Anda di halaman 1dari 10

“ Etik dan Legal Dalam Keperawatan Gawat

Darurat“

Disusun oleh :
1. Melinda Ayu Permatasari( SK117021 )
2. Nadya Yulistiana ( SK117022 )
3. Nur Afifah ( SK117023 )
4. Putri Nur Kholifah
( SK117024 )
5. Putri Rahma Dani ( SK117025 )
6. Ratih puspita Dewi ( SK117026 )
Etik Legal Keperawatan
Gawat Darurat

Etik ditujukan untuk mengukur perilaku yang  
diharapkan dari manusia atau kelompok tertentu,
maka aturannya merupakan suatu kesepakatan
dari kelompok tersebut yang disebut kode etik.
Prinsip Etik Dan Legal Keperawatan Gawat Darurat

1. Autonomy: Berkaitan dengan hak seseorang untuk membuat keputunsan


bagi dirinya.
2. Beneficence (kemurahan hati/pemanfaatan): Kewajiban melakukan yang
terbaik meningkatkan mutu pelayanan keperawatan.
3. Non maleficence (tidak merugikan orang lain): Kewajiban untuk tidak
menimbulkan kerugian atau cedera bagi orang lain apalagi membunuh
4. Veracity (jujur): Kewajiban menyampaikan atau mengatakan sesuatu dengan
benar, tidak berbohong apalagi menipu.
5. Justice (adil): Kewajiban berlaku adil kepada semua orang. Perawat berlaku
adil, tdk membeda-bedakan pasien tentang dirawat baik aspek sosial, agama,
suku dll.
6. Fidelity (komitmen): Kewajiban untuk setia dengan kesepakatan atau
tanggung jawab secara bersungguh-sungguh terhadap tugas bebannya.
Unsur-unsur Yang
Penting Diperhatikan
Dalam Kode Etik
• Perawat memberikan pelayanan dengan memperhatikan dan
menghargai kemuliaan seseorang sebagai manusia.
• Perawat melindungi hak azasi manusia.
• Perawat bertindak untuk melindungi pasien dan masyarakat.
• Perawat bertanggung jawab dan bertanggung gugat terhadap setiap
tindakan dan pengambilan keputusan keperawatan.
• Perawat mempertahankan kompetensinya dalam melaksanakan
pelayanan kesehatan.
• Perawat melatih diri dalam menetapkan informasi dan
menggunakan kompetensi individunya.
HUKUM PELAYANAN GAWAT
DARURAT
Undang undang Kesehatan nomor 36 tahun 2009
Pasal 32 Ayat (1) Dalam keadaan darurat fasilitas
pelayanan kesehatan baik pemerintah maupun swasta
wajib memberikan pelayanan kesehatan  bagi
penyelamatan nyawa pasien dan pencegahan
kecacatan terlebih dahulu. Ayat (2) Dalam keadaan
darurat Fasilitas pelayanan kesehatan baik pemerintah
dan swasta dilarang  menolak pasien dan/atau
meminta uang muka.
• Dalam Undang undang Rumah Sakit Nomor 44 tahun
2009 Bab I Ketentuan Umum Pasal 1 Ayat (1) Rumah
Sakit adalah institusi pelayanan kesehatan perorangan
secara paripurna  yang menyediakan pelayanan rawat
Inap, Rawat Jalan dan Rawat Darurat.  Ini membuktikan
bahwa rumah sakit wajib memberikan pelayanan gawat
darurat kepada pasien atau penderita dengan arti kata
setiap rumah sakit wajib memiliki sarana, pra sarana
dan SDM dalam pengelolaan pelayanan gawat darurat,
ini membuktikan adanya kepastian hukum dalam
pelayanan gawat darurat di rumah sakit”.
• Kepmenkes RI Nomor 1239 / Menkes / SK / XI / 2001 Tentang
Registrasi dan Praktik Keperawatan, Pasal 20, Dalam darurat
yang mengancam jiwa seseorang/pasien, perawat
berwenang untuk melakukan pelayanan kesehatan diluar
kewenangannya sebagaimana dimaksud dalam pasal 15,
Pelayanan dalam keadaan darurat sebagaimana dimaksud
dalam ayat 1 ditujukan untuk penyelamatan jiwa. 
Landasan Hukum Pelayanan Gawat Darurat :
• UU NO 9 Tahun 1960 Pokok Kesehatan
• UU NO 6 Tahun 1963 Tenaga Kesehatan
• UU NO 29 Tahun 2004 Praktik Kedokteran
• UU NO 24 Tahun 2007 Tentang Penanggulangan Bencana
• UU NO 36 Tahun  2009 Kesehatan
• UU NO 44 Tahun 2009 Rumah sakit
• PP NO 32 Tahun 1996 Tenaga Kesehatan
• PP NO 51 Tahun  2009 Pekerjaan Kefarmasian
• Berbagai Peraturan Menteri Kesehatan
Fungsi Aspek Hukum Dan Legalitas
Pelayanan Gawat Darurat Bagi Perawat

• Hukum Menyediakan kerangka kerja untuk menetapkan tindakan


asuhan keperawatan gawat darurat agar diterima oleh etik dan
hukum, sehingga menimbulkan adanya kepastian hukum.
• Hukum juga memberikan penjelasan tentang tanggung jawab
perawat gawat darurat yang berbeda dari tanggung jawab tenaga
kesehatan lainnya
• Hukum dapat membantu perawat gawat darurat menetapkan
batas batas tindakan keperawatan mandiri (otonomi profesi) 
• Hukum membantu keperawatan dalam menjaga standar asuhan
keperawatan yang dibuat oleh profesi keperawatan.
TERIMAKASI
H