Anda di halaman 1dari 38

KAJIAN PUSTAKA DAN

RUMUSAN HIPOTESIS

OLEH ;
drg. Nurwiyana Abdullah, M.Kes
Pengertian Kajian Pustaka

 Tinjauan pustaka adalah kegiatan yang meliputi,


mencari, membaca dan menelaah laporan-laporan
penelitian dan bahan pustaka yang memuat teori-
teori yang relevan dengan penelitian yang akan
dilakukan. hasil dari kegiatan ini merupakan materi
yang akan disajikan untuk menyusun dasar atau
kerangka teori penelitian, yang dalam usulan atau
laporan penelitian disajikan dalam bab tinjauan
pustaka.
Kajian Pustaka

 adalah mencari landasan teoritis, sehingga penelitian yang


akan dilakukan bukan kegiatan yang bersifat trial-error.
 Tahapan ini merupakan yang penting, dalam suatu laporan
penelitian ilmiah seperti skripsi, tesis dan desertasi
 untuk menghindari terjadinya duplikasi penelitian sebab
setiap penelitian memerlukan pendekatan teori dan literatur
yang cocok.
TUJUAN MELAKUKAN KAJIAN
PUSTAKA
1. Membatasi masalah dan ruang lingkup penelitian\
2. Menentukan variabel-variabel penelitian yang penting dan
menentukan hubungan antar variabel penelitian
3. Mengetahui apa yang pernah dilakukan dalam penelitian
sebelumnya dan menentukan apa yang perlu diteliti
sekarang
4. Menghindari pendekatan yang steril (tidak menghasilkan
temuan yang berarti)
5. Merangkum pengetahuan yang berkaitan dengan topik
penelitian
6. Menemukan penjelasan yang dapat membantu dalam
menafsirkan data penelitian
Keperluan peneliti Kajian
Pustaka
 Mendapatkan landasan teori dalam menyusun kerangka
teori dan hipotesis
 Mendapatkan gambaran atau informasi tentang penelitian
yang sejenis dan berkaitan dengan permasalahan yang
diteliti.
 Mendapatkan metode, teknik atau cara pendekatan
pemecahan masalah yang digunakan.
 Sebagai sumber data sekunder
Kegunaan Kajian Pustaka
1. Mengkaji sejarah permasalahan;
2. Membantu pemilihan prosedur penelitian;
3. Mendalami landasan teori yang berkaitan dengan
permasalahan;
4. Mengkaji kelebihan dan kekurangan hasil penelitian
terdahulu;
5. Menghindari duplikasi penelitian; dan
6. Menunjang perumusan permasalahan.
Keperluan peneliti Kajian
Pustaka
 Mengetahui historis dan perspektif dari masalah penelitian.
 Mendapatkan informasi tentang cara evaluasi atau analisis
data yang dapat digunakan.
 Memperkaya ide-ide baru
 Mengetahui siapa saja peneliti lain di bidang yang sama dan
siapa pemakai hasilnya.
Fungsi Kajian Pustaka

 Acuan Umum, yang berisi konsep, teori dan informasi lain


yang bersifat umum, misalnya buku teks, indeks,
ensiklopedia, farmakope dan sebagainya.

 Acuan khusus, yang berisi hasil penelitian terdahulu yang


berkaitan dengan masalah penelitian yang diteliti, misalnya :
jurnal, laporan penelitian, buletin, tesis, disertasi, brosur dan
lain lain.
Jenis-jenis Sumber Pustaka
 Media Cetak
Secara umum, ada tiga macam sumber pustaka yang
berupa media cetak, yaitu
1. Referensi umum (atau yang lebih dikenal dengan
istilah buku acuan),
2. Sumber pustaka primer
3.Sumber pustaka skunder.
 Media Noncetak
Media noncetak dapat berupa televisi, radio, CD-ROM,
Video, kaset audio, jaringan komputer dan internet.
Buku acuan (General
references)

1) Buku acuan yang memberikan informasi langsung


Jenis buku acuan ini meliputi kamus, ensiklopedi,
direktori, almanak, biografi, atlas, dan buku statistik.
Jenis acuan ini diperlukan misalnya untuk
mengetahui arti suatu kata (dengan melihat kamus),
untuk mencari penjelasan mengenai suatu topik
(dengan menggunakan ensiklopedia).
2) Buku acuan yang memberikan petunjuk mengenai
sumber informasi
Jenis buku acuan inilah yang umum digunakan dalam
kegiatan mencari meliputi bibliografi (Bibliography),
buku indeks (Index), dan buku abstrak (Abstracts).
Sumber Pustaka Primer
 Adalah pustaka yang merupakan penjelasan langsung dari seseorang peneliti mengenai kegiatan
penelitian yang telah dilakukannya.
 Biasanya berupa artikel atau laporan penelitian yang ditulis langsung oleh peneliti yang bersangkutan,
dan biasanya dimuat dalam sebuah jurnal ilmiah.
 Jurnal adalah sebuah media cetak yang diterbitkan secara berkala, misalnya sebulan sekali, atau setiap
kuartal (empat bulan sekali), atau enam bulan sekali.
 Selain berupa artikel, sumber pustaka primer juga berupa laporan lepas yang tidak diterbitkan dalam
sebuah jurnal, misalnya berupa laporan penelitian, tesis maupun disertasi, ada juga sumber pustaka
primer yang berupa buku.
 Di bawah ini disajikan beberapa contoh jurnal yang memuat sumber pustaka primer, baik yang
diterbitkan di Indonesia maupun di luar negeri.
 1) Majalah Kedokteran Gigi Indonesia
 2) Indonesian Journal of Dentistry
 3) Joural of International Oral Health
 4) Dentika Dental Journal
 5) Dental Journal
 6) Jurnal Kedokteran Gigi
 7) Journal of Dental Research, Dental Clinics, Dental Prospects
Sumber Pustaka Sekunder
 adalah setiap publikasi yang disusun oleh seorang
penulis yang bukan pengamat langsung atau
partisipan dalam kegiatan yang digambarkan dalam
pustaka tersebut. Contoh buku teks.
 juga dapat berupa artikel atau buku yang merupakan
penafsiran seseorang penulis mengenai suatu topik,
berdasarkan hasil pengkajian terhadap berbagai
artikel, buku maupun laporan penelitian.
Langkah-langkah
Mencari Sumber Pustaka
 Mencari sumber pustaka melalui jaringan komputer.
 a. Menentukan masalah penelitian setepat mungkin
 b. Mencari dan mempelajari sumber pustaka sekunder
 c. Memilih buku acuan yang tepat
 d. Menentukan kata-kata kunci yang relevan
 e. Mencari sumber pustaka primer
Setelah menemukan judul artikel yang relevan, catatlah data bibliografi
artikel dalam kartu, dimulai dari:
 1) nama pengarang
 2) tahun terbit
 3) judul artikel
 4) nama jurnal
 5) volume dan atau nomor
 6) nomor halaman
Media Elektronik
 Jaringan komputer yang paling populer saat ini adalah
internet. Internet merupakan singkatan dari interconnected
network, yang artinya adalah jaringan yang menghubungkan
jaringan-jaringan komputer di seluruh dunia, sehingga antar
pengguna jaringan dapat saling berkomunikasi.
 Beberapa mesin pencari informasi yang populer antara lain
adalah:
a. Google
b. Yahoo
c. Altavista
d. Webcrswler
e. Metacrawler
 Google Schoolar, database ini memungkinkan anda
mencari materi-materi dari berbagai sumber dan disiplin
pengetahuan secara gratis, seperti makalah peer-
revierwed, tesis, buku, abstraksi dan artikel-artikel dari
penerbit akademik, kelompok profesional, universitas,
dan organisasi-organisasi intelektual.
 juga bisa memperoleh abstraksi materi ilmu-ilmu
kesehatan melalui database PubMed, yang memiliki
lebih dari 17 juta kutipan dari MEDLINE dan jurnal-jurnal
life science yang menerbitkan artikel-artikel biomedis
dengan situs (www.ncbi.nlm.nih.gov). PubMed juga
memiliki link-link yang terhubung dengan artikelartikel
full-text dan sumber lain yang relevan.
Beberapa Tips Yang Saya
Rekomendasikan Jika Anda Ingin
Memanfaatkan Database
Terkomputerisasi:

a. Gunakan database literatur online gratis serta database-


database gratis lain yang tersedia di perpustakaan
akademik anda
b. Gunakanlah panduan istilah-istilah untuk mencari artikel
yang anda inginkan, seperti thesaurus jika tersedia.
c. Carilah satu artikel yang sangat berkaitan dengan topik
anda, lalu lihatlah istilah-istilah penting yang digunakan
dalam artikel tersebut, kemudian gunakan istilah itu
untuk men-search literatur lain yang relevan.
d. Gunakanlah database yang menyediakan akses, link
atau informasi tentang gandaan full-text dari artikel-
artikel yang anda inginkan.
Media elektronik
 Beberapa mesin pencari informasi yang populer
antara lain adalah:
a. Google
b. Yahoo
c. Altavista
d. Webcrswler
e. Metacrawler
Dari Manakah Biasanya
Diperoleh Literatur?
 majalah, koran, radio, hasil wawancara, jurnal atau hasil
penelitian.
 Bisa juga literatur didapatkan dari internet atau
kantor/lembaga khusus yang menyediakan berbagai
sumber literatur,
 misalnya di negara kita ada kantor Badan Arsip Nasional,
kantor pusat statistik, perpustakaan baik di pusat kota
maupun daerah.
Cara Menulis Kajian Pustaka

 Pemilihan permasalahn dan judul penelitian


 Penyusunan latar belakang masalah
 Penyusunan metodologi penelitian
Penyusunan latar belakang masalah

 Dapat memberikan alasan dengan tepat permasalahan yamg


memenuhi kriteria pemilihan permasalahan atau judul penelitian
dengan cara mencari sumber-sumber yang berupa surat-surat
keputusan, pedoman, laporan kegiatan dan sebagainya
 Memperbanyak pengetahuan agar dapat melakukan identifikasi
masalah sebanyak-banyaknya, peneliti harus banyak membaca
buku-buku teori dan laporan hasil penelitian sebelumnya
 Memperbanyak bahan dukungan bagi peneliti agar dapat
memilih dan merumuskan hipotesis dengan tepat, maka harus
banyak mengkaji bahan-bahan yang mengandung teori serta
jurnal-jurnal yang memuat laporan hasil penelitian.
Penyusunan metodologi penelitian

 Uraian metodologi penelitian dalam proposal penelitian yang baru


menjelaskan rencana tentang cara, teknik atau metode-metode
penentuan populasi dan sampel, pemilihan instrumen untuk
pengumpulan data serta metode yang akan digunakan untuk analisis
data.
 Uraian metodologi penelitian dalam laporan hasil penelitian, dalam
laporan ini peneliti sudah menceritakan tentang apa yang telah dilakukan
oleh penelitidi lapangan. Jadi bagian ini peneliti sudah menyebutkan
siapa responden, apa sumber data yang telah digunakan.
 Perlu dibedakan : metodologi antara proposal penelitian dengan laporan
hasil penelitian, dalam proposal teknik masih merupakan rencana (sering
ditulis dengan kata ”akan” ) sedang dalam laporan penelitian merupakan
sesuatu yang pasti (tanpa kata ”akan”)
Beberapa catatan untuk tinjauan
pustaka :

 Meskipun tampaknya tinjauan pustaka ‘ hanya ‘ merupakan ramuan pendapat


orang, namun nyatanya tidak mudah untuk membuat tinjauan pustaka yang
baik. Tidak jarang tinjauan pustaka hanya merupakan mosaik dari pernyataan
atau hasil penelitian terdahulu, tanpa mencernakannya, tanpa interpretasi yang
memadai.
 Kesulitan tidak jarang terjadi apabila terdapat hal yang kontroversial tentang
suatu hal. Kajian yang cermat dapat merangkum hal tersebut biasanya dapat
memberi kejelasan bahwa memang dapat kontroversi, namun tidak dapat
mencapai kesimpulan akhir.
 Tidak perlu seluruh aspek penyakit yang teliti dibahas dengan proporsi yang
seimbang, laksana buku ajar. Yang diperlukan adalah tinjauan komprehensif
terhadap aspek yang diteliti, dengan penekanan utama pada hubungan antar
variabel yang dipermasalahkan, serta variabel-variabel lain yang mungkin
berperan.
Beberapa catatan untuk tinjauan
pustaka :

 Sumber pustaka seyogyanya cukup ‘ baru’, mungkin 5-7 tahun


terakhir, agar informasi yang dikemukakan tidak kadaluwarsa.
Buku ajar biasanya memberi informasi yang terlambat beberapa
tahun ; artikel (artikel asli atau tinjauan pustaka) dalam majalah
kedokteran merupakan sumber informasi yang up to date. Makalah
dalam pertemuan ilmiah juga memberikan informasi terbaru.
 Masalah teknis penulisan harus diperhatikan benar-benar. Kalimat
terlalu panjang, kalimat tidak bersubyek, ataupun ejaan yang tidak
taat-asas, harus dihindarkan, sementara alur pikiran yang logis
harus tetap dijaga. Penulisan rujukan harus sangat diperhatikan,
karena hal tersebut merupakan salah satu kriteria tinjauan pustaka
yang baik.
Melakukan Kajian Pustaka
 Menelaah sumber pustaka
1. Relevansi sumber pustaka
2. Kemutakhiran pustaka
 Menelaah artikel biasa
 Menelaah artikel penelitian
Contoh kartu sitasi yang berisi catatan
kutipan langsung yang pendek:

 Kidd & Bechall (1992) Dasar-Dasar Karies, Penyakit


dan Penanggulanagannya, EGC. Jakarta.
“Karies sebagai suatu penyakit jaringan keras gigi,
yaitu email, dentin dan sementum yang disebabkan
oleh aktivitas jasad renik dalam karbohidrat yang
dapat diragikan” (h.5)
Contoh kutipan langsung yang panjang, harus
diketik dalam baris baru secara indented,
diketik lima spasi dari tepi kiri dan tidak diberi
tanda kutip

 Tarigan R. (1990) Karies Gigi. EGC. Jakarta


 Penyakit Karies gigi adalah penyakit jaringan gigi yang
ditandai dengan kerusakan jaringan, dimulai dari permukaan
gigi (pits,fissure dan daerah interproksimal) meluas ke
daerah pulpa. Penyakit karies terjadi karena adanya proses
demineralisasi email dan dentin oleh bakteri organic yang
bersifat asam, yaitu lactobacillus acidophilus dan
streptococcus muntans. (h 1-2)
Hipotesis

Pengertian Hipotesis
 Hipotesis berasal dari kata hipo (lemah) dan tesis
(pernyataan).
 Jadi hipotesis adalah pernyataan yang masih lemah maka
perlu diuji untuk menegaskan apakah hipotesis tadi dapat
diterima atau harus ditolak, berdasarkan fakta atau data
empirik yang telah dikumpulkan dalam penelitian.
 Agar diperoleh gambaran yang jelas tentang hipotesis
berikut ini ada sebuah illustrasi yang diambil dari kejadian
sehari-hari.
Menelaah Artikel
Penelitian
 meliputi lima aspek sebagai berikut:
a. pendahuluan singkat
b. tujuan penelitian, pertanyaan penelitian atau hipotesis
yang akan diuji
c. prosedur penelitian termasuk penjelasan mengenai
karakteristik subjek penelitian, ala ukur atau instrumen yang
digunakan dan rancangan penelitian
d. temuan penelitian
e. kesimpulan dan rekomendasi
Guna HIPOTESIS
 Memberikan batas, lingkup atau
jangkauan penelitian
 Mensiagakan peneliti agar tepat memilih
data apa yang harus dikumpulkan dan
yang tidak perlu
 Mengfokuskan data yang bercerai- cerai
 Sebagai panduan memilih metode
analisis data.
PENGUJIAN HIPOTESIS

Menguji konsistensinya terhadap


logika
Mencocokan dengan data empiris
Pengujian hipotesis dengan
pendekatan
 Menggunakan prosedur logika - induktif - analisis, atau
prosedur deduktif – verifikatif atau menggunakan prosedur
logika Canon Mill, yang dikembangkan oleh John Stuart Mill.
 Melalui eksperimen dan atau observasi untuk mendapatkan
data empirik, kemudian dilakukan analisis dan disimpulkan
apakah data yang diperoleh tersebut mengdukung atau
ditolak hipotesis yang diajukan,
 Pada umumnya dilakukan dengan menggunakan metode
statistik induktif.
FUNGSI HIPOTESIS

 Untuk menguji kebenaran suatu teori


 Untuk memberi ide pengembangan
suatu teori
 Untuk memperluas pengetahuan kita
mengenai apa yang kita teliti.
JENIS HIPOTESIS
 Hipotesis nol yakni hipotesis yang menyatakan
tidak adanya hubungan antara variabel. Dalam
notasi, hipotesis ini dituliskan dengan “Ho”
 Hipotesis alternatif atau hipotesis kerja yakni
hipotesis yang menyatakan adanya hubungan
antar variabel. Dalam notasi, hipotesis ini
dituliskan dengan “Ha”.
 Hipotesis statistik yakni menyatakan hasil
observasi tentang populasi (manusia atau benda)
dalam bentuk kuantitatif.
Syarat Hipotesis yang Baik
Kalimat deklaratif yang jelas dan sederhana
Mempunyai landasan teori yang kuat
Menyatakan hubungan antara satu variabel
tergantung dengan satu atau lebih variabel
bebas
Memungkinkan diuji secara empiris,
Rumusan harus khas menggambarkan
variabel-variabel yang diukur
Penelitian tanpa Hipotesis

 Jika peneliti memang tidak atau belum dapat menemukan


dugaan jawaban terhadap hasil penelitiannya, maka
hipotesis tidak perlu dibuat.. Dalam penelitian tanpa
hipotesis seperti itu peneliti hanya ingin memperoleh
informasi status sesuatu.
 Jenis penelitian yang biasanya tanpa menggunakan
hipotesis antara lain : pemeriksaan deskriptif, penelitian
historis, penelitian filosofis, penelitian pelacakan, penelitian
evaluasi, penelitian
Pemilihan uji Hipotesis

 Uji hipotesis saat ini dapat dilakukan dengan cepat dan efisien dengan
berbagai program statistik dari yang sederhana sampai yang paling
canggih
 Uji Hipotesis merupakan prosedur statistika untuk menunjukkan
kesahihan suatu hipotesis.
 Untuk membandingkan hasil yang diperoleh dalam sampel dan uji
kesahihannya dengan kebenaran yang ada dalam populasi untuk
menggeneralisasikan hasil pada populasi tersebut.
Pemilihan uji Hipotesis

 Untuk menetapkan jenis uji yang sesuai untuk


set tertentu
 Untuk menginterpretasi hasil uji hipotesis
dalam penelitian analitik
 Untuk mengenal berbagai uji hipotesis yang
sering digunakan dalam penelitian
SEKIAN DAN TERIMA
KASIH