Anda di halaman 1dari 33

Anatomi dan

Fisiologi Sistem
Ekskresi
Persentasi Oleh Kelompok 4
Materi !
01 Anatomi Sistem Ekskresi

02 Peran Ginjal dalam


.
Homeostatis

03 Fisiologi Ginjal

04 Komponen Urin Utama

05 Tes Fungsi Ginjal


Pengertian
Sistem Ekskresi
Sistem Ekskresi adalah proses pengeluaran zat sisa metabolisme yang sudah terakumulasi
dalam tubuh agar kesetimbangan tubuh tetap terjaga. Sistem ekskresi merupakan hal
yang pokok dalam homeostasis karena sistem ekskresi tersebut membuang limbah
metabolisme dan merespon terhadap ketidakseimbangan cairan tubuh dengan cara
mengekskresikan ion-ion tertentu sesuai kebutuhan (Campbell, 2006).
Anatomi Sistem
Ekskresi
Pada sistem ekskresi manusia, sisa-sisa metabolisme diserap dari darah, kemudian
diproses dan akhirnya dikeluarkan lewat alat-alat ekskresi. Berikut akan di jelaskan
alat-alat ekskresi manusia.
Kulit

Seluruh permukaan tubuh terbungkus oleh lapisan tipis yang


sering kita sebut kulit. Kulit merupakan benteng pertahanan
tubuh kita yang utama karena berada di lapisan anggota tubuh
yang paling luar dan berhubungan langsung dengan lingkungan
sekitar.
.
Susunan Kulit - Epidermis

Lapisan epidermis terdiri atas stratum korneum, stratum lusidum.


stratum granulosum, dan stratum germinativum. Stratum korneum
tersusun dari sel-sel mati dan selalu mengelupas. Stratum lusidum
tersusun atas sel-sel yang tidak berinti dan berfungsi mengganti stratum
korneum. Stratum granulosum tersusun atas sel-sel yang berinti dan
mengandung pigmen melanin. Stratum germinativum tersusun atas sel-
sel yang selalu membentuk sel-sel baru ke arah luar.
Susunan Kulit - Dermis

Dermis terletak di bawah epidermis. Lapisan ini mengandung akar rambut,


pembuluh darah, kelenjar, dan saraf. Kelenjar yang terdapat dalam lapisan ini
adalah kelenjar keringat (glandula sudorifera) dan kelenjar minyak (glandula
sebasea). Kelenjar keringat menghasilkan keringat yang di dalamnya terlarut
berbagai macam garam. Di dalam kantong rambut terdapat akar rambut dan
batang rambut. Kelenjar minyak berfungsi menghasilkan minyak yang
berfungsi meminyaki rambut agar tidak kering. Rambut dapat tumbuh terus
karena mendapat sari-sari makanan pembuluh kapiler di bawah kantong rambut .
Susunan Kulit – Hipodermis

Hipodermis terletak di bawah dermis. Lapisan ini banyak


mengandung lemak. Lemak berfungsi sebagai cadangan
makanan, pelindung tubuh terhadap benturan, dan menahan
panas tubuh..
Fungsi Kulit

Fungsi kulit antara lain adalah :


• mengeluarkan keringat
• pelindung tubuh
• menyimpan kelebihan lemak
• mengatur suhu tubuh, dan
• tempat pembuatan vitamin D dari pro vitamin D dengan bantuan sinar
matahari yang mengandung ultraviolet.
Paru - Paru

Paru-paru manusia berjumlah dua atau sepasang. Pada


dasarnya fungsi utama paru-paru adalah sebagai alat
pernapasan, namun peranan tersebut juga erat hubungannya
dengan sistem ekskresi. Hal ini dikarenakan CO2 dan air
yang merupakan hasil proses metabolisme di jaringan yang
diangkut melalui darah akhirnya akan dibawa ke paru-paru
untuk dibuang dengan cara difusi di alveolus. Proses ini
dapat berjalan dengan baik karena dibuang dengan difusi di
alveolus. Proses ini dapat berjalan dengan baik karena pada
alveolus banyak bermuara kapiler yang memiliki selapis sel.
Fungsi Paru - Paru

Dalam Sistem Ekskresi, paru-paru berfungsi untuk


mengeluarkan karbondioksida (CO2) dan uap air
(H2O). Di dalam paru-paru terjadi proses
pertukaran antara gas oksigen dan karbondioksida.
Setelah membebaskan oksigen, sel-sel darah
merah menangkap karbondioksida sebagai hasil
metabolisme tubuh yang akan dibawa ke paru-
paru. Di paru-paru karbondioksida dan uap air
dilepaskan dan dikeluarkan dari paru-paru melalui
hidung.
Hati

Hati merupakan “kelenjar” terbesar yang terdapat dalam


tubuh manusia. Letaknya di dalam rongga perut sebelah
kanan atas. Berwarna merah tua dengan berat mencapai
2 kilogram pada orang dewasa. Hati terbagi menjadi dua
lobus, kanan dan kiri. Hati mendapat suplai darah dari
pembuluh nadi (arteri hepatica) dan pembuluh gerbang
(vena porta) dari usus.
Fungsi Hati

Hati memiliki fungsi utama, yaitu :


1. Membantu dalam metabolisme karbohidrat
2. Membantu metabolisme lemak
3. Membantu metabolisme protein
4. Menetralisir obat-obatan dan hormon
5. Mensekresikan cairan empedu
6. Mensintesis garam-garam empedu
7. Sebagai tempat penyimpanan
8. Sebagai fagosit
9. Mengaktifkan vitamin D
10. Menghasilkan kolestrol tubuh
Ginjal
Ginjal atau ren disebut juga buah pinggang karena
buahnya seperti biji buah kacang merah. Ginjal terletak
dikanan dan kiri tulang pinggang, yaitu dalam rongga
perut pada dinding tubuh dorsal. Ginjal berjumlah 2
buah, berwarna merah keunguan, dan yang kiri terletak
agak tinggi dari kanan (Guyton, 1996).

Saluran struktural dan fungsional ginjal yang terkecil


disebut nefron. Tiap nefron terdiri atas badan malpighi
yang tersusun dari kapsul bowman, glomerulus yang
terdapat dibagian korteks, serta tubulus-tubulus yaitu
tubulus kontertus proksimal, tubulus kontertus distal,
tubulus pengumpul dan lengkung henle yang terdapat
dibagian medula (Cuningham, 2002).
Rektrum dan Anus

Rektum adalah sebuah ruangan yang berawal dari ujung


usus besar (setelah kolon sigmoid) dan berakhir di anus.
Biasanya rektum ini kosong karena tinja disimpan di
tempat yang lebih tinggi, yaitu pada kolon desendens.
Jika kolon desendens penuh dan tinja masuk ke dalam
rektum, maka timbul keinginan untuk buang air besar
(BAB).

Anus merupakan lubang di ujung saluran pencernaan,


dimana bahan limbah keluar dari tubuh. Sebagian anus
terbentuk dari permukaan tubuh (kulit) dan sebagian
lannya dari usus. Suatu cincin berotot (sfingter ani)
menjaga agar anus tetap tertutup.
Fungsi Rektrum dan Anus

Rektum berfungsi sebagai tempat penyimpanan sementara


feses. Biasanya rektum ini kosong karena tinja disimpan di
tempat yang lebih tinggi, yaitu pada kolon desendens. Jika
kolon desendens penuh dan tinja masuk ke dalam rektum,
maka timbul keinginan untuk buang air besar (BAB).
Mengembangnya dinding rektum karena penumpukan material
di dalam rektum akan memicu sistem saraf yang menimbulkan
keinginan untuk melakukan defekasi.

Fungsi utama anus merupakan feses dibuang dari tubuh


melalui proses desefasi (Buang Air Besar). Setelah dicerna di
usus halus, makanan dibawa ke usus ke usus besar yang terdiri
dari sekum, kolon, rectum, dan anus. Di usus besar terjadi
penyerapan air dan sisa-sisa hasil pencernaan yang melewati
usus besar di sebut feses. Feses disimpan di rektum, dan ketika
rektum penuh, otot sfingter eksternal dan internal di saluran
anal dan anus akan relaksi sehingga feses bisa keluar dari
tubuh melalui anus.
Peran ginjal dalam
homeostatis
Our Team Style
Ginjal merupakan organ pada manusia yang memilki banyak
fungsi. Fungsi tersebut dibagi menjadi 3 bagian utama, yaitu
fungsi homeostasis, ekskresi dan sekresi. Ginjal juga sangat
berperan dalam memproses urin melalui tiga tahap yaitu
filtrasi, reabsorpsi dan augmentasi. fungsi ginjal yang akan
difokuskan adalah fungsi homeostasis.

Homeostasis atau mempertahankan keseimbangan tubuh pada


ginjal meliputi keseimbangan asam basa, mempertahankan
volume plasma tekanan darah, Na+, H2O; mempertahankan
osmolaritas, ginjal juga menjaga keseimbangan tubuh karena
adanya filtrasi, sekresi, ekskresi, dan reabsorpsi pada urin.
Mekanisme homeostasis pada ginjal melibatkan ion, hormon,
substansi, dan enzim pada prosesnya.
Fisiologi Ginjal
Our Team Style

Ginjal adalah organ yang mempunyai pembuluh


darah yang sangat banyak (sangat vaskuler)
tugasnya memang pada dasarnya adalah
“menyaring/membersihkan” darah. Aliran darah ke
ginjal adalah 1,2 liter/menit atau 1.700 liter/hari,
darah tersebut disaring menjadi cairan filtrat
sebanyak 120 ml/menit (170 liter/hari) ke Tubulus.
Cairan filtrat ini diproses dalam Tubulus sehingga
akhirnya keluar dari ke-2 ginjal menjadi urin
sebanyak 1-2 liter/hari.
Our Team Style
Fungsi Ginjal
Fungsi ginjal adalah :
• Memegang peranan penting dalam pengeluaran zat-zat
toksis atau racun,
• Mempertahankan  keseimbangan cairan tubuh,
• Mempertahankan keseimbangan kadar asam dan basa dari
cairan tubuh, dan
• Mengeluarkan sisa-sisa metabolisme akhir dari protein
ureum, kreatinin dan amoniak.
• Mengaktifkan vitamin D untuk memelihara kesehatan
tulang.
• Produksi hormon yang mengontrol tekanan darah.
• Produksi Hormon Erythropoietin yang membantu
pembuatan sel darah merah.
Komponen Urin
Utama
Air kencing manusia terutama terdiri dari air
(91% sampai 96%), dengan zat terlarut organik
termasuk urea, kreatinin, asam urat, dan beberapa
sisa enzim , karbohidrat, hormon, asam lemak,
pigmen, dan mucin, dan ion anorganik seperti Komposisi kimia yang mewakili :
Natrium (Na+), Kalium (K+), Klorida (Cl), • Air (H2o) : 95%
Magnesium (Mg2+), Kalsium (Ca2+), Ammonium • Urea (H2NCOH2) : 9,3 g/l – 23.3 g/l
(NH4+), Sulfat (SO42-), dan Fosfat (PO43-). • Klorida (Cl-) : 1,87 g/l – 8,4 g/l
• Natrium (Na+) : 1,17 g/l – 4,39 g/l
• Kalium (K+) : 0,750 g/l – 2,61 g/l
• Kreatinin (C4H7N3O) : 0,670 g/l – 2,15 g/l
• Belerang anorganik (S) : 0,163 g/l – 1,80 g/l
Sejumlah kecil ion dan senyawa lain juga ada, termasuk asam hippuric, fosfor, asam
sitrat, asam glukurona, ammonia,, asam urat, dan banyak lainnya. Jumlah pendapatan
dalam air seni bertambah hingga sekitar 59 gram per orang. Tercatat senyawa yang
biasanya tidak kita temukan dalam urin manusia dalam jumlah yang cukup setidaknya
dibandingkan dengan plasma darah, termasuk protein dan glukosa (kisaran normal
0,03 g/l – 0,20 g/l) ditemukan dalam urin. Adanya kadar protein atau gula dalam urin
yang signifikan menunjukkan potensi masalah kesehatan. PH urin manusia berkisar
antara 5,5 – 7 rata-rata sekitar 6,2. Berat jenisnya berkisar antara 1,003 – 1,035.
Peyimpangan signifikan pada pH atau berat jenis mungkin disebabkan oleh diet, obat-
obatan, atau gangguan kemih.
Tes fungsi ginjal
Tes fungsi ginjal adalah istilah kolektif untuk berbagai tes individu yang bisa
dilakukan untuk mengevaluasi seberapa baik ginjal berfungsi. Tes ini digunakan untuk
skrining penyakit ginjal, monitoring kondisi kesehatan ginjal, membedakan penyebab
penyakit ginjal, dan menentukan tingkat disfungsi ginjal. Tes ini berusaha untuk
menentukan keadaan klinis disfungsi ginjal. Dalam melakukan tes ini, fungsi renal
yaitu: filtrasi, reabsorpsi atau ekskresi akan diuji.

Banyak kondisi yang dapat mempengaruhi kemampuan ginjal untuk


melakukan-fungsi vital mereka. Beberapa mengarah pada penurunan fungsi
ginjal, yang cepat (akut) yang lainnya menyebabkan penurunan fungsi ginjal
secara bertahap (kronis). Keduanya mengakibatkan penumpukan zat limbah
beracun dalam darah. Sejumlah tes laboratorium klinis yang mengukur tingkat
zat diatur secara normal oleh ginjal dapat membantu menentukan penyebab
dan luasnya disfungsi ginjal. Tes ini dilakukan pada sampel urin, serta pada
sampel darah.
• Urinalisis Rutin
Our Team Style
Tes skrining yang sederhana dan murah disebut urine
rutin, merupakan tes yang seringkali pertama diberikan
jika masalah ginjal dicurigai.

• Creatinine Serum dan Creatinine Clearance Test


Uji klirens kreatinin mengevaluasi seberapa efisien ginjal
membersihkan zat yang disebut kreatinin dari darah.
Kreatinin merupakan produk limbah dari metabolisme
energi otot, diproduksi pada tingkat yang konstan yang
sebanding dengan massa otot individu . Karena tubuh
tidak mendaur ulangnya, sehingga semua kreatinin
disaring oleh ginjal, dalam jumlah waktu tertentu
diekskresikan ke dalam urin, hal ini membuat
pengukuran kreatinin sangat spesifik untuk fungsi ginjal.
• Urea Clearance
Our Team Style
Tes urea ini memerlukan sampel darah untuk mengukur
jumlah urea dalam aliran darah dan dua spesimen urine,
dikumpulkan satu jam terpisah, untuk menentukan
jumlah urea yang disaring, atau dibersihkan, oleh ginjal
ke dalam urin.

• Tes Osmolalitas
Tes urine osmolalitas . Osmolalitas urin adalah
pengukuran jumlah partikel terlarut dalam urin. Ini
adalah pengukuran yang lebih tepat daripada berat jenis
untuk mengevaluasi kemampuan ginjal untuk
berkonsentrasi atau encer urin. Ginjal yang berfungsi
normal akan mengeluarkan lebih banyak air ke dalam
urin sebagai asupan cairan meningkat, menipiskan urin.
Jika asupan cairan menurun, ginjal mengekskresikan
sedikit air dan urin menjadi lebih pekat.
• Uji Protein Urin
Our Team Style
Ginjal yang sehat menyaring semua protein dari aliran darah
dan kemudian menyerap kembali mereka, sehingga tidak ada
protein, atau hanya sedikit jumlah protein, ke dalam urin.
Kehadiran terus-menerus dari sejumlah besar protein dalam
urin, maka merupakan indikator penting dari penyakit ginjal.
Sebuah tes skrining positif untuk protein ( termasuk dalam urine
rutin ) pada sampel urin acak biasanya ditindaklanjuti dengan
tes pada sampel urin 24 - jam yang lebih tepat mengukur
kuantitas protein.

• Blood Urea Nitrogen


Tes darah urea nitrogen (BUN) . Urea adalah produk sampingan
dari metabolisme protein . Produk limbah ini terbentuk dalam
hati , kemudian disaring dari darah dan diekskresikan dalam
urin oleh ginjal. The BUN tes mengukur jumlah nitrogen yang
terkandung dalam urea. Tingkat BUN yang tinggi dapat
mengindikasikan disfungsi ginjal, tetapi karena nitrogen urea
darah juga dipengaruhi oleh asupan protein dan fungsi hati, tes
ini biasanya dilakukan bersamaan dengan kreatinin darah,
indikator yang lebih spesifik fungsi ginjal.
Our Team Style
• Inulin dan Cystatin C
Inulin merupakan marker yang ideal karena
memenuhi semua persyaratan tersebut, sehingga
klirens inulin dipakai sebagai baku emas dalam
penghitungan LFG baik pada dewasa maupun pada
anak-anak. Pengukuran LFG dengan klirens inulin
hanya dipakai dalam riset, karena klirens inulin sulit
dilakukan dalam praktek sehari-hari. Prosedur
pemeriksaan adalah dengan cara infus inulin selama
3 jam agar diperoleh kadar yang stabil dalam cairan
ekstraseluler. Dibutuhkan intake cairan yang
banyak.
Terima Kasih
Persentasi Oleh Kelompok 4