Anda di halaman 1dari 31

BACTERIAL

ZOONOSIS III
Oleh Kelompok 9 C :

1. ANAK AGUNG SAGUNG RANI MANIKA PUTRI 1709511091


2. SYAFIANA FAIRIZCA OKTAVIVIANI 1709511092
3. FIQI MANA TIBYANA I 1709511095
SALMONELLOSIS
SINONIM: ENTERIK EPIZOOTIK THIPOID, INFEKSI ENTERIK, PARATYPHOID

 Salmonellosis adalah infeksi pada manusia dan hewan yang disebabkan oleh
bakteri Salmonella sp.
 Penyebaran geografis Salmonella tersebar luas diseluruh dunia.
 S. typhimurium merupakan salah satu spesies yang paling banyak
prevalensinya di dunia.
 Serotipe S. enteritidis bervariasi antara satu daerah dengan
daerah lainnya.
 Dalam periode waktu yang pendek (kadang dalam 1 atau 2
tahun), relative sering terjadi perubahan pada serotipe.
ETIOLOGI PENYAKIT

 Genus Salmonella
 Bakteri Gram negatif
 Berbentuk batang / cocoid
 Terbagi bagi dalam grup, sub-grup dan serotipe.
 Nama-nama spesies Salmonella sebagai berikut: S. typhi, S. cholerae-suis, S. enteritidis, S.
typhimurium, dan S. arizonae.
 Salmonella ke 6 serogrup: yaitu A, B, C1, C2, D, dan E.
 Serotipe paratyphoid A & C yakni S. typhi dan S. enteriidis -> pada manusia
 Salmonella pullorum -> pada ungags
 Serotipe paratyphi B -> ternak sapi, babi, anjing, dan unggas.
KEJADIAN DAN PENYAKIT PADA MANUSIA

 Kejadian salmonellosis pada manusia sangat umum terjadi.


 Kejadian yang sesungguhnya sulit untuk dievaluasi karena
sebagian besar negara – negara belum memiliki system surveilen
epidemiologi sehingga pada keadaan tersebut kasus yang sifatnya
ringan maupun sporadic tidak tercatat.
 Gejala umum berupa demam tinggi yang mendadak,myalgia,
cephalalgia, dan malaise
 Gejala lain dapat berupa sakit pada daerah abdominal, muntah-
muntah, dan diare
KEJADIAN PADA HEWAN

 Kejadian salmonella pada hewan sangat umum terjadi.


 Tingkat infeksi pada hewan domestik meningkat dari 1 menjadi 3%.
 Sebagian besar sumber kasus salmonellosis pada makanan berasal dari
bahan dasar hewa
Babi : Unggas :
• Demam • Kehilangan nafsu makan
• Diare • Gejala saraf Anjing dan
SAPI : • Septikemia • Diare
• Demam yang tinggi kucing :
• Adanya bintik darah Domba dan • Bersifat
pada feses Kuda : Kambing : asimtomatik
• Diare yang profus • Arthritis • Abortus • gastroenteritis
• Abortus • Abortus • gastroenteritis
SUMBER INFEKSI DAN MODEL TRANSMISI

 S. typhi dan serotipe paratyphoid merupakan parasit predominan pada


manusia. Hewan bertindak sebagai reservoir bagi salmonella lainnya.

DIAGNOSIS

Pada Manusia Pada Hewan


 Secara klinik dari  Pembiakan material feses.
gastroenteritis pada penderita  Secara serologis
salmonella
 Pembiakan dari limfonodus
 Isolasi agen penyebab dari mesenterika.
feses penderita
 Pemeriksaan post-mortem pada
 Uji serologi hewan
 Uji phag
KONTROL

 Pengendalian didasarkan pada perlindungan manusia dari infeksi dan


mengurangi kejadian prevalensinya pada hewan.
 Pengamatan kesehatan daging dan unggas maupun pengawasan
pasteurisasi pada susu dan produksi telur.
 Pengendalian penting lainnya meliputi Pendidikan terhadap para
penangan makanan baik pada industry komersial maupun industry rumah
tangga tentang cara pemasakan yang benar dan cara pengawetan yang
benar pada bahan pangan asal hewan dan juga tentang higienis lingkungan
maupun higienis personal.
KONTROL

 Pada hewan pengendalian salmonellosis tergantung pada:

a) Eliminasi dari hewan karier yang memungkinkan munculnya penyakit


pullorum dan typhoid unggas dengan menggunakan uji serologi

b) Kontrol bakteriologis pada bahan pangan

c) Imunisasi

d) Manajemen yang benar pada peternakan dan unggas.


PENCEGAHAN

 a) Hewan yang dicurigai sebagai f)Hewan yang dicurigai sebagai pembawa


pembawa (carrier) perlu segera (carrier) perlu segera didiagnosis secara
didiagnosis secara pasti (definitif). pasti (definitif).
 b) Pemberian antibiotic dalam makanan g) Pemberian antibiotic dalam makanan dan
dan atau minuman dapat atau minuman dapat dipertimbangkan.
dipertimbangkan.
h) Lalu lintas hewan di daerah terjangkit
 c) Lalu lintas hewan di daerah terjangkit Salmonellosis harus diawasi dengan ketat.
Salmonellosis harus diawasi dengan
ketat. i) Sumber makan dan minum harus benar
 d) Sumber makan dan minum harus benar benar bebas dari kontaminasi keluaran
benar bebas dari kontaminasi (ekskresi) hewan tersangka.
keluaran (ekskresi) hewan tersangka. j) Kandang dan peralatan harus dicuci
 e) Kandang dan peralatan harus dicuci bersih dan didientifikasi.
bersih dan didientifikasi.
STREPTOCOCCOSIS
(Streptococcocia)
ETIOLOGI
Genus Streptococcus yang terdiri dari 21 spesies yang
berbeda dalam gam baran biologi khususnya dalam
pathogenisitasnya pada manusia dan hewan. Klasifikasi
serologi menurut Lancefield’s merupakan klasifikasi yang
sangat penting untuk identifikasi bakteri ini. Dalam skema
menurut Lancefield’s dibedakan atas 20 serogrup dan
selanjutnya dinotasikan dengan hurup A sampai V, kecuali I
dan J.
Streptococcus dibagi menjadi tiga kelompokberdasarkan
jenishemolisispada agar darah yaitu: β-hemolik, αhemolitik,
dan γhemolitik.
DISTRIBUSI GEOGRAFIS
Streptococcus terdistribusi luas di
seluruh dunia
KEJADIAN PADA MANUSIA
 infeksi yang disebabkan oleh grup A (S. pyogenes) bersifat
umum, dengan penampakan prevalensi yang tinggi di daerah
beriklim sedang. Untuk jang ka waktu yang lama, Streptococci
yang dikelompokkan ke dalam serogrup B (S. agalactiae)
dianggap sebagai patogen utama pada hewan. Selanjutnya
Strep-tococci ini sekarang dilaporkan sebagai salah satu agen
penyebab septicemia, pneumonia, dan meningitis pada manusia
yang baru lahir. Hal yang sama dengan Streptococcus serogrup
D (S. bovis)
KEJADIAN PADA HEWAN
Beberapa penyakit entities yang sangat umum dan secara
ekonomi sangat rawan di antaranya yaitu mastitis pada
sapi yang disebabkan oleh S. agalactiae (grup B), dan
strangles pada kuda yang disebabkan oleh S. equi(grup C).
Di Indonesia telah ditemukan Streptococcosis yang
disebabkan oleh Streptococcus equi subspecies
zooepidemicus. Wabah Streptococcosis kali pertama
dilaporkan terjadi pada babi dan kera (Macaca fasicularis)
di Bali tahun
PENYAKIT PADA MANUSIA
 Pada anak-anak yang lebih tua dan orang dewasa,
Streptococcus grup B me nyebabkan berbagai sindrom klinis
diantaranya: infeksi pada saluran kencing, bakterimia,
gangrene, infeksi postpartum, penumonia, endocarditis,
empyema, meningitis, dan patologis lainnya
PENYAKIT PADA HEWAN
 Streptococcus agalactiae (S. mastitidis) dalam grup B dari
Luncefield’s, merupakan agen utama sebagai penyebab mastitis
catharrhal kronis pada sapi perah. S. dysgalactiae (grup C) dan S.
uberis (grup E) menyebabkan mastitis akut yang bersifat
sporadis pada sapi. S. pyogenes merupakan agen pathogen
pada manusia dan dapat menginfeksi ambing dari sapi,
menimbulkan terjadinya mastitis, dan memicu terjadinya wabah
epidemik pada manusia
SUMBER INFEKSI DAN MODEL
TRANSMISI
 Reservoir dari S. pyogenes adalah manusia. Transmisi dari agen penyakit
respiratoris (Septic sore throat, Scarlet fever) di sini ditimbulkan dari
terjadinya kontak langsung di antara orang yang terinfeksi, apakah
bertindak sebagai penderita atau sebagai karier penyakit dan dari orang
lainnya.
 Pasteurisasi merupakan suatu faktor yang penting dalam menurunkan
wabah Streptococcus yang bersumber dari susu
PERANAN HEWAN DALAM
EPIDEMIOLOGI PENYAKIT
Hewan bukan bertindak sebagai host
pemelihara untuk S. pyogenes, namun sekali-
kali dapat bertindak sebagai pemulai yang
utama dari wabah epidemik dengan kontak
terhadap manusia yang terinfeksi dan
selanjutnya memindahkan kembali.
DIAGNOSIS
 Jika susu dianggap sebagai sumber wabah epidemik pada manusia, se
mestinya agen penyebab dapat diisolasi dari susu. Jelasnya identifikasi
secara benar terhadap agen diperlukan.
 Metode terbaru menguraikan bahwa untuk mengidentifikasi wanita yang
hamil dengan kolonisasi dari Streptococcus grup B. es, 1987). Tujuan dari
prosedur ini adalah implementasi dari chemotherapy pada bayi yang baru
lahir segera setelah lahir, untuk menurunkan morbiditas dan mortalitasnya
terutama yang menyebabkan sepsis neonatal oleh bakteri Streptococcus
grup B.
KONTROL
 Pencegahan infeksi pada manusia yang dipindahkan melalui susu ada-lah melalui
proses pasteurisasi.
 Pencegahan sepsis neonatal disarankan melalui imunisasi aktif ter-hadap wanita
hamil dengan capsular polysaccharide dari Streptococcus grup B, begitu juga
dapat dilakukan imunisasi pasif dengan immunoglobulin yang diberikan secara
intravena.
 Untuk menurunkan kejadian mastitis yang disebabkan oleh S. agalactiaedalam
suatu kelompok sapi perah, sapi yang dinyatakan positif dengan uji CMT
(California Mastitis Test) diberikan penicillin melalui infus intramamaria dan atau
pemberian secara parenteral
ZOONOTIC TUBERCULOSIS

Etiologi
 Mycobacterium tuberculosis (penyebab utama kasus tuberculosis pada manusia),
M. bovis (penyebab bovine tuberculosis), dan M. africanum (penyebab
tuberculosis di Afrika).
 Agen utama dari zoonotic tuberculosis adalah M. bovis.
 Bakteri TB tidak membentuk spora, tidak bergerak, dinding selnya berlapis
lilin.
KEJADIAN PADA MANUSIA

Prevalensi dari tuberculosis manusia yang berasal dari hewan


telah berkurang. Di beberapa negara yang telah sukses dalam
penerapan pasteurisasi terhadap produk susu serta wilayah
yang telah sukses dalam kampanye kontrol dan eradikasi
sumber infeksi pada sapi.

Bentuk pulmonary dan extrapulmonary dari tuberculosis pada manusia yang berasal
dari hewan secara rutin menjadi permasalahan di daerah dengan prevalensi infeksi
pada sapi cukup tinggi. Hal tersebut karena tidak semua susu yang dikonsumsi
sebelumnya dimasak. Banyak produk yang dipersiapkan berasal dari susu yang tanpa
pasteurisasi di samping juga kasus infeksi dapat terjadi lewat aerosol.
KEJADIAN PADA HEWAN

 Negara-negara industrialisasi bovine tuberculosis telah berhasil


dimusnahkan atau dalam tahap kontrol lanjutan. Sementara itu
pada sebagian besar negara-negara berkembang situasinya tidak
diperbaiki. Pada kebanyakan kasus prevalensinya cenderung
meningkat.
PENYAKIT PADA MANUSIA

 Bentuk yang paling sering dijumpai dari infeksi M.tuberculosis adalah


ekstrapulmonary, dan biasanya terjadi pada anak-anak. Umumnya akibat
mengkonsumsi susu yang belum masak.
 Tuberkulosis pulmonary yang disebabkan oleh bovine bacillus agak jarang
terjadi, tetapi kejadiannya sangat nyata pada kelompokpekerja yang kontak
dengan sapi yang terinfeksi atau dengan karkasnya. Bentuk ini tidak dapat
dibedakan secara klinis atau radiologi dari penyakit yang disebabkan oleh M.
tuberculosis
PENYAKIT PADA HEWAN

A. Sapi
Agen penyebab utama infeksi pada sapi adalah M. bovis. Seperti pada
manusia,bacillus sampai ke tubuh terutama melalui inhalasi. Saluran
intestinal merupakan rute infeksi yang penting pada anak sapi yang
dipelihara dengan susu yang terkontaminasi. Bentuk klinik dan patologik
yang sangat umum adalah pulmonary tuberculosis. Agen penyebab sampai
ke paru-paru dan ber tambah banyak di organ tersebut, membentuk fokus-
focus atau tuberkel.
B. Babi
Spesies ini peka terhadap agen bacillus di antaranya yaitu:
M. bovis, M. avium intracellulare, dan M. tuberculosis.
M. Bovis adalah sangat patogen dan invasive pada babi. Rute infeksi yang utama
adalah melalui saluran pencernaan akibat konsumsi susu atau produk susu, sisa
dapur atau sisa pemotongan, dan ekskreta dari tuberkulosis unggas dan sapi.

Infeksi awalnya bersifat komplek yaitu ditemukannya agen pada limfonodus


oropharynx dan limfonodus submaxillaris atau dalam limfonodus intestinal dan
limfonodus mesenterica.
C. Kambing dan Domba
Tuberkulosis pada kambing dan domba umumnya bersifat sporadic, dan jarang terjadi.
D. Kuda
Tuberkulosis pada kuda jarang terjadi. Di negara dimana insiden infeksi pada sapi
cukup tinggi, agen utama penyakit pada kuda adalah M. bovis. Infeksi umumnya
melalui system digestivus.
E. Anjing dan Kucing
Secara eksperimen anjing sangat tahan terhadap infeksi tuberkulosis. Catatan kasus dari
spesies ini terjadi akibat keterpaparan yang terus menerus dalam kehidupannya dengan
pasien manusia atau akibat konsumsi makanan yang terkontaminasi berkali-kali
SUMBER INFEKSI DAN MODEL TRANSMISI
DIAGNOSIS

 M. bovis tidak tumbuh subur pada media biakan yang


mengandung glycerin seperti media Lowenstein Jensen,
yang digunakan pada M.tuberculosis. Untuk diagnosis
rutin, tuberculosis pada sapi hanya tersedia metode uji
tuberculin. Uji tuberculin juga dapat dilakukan pada
babi, domba, dan kambing. Pada anjing disarankan
untuk menggunakan metode BCG.
KONTROL

 Dharmojono (2001) mengungkapkan bahwa ada 3 prinsip untuk mengontrol


tuberkulosis khususnya dalam bidang veteriner yaitu:

 1. Test and slaughter. Bila dengan uji tuberkulinasi ditemukan positif maka
hewan (sapi) tersebut dipotong. Cara ini hampir ditemukan di semua negara.
 2. Test and segregation. Yang positif diisolasi, dan diupayakan pengobatan.
 3. Test and chemotherapy. Upaya mengobati dengan INH (isoniazid). Apabila
kemoterapi dihentikan sering kali bahaya penyakit kembali timbul (danger of
relapse).