Anda di halaman 1dari 30

KAJIAN

FISIOLOGIS
KEHAMILAN
TRIMESTER 1
SISTEM
ENDOKRIN SISTEM
ORGAN
REPRODU
LAIN
KSI

SISTEM SISTEM
INTEGUME KARDIOVA
N SKULAR

PERUBAHAN
SISTEM FISIOLOGI SISTEM
METABOLI KEHAMILAN PERNAFAS
SME AN

SISTEM SISTEM
MUSKULO PERKEMIH
SKELETAL AN
SISTEM
PENCERNA PAYUDARA
AN
A. SISTEM ENDOKRIN
Perubahan hormon yang terjadi secara khas pada
periode kehamilan adalah sebagai berukut:
1. HORMON
PLASENTA
Hormon hCG
yang
diprodu hormon-hormon steroid,
ksi oleh
placent hpL
a
PGH
meliputi
Relaxin

pRH

lain-lain (Inhibin, corticosteroid,


ACTH, TSH, IGFs , endothelin, dan
HCG (HUMAN
CHORIONIC
GONADOTROPIN)
- Hormon glikoprotein yang memiliki kandungan
karbohidrat tinggi dengan berat molekul 36-40 kDa.
- Dihasilkan oleh trofoblast sejak hari ke 7 setelah
terjadinya fertilisasi.
- Terdeteksi didalam sirkulasi darah maternal pada
hari ke 10.
- Terdeteksi didalam urine pada minggu ke 2 pasca
fertilisasi.
- Terdiri atas αhCG dan subunit hCG.
- Dalam kondisi normal, produksi hCG mencapai
puncaknya pada usia kehamilan 8-10 minggu,
EFEK-EFEK YANG
DITIMBULKAN OLEH
ADANYA HCG 7. Menurunkan kemampuan osmotik,
sehingga cepat haus dan produksi ADH
yang meningkat.
1. Memberikan efek luteutropik pada 8. Mencegah penolakan janin oleh
corpus luteum. maternal dengan menekan respon
2. Menstimulasi produksi progesteron limfosit maternal.
9. Membantu pertumbuhan myometrium.
oleh placenta.
10.Menghambat kontraksi myometrium.
3. Mengatur aktivitas tirotropik.
11.Membantu invasi trofoblas.
4. Berhubungan dengan terjadinya 12.Berpengaruh pada perkembangan
mual dan muntah. jaringan syaraf janin.
5. Menstimulasi kelenjar tiroid maternal, 13.Berperan dalam diferensi jenis kelamin
mengakibatkan peningkatan nafsu laki-laki dan menstimulasi testis untuk
memproduksi testosterone.
makan dan meningkatnya cadangan
14.Menstimulasi kelenjar adrenal janin
lemak. untuk meningkatkan produksi
6. Meningkatkan sensitifitas terhadap corticosteroid.
insulin.
PROGES
TERON
 Progesteron disintesis dari progesterone maternal di
dalam sinsitiotrofoblas.
 Kenaikan level progesterone dalam sirkulasi darah
maternal telah terjadi sejak dimulainya kehamilan.
Pada awal kehamilan, progesterone (17α –
hydroxyprogesteron) diproduksi oleh corpus
luteum, kemudian produksi ini menurun pada
minggu ke – 6 hingga ke – 9.
 Pada akhir trimester pertama, level progesterone
mengalami kenaikan hingga 50 % dibandingkan
produksinya pada fase luteal.
 pada usia kehamilan aterm yaitu level progesterone
meningkat hingga 3 kali lipat.
ESTROG
EN
Oestriol merupakan jenis
estrogen primer yang ada Peran penting keberadaan
estrogen dalam kehamilan ini
pada kehamilan. Pada awal
adalah meningkatkan
kehamilan terjadi perkembangan endometrium
peningkatan level oestrone dan payudara, meningkatkan
dan oestradiol, sedangkan aktivitas myometrium,
oestriol mulai meningkat meningkatkan sensitivitas
pada usia kehamilan 9 karbon dioksida,
minggu meningkatkan sekresi
prolaktin, meningkatkan
Level oestrone dan vasodilatasi myometrium,
oestradiol meningkat sekitar menstimulasi retensi cairan
100 kali, sedangkan level dan meningkatkan sensitifitas
oestradiol meningkat 1000 uterus terhadap progesteron
kali selama kehamilan. pada akhir kehamilan.
HPL (HORMON
PLACENTAL
LACTOGEN)
hPL biasa juga disebut degan human chorionic
somatomammotropin, diproduksi oleh
sinsitiotrofoblas.
Sekresi hPL meningkat setelah penurunan level hCG.
Menjelang usia kehamilan aterm produksi hPL adalah
1-3 g / hari.
hPL bersifat lactogenic dan juga berperan dalam
menstimulasi pertumbuhan jaringan maternal maupun
fetal.
hPL bersifat antagonis terhadap insulin.

Keberadaan hPL ini juga mencegah terjadinya


penolakan janin oleh tubuh maternal
PGH (PLACENTAL
GROWTH HORMON )
PGH disekresi oleh kelenjar hipofisis pada awal kehamilan, dan
akan menurun secara bertahap.
Pada usia kehamilan 8 minggu hormon pertumbuhan telah
dapat dideteksi dan pada 17 minggu plasenta
(sinsitiotrofoblas) menjadi tempat utama sekresi hormone
pertumbuhan. Puncak kadar hormone pertumbuhan dalam
cairan amnion yaitu pada usia kehamilan 14 – 15 minggu
kemudian menurun perlahan untuk mencapai nilai basal
setelah usia kehamilan 36 minggu.
PHG memiliki sifat high sommatogenetic activity yaitu
meningkatkan aktivitas pertumbuhan dan low lactogenic activit
sebagai hormone yang memperlambat aktivitas lactase.
Secara umum, PGH menggantikan fungsi growth hormone
hipofisis maternal
RELAXI
N
Relaxin diproduksi oleh corpus luteum
dan level relaxin tertinggi terjadi pada
trimester I. Relaxin berperan dalam
pelunakan ligamen tulang panggul,
stretching ligament, dan secara klinis
juga dapat digunakan untuk
menstimulasi pematangan serviks
pada persalinan dengan induksi.
Relaxin membantu diferensiasi
endomentrium pada periode
implantasi dan bersamaan dengan
progesterone menjaga uterus tetap
dalam keadaan tenang
KORTIS
OL
Kelenjar adrenal tidak banyak
mengalami perubahan, bahkan
cenderung menurun selama kehamilan.
Hormon yang dihasilkan antar lain:
Aldosteron, Deoksikortikosteron,
Androstenedioan dan Testeron
HORMON PITUITARI /
HIPOFISIS
Dalam kehamilan normal kelenjar hipofisis
membesar sekitar 135%  penekanan pada
kiasma optik  mempersempit kemampuan
penglihatan.
FSH dan LH terhambat, ACTH meningkat, MSH
meningkat.
Kadar prolaktin yang tinggi membantu dalam
produksi ASI dan persiapan jaringan payudara
untuk menyusui. Selama kehamilan, kadar
prolaktin meningkat 10 – 20 kali seiring
dengan peningkatan esterogen.
PERUBAHAN SISTEM
REPRODUKSI

perubahan warna pada vulva,


Tanda vagina dan serviks menjadi
Chadwick lebih merah agak
kebiruan/keunguan
perubahan konsistensi
Tanda serviks menjadi lebih lunak
dan kenyal
Goodell Dinding-dinding otot menjadi
Tanda Mc kuat dan elastis, fundus pada
serviks mudah fleksi
Donald
hipertrofi pada istmus uteri
Tanda membuat istmus menjadi
Hegar panjang dan lebih lunak
Uterus Uterus membesar karena pengaruh
estrogen dan progesteron hipertrofi otot polos
uterus, serabut-serabut kolagen yang adapun
menjadi higroskopik,
Serviks  adanya hipervaskularisasi,
Kelenjar-kelenjar di serviks akan berfungsi
lebih dan akan mengeluarkan sekresi lebih
banyak.
Vagina dan Vulva  penipisan mukosa dan
hilangnya sejumlah jaringan ikat dan hipertrofi dari
sel-sel otot polos
Ovarium  ovulasi selama kehamilan akan
terhenti dan pematangan folikel baru juga
ditunda. Hanya satu korpus luteum yang dapat
ditemukan di ovarium.
PERUBAHAN
KARDIOVASKULAR
Perubahan pada fungsi jantung mulai tampak
selama 8 minggu pertama kehamilan.
Curah jantung meningkat bahkan sejak minggu ke
5 dan mencerminkan berkurangnya resistensi
vascular sistemik dan meningkatnya kecepatan
jantung.
Kecepatan nadi istirahat meningkat sekitar 10
denyut / menit selama kehamilan.
Perubahan pada sistem kardiovaskuler terjadi
pada: jantung, pembuluh darah, dan sistem darah.
SISTEM PERNAFASAN
•Konsumsi oksigen meningkat 30 % dan tingkat
metabolisme meningkat 15% 
cadanganoksigen sedikit  resiko hipoksia
•Kesadaran untuk mengambil nafas meningkat
efek dari progesteron dan esterogen
•Pembuluh darah di hidung mengalami
vasodilatasi menyebabkan pembengkakan
kapiler  hidung berdarah, rhinitis dan hidung
tersumbat
•Laju pernafasan meningkat 1-2x per menit
PERUBAHAN PADA
PAYUDARA
Mammae akan membesar dan tegang akibat
hormon somatomamotropin, estrogen dan
progesteron, akan tetapi belum mengeluarkan
ASI.
Somatomammotropin mempengaruhi
pertumbuhan sel-sel asinus pula dan
menimbulakan perubahan dalam sel-sel,
sehingga terjadi pembuatan kasein, laktalbumin,
dan laktoglobulin.
Glandula Montgomery tampak lebih jelas
menonjol.
SISTEM PERKEMIHAN

•Sistem pengumpulan ginjal melebar efek dari


progesteron dan kompresi ureter di pinggir panggul
 hydroureteronephrosis
•Kompresi ureter  urin statis  resiko ISK,
nefrolitiasis (batu ginjal), pielonefritis (ISK pd ginjal)
PERUBAHAN METABOLIK
DAN KENAIKAN BB

Metabolisme meningkat 15-20% selama kehamilan


1. Metabolisme Karbohidrat dan Glukosa
2. Metabolisme Protein dan Lemak
3. Metabolisme Zat Besi
4. Metabolisme Air
5. Peningkatan BB
PERUBAHAN PADA KULIT
Melanophore Deposit pigmen
Stimulating dan
Hormone hiperpigmentasi
(MSH)

Pada TM I
• Palmar erythema
(kemerahan di telapak
tangan) dan spider nevi
• Linea alba / nigra
UBAHAN HEMATOLOGI

Volume darah maternal mulai meningkat pada


kehamilan sebagai akibat dari perubahan
osmoregulasi dan sistem renin-angiotensin,
menyebabkan terjadinya retensi sodium dan
peningkatan dari total body water mjd 8,5 L.
Pada masanya, volume darah meningkat
sampai 45 % dimana volume sel darah merah
hanya meningkat sampai
30%. Perbedaan peningkatan ini dapat
menyebabkan terjadinya ”anemia fisiologis”
dalam kehamilan dengan hemoglobin rata rata
11.6 g/dl dan hematokrit 35.5%
STEM GASTROINTESTINA
Peningkatan Progesteron mengakibatkan:
- Perlambatan pengosongan lambung
- Peningkatan waktu transsit
gastrointestinal/ motilitas usus
berkurang
- Kembung, konstipasi, mual muntah
- Keasaman lambung meningkat
- Risiko reflux cairan lambung meningkat
- Ptialism (hiper saliva)

Serum transaminase dan bilirubin


berkurang, serum alkalin fosfatase
meningkat.
PERUBAHAN PADA
KULIT
Perubahan sistem integumen yang dirasakan ibu
hamil pada TM I adalah :
Palmar erythema ( kemerahan di telapak tangan)
dan spider nevi
Linea alba / nigra
PERUBAHAN PADA
SISTEM LAIN
MATA
Selama kehamilan tekanan intraocular
menurun, sensitivitas kornea berkurang. Pada
akhir kehamilan terjadi perubahan yaitu
peningkatan ketebalan kornea yang di duga
karena oedema. Intraokular mengalami
penurunan sebesar 19,6. Sekitar 35 % dari
total penurunan terjadi antara minggu ke – 12
dan ke – 18 kehamilan.
Susunan Saraf Pusat
Pada trimester tiga kehamilan sebagian
wanita hamil mengalami penurunan
daya ingat, namun hal ini hanya
bersifat sementara dan akan pulih
setelah kehamilan berakhir. Menurut
Keenan, dkk ada penurunan yang
berhubungan dengan kehamilan dalam
memori, yang terbatas pada trimester
ketiga. Penurunan tersebut disebabkan
oleh depresi, kecemasan, kurang tidur,
atau perubahan fisik lainnya yang
berhubungan dengan kehamilan.
Pola Istirahat
Pada kehamilan 12 minggu hingga 2
bulan pascapersalinan ibu hamil
mengalami kesulitan tidur yang bisa
menyebabkan depresi postpartum.
Berdasarkan penelitian Liora Kempler
(2012), ada hubungan yang signifikan
antara gangguan tidur (kualitas buruk)
dan depresi, yang telah mengarah
pada konsensus bahwa ada hubungan
dua arah antara tidur dan suasana hati.
TERIMA
KASIH