Anda di halaman 1dari 30

MODUL 5

PEMBELAJARAN KE 5
BAB 5
MELIHAT, PERCAYA,BERGERAK DAN
MENYELESAIKAN PERUBAHAN

1
PEMBELAJARAN KE 5
BAB 5. Melihat, Percaya, Bergerak dan
Menyelesaikan Perubahan.

People seldom see the halting and


painful steps by which the most
significant success is achieved (Anne
Sullivan)

2
Tidak Ada Cahaya Sama Sekali.
• tidak ada energi utk melihat dan bergerak,
hidup dalam kegelapan, bergerak acak, tak
ada arah yg jelas, tak melihat keindahan.

Terlalu Banyak Cahaya.


• cahaya keberhasilan akan membentuk
a mental map (peta kognitif) sehingga di-
anggap segalanya dan membutakan sebu-
ah keberhasilan baru di depan mata.

3
MEMBANTU/MENGAJAK ORANG LAIN
MELIHAT .

If you see in any given situation only what


everybody else can see, you can be said to
be so much a representative if your
culture treat you as victim of it. S.I.

Hayakawa Black & Gregersen (2002)


menemukan tiga cara yg dapat dipakai
untuk mengajak orang melihat.
4
1. Ciptakan Kontras yang Tajam.
2. Ciptakan konfrontasi yg efektif.
3. Gabungkan Keduanya.

Beberapa Cara untuk Menunjukkan Kontras.


1. Fokus. Fokuskan dua perbedaan scr menco-
lok, jangan lebih;
2. Hindari Penyajian yg Komples. Penyajian yg
kompleks hanya membuat orang bingung
dan sulit menangkap esensi sebuah pesan;

5
3. Piknik. Dengan piknik akan menimbulkan
gambaran yg kontras antara “kita” dan
“mereka”;
4. Pengalaman.
5. Pareto. Dengan menunjukkan satu atau
dua penyebab dapat memperbaiki sesuatu
secara bertahap .

6
Mengajak Orang Bergerak A journey of a
thousand miles must begin with a single step,
Lao-Tze Alasan enggan bergerak:
1. Hitung-hitungan Resiko .
2. Tidak ada Kejelasan
3. Tidak Ada Dukungan
4. Blue Print Strategi, tujuan sasaran yg jelas;
peralatan/daya dukung memadai; imbalan
yg memadai sebagai insentif.
5. Mengajak Orang Menyelesaikan Perubahan.

7
Bekerja mirip permainan kartu remi.
Anda akan menang kalau punya Kartu As:
Kerja KerAs, Kerja CerdAs, Kerja IkhlAs, dan
Kerja TuntAs, Sumilan, Mandor Kawat .

Alasan tidak menyelsaikan Perubahan:


1. Keletihan;
2. Kehilangan Kepercayaan.

8
Alasan mengalami keletihan dlm perubahan:
1. Perubahan Terlalu tegang/serius;
2. Terlalu sering berubah;
3. Perjalanan yg panjang;
4. Kurang Dukungan;
5. Rutinitas.
Martin Luther King Melihat Kontras (I)
• Marthin Luther King “melihat “ diskriminasi
sebagai sesuatu yang harus diubah,
sementara jutaan orang kulit hitam lainnya
mendiamkan saja selama bertahun-tahun.
9
• King merasakan keinginan utk mengubah
itu karena ayah ibunya selalu menanamkan
persamaan hak.
• Dengan sangat elegan, King tlh memperju-
angkan persamaan hak dlm hukum secara
adil

10
Martin Luther King Memimpin Gerakan
Perubahan (II)
• Marthin Luther King selalu mengingatkan
pentingnya menjaga agar gerakan ini ber-
langsung damai, anti kekerasan dan mrk se-
lalu mencintai musuh-musuh mereka.
• Banyak orang bisa memulai perubahan, tapi
tak banyak yg bisa menyelesaikannya.

11
• Marthin Luther King menyelesaikan peruba-han
dengan pengorbanan dan cinta serta
kesungguhan yg tak kenal batas.

Martin Luther King Menyelesaikan Perubahan ( III )


• Melakukan perubahan sungguh beresiko dan
membutuhkan banyak perubahan, yg akan
berhadapan dengan anti perubahan yg bukan
cuma terusik kenyamanannya, tetapi juga
terganggu harga dirinya.
12
• King menyelesaikan gagasan-2 perubahan-
nya berupa penghapusan segregasi dan
diskriminasi rasial, serta pemulihan hak-
hak sipil warga.

13
Pengikutnya telah melihat kontras dan
konfrontasi.
• King sadar betul bhw dlm aksi perubahan
ada daya gravitasi yg sangat kuat utk me-
nariknya ke bawah.
• Tidak heran bila hari kelahirannya diperi-
ngati sebagai hari bersejarah di Amerika
dan setiap anak-2 sekolah dasar membaca
sejarah hidupnya

14
Believing = Committing Mana yang lebih
penting: Komitmen mengikuti keberhasilan
perubahan atau komitmen yang mendorong
keberhasilan perubahan?
• Kita semua bs berhsl kalau semua org komit
• Komitmen mendorong kepercayaan dan
semangt kerja.
• Tanpa ada komitmen tidak mungkin ada
pergerakan menuju perbaikan
• Kerja keras, jujur, dan ulet adlh pelaksanaan
dari komitmen
15
Dua jenis masy berkaitan dng komitmen:
• Masyarakat Altruistik, yaitu masyarakat
yang mau berkorban dan percaya
bahwa orang lain juga mau berkorban
untuk mencapai perubahan (Komitmen
mendorong perubahan)
• Masyarakat cenderung Selfish, yi masy yg
mengedepankan tuntutan dan curiga.
Mereka membutuhkan “reward” di muka,
brp bukti yg dpt mrk lihat, sblm memberi-
kan komitmen.
16
• Mulailah dari hal KECIL yang memberikan dampak
BESAR.
• Tanda-tanda keberhasilan perubahan adlh
Pandangan tentang komitmen, juga keperca-yaan
lain.
• Old Belief (pandangan atau kepercayaan
lama) adalah nilai-2 atau kepercayaan/pan-dangan
yg berlaku dalam suatu komunitas. Dianggap
benar walaupun menghambat utk memunculkan
perubahan.
17
• New Belief (Pandangan, atau kepercayaan
baru).

Old Belief dan New Belief dlm menciptakan


perubahan.
• Keadaan yg normal. Pandangan lama me-
nyatakan yg normal adlh yg stabil, tapi era
ini yg dimaksud normal bukanlah melulu
stabil melainkan suasana yg berubah.

18
• Resistensi thdp perubahan. Resistensi sbg se-
suatu yg berbeda, dan harus dilihat sebagai a
wake up call.
• Waktu untuk berubah.Pandangan lama me-
ngatakan kita hrs menunggu sampai perubh
tampak di depan mata selain itu perubahan
harus dilakukan sesuai rencana.

19
• Peranan Pengikut. Dalam era pemimpin
formal sebagai role model, para mengikut
tidak punya banyak suara. Dalam era
pemimpin sebagai co- ……………
• Gerakan Perubahan. Pada pemerintahan yg
kuat, independent variables cenderung ter-
kendali sehingga arah perubahan bergerak
secara linear. Sebaliknya pada pemerintah-
an yg tidak kuat bergerak secara sirkuler.

20
• Peranan Pemimpin Formal. Dalam lingku-
ngan bisnis yg stabil cenderung dominan
dlm menentukan arah organisasinya dan ia
menjadi role model. Dalam lingkungan bis-
nis yang dinamis pemimpin harus mampu
memanfaatkan keahlian bawahannya se-
hingga ia berperan sebagai co-learners.

21
• Peranan Pengikut. Dalam era pemimpin
formal sebagai role model, para mengikut
tidak punya banyak suara. Dalam era pe-
mimpin sebagai co-learners, pengikutpun
menjadi co-learners yi sama-sama meng
eksplorasi berbagai kesempatan.

22
• Jelaslah bahwa old belief dlm melihat peru-
bahan dapat menjadi batu sandungan dlm
strategi perubahan shg ada baiknya new
belief diintroduksi lebih dulu, didiskusikan
sehingga menimbulkan kesadaran baru.
• Terperangkap Pandangan Masa Lalu
(Strategic Change Matrix)
• Suatu usaha akan mati bila berada dlm bis-
nis yg salah (wrong business) dan membu at
produknya dengan buruk (done poorly).

23
• Karena menyangkal kehadiran produk baru,
teknologi baru atau cara baru pemain yg per
nah mengalami kejayaan dng produk unggul
annya akan tergeser oleh keadaan tanpa di-
sadari dengan baik.
• Perangkap pandangan lama akan membuat
manusia tetap melakukan hal yg sama, apa-
lagi bila tidak didukung R&D yg memadai
sehingga akan masuk dalam kotak dead
business.

24
Tanpa dukungan cashflow yang memadai,
spirit kerja akan runtuh, dan pengawasan
mutu terganggu dan eksekutif-eksekutif
muda akan membuat produk yg salah dng
buruk (done poorly, wrong thing)

25
Menurunkan kontras
• Penting sekali mengubah pandangan ekse-
kutif dari waktu ke waktu. Mereka perlu di-
tunjukkan kontras secara sederhana seperti
membedakan hitam dan putih. Hindarkan
kompleksitas dalam membandingkan.
• Teknik inescapable experience adlh melihat
dan mengalami sendiri perubahan-2 itu
agar mereka tidak bisa lari dari kenyataan-
kenyataan yang baru, dan percaya.

26
• Mereka juga perlu diubah pandangan-2 la-
manya (old belief) tentang makna perubah-
an dan cara menyikapinya. Tanpa upaya me
ngubahnya maka sekalipun “melihat” ma-
nusia belum tentu menjadi percaya.

BELIEVING
• Orang-orang yg hebat tidak akan mencoba
sesuatu yg baru karena mencoba sesuatu
yg baru itu penuh dengan resiko.

27
• Ketika bisnis kita yg sudah baik akan masuk
ke dalam wrong business. Supaya keluar dr
perangkap ini eksekutif hrs diajak melihat
kontras dan mengubah cara pandangnya
(conceiving). Dan untuk kembali memasuki
bisnis yg dibutuhkan pasar (do the right
thing) eksekutif perlu diajak percaya
(believing).

28
• Believing artinya bukan sekadar percaya,
melainkan bergerak, menjalankan apa yg
dipercayainya. Ia mungkin akan menghada-
pi hambatan dan kinerjanya pasti belum
sempurna. Disinilah diperlukan suatu rasa
percaya yang kuat sehingga setelah sekian
lama mencoba akan membaik kinerjanya
(achieving).

29
Tugas.
• Buat kelompok, masing-2 kelompok terdi-
ri dari 5 mahasiswa. Diskusikan materi
pembelajaran ke 5, berikan kesimpulan
saudara.

30