Anda di halaman 1dari 24

 definisi desain penelitian, berbagai

jenis desain penelitian dan


penerapannya dalam penelitian.
 Untuk mencapai keberhasilan yang
optimal dari pembelajaran ini, maka
baca penjelasan materi dan kerjakan
latihan yang diberikan.
 merupakan salah satu tahap
dalam proses penelitian
 suatu wahana untuk mencapai
tujuan penelitian, juga merupakan
rambu – rambu yang akan
menuntun peneliti dalam seluruh
proses penelitian
 merupakan suatu proses untuk
memutuskan aspek apa yang akan
diamati dan untuk tujuan apa
serta dengan cara bagaimana.
 Adalah Pedoman atau prosedur serta
teknik dalam perencanaan penelitian
yang berguna sebagai panduan yang
akan menghasilkan suatu model
penelitian
 adalah tahapan pelaksanaan atau
operasionalisasi dan proses dalam
penelitian, sesuai pengertian yang
akan dijelaskan
 Desain Penelitian secara luas meliputi
2 tahap yaitu :

1. Tahap Perencanaan
2. Tahap Pelaksanaan
› Identifikasi, pemilihan dan perumusan
permasalahan penelitian (termasuk
perumusan : tujuan, defenisi, asumsi,
lingkup penelitian)
› Studi kepustakaan
› Merumuskan hipotesis penelitian
› Identifikasi, klasifikasi dan
mendefenisikan variabel penelitian
› Menyusun desain penelitian
› Menentukan alat pengambil data
(instrumen)
› Pengumpulan, pengaturan dan
analisis data
› Pengambilan kesimpulan penelitian
 Merupakan sarana bagi peneliti guna
memperoleh jawaban atas
pertanyaan penelitian
 Merupakan alat untuk mengontrol
atau mengendalikan berbagai
variabel yang berpegaruh pada suatu
penelitian
 Identifikasi pemilihan dan perumusan
permasalahan penelitian (termasuk
perumusan : tujuan, defenisi, asumsi,
lingkup penelitian)
 Studi kepustakaan
 Merumuskan hipotesis penelitian
 Identifikasi, klassifikasi dan
mendefenisikan variabel penelitian
 Menyusun Desaian penalitian
 Menentukan alat pengambil data
 Pengambilan kesimpulan
penelitian
 Sebagai “Blue – print” penelitian, atau
kerangka operasional penelitian
 Menegaskan intensitas (kedalaman)
dan ekstensitas (keluasan) penelitian
 Memperkirakan kesulitan – kesulitan
yang akan dihadapi dan merencakan
alternatif mengatasinya
 Mengetahui keterbatasan atau
kelemahan hasil penelitian
 Merupakan sarana bagi peneliti untuk
memperoleh jawaban atas pertanyaan
penelitian.
 Merupakan alat untuk mengontrol atau
mengendalikan berbagai variabel yang
berpengaruh pada suatu penelitian.
 Untuk menetapkan batas-batas kegiatan
dan memungkin peneliti manyalurkan
pikirannya ke arah yang spesifik
Ada dua aspek penting dari suatu
desain penelitian yaitu
 Harus menyebut dan menjelaskan satu
persatu sejelas mungkin hal-hal yang
ingin ditemukan (kejelasan tujuan
penelitian)
 Harus menentukan cara terbaik untuk
menemukan (perlu pemahaman yang baik
tentang unit analisis dan demensi waktu)
 adalah sesuatu yang kita amati untuk
membentuk gambaran ringkas dari semua
unit di dalamnya dan menjelaskan
perbedaan diantaranya.
 Unit analisis menggambarkan kepada siapa
atau kepada apa kesimpulan penelitian
akan ditujukan, misalnya : individu,
kelompok, organisasi, budaya.
 sebagai unit observasi atau sumber
informasi atau sumber data tetapi unit
analisis bisa juga diamati secara tidak
langsung.
 Waktu memiliki banyak peranan dalam
merancang penelitian. Misalnya ketika
menguji hubungan sebab akibat maka time
sequence dari kejadian dan situasi
sangatlah penting .
 Sedangkan bila bertujuan mendiskripsikan
sesuatu yang tidak bermakna sebab akibat,
maka rancangan yang dibuat tidak perlu
memperhitungkan time sequence cukup
hanya satu waktu.
 OBSERVASIONAL

 INTERVESIONAL
 Laporan kasus
 Seri kaus
 Studi cross sectional,
termasuk survei
 Studi kasus kontrol
 Studi kohort
› Uji klinis
› Intervensi : pendidikan,
Perilaku,
Kesehatan masyarakat
 Berdasarkan sifat
permasalahannya
 Berdasarkan macam atau
asal datanya
 Berdasarkan lingkup
Penelitian
 Berdasarkan ada tidaknya
perlakuan,
 Berdasarkan ruang lingkup penelitian :
› Penelitian klinis
› Penelitian lapangan
› Penelitian laboratorium
 Berdasarkan pada waktu :
› Penelitian transversal (cross sectional) :Prospektif atau
retrospektif
› Penelitian longitudinal : Prospektif atau retrospektif
 Berdasarkan pada substansi :
› Penelitian dasar
› Penelitian terapan
 Berdasarkan pada ada atau tidaknya analisis
hubungan antar variabel :
› Penelitian deskriptif
› Penelitian analitik
 adalah penelitian yang bertujuan melakukan
deskripsi mengenai fenomena yang ditemukan, baik
yang berupa faktor resiko maupun efek atau hasil.
Fenomena hasil penelitian disajikan secara apa
adanya,
 peneliti tidak mencoba menganalisis bagaimana dan
mengapa fenomena tersebut dapat terjadi, oleh
karena itu dalam penelitian deskriptif tidak perlu
ada hipotesis.
 Contoh penelitian deskriptif survei angka kesakitan
dan kematian di suatu daerah, atau gambaran klinis
dan laboratorium penyakit atau sindrom, laporan
hasil terapi yang dilakkukan tanpa kontrol juga
dipandang sebagai laporan deskriptif.
 peneliti mencoba mencari hubungan
antar variabel.
 Pada penelitian ini dilakukan analisis
terhadap data yang dikumpulkan,
karena itu pada penelitian analitik
perlu dibuat hipotesis.