Anda di halaman 1dari 23

NAMA : KATHARINA ILUMINATA UMA

NPM : 17312665
1. BATANG
2.2.1. Struktur dan Fungsi Batang
Batang adalah organ tumbuhan yang menghubungkan antara akar dengan daun.
Bagian-bagian batang, meliputi :
• Kulit luar ; memiliki dinding luar sel-sel yang menebal dan bermodifikasi menjadi
rambut-rambut halus, duri dan lentisel.
• Kulit pertama ; terletak disebelah dalam epidermis, tersusun dai jaringan parenkim dan
jaringan penunjang.
• Kulit dalam ; merupakan batas antara korteks dan stele, biasanya disebut florterma yang
mengandung amilum atau sarung tepung.
• Silinder pusat, tersusun dari jaringan parenkim yang membentuk empulur batang.
• Pada tumbuhan dikotil ; batang mengalami perubahan menjadi jaringan primer (bakal
daun, tunas ketiak, epidermis korteks, ikatan pembuluh dan empulur).
 Fungsi Batang
• Sebagai alat pengangkut hasil fotosintesis dari daun ke seluruh tubuh
• Penyokong tubuh tumbuhan
• Sebagai alat perkembangbiakan vegetatif
• Tempat melekatnya daun dan buah
• Tempat menyimpan cadangan makanan
2.2.2 Sel dan Jaringan Batang
1. Kayu
• Kayu Lunak atau Kayu Konifer
Kayu konifer pada dasarnya terdiri dari sel-sel yang dikenal dsebagai trakeid. Trakeid berfungsi untuk
penyaluran dan penyanggan.
• Kayu Keras atau Kayu Dikotiledon
Pada kayu keras terdapat serat kayu, yang mempunyai rongga lebih kecil dari pada trakeid, lebih
panjang dan lebih meruncing pada ujungnya serta mempunyai noktah yang sangat kecil, sehingga tidak
ada air yang bergerak melaluinya. Fungsi serat kayu itu terbatas pada dukungan mekanis saja.
• Lingkar Tumbuh
Kayu pohon di daerah beriklim sedang dicirikan oleh adanya lapisan-lapisan, masing-masing
biasanya menggambarkan pembentukan kayu selama satu masa tumbuh.
• Kayu Galih atau Kayu Gubal
Karena umur kayu bertambah, perubahan-perubahan tertentu berlangsung di bagian dalam, dan
menghasilkan pembentukan kayu galih. Daerah kayu ini sering dibedakan dengan dengan bagian
luarnya, yaitu kayu gubal, karena warnanya yang lebih gelap. Warna kayu galih ini akibat perubahan
kimiawi dan karena infiltrasi minyak, getah, tanin, damar dan senyawa organik kompleks yang lain ke
dalam dinding sel atau dapat juga berkumpul dalam rongga-rongga sel.
2. Pepagan
• Pepagan terdiri dari beberapa macam jaringan, antara lain :
• Floem
• Jaringan di luar Floem
• Gabus (sel mati)
• Lenti sel (tempat di mana penyakit mudah masuk)
2.2. 3 Jenis dan Manfaat Batang Tumbuhan
1. Jenis-jenis batang
• Batang basah : memiliki batang yang lunak dan berair, batangnya tidak keras, batang
pendek mudah dipotong. Contoh : pohon pisang, bayam dan kangkung.
• Batang berkayu : memiliki kambium, arah pertumbuhan ke luar membentuk kulit dan ke
dalam membentuk kayu dan batang bertambah besar. Contoh : jambu, mahoni, nangka
dan rambutan.
• Batang rumput : batang tidak berkayu, memiliki ruas-ruas yang nyata dan berongga serta
batang rumput umumnya pendek. Contoh : padi, jagung dan rumput-rumputan.
2. Manfaat batang tumbuhan
• Mendukung bagian-bagian tumbuhan yang berada di atas tanah
• Jalan makanan dari akar ke daun ke seluruh tubuh
• Tempat tumbuhnya dahan dan ranting
• Tempat penimbulan zat-zat makanan cadangan
• Bahan perkembangbiakkan
2.2.4 Pertumbuhan Batang
Pertumbuhan pada tumbuhan berpembuluh meliputi :
a. Pembentukan sel-sel baru (terdapat dalam daerah meristem)
b. Pembesaran dan modifikasi (diferensiasi) sel.
Pertumbuhan batang pada tumbuhan berpembuluh, ada beberapa macam yang
dilaluinya, meliputi :
1. Pertumbuhan Terminal
2. Pertumbuhan dan Perkembangan Daun
3. Pertumbuhan Jaringan Primer
4. Petumbuhan Jaringan Sekunder
5. Pertumbuhan Kambium
Ada dua macam inisial kambium, antara lain :
- Sel yang amat memanjang dan meruncing pada kedua ujungnya di sebut “inisial
fusiform”
- Sel-sel yang jauh lebih kecil, berhimpun ke dalam kelompok-kelompok berbentuk
lensa, disebut “inisial jejari pembuluh”.

2.2.5 Translokasi pada Batang Tanaman


1. Translokasi Air
Translokasi air berlangsung melalui xylem atau kayu.
2. Translokasi Bahan Makanan dan Garam Mineral
Bahan makanan ditranslokasi dari daerah penyimpanan ke pucuk-pucuk muda yang
berkembang, dari daun kebuah dan biji serta organ penyimpanan di bawah tanah, gerkana
ataua translokasi ini terjadi didalam floem.
2.2.6 Aspek tentang Pertumbuhan dan Struktur
1. Penyembuhan Luka
2. Mata Kayu
Mata kayu adalah bagian pangkal cabang yang telah tertutup di dalam kayu pohon
ketika diameter kayu tersebut bertambah. Mata kayu disebabkan oleh perbedaan lingkar
tumbuh pada batang pokok dan cabang.
Bagian pangkal cabang yang paling dekat dengan empulur kayu masih hidup ketika
terbenam dalam pohon. Lingkar-lingkar tumbuhnya bersinambungan dengan lingkar tumbuh
pohonnya. Jadi mata kayu papan yang dipotong dari bagian pohon tersebut merupakan mata
padat. Sedangkan mata pada kayu papan yang dipotong dari bagian luar pohonnya, dimana
cabangnya tidak mati dan kemudian terbenam, merupakan mata lepas. Mata tersebut
longar/lepas karena cabang yang mati tidak lagi mambentuk lingkar tumbuh yang
bersambungan dengan yang ada dalam galu.
2.2.7 Batang Monokotiledon dan Dikotiledon
 Penampang Melintang
1. Batang Monokotil
2. Batang Dikotil
 Tumbuhan Dikotil
Tumbuhan dikotil didefenisikan sebagai tumbuhan dengan bijinya berkeping satu atau
berbiji belah. Tumbuhan dikotil dan monokotil memiliki karakteristik daun, akar dan
batang yang berbeda. Pada tumbuhan dikotil tulang daun tanamannya menyirip dan
menjari dengan urat yang berbentuk jaring. Batang pada tanaman dikotil umumnya
memiliki kambium dan batangnya bisa tumbuh menjadi besar. Yang termasuk dalam
tumbuhan dikotil :
• Tumbuhan suku getah-getahan, yaitu tumbuhan yang memiliki getah berwarna
putih pada tubuhnya, seperti pohon singkong dan pohon karet.
• Tumbuhan suku kacang-kacangan seperti kacang tanah dan kacang panjang
• Tumbuhan suku terung-terungan yang bunganya berbentuk bintang dan terompet
dan memiliki daging yang berair, seperti tomat, lerng dan cabai.
 Tumbuhan Monokotil
Tumbuhan monokotil adalah tumbuhan yang bijinya tunggal karena hanya berkeping
satu. Ciri dari tumbuhan monokotil adalah memiliki daun yang berbentuk pita dan urat
daunnya sejajar seperti daun padi. Yang termasuk tumbuhan monokotil :
• Tumbuhan suku rumput-rumputan seperti padi dan jagung
• Tumbuhan suku pinang, contohnya pohon kelapa dan sagu
• Tumbuhan suku anggrek-anggrekan
• Suku jahe-jahean seperti jahe dan kunyit
 Persamaan Batang Tumbuhan Dikotil Dan Monokotil
• Struktur batang tumbuhan baik dalam tumbuhan dikotil maupun monokotil
memiliki kesamaan, yaitu terdiri dari jaringan epidermis, korteks dan stele ( sinlinder
pusat ).
• Epidermis
Epidermis batang tersusun dari lapisan sel yang rapat. Pada dinding terluar lapisan
epidermis terdapat kutikula yang memiliki fungsi untuk mencegah kehilangan kadar air
dalam jumlah yang besar.
• Korteks
Korteks tersusun dari beberapa lapisan sel parenkim yang tidak teratur dan memiliki
dinding yang tipis dan terdapat banyak ruang antar sel. Pada bagian korteks dapat
ditemukan sklerenkim dan kolenkim. Pada tumbuhan monokotil sklerenkim dan kolenkim
ini yang menjadi penyokong dan penguat batang.
• Stele ( silinder pusat )
Dalam stele terdapat sel parenkim yang merupakan jaringan dasar dan pengisi
dalam batang. Tersusun atas periskel dan berkas pembuluh. Periksel adalah lapisan
terluar stele yang menyelubungi pembuluh batang sedangkan berkas pembuluh adalah
jaringan yang berfungsi sebagai pengangkut zat. Berkas pembuluh terdiri dari floem
dan xilem.
 Perbedaan Batang Tumbuhan Dikotil Dan Monokotil
1. Perbedaan Morfologi (struktur luar) pembentukan batang
Batang tumbuhan dikotil diketahui memiliki kemampuan pertumbuhan sekunder, yaitu
kemampuan bagi batangnya untuk tumbuh besar, sedangkan tumbuhan monokotil tidak
dapat tumbuh menjadi besar. Hal ini disebabkan karena pada batang dikotil terdapat
kambium yang bisa berkembang seiring dengan pertumbuhan tanaman. Pembentukan batang
pada tumbuhan berbunga terbagi kedalam dua grup besar, yaitu batang herba dan batang
berkayu. Batang herba yaitu tipe batang yang sifatnya berair. Batang herba hanya diperkuat
oleh sel sklerenkim dan kolenkim di antara jaringan xilem dan floem nya, kerena itu batang
ini agak lunak dan berwarna hijau dan batangnya kecil. Batang herba dapat ditemui pada
tumbuhan monokotil. Sedangkan pada tumbuhan dikotil, morfologi batangnya berkayu.
Batang pada tumbuhan berkayu memiliki sifat keras dan umurnya lebih panjang dari tipe
herba.
2. Perbedaan Anatomi (Struktur dalam) Batang
Jika dilihat dari penampang batangnya, pada batang tumbuhan dikotil, penampang
jaringan pembuluh batangnya lebih terstruktur. Jaringan pembuluhnya seolah saling
berkumpul membentuk satu lingkaran. Hal ini berbeda dengan jaringan pembuluh pada
batang tumbuhan monokotil yang jaringan pembulunya menyebar.al hal Jaringan pembuluh
terdiri atas floem dan xylem. Floem adalah bagian dari batang yang memiliki fungsi sebagai
pengangkut zat hasil produksi fotosintesis. Sedangkan xilem memiliki fungsi sebagai
pengangkut zat-zat yang menjadi bahan baku untuk aktifitas fotosintesis. keberadaan floem
batang di tumbuhan monokotil berada di sebelah luar xilem, dimana, diantara floem dan
xylem tumbuhan dikotil terdapat kambium.
Tipe berkas pembuluh angkut semacam ini disebut dengan sebutan tipe kolateral terbuka.
Hal ini berbeda dengan tanaman dikotil yang tipe Berkas pembuluhnya umunya kolateral
tertutup, dimana floem terletak tepat di sebelah luar xilem, namun antara xylem dan floem,
tidak terdapat lapisan kambium.
2.2.8 Batang Khusus
a. Duri batang dan cabang yang berasal dari metamorfosis cabang (dalam morfologi cabang
sama nilai dengan batang). Letak dari cabang di ketiak daun dan kadang-kadang masih
menyangga daun-daun atau bunga yang rudimenter. Contoh : bougainvillea.
b. Sulur batang : keluar dari ketiak daun dan seringkali menyangga sisa-sisa daun atau
bunga. Contoh : family Cucurbitaceae, passifloraceae, tumbuhan anggur (Vitis vinifera).
c. Kokot : bentuk antara duri dan sulur, keras seperti duri tetapi berpilin-pilin seperti sulur
pendek. Kokot berfungsi sebagai cabang penyangga sistem bunga majemuk atau
pembungaan. Jika bunga-bunganya telah gugur, kokot digunakan untuk memanjat.
Contoh : tanaman gambir (Uncaria gambir).
d. Phyllocladium/Cladodium : batang atau cabang yang mengambil alih fungsi daunnya
karena daun mengalami reduksi yang lanjut atau berubah menjadi duri. Contoh : kaktus
epiphylum.
e. Stolon : cabang yang ramping dan panjang, dapat mencapai lebih dari satu meter tumbuh
kesamping di atas tanah atau di dalam tanah. Pada ujung stolon ini akan dibentuk
tumbuhan baru. Jika tumbuhan baru ini telh cukup berdaun dan berakar sehingga dapat
berdiri sendiri maka stolon ini akan mati.
Contoh :
- Stolon di atas tanah : Abei atau strowberry
- Stolon yang menjalar di bawah tanah : alang-alang (Imperata cylindrica)
f. Tuber/Ubi : cabang yang tumbuh di bawah tanah, mengelembung besar dan dipakai
untuk menyimpan cadangan makanan, sedemikian membesarnya sehingga buku-buku
tidak kelihatan lagi. Pada ujung tuber ada cekungan dengan kuncup (titik tumbuh).
Contoh : kentang (Solanum tuberosum).
g. Kormus/umbisi: batang tegak yang pendek dibawah tanah, dapat tebal dan berdaging.
Contoh : Gladiolus, Begonia dan Talas (Colocasia esculenta)
h. Rhizome/Rimpang : batang tumbuh horizontal di bawah tanh dengan nodus (ruas) yang
pendek dan daun berupa sisik, kemudian baru memunculkan daun-daun biasa untuk
fotositesis di atas tanah.
2. AKAR
Akar adalah bagian pokok dari tanaman disamping batang dan daun yang tumbuh
menuju inti bumi. Pada ujung akar terdapat titik tumbuh yaitu apikal. Apikal ini dilindungi
oleh calyptra (tudung akar) yang dibentuk juga oleh titik tumbuh.
2.3.1 Sifat-Sifat Akar
1. Merupakan bagian tumbuhan yang biasanya terdapat di dalam tanah, dengan arah
tumbuh ke pusat bumi.
2. Tidak berbuku-buku, juga tidak beruas.
3. Warna biasanya keputih-putihan atau kekunig-kuningan.
4. Tumbuh terus pada ujungnya.
5. Bentuk ujungnya meruncing, sehingga lebih mudah untuk menembus tanah.
6. Pada ujung akar terdapat titik tumbuh yaitu apikal (pada tumbuhan berbiji dari
sekumpulan sel, sedang pada Pterydophyta hanya satu sel tunggal yang berbentuk
piramid).
2.3.2 Fungsi Akar
7. Untuk mengisap air serta garam-garam mineral dari tanah melalui bulu-bulu akar
kemudian menyalurkan ke batang.
8. Sebagai penyokong menegakkan berdirinya batang tumbuhan karena memiliki
kemampuan menerobos lapisan-lapisan tanah.
3. Pada beberapa tanaman, akar di gunakan sebagai tempat penyimpanan makanan
cadangan, misalnya wortel dan ketela pohon.
4. Pada tanaman tertentu, seperti jenis tumbuhan bakau (Rhizopora sp.) akar berperan
untuk pernapasan.
5. Sebagai alat perkembangbiakan vegetatif pada tumbuhan tertentu.
2.3.3 Jenis-Jenis Akar
6. Akar serabut : umumnya terdapat pada tumbuhan monokotil. Pada jenis akar serabut,
tediri sejumlah akar kecil, ramping yang ke semuanya memiliki ukuran sama.
7. Akar tunggang : umumnya terdapat pada tumbuhan dikotil. Pada jenis akar tunggang
terdiri atas sebuah akar besar dengan beberapa cabang dan ranting akar. Akar berasal
dari perkembangan akar primer biji yang berkecambah.
8. Akar gantung : tumbuh pada bagian atas batang dan tumbuh ke arah tanah, misalnya
pada tanaman beringin.
9. Akar pelekat : akar ini tumbuh di sepanjang batang. Akar pelekat terdapat pada
tumbuhan yang tumbuh memanjat, misalnya sirih.
10. Akar adventif : merupakan akar yang tumbuh dari setiap bagian tubuh tanaman dan
bukan akar primer, misalnya akar yang keluar dari umbi batang, akar yang keluar dari
batang jagung dan juga akar yang keluar dari bantang hasil cangkokan.
2.3.4. Akar dengan Fungsi Khusus
1. Duri akar ; seperti pada tanaman dari beberapa jenis palem dan bambu duri.
2. Akar sebagai sulur ; akar udara dari tumbuhan dan akar ini kalau tersentuh sesuatu
membelitkan diri untuk berpegangan, seperti pada tanaman vanili dan sirih.
3. Umbi akar (Tuber rhizogenum) ; umbi ini terbentuk pada musim tumbuh pertama dan di
gunakan untuk pertumbuhan di musim berikutnya, sementara tumbuhannya membentuk
lagi umbi-umbi baru untuk musim yang akan datang. Contoh : wortel, lobak,
bengkuang, dll.
4. Akar isap (Haushorium) ; terdapat pada tanaman parasit seperti tali putri (Cassyha
filiformis), untuk yang setengah parasit, contoh : pasilan (Viscum articulatum),
kemladean (Sentrophtoe pentandra).
5. Akar nafas (Pneumatophoro), contoh : pada tanaman bakau.
6. Akar reproduksi ; mengeluarkan kuncup-kuncup yang akan menjadi tanaman baru
seperti pada cemara laut (Casuaria equisetifolia), jambu biji (Psidium guajaya).
 Penampang Melintang Akar Monokoril dan Dikotil
 Perbedaan Akar Monokotil dan Dikotil

Jenis perbedaan Monokotil Dikotil

Sistem perakaran Serabut Tunggang

Kaliptra Berbatasan dengan ujung akar dan terlihat jelas Berbatasan dengan ujung akar dan terlihat tidak jelas

Terdiri dari beberapa lapis sel yang berdinding Terdiri dari satu lapis sel yang berdinding tebal, Membentuk cabang-cabang akar
Perisikel
tebal, Hanya membentuk cabang akar sekunder yaitu kambium dan kambium gabus

Bersifat kolateral pada akar sekunder dimana xylem terletak di dalam dan floem
Xylem dan floem Letaknya berselang-seling
terletak di luar (xylem dikelilingi oleh floem)

Empulur Terletak pada pusat akar, empulurnya luas Tidak memiliki atau memiliki empulur yang sempit pada pusat akar

Kambium Tidak ada Ada dan tampak seperti meristem sekunder


1. Struktur Akar Dikotil
Umumnya struktur akar tumbuhan dikotil terdiri dari bagian epidermis, korteks, endodermis dan
silinder pusat (stele).
• Epidermis. Bagian ini tersusun dari satu lapis sel yang berdinding tipis dan berkutikula. Pada
bagian ini terdapat sel-sel yang membentuk rambut akar dengan cara mengadakan perpanjangan
dari dinding luarnya ke arah lateral.
• Korteks. Korteks merupakan bagian antara epidermis dan endodermis. Bagian ini menempati
porsi paling besar pada akar (terlihat pada Gambar 1). Korteks terdiri dari beberapa lapis sel dan
didalamnya terdapat ruang antar sel yang memanjang sepanjang akar.
• Endodermis. Setelah korteks terdapat bagian endodermis akar. sel endodermis berbentuk kotak
dan tersusun rapat tanpa adanya ruang antar sel.
• Silinder pusat (stele). Bagian ini terdapat di bagian dalam dan berdampingan dengan endodermis
serta tersusun dari lingkaran tepi dan jaringan pembuluh. Akar lateral tumbuh pada bagian ini.
Jaringan pembuluh terdiri dari xylem dan floem yang tersusun selang-seling dan keduanya
dipisahkan oleh sederetan sel parenkim yang biasa disebut kambium.
2. Struktur Akar Monokotil
Struktur akar pada tumbuhan monokotil dan dikotil adalah sama, terdiri atas lapisan epidermis,
korteks, endodermis dan silinder pusat (stele). Namun demikian khusus pada struktur akar monokotil,
terdapat perbedaan, diantaranya:
• Endodermis pada akar tumbuhan monokotil membentuk dinding sekunder yang tebal
• Xilem dan floem tidak tersusun rapi pada akar tumbuhan monokotil, hal ini disebabkan karena
antara xilem dan floem tidak terdapat kambium seperti pada akar tumbuhan dikotil.
• Xilem berhenti tumbuh sebelum bagian pusat terbentuk. Hal ini menyebabkan jalur-jalur xilem
tidak berbentuk binang, tetapi membentuk satu ikatan dengan lainnya.
3. BUNGA, BUAH DAN BIJI
I. BUNGA
Bagian-bagian Bunga
• Daun kelopak (sepal) : berwarna hijau → seluruhnya disebut calyx.
• Daun mahkota (petal) : bagian bunga yang paling mencolok → secara kolektif disebut corolla.
• Bagian bunga yang menghasilkan mikrospora (tepung sari) disebut : Androecium yang
tersusun oleh satuan-satuan yang disebut : Stamen (benang sari). Benang sari : sekumpulan
benang sari (Androecium), antara lain :
1. Tangkai sari (filemen)
2. Kepala sari (anther)
3. Serbuk sari (pollen) atau isi dari kepala sari.
• Bagian bunga yang menghasilkan sel telur disebut : Gynoecium, yang tersusun atas karpela.
Karpela ini secara tersendiri atau bersama-sama membentuk :
1. Ovarium (bakal buah)
2. Stilus (tangkai putik)
3. Stigma (kepala putik)
• Putik (pistil) : terletak pada pusat bunga, biasanya berbentuk botol dengan dasar
membengkak dinamakan bakal buah (ovarium), yang dihubungkan oleh tangkai putik (style)
dengan kepala putik (stigma).
Jadi, bunga disebut sempurna apabila mempunyai empat organ tersebut, yaitu : sepal,
petal, stamen dan pistil.
Tanaman di bedakan menjadi dua jenis yaitu :
• Tanaman berumah satu (monoesius) ; jika stamen dan pistil terdapat pada tanaman yang
sama. Contoh : Jagung, mentimun dan semangka.
• Tanaman berumah dua (dioesius) ; jika stamen dan pistil pada tanaman yang berlainan,
tetapi dari spesialis yang sama. Contoh : Kurma, salak dan pepaya.
 Pembuahan
Pembuahan adalah perpaduan seksual antara sperma dan sel telur, butir serbuk sari
berkecambah pada kepala putik atau stigma dan tabung serbuk sari tumbuh ke bawah
melalui tangkai putik atau stele ke bakal biji.
 Penyerbukan
Penyerbukan adalah pidahnya serbuk sari dari kepala stigma. Penyerbukan ada dua macam,
yaitu :
• Penyerbukan sendiri : penyerbukan kepala putik oleh serbuk sari yang berasal dari bunga
itu sendiri atau dari bunga lain pada tumbuhan.
• Penyerbukan silang : pindahnya serbuk dari anter suatu bunga tumbuhan ke stigma
bunga tumbuhan lain yang sama atau spesies yang berkerabat.
II BUAH
Buah berasal dari bakal buah yang masak isinya, bersama-sama dengan bagian lain
dari bunga atau struktur lain yang berhubungan dengan bunga. Dinding bakal buah
yang matang disebut : perikarp yang menutupi biji.
Buah diklasifikasikan menjadi tiga kelompok, antara lain :
 Buah tunggal
Buah tunggal adalah bakal buah yang masak dari satu putik, baik bunga tunggal maupun
bunga majemuk dan selanjutnya menghasilkan buah tunggal. Bakal buah berkedudukan
diatas perhiasan bunga (superior) atau dibawah (interior) peranthium (perhiasan bunga) dan
dasar bunga (reseptakel).
• Buah tunggal kering : pada tipe ini dinding buah sewaktu masak menjadi keras seperti
kulit, tipis seperti kertas atay seperti kayu. Contoh : kacang polong/kacang tanah.
• Buah tunggal berdaging : buah dengan sebagian atau seluruh dinding buahnya berdaging
pada waktu masak. Buah tunggal berdaging digolongkan dalam bentuk :
• Buah beni sejati : buah yang seluruh isi dinding bakal buahnya masak menjadi perikarp
yang berdaging, sering berair dan dapat dimakan, buah ini selalu terbentuk dari bakal
buah superior. Contoh : tomat, jeruk dan kurma.
• Buah batu : pada buah ini perikarpnya di bagi menjadi 3 bagian, yaitu bagian luar
eksokarp, bagian tengah yang berdaging (endokarp) bagian ini keras dan membungkus
biji. Buah batu di bentuk dari bunga dengan bakal buah superior. Contoh : mangga,
kelapa dan almond.
• Buah buni semu : juga buah asesori, karena mempunyai struktur yang menarik perhatian
pada buah. Contoh : mentimun, labu, semangka dan pisang.
• Buah pom : buah asesoari juga, tetapi buah pom ini mempunyai perikarp yang dibedakan
menjadi bagian-bagian yang hampir dengan buah batu. Bagian luar y(esokarp dan
mesokarp) berdaging dan endokarpnya seperti kulit keras. Contoh : apel dan pear.
 Buah Agregat
Buah agregat berkembang dari suatu bunga yang memiliki beberapa putik tunggal.
Contoh : strowbery, murbei.
• Buah berganda
Buah ini terjadi dari sekelompok bunga (infloresensia) yang amat berdekatan,
bukan dari bunga tunggal. Contoh : nanas, nangka dan sukun.
III BIJI
Biji merupaka suatu struktur kompleks yang terdiri dari embrio (lembaga),
endosperm (tempat persediaan makanan cadangan) dan jaringan pelindung berupa kulit
biji atau testa yang berasal dari integumen. Berkas tempat pelekatan biji pada plasenta
biasanya berupa hilum yang permeabel terhadap air. Kadang-kadang pada biji melekat
pula karunkula dan arilius.
Pada mulanya embrio dari biji dicotyledoneae dan monocotyledoneae bentuknya
sama, tetapi kemudian mengalami perkembangan berbeda mengikuti perkembangan
kotiledonnya. Sebelum mencapai ukran maksimum embrio telah jelas terbagi atas tiga
jaringan meristem, yaitu : protoderm, prokambium dan meristem dasar.

Anda mungkin juga menyukai