tempat
terjadinya difusi
III. Mekanisme pompa ventilasi paru,meliputi
struktur dinding dada & otot pernapasan
IV. Pusat pernapasan otak
V. Sistem sirkulasi darah, membawa O2 dan
CO2 ke dan dari jaringan tubuh
I. SALURAN UDARA

• Hidung  faring  laring  trakea  bronkus (ka & ki) 


bronkiolus  bronkiolus terminalis  bronkiolus
respiratorius  duktus alveolaris  sakus alveolaris 
alveolus

1. Saluran Nafas bagian atas


a. Hidung
b. Faring
2. Saluran nafas bagian bawah menuju paru-paru
c. Laring
d. Trakhea
e. Bronkhus, bronkhiolus
Alveoli , duktus alveolaris di dalam paru-paru
I. SALURAN UDARA

1. Mekanisme pertahanan terhadap benda asing.Udara yang


masuk sal napas disaring bulu hidung shg partikel > 10 µm
akan dihambat. Pada mukosa sal napas terdapat silia 2-10
µm, gerakan silia (Cilliary escalator) akan mendorong benda
asing keluar dgn kec 16 mm/menit.
2. Memanaskan suhu udara pernapasan shg sesuai dgn suhu
tubuh. Terdapat pembuluh darah.
3. Melembabkan udara pernapasan, penting untuk mencegah
mengeringnya membran alveol. Dilakukan oleh mukus
(dihasilkan kel sebasea dan sel goblet pd mukosa hidung dan
faring).
4. Sebagai organ penciuman.
I. SALURAN UDARA

A. SALURAN NAFAS BAGIAN ATAS


– Fungsi (fisiologi) : menghangatkan , menyaring dan
melembabkan udara yang masuk rongga hidung
o/ lendir respirasi yaitu :
– mukus
– partikel besar disaring bulu hidung
– Partikel kecil melekat pd selaput lendir dg silia partikel2
digerakkan ke arah faring
– penghangatan o/ pemb. darah

Tdd : 1) Rongga hidung


2) Faring (Nasofaring,orofaring, laringofaring)
A. SALURAN NAFAS BAGIAN ATAS

Rongga Hidung
• Fungsi rongga hidung,udara yg dihirup, mengalami
– Pelembapan o/ lendir respirasi yaitu mukus
– Penyaringan, partikel besar disaring bulu hidung
– Partikel kecil melekat pd selaput lendir dg silia, partikel2
digerakkan ke arah faring
– Penghangatan, o/ pemb. darah
• Hidung merupakan bangunan berongga , terbagi oleh
sekat di tengah (septum mediana) menjadi rongga hidung
kiri dan kanan.
• Masing-masing rongga di bagian depan, berhubungan
keluar melalui nares anterior (lubang hidung depan) dan
di belakang berhubungan dengan bagian atas faring
(nasofaring)
Rongga Hidung… lanjutan

Pada dinding lateral masing-masing lubang hidung,menonjol tiga


lengkungan tulang yang dilapisi oleh mukosa yaitu; Konka nasalis
superior,Konka nasalis medius dan Konka nasalis inferior
Terutama pada konka nasalis inferior, terdapat anyaman vena ,
berdinding tipis, disebut jaringan kavernosus . Melebarnya
anyaman vena ini, mengakibatkan membengkaknya konka
inferior, sehingga hidung tertutup yang menyebabkan orang
sulit bernafas (pada orang alergi, flu)
Pada keadaan tertentu (etiologi banyak), plexus vena ini dapat
pecah, mengakibatkan epistaksis / mimisan
• Di atas konka nasalis superior serta sekat hidung didekatnya
terdapat daerah berwarna coklat kekuningan. Daerah ini
megandung reseptor penghidu, disebut daerah olfaktoria
(mukosa olafktorius)
A. SALURAN NAFAS BAGIAN ATAS

Faring

• Merupakan ruang pipih, dpt dilalui oleh udara maupun makanan


• Bentuk mirip corong, bag. atas melebar terletak di bawah
kranium, bag. bawah menyempit dan bersambung dg esofagus
• Faring dibagi menjadi 3 bag. :
– Nasofaring
letak di belakang hidung, di atas palatum molle
dinding belakangnya terdapat tonsilla pharingeus (adenoid),
merupakan jaringan limfoid, adenoid kadang membesar shg
menghambat jalan nafas
epitel yg membatasi nasofaring, epitel bertingkat silindris
bersilia
Faring (sambungan)

– Orofaring
Letak dibelakang mulut, di bawah palatum molle.
Dinding lateral saling berhubungan, di anatara lipatan
dinding ini Arkus palatoglossus terdapat fossa
tonsilaris tempat menempelnya tonsilla palatinus
(amandel) yg merupakan jaringan limfoid
– Laringofaring  letak di belakang laring tmpt
persilangan aliran udara – aliran makan
Structure Pharynx
The Pharynx: Function of Pharynx
Lined with Mucous Membranes
• Warms and moistens air
3 regions: • Passageway for air and food
• Nasopharynx • Resonating chamber for sounds
• Oropharynx
• Laryngopharnx • Houses tonsils
B. SALURAN NAFAS BAGIAN BAWAH
Fungsi Saluran nafas bagian bawah : menghantarkan
udara yang masuk dari saluran bagian atas ke alveoli
Tdd :
a.Laring
b.Trakhea
c.Bronkhus, merupakan percabangan trakhea ke kanan
dan ke kiri. Bercabang –cabang terus semakin kecil
(bronkhiolus, brokhiolus terminalis, bronkhiolus
respiratory)
SALURAN NAFAS BAGIAN BAWAH

Laring
• Menghubungkan faring dgn trakea
• Punya peranan penting dlm pembentukan suara (trdapat pita
suara)
• Sebelah atas laring, ada tulang hyoid
• Laring disusun oleh beberapa tulang rawan yg dipersatukan
oleh ligamen2 dan membran :
Tulang rawan tiroid dibentuk oleh 2 lempeng tulang
rawan datar yg digabungkan bersama di bag. Depan
membentuk tonjolan/”ADAM’S APPLE” (Buah jakun).
Disebelah atasnya terdapat noktah tiroid. Tulang rawan
tiroid lebih besar pd laki - laki
Tulang rawan krikoideus  spt cincin letak ,di bawah tulang
rawan tiroid
Laring (sambungan)
Tulang rawan aritenoid  sepasang piramida kecil letak di ujung
atas sebelah luar tulang rawan krikoid, membentuk dinding
belakang laring, ligamen pita suara menyatu dgn tulang rawan ini.
Tulang rawan cornicurata
Epiglotis, kartilago paling atas, bentuk seperti daun terikat pd
bagian dalam, depan tulang tiroid, seperti pintu masuk laring,
selalu terbuka, dan akan menutup saat menelan, sehingga
makanan tidak akan mauk ke laring (Pada saat menelan, laring
terangkat, dan epiglotis menutup di bagian puncak)

Tulang hyoid dan tulang2 rawan laring digabungkan oleh ligamen2


& membran
Pita suara sejati (lig. Vokal) & pita suara palsu ( Lig. Vestibular),
masing2 terikat pd bag tengah tulang rawan thyroid bag. depan &
pada tlg. rawan aritenoid pd bag. belakang
Laring (sambungan)

• Lubang diantara pita suara disbt Rima Glotidis


• Dari laring udara mengalir ke rima glotidis mll
ruang krikoid  trakea  kanan mll permukaan
belakang krikoid ke arah lumen

Epitel mukosa yg membatasi laring :


• Bag depan & sepertiga atas sampai pita suara 
epitel berlapis gepeng tanpa lap. tanduk, seluruh
lap. Ini mengalami gesekan  permukaan
• Bag. Laring selebihnya  epitel bertingkat
silindris bersilia, bersel goblet
B. SALURAN NAFAS BAGIAN BAWAH

Trakea
• Mrpkn sal. kaku, panjang ± 10 – 12 cm, diameter 2 –
2,5 cm, berhub. ke atas dg cincin krikoid laring &
berakhir sbg percabangan bronkus utama ka. & ki.
• Dinding trakea dibentuk otot involunter dan jaringan
fibrosa diperkuat o/ serangkaian tulang rawan
berbentuk tapal kuda, berjumlah ± 20, tdk beraturan o/
sebab itu dinding menjadi kaku dan tetap terbuka
• Trakea dilapisi. epitel bertingkat silindris, bersilia, bersel
goblet yg terletak pd lamina basal, diperkuat lamina
propia yg relatip tipis, silia menyapu ke arah atas
(faring)
B. SALURAN NAFAS BAGIAN BAWAH

Bronkhus
• Di mediastinum, trakea bercabang menjadi bronkus utama
(primer) ka & ki :
Bronkus utama kanan sblm masuk paru2 bercabang lagi
menjadi bronkus sekunder lobus superior dan inferior,
sedang bronkus sekunder lobus medial, berasal dr
bronkus lobus inferior yg sdh ada di dlm paru
Bronkus utama kanan lbh pendek dan gemuk
Bronkus utama kiri bercabang setelah di dlm paru.
bentuk bronkus utama kiri lebih sempit, panjang &
horizontal
Setiap bronkus sekunder bercabang lagi mjd bronkus
tersier u/ turut menyusun segmen bronkopulmonal
• Di dlm setiap segmen bronkopulmonar,
bronkus terus bercabang sec. dikotom
(bercabang 2), stl 9 spi 12 generasi
ukuran sal. makin kecil disbt bronkiolus
• Struktur bronkus ekstrapulmonal ( blm
msk paru) sangat mirip trakea, hanya
garis tengahnya lbh kecil, cincin tulang
rawan jg tdk sempurna
• Bronkus intrapulmonar tampak bulat. Tulang rawan
tdk berbentuk C, melainkan hanya lempeng2 tulang
rawan hialin yg bentuknya tdk beraturan lempeng
tlg rawan hialin dikitari o/ jaringan ikat padat
fibrosa yg mengandung banyak serat elastin
• Cabang2 bronkus susunan dasarnya sama, tp yg
terkecil mengandung lbh sdkt tulang rawan
• Epitel yg membatasi bronkus  epitel bersilia,
bersel goblet
• Seluruh bronkus mengandung jaringan ikat yg
melanjutkan diri dgn jaringan yg terdapat dlm hilus,
pemb darah berkaitan erat padanya serta terbenam
di dlm jaringan ikat tsb
Bronkiolus
• Adlh bronkus yg plg halus, dgn diameter ± 1 mm,
terbenam dlm jaringan ikat
• Tdk memiliki tulang rawan, ttp disusun o/
musculus (otot), fibrosa & jaringan elastis.
• Sel yg membatasinya epitel silindris bersilia bersel
goblet – epitel kuboid bersilia
• Dindingnya jg terdpt sel yg menghasilkan
surfactan
Bronkiolus Respiratorius
• Respirasi (pertukaran gas) hanya berlangsung
bilamana dinding yg memisahkan udara dgn
darah merupakan dinding tipis. Susunan tsb
dijumpai mulai bronkiolus respiratorius sp
alveolus
• Bronkiolus respiratorius merupakan bronkiolus
terminal (terakhir) yg dindingnya diselingi
(bercabang) kantung2 alveoli (tmp pertukaran
gas) mll duktus (saluran) alveoli
Duktus alveolar dan alveoli
• Duktus alveolar : saluran berdinding tipis
dilapisi o/ epitel selapis gepeng. Diluar epitel
dindingnya dibentuk jaringan fibroelastis
• Disekeliling muara duktus alveolar terdapat
banyak alveoli tunggal dan sakus alveolaris
(sekelompok alveoli)
• Disekitar alveloli dan sakus alveolaris terdapat
jala2 penyokong tdd serat2 elastin dan serat
retikulin, pd jaringan penyokong ini tdpt banyak
kapiler, shg alveoli dikelilingi jaringan kapiler
• Masing2 alveoli dilapisi oleh epitel gepeng yg
sangat halus
ALVEOLUS
Fungsi: tempat terjadinya pertukaran udara
• Alveoli dapat digambarkan sebagai segerombol kantung
udara berdinding tipis, yang dapat mengembang dan
mengempis.
• Dindingnya terdiri dari 1 lapis sel epitel alveol tipe I
berbentuk gepeng, di antara sel epitel tersebut terdapat sel
alveol tipe II (pnemosit granuler) yang mensekresi surfaktan.
• Surfaktan (surfactant = surface-active substance) adl
kompleks fosfolipoprotein yang membantu pengembangan
jaringan paru. Dan menurunkan tekanan permukaan elveoli
untuk menghindari alveoli kolaps /kempis
Pada tempat terjadinya difusi antara udara alveol dengan darah
dalam kapiler paru, terdapat pembatas yang disebut
membran alveol-kapiler / membran respirasi
Alveoli
Paru - paru
• Mrpk sepasang organ di dlm rongga torak (rongga
dada) berbentuk seperti bunga karang – paru2
memanjang dr arah leher  diafragma, dan sec.
kasar berbentuk kerucut dg puncak di atas dan alas
di bawah
• Sebenarnya paru-paru merupakan jalinan atau susunan
bronkhus dan percabangannya (bronkhiolus, brokhiolus
terminalis, bronkhiolus respiratory) alveoli, sirkulasi
paru, syaraf, sistim limfati dll.)
Elastisitas jaringan Paru
• Compliance kemudahan jaringan paru untuk diregangkan
(‘kembang’)
• Daya elastic recoil kemampuan jaringan paru untuk kembali ke
bentuk semula setelah diregangkan (‘kempis’); bergantung pada:
1) elastisitas jaringan paru
2) tegangan permukaan alveoldaya kohesi molekul air
• Surfaktanfosfolipid yang disekresi oleh sel alveolar tipe II 
menurunkan tegangan permukaan alveol  mencegah alveol kolaps
• Diantara paru2 terdapat mediastinum, di dalamnya terdpt :
• Jantung & pemb. Darah besar
• Esofagus
• Bag. Bawah trakea
• Sisa kelenjar timus
Paru2 dibagi menjadi lobus2 :
Paru2 kiri terdiri dari 2 lobus :
• lobus superior  terletak di atas dan depan
• lobus inferior  berbentuk kerucut letak di bawah
Paru2 kanan terdiri dr 3 lobus :
• lobus superior
• lobus medialis
• lobus inferior
Setiap lobus selanjutnya di bagi manjadi segmen2 : yg disebut
bronkupulmoner, dipisahkan satu sama lain o/ sebuah
jaringan konektif masing2 diperdarahi satu arteri & satu vena
Setiap segmen jg menjadi unit, disebut jg lobulus (setiap paru
tdd 10 segmen)
Persarafan paru - paru
• Serabut eferen simpatis mengakibatkan
bronkodilatasi (pelebaran bronkus) dan
vasokonstriksi (penyempitan pembuluh darah)
• Serabut eferen parasimpatis mengakibatkan
bronkokonstriksi, vasodilatasi dan peningkatan
sekresi kelenjar
• Impuls aferen yg berasal dr mukosa bronkhus dan
dr reseptor regang dinding alveoli berjalan ke SSP.
dlm saraf simpatis dan parasimpatis
Pembuluh darah paru - paru
• Bronchus, jaringan ikat paru – paru & pleura viseralis
menerima darah dari a.a. bronchiales yg bercabang
dr aorta descendens. Vv. Bronchiales memasukkan
darah ke v. azygos dan hemyzygos
• Alveoli menerima darah terdeoksigenasi (rendah O2,
tinggi CO2) dr cabang2 terminal a. pulmonalis (dari
ventrikel kanan). Disini terjadi pertukaran, dmn O2
dlm alveoli masuk ke pemb. Darah kapiler,
sedangkan CO2 dr pemb darah masuk ke alveoli.
• Jadi darah teroksidasi meninggalkan kapiler alveoli
msk ke cabang2 vena pulmonalis kmd ke atrium kiri
Catatan :
• Arteri pulmonalis msk ke paru2, kemudian
bercabang terus ke dlm paru, berjalan sejajar
dg bronchus, bercabangnya sama dengan
percabangan bronksus,sec dikotom.
Begitupun dgn vena, dr kapiler terus menjadi
vena2 yg slg bergabung mjd vena besar
Sirkulasi Pulmonal

Fungsi: mengatur aliran darah vena-vena dari ventrikel


kanan ke arteri pulmonalis, dan mengalirkan darah yang
bersifat arterial melalui vena pulmonalis kembali ke
jantung (atrium kiri). Tdd:

• Sirkulasi pulmonal
 membawa gas hasil pertukaran antara darah kapiler
dan udara alveol
(ventrikel kanan a.pulmonaliskapiler
v.pulmonalventrikel kiri)

• Sirkulasi bronkial (bag dr sirkulasi sistemik)


 menyediakan nutrien bagi jaringan paru
(aortaa.interkostalis a.bronkialis kapiler
v.bronkialis v.azygosatrium kanan)
SIRKULASI PULMONAL
Paru-paru dilapisis. o/ suatu membran serosa yg disebut pleura
yg, tdd 2 lapis :
– Pleura viseralis (sebelah dalam) melekat kuat pada paru2,
melapisi permukaan paru2 & masuk ke dlm fisura interlobus
– pleura parietalis (sebelah luar) pd akar paru (hilus)
pleura viseralis melipat ke arah luar menjadi pleura
parietalis
• Rongga pleura  merupakan ruangan potensial diantara
pleura viseralis dan rongga parietalis, mengandung sdkt
cairan, sbg lap. tipis memungkinkan kedua lap. pleura
bergesekan (mengurangi friksi/pergesekan antara kedua
membran)dan menjaga paru-paru dari tekanan dinding
dada
Rongga dan dinding dada
Rongga thoraks dibentuk oleh
• Tulang-tulang iga (costae) dan collumna vertebralis
• Otot-otot pernafasan
– Otot inspirasi
1. m. sternocleidomastoideus
2. m. serratus anterior
3. m. skalenus
4. m. interkostalis eksternus
5. Diafragma
1,2,3,4 pernafasan thoracal
5 pernafasan abdominal
– Otot ekspirasi
1. m. interkostalis internus
2. m. rectus abdominal
3. m. transversus
4. m. obliquus

1 pernafasan thoracal
2,3,4 pernafasan abdominal
42
FUNGSI SISTEM PERNAPASAN
• Fungsi utama sistem respirasi adalah menjamin
tersedianya O2 untuk kelangsungan metabolisme sel
serta mengeluarkan CO2 hasil metabolisme sel
secara terus menerus.

Fungsi tambahan :
1. Membantu pengeluaran air dan panas dari dalam
tubuh
2. Membantu meningkatkan aliran balik vena (sebagai
pompa)
3. Membantu proses bicara (vokalisasi)
PROSES PERNAPASAN

• Respirasi luar (external respiration)


 proses pertukaran O2 & CO2 antara sel-sel dalam
tubuh dengan lingkungan luar

• Respirasi dalam/sel (internal/ cellular respiration)


 proses metabolik intrasel yang terjadi di
mitokondria meliputi penggunaan O2 dan produksi CO2
selama pengambilan energi dari bahan nutrien
PROSES OKSIGENASI
Proses pertukaran O2 dan CO2 tdd:
1. Ventilasi
2. Difusi
3. Transportasi
Ventilasi

• Ventilasi adalah Proses keluar masuknya udara dari atmosfer ke


alveoli dan sebaliknya.

• Seperti halnya air, udara mengalir dari daerah bertekanan tinggi


ke daerah bertekanan rendah.
• Bila tekanan di dalam alveoli sama dengan tekanan atmosfer
udara luar, tidak terjadi aliran udara.

Pernapasan tdd dr 2 fase : inspirasi & ekspirasi


• Selama inspirasi, yaitu masuknya udara ke dalam paru, tekanan
di alveol harus lebih rendah dibandingkan tekanan atmosfer.
• Selama ekspirasi, yaitu keluarnya udara dari dalam paru, tekanan
di alveol harus lebih tinggi dibandingkan tekanan atmosfer.
VENTILASI
Paru dapat kembang kempis :
1. Gerakan naik turun diafragma
2. Elevasi dan depresi costa

Otot pernafasan :
3. Otot inspirasi
4. Otot ekspirasi
Ventilasi lanjutan

Paru dapat kembang kempis, dikarenakan :


1. Gerakan naik turun diafragma
• Relaksasi diafragma cembung ke dada rongga dada menyempit :
ekspirasi
• Kontraksi diafragma cembung ke perut rongga dada membesar :
inspirasi
Pernafasan dengan diafragma ini disebut pernafasan perut.

2. Elevasi dan depresi costa /tulang iga


Untuk meningkatkan dan menurunkan diameter anterior dan posterior rongga
dada
– Elevasi costa (maju ke depan dan ke atas) rongga dada membesar :
inspirasi
– Depresi costa rongga dada mengecil : ekspirasi
Pernafasan ini disebut pernafasan thoracal
dibantu oleh otot pernafasan ; otot2 inspirasi dan otot-otot ekspirasi
Ventilasi (penjelasan)

Udara mengalir dari tekanan tinggi ke rendah.


 Proses inspirasi ; gerakan diafragma dan otot
pernafasan memperbesar rongga thorak
tekanan intraalveolar (sehingga tekanan lebih
rendah dari atmosfer udara masuk ke dalam
saluran nafas
 proses ekspirasi; diafragma rileks dan paru
mengempis memperkecil rongga thorak
tekanan intraalveolar udara keluar dari paru-
paru
inspirasi
Diafragma kontraksi otot2 interkosta eksternus kontraksi

Difragma jd datar mengangkat tlg rusuk


lbh rendah & menariknya keluar

Pnjng rongga torak ↑ ↑ kedalaman rongga torak pleura parietal ikut


terangkat

Pleura viseral ikut terangkat

Menambah vol interior torak ↑

paru2 mengembang

udara terisap
MEKANIKA PERNAPASAN
Ekspirasi
Keluarnya udara dr paru2
– Ekspirasi tenang  bersifat pasif
Diafragma dan otot interkostal eksternus
rileks, kembali ke posisi semula  vol. torak
mengecil  udara di keluarkan
– Ekspirasi kuat
Otot interkostal internus berkontraksi u/
menurunkan tulang rusuk
2. Difusi
• Adalah Proses pertukaran O2 dan CO2 melalui membran
alveolar dan kapiler
• Semakin besar perbedaan tekanan , semakin cepat kecepatan
difusi /pertukaran (dari tekanan tinggi ke rendah)
Difusi O2 Difusi CO2
Difusi di paru terjadi karena : Difusi di paru terjadi karena :
* pO2 kapiler paru = 40 mmHg * pCO2 kapiler paru = 46 mmHg
* pO2 alveoli = 100 mmHg * pCO2 alveoli = 40 mmHg
* Permukaan membran luas dan tipis
Shg CO2 dari kapiler paru masuk ke alveolar u
shg O2 dari alveolar masuk ke kapiler paru kmd dibuang mll ekspirasi

Difusi di Jaringan terjadi karena : Difusi di Jaringan terjadi karena :


* pO2 arteri = 100 mmHg * pCO2 kapiler jar = 40 mmHg
* pO2 interstitial = 40 mmHg * pCO2 vena = 46 mmHg
Kecepatan difusi dipengaruhi :
1. Suhu, makin tinggi suhu makin cepat difusi
2. Beda tekanan/konsentrasi gas
3. Tebal membran
4. Berat molekul gas
5. Daya larut gas dalam air
Proses difusi gas antara alveol dan kapiler dibagi 3 fase :
6. Fase gas
Di dalam alveol, tjd difusi O2 dan CO2. Difusi O2 lebih cepat dibanding
CO2 sebab BM O2 lebih rendah.
2. Fase membran
Udara dalam alveoli dipisahkan dari darah dalam pembuluh kapiler paru
oleh membran alveol-kapiler. Pada keadaan ttt, membran difusi dapat
menebal sehingga kecepatan difusi berkurang, msl akibat :
pertambahan jar fibrosa, penumpukan cairan (edema) atau eksudat .
3. Fase cairan (darah)
Setelah O2 berdifusi ke dalam cairan darah (plasma), O2 harus mencapai
sel darah merah untuk berikatan dengan Hb. Kecepatan difusai pada fase
ini bergantung daya larut dan berat molekul gas tersebut.
Difusi & Transportasi
3. Transportasi
Merupakan proses pengangkutan O2 dari kapiler paru
ke kapiler jaringan serta pengangkutan CO2 dari
kapiler jaringan ke kapiler paru
a. Transport O2
 Berikatan dengan Hb : oxyhemoglobine (97%)
 Larut dalam plasma : 3%
b. Tranport CO2
 berikatan dengan HB : Carbaminohemoglobine (30%)
 Berikatan dengan H2O sebagai HCO3- (65%)
 Larut dalam plasma (5%)
TrANSpOR OKsiGen via
ERYTROCYTE Oksigen terlarut

JARINGAN
6,5 ml O2
per 100 ml
darah

Oksigen terikat
Dan terangkut
Secara kimia
Dengan hemoglobin
20 ml O2/100 ml darah
Transportasi lanjutan

Faktor yang mempengaruhi transportasi:


• Cardiac output
• Kondisi pembuluh darah
• Exercise
• Hematokrit
• Eritrosit
• Hb
TRANSPORT O2
Faktor –faktor yang mempengaruhi
derajad saturasi/kejenuhan Hb.

A. Tekanan Parsial O2
B. Tekanan Parsial CO2
C. Elektrolit
D. Suhu
E. Fosfat organik
A. Tekanan Parsial O2
• Penambahan tekanan O2 meningkatkan saturasi Hb
• Pd P O2=100 mmHg, saturasi Hb= 98–99%
• Bila P O2 turun, Hb oxy melepaskan O2

B. Tekanan Parsial CO2

• Bila P CO2 tinggi, HbO2 mudah melepaskan O2


• Utk saturasi yg sama diperlukan P O2 yg lebih tinggi  kurve disosiasi HbO2
bergeser kekanan
• Kemampuan CO2 dalam menggeser kurve disosiasi HbO2 ke kanan
(pembebasan oksigendisebut BOHR EFFECT.

C. ELEKTROLIT
• Elektrolit mempermudah HbO2 melepaskan O2
• P O2 jaringan/sel rendah  Cl mudah masuk jaringan  kadar Cl darah naik 
O2 mudah dilepaskan. CHLORIDE SHIFT
D. SUHU
• Suhu naik  saturasi Hb turun
• Pada suhu 25oC  saturasi Hb 93%
• Pada suhu 30oC  saturasi Hb 90%

E. FOSFAT ORGANIK

• Bila ada senyawa yang mengikat Hb  pelepasan O2


• Senyawanya : 2,3 Diphosphogliserat (DPG)
• Fosfat dlm tubuh digunakan sbg:
– Koenzim
– Senyawa bertenaga tinggi/ATP
– Senyawa organik
PERGESERAN Kurva kejenuhan
oksigen
Geser ke kanan, terjadi
O2 bebas lbh banyak.
ATAU dgn kata lain
HbO2 Hb + O2
MENGURANGI
AFINITAS Hb utk O2 Pergeseran ke kanan, bila :
1. Peningkatan ion Hidrogen
2. Peningkatan CO2
3. Peningkatan Suhu
4. Penurunan pH

Geser ke kiri, terjadi 5. Peningkatan 2,3 DPG


O2 bebas lbh sedikit.
ATAU dgn kata lain
MENAMBAH
AFINITAS Hb utk O2
Kurva kejenuhan oksigen PENGARUH
2,3 DPG
TRANSPORT CO2
• CO2 yang dihasilkan oleh metabolisme sel
jaringan akan berdifusio ke dalam darah dan
diangkut dalam 3 bentuk :
1. CO2 terlarut (10%)
2. Ikatan dengan Hb dan protein plasma
(30%)
3. Ion HCO3 (60%)
Ion HCO3 terbentuk melalui reaksi :
CO2+H2O  H2CO3  H +HCO3
TRANSPORT CO2
VOLUME PARU
1. Volume Tidal
Merupakan volume udara yang diinspirasi dan diekspirasi setiap
pernafasan normal. Jumlah 500 ml

2. Volume Cadangan Inspirasi


Merupakan volume udara yang masih dapat diinspirasi stlh inspirasi biasa.
Jumlah 3000 ml

3. Volume Cadangan Ekspirasi


Merupakan vol tambahan udara yang masih dapat dikeluarkan dengan
ekspirasi kuat setelah akhir suatu ekspirasi biasa
Jumlah 1100 ml

4. Volume Residual
Merupakan vol udara yg msh tersisa di dlm paru setelah ekspirasi kuat
Jumlah 1200 ml
KAPASITAS PARU – PARU
1. Kapasitas Inspirasi
• Merupakan jumlah udara yg dapat dihirup seseorang pd tkt inspirasi normal dan
menembangkan paru-parunya sampai maksimal
• Yaitu jumlah volume tidal ditambah dgn vol cad inspirasi (3500 ml)
2. Kapasitas Residual Fungsional
• Merupakan jumlah udara yang tersisa dalam paru paru pada akhir ekspirasi
normal
• Yaitu vol cadangan ekspirasi ditambah volume residual (2300 ml
3. Kapasitas Vital
• Merupakan jumlah udara maksimum yang dapat dikeluarkan dari paru – paru
seseorang setelah ia mengisinya sampai batas maksimum dan kemudian
mengeluarkannya sebanyak – banyaknya
• Yaitu penjumlahan vol cad inspirasi, vol cadf ekspirasi dan volume tidal (4600 ml)
4. Kapasitas Total paru – paru
• Merupakan volume maksimum pengembangan paru–paru dengan usaha inspirasi
yang sebesar-besarnya
• Yaitu penjumlahan ke 4 jenis volume paru
Vol tidal
Kapasitas Vital Kap Insp
4600 Vol Cad Insp

Vol Cad Eksp


Kapasitas Total
5800 Kap Residual
Fungsional

Vol Residual Fungsional 1200

Note : Semua volume & kapasitas paru wanita kira-kira 20 – 25 % di


bawah pria
VOLUME & KAPASITAS PARU
PUSAT PERNAPASAN
Pusat mekanisme pengaturan pernapasan ada 2 :
1. Pusat pengaturan pernapasan volunter ,
terletak di korteks serebri
2. Pusat pengaturan pernapasan otomatis
treletak di pons dan medulla oblongata
PUSAT PERNAPASAN OTOMATIS
• Pusat pernapasan otomatis di batang otak
bertanggung jawab dalam membentuk pola
pernapasan ritmik.
• Pusat pernapasan ini terdiri dari :
1. Pusat respirasi
2. Pusat apneustik
3. Pusat pneumotaksik
PUSAT PERNAPASAN OTOMATIS

1. Pusat Respirasi
Terletak di formasio retikularis medulla oblongata,
menyebabkan terjadinya pernapasan spontan.

2. Pusat Apneustik
Pusat ini terletak di formasio retikularis pons bagian bawah
dan mempunyai pengaruh tonik terhadap pusat respirasi.

3. Pusat Pneumotaksik
Terletak di sebelah dorsal bagian superior pons, yang
membantu mengatur kecepatan dan pola bernapas
LE 22-8-2

Pons Breathing control centers


stimulated by:
Medulla

CO2 increase/pH decrease


in blood

Nerve signals indicating


CO2 and O2 levels

Nerve signals
trigger
contraction
of muscles

CO2 and O2
sensors
in aorta
Diaphragm

Rib muscles
PERGESERAN Kurva kejenuhan
oksigen
Geser ke kanan, terjadi
O2 bebas lbh banyak.
ATAU dgn kata lain
HbO2 Hb + O2
MENGURANGI
AFINITAS Hb utk O2 Pergeseran ke kanan, bila :
1. Peningkatan ion Hidrogen
2. Peningkatan CO2
3. Peningkatan Suhu
4. Penurunan pH

Geser ke kiri, terjadi 5. Peningkatan 2,3 DPG


O2 bebas lbh sedikit.
ATAU dgn kata lain
MENAMBAH
AFINITAS Hb utk O2
PENGATURAN PERNAPASAN
Pengendalian pernafasan dikendalikan oleh 2 faktor
utama, yaitu kimiawi dan pengendalian saraf.
1. Pengendalian saraf
• Medula oblongata Pusat respirasi(inpirasi dan
ekspirasi) di, mengatur:
Rate inspirasi--------respirasi rate
Amplitudo impuls-----tidal volume
• Pons; mengatur frekuensi dan kedalamam ventilasi
PENGATURAN PERNAPASAN
2. Rangsang Kimia
Kemoreseptor perifer: Glomus karotikum yang terletak pada
percabangan a. karotis komunis, dan glomus aortikum pada arkus
aorta.
• Reseptor kimia perifer ini peka terhadap peningkatan p CO2 dan
penurunan pO2 / pH darah.
• Akibat perangsangan reseptor ini, ventilasi akan meningkat.

Kemoreseptor sentral: di bgn ventral med. Oblongata dekat pusat


respirasi  peka terhadap peningkatan kadar ion H (penurunan
pH) dalam cairan otakBagian ventral medula oblongata
• Bila terjadi peningkatan pCO2 arteri, CO2 akan menembus sawar
darah otak, berubah mjd H2CO3 dan terurai mjd ion H dan ion
HCO3, mk tjd peningkatan ion H di cairan otak  ventilasi
meningkat
PERSARAFAN PARU
• Sistem saraf otonom
pada otot polos sal.pernapasan:
- saraf parasimpatis  bronkokonstriksi
- saraf simpatis  bronkodilatasi

pada pembuluh darah paru:


- saraf simpatis  vasokonstriksi
- saraf parasimpatis  vasodilatasi

• Sistem saraf motorik


pada otot-otot pernapasan
Pemeriksaan faal paru
• Kegunaan u/ diagnostik :
– Sesak napas
– Sianosis
– Sindrom bronkitis