Anda di halaman 1dari 14

KEGAWATDARURATAN

PSIKIATRI
Kelompok 4 
Lailatul Ijazah ( SK117020 )
Melinda Ayu Permatasari ( SK117021 )
Nadya Yulistiana ( SK117022 )
Nur Afifah ( SK117023 )
Putri Nur Kholifah ( SK117024 )
Putri Rahma Dani ( SK117025 )
 
PENGERTIAN
O Kedaruratan psikiatrik adalah suatu gangguan akut
pada pikiran, perasaan, perilaku, atau hubungan sosial
yang membutuhkan suatu intervensi segera (Allen,
Forster, Zealberg, & Currier, 2002). Menurut Kaplan
dan Sadock (1993) kedaruratan psikiatrik adalah
gangguan alam pikiran, perasaan atau perilaku yang
membutuhkan intervensi terapeutik segera. Dari
pengertian tersebut, kedaruratan psikiatri adalah
gangguan pikiran, perasaan, perilaku dan atau sosial
yang membahayakan diri sendiri atau orang lain yang
membutuhkan tindakan intensif yang segera.
Sehingga prinsip dari kedaruratan psikiatri adalah
kondisi darurat dan tindakan intensif yang segera.
Klasifikasi Kegawatdaruratan
Psikiatri
O Tidak berhubungan dengan kelainan
organik: Diantaranya gangguan emosional
akut akibat dari antara lain; kematian,
perceraian, perpisaan , bencana alam,
pengasingan dan pemerkosaan.
O Berhubungan dengan kelainan organik
antara lain akibat dari; trauma kapitis,
struk, ketergantungan obat, kelainan
metabolik, kondisi sensitivitas karena obat
Faktor Penyebab Gadar Psikiatri

O Tindak kekerasan
O Perubahan perilaku
O Gangguan penggunaan zat
Kedaruratan Psikiatri adalah tiap gangguan
pada pikiran, perasaan dan tindakan seseorang
yang memerlukan intervensi terapeutik segera
diantaranya yang paling sering adalah:
― Suicide (bunuh diri)
― Violence and assaultive behavior
(Perilaku kekerasan dan menyerang)
Macam Tanda dan Gejala Awal pada
1. Bunuh diri
adalah setiap aktivitas yang jika tidak dicegah dapat mengarah
pada kematian (Gail w. Stuart, Keperawatan Jiwa,2007). Secara
garis besar bunuh diri dapat dibagi menjadi 3 kategori  besar
yaitu;
O Upaya bunuh diri (Suicide attempt) yaitu sengaja melakukan
kegiatan menuju bunuh diri, dan bila kegiatan itu sampai tuntas
akan menyebabkan kematian
O Isyarat bunuh diri (Suicide gesture) yaitu bunuh diri yang
direncanakan untuk usaha mempengaruhi perilaku orang lain.
O Ancaman bunuh diri (Suicide threat) yaitu suatu peringatan baik
secara langsung atau tidak langsung, verbal atau nonverbal
bahwa seseorang sedang mengupayakan bunuh diri
2. Perilaku kekerasan atau agresif
merupakan suatu bentuk perilaku yang
bertujuan untuk melukai seseorang secara fisik maupun
psikologis (Berkowitz, 1993 dalam Depkes, 2000).
3. Gaduh/gelisah
Tanda dan gejala pada pasien yang mengalami gaduh
gelisah diantaranya:
O Gelisah
O Mondar-mandir
O Berteriak-teriak
O Loncat-loncat
O Marah-marah
4. Withdrawal
Tanda dan gejala pada orang yang withdrawal diantaranya:
O Nafsu makan hilang
O Ansietas, gelisah
O Mialgia, arthralgia
O Lesu-lemas
O Tremor, kram perut, kejang
O ‘Craving’
Dasar Hukum Pelayanan
Kedaruratan Psikiatri
O Peraturan perundang-undangan yang berkaitan
dengan pelayanan gawat darurat adalah UU No
23/1992 tentang Kesehatan, Peraturan Menteri
Kesehatan No.585/1989 tentang Persetujuan
Tindakan Medis, dan Peraturan Menteri Kesehatan
No.159b/1988 tentang Rumah Sakit. Dipandang dan
segi hukum dan medikolegal, pelayanan gawat
darurat berbeda dengan pelayanan non-gawat
darurat karena memiliki karakteristik khusus.
Beberapa isu khusus dalam pelayanan gawat darurat
membutuhkan pengaturan hukum yang khusus dan
akan menimbulkan hubungan hukum yang berbeda
dengan keadaan bukan gawat darurat.
Strategi Umum Pemeriksaan
Pasien Kegawatdaruratan Psikiatri
O Perlindungan diri pemeriksa
O Mencegah bahaya:
- Melukai diri sendiri dan bunuh
diri
- Kekerasan terhadap orang
O Adakah disebabkan kondisi
medik?
O Adakah kemungkinan psikosis
fungsional?
Intervensi keperawatan
O Lingkungan
Dalam merawat klien depresi, prioritas utama ditujukan
pada potensial bunuh diri. Klien yang mania juga
merupakan ancaman terjadinya kecelakaan. Klien
memiliki daya nilai yang rendah, senang tindakan yang
risiko tinggi, tidak mampu menilai realitas yang
berbahaya dan konsekuensi dari perilakunya.
O Hubungan perawat-klien
Perawat perlu mempunyai kesadaran diri dan kontrol
emosi serta pengertian yang luas tentang depresi dan
mania. Bekerja dengan klien depresi pendekatan
perawat adalah hangat, menerima, diam yang aktif,
jujur, empati.
O Afektif
Sangat penting karena klien sukar
mengekspresikan perasaanya. Kesadaran dan
kontrol diri perawat pada dirinya merupakan
sarat utama. Pada klien depresi, perawa harus
mempunyai harapan bahwa klien akan lebih baik
O Kognitif
Intervensi ini bertujuan untuk meningkatkan
kontrol diri klien pada tujuan dan perilaku,
meningkatkan harga diri dan membantu klien
memodifikasi harapan yang negatifKlien depresi
yang memandang dirinya negatif perlu dibantu
untuk mengkaji perasaannya, dan identifikasi
maslah yang berhubungan.
O Perilaku
Intervensi berfokus pada mengaktifkan klien yang
diarahkan pada tujuan yang b secara bertahap dalam
aktivitas di ruangan. Klien depresi berat dengan
penurunan motivasi perlu dibuat aktivitas yang
terstruktur. Beri penguatan pada aktivitas yang
berhasil.
O Sosial
Masalah utama dalam intervensi ini adalah kurangnya
keterampilan berinteraksi. Untuk itu diperlukan preses
belajar membina hubungan
O Fisiologis
Tujuan intervensi ini adalah meningkatkan status
kesehatan klien. Makanan, tidur, kebersihan diri,
penampilan yang terganggu memerlukan perhatian
perawat.
EVALUASI
Efektifitas asuhan keperawatan dapat
dilihat dari perubahan respon maladptif.
Klien akan dapat:
1. Menerima dan mengakui perasaannya
dan perasaan orang lain.
2. Memulai kuminikasi
3. Mengontrol perilaku sesuai dengan
keterbatasannya (tidak manipulatif)
4. Mempergunakan proses pemecahan
masalah.
DAFTAR PUSTAKA
Elvira, Sylvia D dan Gitayanti Hadisukanto ed.
2010. Buku Ajar Psikiatri. Jakarta: Badan
Penerbit FKUI 
Maramis, W.F. dan Maramis, A.A. 2009.
Catatan Ilmu Kedokteran Jiwa. Edisi 2.
Surabaya: Airlangga University Press.
Sadock, B.J., Sadock, V.A., et al. 2007. Kaplan
& Sadock's Synopsis of Psychiatry: Behavioral
Sciences/Clinical Psychiatry, 10th Edition.
New York: Lippincott Williams & Wilkins.
TERIMAKASIH 