Anda di halaman 1dari 48

Indonesia dan Perdamaian

Dunia
B. Indonesia dan Perdamaian Dunia
Tahun 2008 merupakan tahun yang ditandai oleh peru
bahan yang sangat dinamis dalam lingkungan situasi
global, regional dan bilateral, dalam lingkungan mana
di plomasi Indonesia dioperasionalisasikan
Lingkungan global, dunia mengalami krisis multidimensi
onal: climate change, krisis energi, krisis pangan, dan
krisis finansial. Semuanya itu membawa dampak negatif
langsung terhadap Indonesia, sekaligus menuntut bagai
mana diplomasi Indonesia dapat berperan dalam upaya
masyarakat internasional dalam mencari solusi dari ber
bagai krisis tersebut.

1 2
Perkembangan situasi perdamaian dan keaman an
internasional, terutama dengan membaiknya
situasi keamanan di Irak, stagnasi di Afghanis tan
dan munculnya sentra-sentra kekuatan baru, dan
pemilihan umum di Amerika Serikat mem perkuat
gejala multilateralisme, yang juga mem bantu
dalam mencari solusi masalah global. Hal ini
membuka peluang bagi diplomasi Indonesia
untuk berperan sebagai bridge-builder dan pem
bangun keseimbangan.

1 3
Kiprah Politik Luar Negeri RI
Diplomasi Indonesia pada tahun 2008 me nunjukkan
penguatan dibanding tahun-ta hun sebelumnya, baik
dalam kerangka bi lateral, regional dan
multilateral global. Mengakhiri keanggotaan tidak
tetap Indo nesia di Dewan Keamanan PBB, selama dua
tahun Indonesia berhasil menempat kan diri sebagai
bridge and consensus builder, dan tetap kukuh
memegang prin sip

1 4
Selama keanggotaan Indonesia di DK-PBB (2007-
2008), Indonesia selalu mepatuhi prinsip-prinsip
internasional yang bersifat fundamental, terutama
prinsip penghormatan terhadap kedau latan dan
keutuhan wilayah nasional (national sovereignty
and territorial integrity).seperti menolak
pelepasan bagian wilayah suatu nega ra secara
sepihak a.l. Kosovo dan Ossetia Sela tan, sebagai
suatu preseden yang dapat meng ganggu stabilitas
hubungan antar negara

1 5
Indonesia dengan tegas menolak kecenderungan pe
manfaatan DK-PBB untuk melahirkan norma baru yang
bertentangan dengan norma atau konvensi internasional
yang berlaku, dalam hal ini UNCLOS, seperti dalam upa ya
penanganan masalah bajak laut di wi layah perairan
Somalia.
Kiprah menonjol Indonesia di forum DK-PBB tampil dlm
sikap , berdasarkan prinsip dalam pemungutsuaraan a tas
isu nuklir Iran. Indonesia senantiasa menyandarkan
posisinya pada laporan IAEA, sebagai lembaga interna
sional yang berkompeten untuk menilai kepatuhan Iran
dalam hal pengembangan energi nuklir.

1 6
Ketika laporan IAEA memastikan bahwa Iran tidak cukup
bekerja sama dan tidak transparan dalam pengembang an
teknologi nuklirnya, Indonesia mendukung resolusi
(Resolusi 1737/2007). Tetapi ketika laporan IAEA me
nampilkan Iran cukup bekerja sama dan lebih transpa ran,
maka Indonesia memilih posisi abstain (1 dari 15 anggota)
(Resolusi 1803/ 2008 ). Indonesia selalu me ngedepankan
cara utama penyelesaian melaui dialog dan negosiasi,
bukan kekerasan. Dalam proses peran cangan resolusi
bulan September 2008 (Resolusi 1835/2008), Indonesia
telah berhasil mengamandemen rancangan resolusi yang
didukung oleh P-5 untuk me mastikan resolusi
,mengedepankan upaya dialog.

1 7
Gaji Pemimpin Pemerintahan
Negara Gaji ( petahun ) Rasio thd PDB
US $ Set Rp
Singapur 2.18 19.8 40 kali
Hon Kon 513 4.7 20 kali
Kenya 423 3.8 240 kali

AS 400 3.6 8 kali

Prancis 302 2.7 9 kali

Australia 286 2.6 5 kali

Af-Sel 272 2.4 26 kali

Inggris 215 1.9 7 kali

Taiawan 184 1.6 7 kali

Kor Sel 136 1.2 9 kali

Indonesia 124 1.3 28 kali

Ghana 10 0.9 2 kali

India 4 0.4 2 kali

Semakin tinggi rasio PDB per kapita dg gaji Kep.Negaranya,semakin lebar Kesenjangan antara kesejahteraan rakyat dan
pemimpinnya ( Sumber : MI No. 101919 th XLII 23 Jn.2011 p.1
1 8
Gaji Presiden atau Perd.Menteri Rp/Bul
Gaji Presiden/Kep.Pem erintahan

4000 3600
3500 3100
2800
3000
2500 2100 2000
Series1
2000
Series2
1500
1000
500 0.8220.74997
0.3592
0

Nama Kep.Negera/ P emerintahan

Sumber: Rep. No.22 Th.ke 19 Tgl 26 Jan.2011 ( Rabu) p.1

1 9
Gaji Pejabat Negara ( Rp/Bln)
Jabatan Gaji Pokok Tunjab Total

Presiden 30.240.000 32.500.000 62.700.000

Wapres 20.160.000 22.000.000 42.160.000

Menteri Setinkat 5.040.00 13.608.00 18.648.000

Jagung 5.40.000 13.608.00 18.648.000

Pangl TNI 5.40.000 13.608.00 18.648.000

Ketua DPR 5.04.000 25.868.000 30.908.000

Wk Ket. DPR 4.620.000 22.154.000 26.774.000

Ketua MA 5.04.000 19.350.000 24.390.000

Ketua BPK 5.04.000 18.900.000 23.940.000

Wk.Ketua BPK 4.620.000 15.600.000 20.220.000

Gubernur 3.000.000 5.400.000 8.400.000

Wa Gub. 2.400.00 4.320.000 6.620.000

Bupati/Walikota 2.100.000 3.240.000 5.880.000

Wk Bup/Wali 1.800.00 3.240.00 5.040.000


Sumber : MenKeu Ri dlm Rep. No.22 Th.ke 19 Tgl 26 Jan.2011 ( Rabu) p.1

1 10
GEOPOLITIK INDONESIA
Sejarah Hukum Laut
 Konsep berkembang setelah teknologi kapal &
pelabuhan Inggris & Belanda mengungguli
teknologi perkapalan Spanyol & Portugal
 Res Nullius >< Res Communis
 Hugo Grotius >< John Selden
 C. Bijenkerschoek  3 mil garis pantai saast
pasang surut
 Indonesia  12 mil berdasarkan point to point
theory
ALKI-III
ALKI-I
ALKI-II C
B
A
Rep. Timor Leste
PERAIRAN NUSANTARA
PERAIARAN ZEE

PETAWILAYAH
PETA WILAYAHR.I
R.IMENURUT
MENURUTUNCLOS’82
UNCLOS’82(UU
(UUNo.
No.6/1996)
6/1996)
PERAIRAN
KEPULAUAN

PERAIRAN
PEDALAMAN LAUT
TERITORIAL
ZONA LAUT
TAMBAHAN BEBAS
ZEE

12 MIL
DARATAN LANDAS
24 MIL
CONTTNEN

200 S/D 350 MIL


GEOPOLITIK INDONESIA
Hukum Kewilayahan (Hukum
STATUS HUKUM RUANG DIRGANTARA Dirgantara)

RUANG ANTARIKSA
(WILAYAH KEPENTINGAN)

RUANG RUANG UDARA RUANG


UDARA WILAYAH KEDAULATAN UDARA
BEBAS BEBAS

DARATAN
LEO = 100 – 450 KM
MEO = 45 – 34.000 KM
HEO = 34.000 – 36.000 KM
12 NM
GEOPOLITIK INDONESIA
Hukum Kewilayahan (Hukum Dirgantara)
12,82%
DEKLARASI BOGOTA 1976
33.979,07KM
GSO Indonesia
+ 35.871KM

A A
Ket: 5.140KM
A = Ruang Udara Nasional Indonesia E Y D C B BUMI Y
B = Ruang Udara Bebas/ Negara lain
A,B,C, = Atmosfir Bumi
D, E = Ruang Angkasa (Bebas untuk kemanusiaan
dan milik bersama)
Y = Orbit Geostarioner (GSO)
Y
GEOPOLITIK INDONESIA
Otonomi Daerah
Sentralisasi : Pemerintah diatur dari pusat
Desentralisasi : Pelayanan langsung kepada
rakyat
Filosofi  Pemda ada, ada rakyat yang dilayani
 Rakyat beri legitimasi
Output  Public goods & Public regulation
Dekonsentrasi : tidak semua tugas2 teknis
dapat dilaksanakan Pemda
GEOPOLITIK INDONESIA
Otonomi Daerah
Tidak semua pemimpin daerah—termasuk politisi
—yang menyadari filosofi tersebut
Berusaha memperbesar PAD
Pemekaran wilayah
Wilayah terisolasi—dari akses nyata & maya—
menjadi hinterland
Frontier : hinterland di perbatasan dengan negeri
jiran
GEOPOLITIK INDONESIA
Otonomi Daerah

Beranda Depan (Daerah Frontier)


 Ekonomi  kemudahan
mendapatkan kebutuhan hidup
 Sosial Budaya  kesamaan sub-
kultur & kemudahan social security
 Politik  kepastian hukum  dapat
terjadi tuntutan referendum
Sunardi. 2002 ; 175
12 PULAU TERLUAR
RAWAN DI KUASAI NEGARA TETANGGA

NO NAMA PULAU SPESIFIKASI NEGARA TETANGGA RAWAN


1 P. RONDO Tdk ada Penduduk India Illegal Fishing
Kab. Sabang Penjaga Mercusuar
NAD
2 P. BERHALA Tdk ada Penduduk Malaysia Illegal Fishing
Kab. Serdang Bedagai Luas : + 2,5 km2 Effektive Occupation
Sumatera Utara
3 P. SEKATUNG Tdk ada Penduduk Vietnam Illegal Fishing
Kab. Natuna Luas : + 0,3 km2
Kepulauan Riau
4 P. NIPA Tdk ada Penduduk Singapura Tenggelam
Kota Batam Luas : + 60 ha, Pelayaran Internasional
Riau 80% karang, 20% Pasir
5 P. MANORE Penduduk + 640 jiwa Filipina Illegal Fishing
Kab. Sangihe Luas : + 214,49 km2 Check Point
Sulawesi Utara Border Crossing Area
6 P. MIANGAS Penduduk + 678 jiwa Filipina Penyeludupan
Kab. Talaud Luas : + 3,15 km2 Dari Filipina 48 mil Terrorisme
Sulawesi Utara ada Listrik Dari Kecamatan 145 mil Mata Uang Peso
12 PULAU TERLUAR RAWAN DIKUASAI NEGARA JIRAN
12 PULAU TERLUAR
RAWAN DI KUASAI NEGARA TETANGGA

NO NAMA PULAU SPESIFIKASI NEGARA TETANGGA RAWAN

7 P. MARAMPIT Penduduk + 1436 jiwa Filipina Illegal Fishing


Kab. Talaud Luas : + 12 km² Belum ada sarana Effective Occupation
Sulawesi Utara

8 P. FANI Ada penduduk Palau Illegal Fishing


Kab. Raja Ampat Luas : + 9km² 220 km² dari Sorong Effective Occupation
Papua 35 jam pelayaran
9 P. FANILDO Tak ada penduduk Palau Illegal Fishing
Kab. Biak Numfar Luas : + 9 km² 280 km dari Kabupaten Effective Occupation
Papua
10 P. BRAS Penduduk + 50 jiwa Republik Palau Illegal Fishing
Kab. Biak Numfor Luas : + 3.375 km Jarak dari Kab 280 km Effective Occupation
Papua dari P. Supriori 240 km

11 P. DANA Tak Ada Penduduk Australia Illegal Fishing


Kab. Kupang Dari P. Rote 4 km Pintu masuk ALKI III Effective Occupation
Nusa Tenggara Timur Dari Kupang 120 km

12 P. BATEK Tak ada Penduduk Timor Leste Illegal Fishing


Kab. Kupang Luas : + 25 ha Sebelah Utara ALKI III Effective Occupation
Nusa Tenggara Timur Tempat Penyu bertelur
Migrasi Lumba-lumba
KETERSEBARAN PULAU-PULAU KECIL TERLUAR
INDONESIA NEGARA TETANGGA
NAD 6 India 6
Sumut 3 Malaysia 17
Kep Riau 20 Singapura 4
Sumbar 2 Vietnam 3
Bengkulu 2 Filipina 11
Lampung 1 Australia 27
Banten 1 Timor Leste 6
Jabar 1 Palau 7
Jateng 1 Papua Niugini 1
Jatim 3 Thailand 9
NTB 1
NTT 5
Kaltim 4
Sulteng 3
Sulut 11
Maluku Utara 1
GEOPOLITIK INDONESIA
GEOPOLITIK INDONESIA
Otonomi Daerah
Penataan Ruang
(filosofi yang mendasari)
 Pemanfaatan ruang untuk kepentingan semua
orang secara terpadu, efektif, efisien, serasi,
selaras, & berkelanjutan
 Keterbukaan, persamaan, keadilan & perlindungan
hukum
GEOPOLITIK INDONESIA
Otonomi Daerah

Rencana Tata Ruang Wilayah


RTRW harus melalui Perda
Standarisasi penataan RTRW  selama ini
mengacu pada negara kontinen
Pengaturan wilayah pantai kurang jelas (belum ada
marine cadastre)
Kerusakan lingkungan tidak terhindar
GEOPOLITIK INDONESIA
(Marine cadastre)

Banyak pulau yang belum bernama


Dokumentasi nasional
Pendaftaran ke PBB
Kasus Sipadan-Legitan jangan terjadi lagi
Pembagian wilayah akan lebih akurat
Jangan sampai kita merasa kehilangan tetapi
tidak tahu apa yang hilang
PERKEMBANGAN GEOPOLITIK &
GEOSTRATEGI
Negara (kecil & maju) cenderung menerapkan teori
Ratzel & Haushoffer
Malaysia : membangun daerah perbatasan lebih baik
dari negara tetangga, silent occupation
Singapura : upaya reklamasi pantai & jasa per-
ekonomian dunia
Filipina : pengaruh sosial, budaya dan ekonomi, silent
occupation
Palau : silent occupation
Papua Nugini : pengaruh sosial, sosial dan eko-nomi
Australia : Australian Maritime Indentification Zone
Timor Leste : tidak mustahil meniru Malaysia
Peta AMIZ (dari Kompas)
PERKEMBANGAN GEOPOLITIK &
GEOSTRATEGI
 Q.Wrights : dunia menyempit, percepatan jalan
sejarah memicu dunia tanpa batas.
 Benturan budaya.
 NM : perangi terorisme internasional
 Q.Wrights Kebangkitan demokrasi perang fisik
di NSB.
 Teknologi informatika merupakan “impe-rialisme”
baru (tidak melalui perang fisik).
UPAYA MENGHADAPI GEOPOLITIK
& GEOSTRATEGI NEGARA JIRAN
Perebutan wilayah melalui effective
occupation
BPN  Marine cadastre ?
Perairan gugusan pulau : potensi perikanan &
biota laut  rawan pencurian ikan
Perlu menggalakkan transmigrasi nelayan,
paling tidak mendirikan pos pengamat & tempat
istirahat nelayan
Bandingkan upaya Cina mendirikan pos di Kep.
Spraetlly
UPAYA MENGHADAPI GEOPOLITIK
& GEOSTRATEGI NEGARA JIRAN
Pendudukan & mendirikan pos di pulau terpencil
 tingkatkan kewaspadaan
Mercusuar tidak dirusak
Nelayan tidak larut dgn keinginan pihak asing
Keberadaan nelayan akan merupakan aspek
kekuatan maritim
Bgs Indonesia harus mengenal geomorfologi
negara kepulauan diantara 2 lautan & 2 benua
Bgs Indonesia harus memaknai arti BMI
UPAYA MENGHADAPI GEOPOLITIK
& GEOSTRATEGI NEGARA JIRAN
Mengadapi ASEAN & Australia
- Waspadai “silent occupation”
- Pemantapan & pembinaan kek. maritim
- AMIZ  kita harus inventarisasi pulau2
- Waspadai “Five Power Defence
Arrangement”
- Kunjungan Presiden/Wapres ke perba-
tasan sangat perlu
UPAYA MENGHADAPI GEOPOLITIK
& GEOSTRATEGI NEGARA JIRAN
Menghadapi negara yang berkepentingan dengan
perikanan
 Meningkatkan kemampuan nelayan
(nelayan pantai  nelayan laut)
 Pembangunan desa pantai
 Nelayan menjadi monitor terhadap penggang-
gu negara kita thd : pencurian ikan, pence-
maran lingkungan, perusakan alat navigasi
UPAYA MENGHADAPI GEOPOLITIK
& GEOSTRATEGI NEGARA JIRAN
Armada angkutan laut negara besar
 Negara besar tetap ingin berperan dalam era
globalisasi
 ALKI tidak perlu ditambah (permintaan IMO
sebaiknya tidak disetujui)
 ALKI diinformasikan lebih intensif kepada
masyarakat maritim
 Masyarakat maritim proaktif mengawasi
 Konflik daerah banyak terjadi di tempat
yang dilalui ALKI
UPAYA MENGHADAPI GEOPOLITIK
& GEOSTRATEGI NEGARA JIRAN
Amerika Serikat & Rusia (sebelum pecah)
 Negara-negara ini semula menentang
konsep negara Nusantara
 Usul/meminta ALKI diperbanyak 
negara nusantara menjadi terbuka
 Pengupayaan Inner water menjadi high
seas tetap ditolak (memudahkan gerakan AL
neg. adidaya)
PERENUNGAN MENGHADAPI MASA
DEPAN
Tidak terbuai slogan “bangsa serumpun”, “sesama
Muslim”, “solidaritas ASEAN”
Slogan “bangsa serumpun” hanya dipakai untuk
memantapkan konsep ketahanan regional
Mensosialisasikan makna “tanah air”, Nusantara,
Benua Maritim Indonesia.
Mendorong generasi muda “cinta laut” & ikut
mengelola laut
PERENUNGAN MENGHADAPI MASA
DEPAN
Pengisian dan pembinaan pulau-pulau tidak
berpenghuni, terutama di daerah perbatasan
dengan lebih intensif.
Pembangunan desa pantai dipercepat untuk
mewujudkan Benua Maritim Indonesia
Pulau dibina, tidak ditelantarkan, bahkan untuk
tempat sampah B-3 dari LN
Meninjau kembali UU no 32/2004 khusus ps
18
Pembagian dan pemberian kewenangan kepada
wilayah tidak mengarah ke “etnik sentris 
cegah The Ottoman Heritage jilid II
PERENUNGAN MENGHADAPI MASA
DEPAN
Konsep RTRW yang meliputi tanah & laut
pedalaman disusun dgn lugas dan tepat
Super power menghendaki kita lebih terbuka
Membangun kekuatan armada laut (TNI, niaga,
perikanan, industri, prasarana maritim)
Meningkatkan kemampuan nelayan agar tidak
tersesat dan mampu membaca peta
HARAPAN

Menyadarkan anak didik dan masyarakat


pentingnya pengetahuan geopolitik
Geopolitik untuk membangkitkan semangat cinta
tanah air
Semangat cinta tanah air akan membangkitkan
karakter nasional
Karakter nasional, salah satu elemen kekuatan
nasional
Naskah Rujukan
UU no. 6/1996 ttg Perairan Indonesia
UU no.23/1996 ttg Pengelolaan Lingkungan Hidup
UU no.32/2004 ttg Pemerintahan Daerah
UU no.33/2004 ttg Perimbangan Keuangan Anta Pemerintah Pusat dan Pemerintah
Daerah
Anderson, Benedict. 2002. Imagined Communities. Yogyakarta : Insist
Basrie, Chaidir, Drs, MSi, 1995, Wawasan Nusantara, Serpong : LIH ITI
Ditjen Dikti, 2002. Modul Acuan Proses Pembelajaran MPK Dik Kewarganegaraan.
Jakarta : Ditjen Dikti Dep Dik Nas
Djalal, Hasjim. 1995, Indonesia and the Law of the Sea, Jakarta : CSIS
 Hardjasumantri, Kusnadi, 1989,Hukum Tata Lingkungan, Yogyakarta : UGM Pres
 Huntington, Samuel P.,1996, The Clash of Civilization and the Remaking of the
World Order. London : Touchtone
Kusumatmadja, Prof. DR. Mochtar, SH, LLM.,2003, Konsepsi Hukum Negara Nusan-
 tara Pada Konferensi Hukum Laut III, Bandung : Alumni
 Roberts, J.M., 2002, The New Pinguin History of the World, London, UK : Pimguin
Sekretariat Negara RI, TT, Himpunan Risalah Sidang-sidang BPUPKI dan PPKI yang
berhubungan Penyusunan UUD 45. Jakarta : Setneg RI
Soemiarno, S, 2005, Ambalat dan Konflik Kepentingan (naskah Seminar), Semarang :
UNES
Sunardi, RM, 2004, Pembinaan Ketahanan Bangsa Dalam Rangka Memperkokoh Keu-
tuhan NKRI. Jakarta : PT Kuaternita Adidarma
Wright, Quincy, 1942, Study of War. Chicago Ill. : The University of Chicago Press
Zen, M.T., 2005, System Pertahanan Untuk Ketahanan Nasional ,(naskah pertemuan
Menhan dgn Forum Rektor, Jakarta, Dep Han.
Geopolitik & Geostrategi
Perang Dunia I : Imperium Inggris, Perancis
 Kecilkan Austria, Hongaria & Rusia
 Sponsor kemerdekaan Yunani dari Turki.
 Men”cegah” negara bangsa di Balkan.
Geopolitik & Geostrategi
Pasca Perang Dunia I
“The Ottoman Heritage” dibagi untuk
Perancis & Inggris sebagai mandataris.
Rusia ingin memerdekakan negara
jajahan dicegah dgn sistem “Negara Mandat”.
Upaya tetap negara Modern Liberal
dengan eksklusifan teritorial =
perdamaian internal, legitimasi dinasti,
sistem perdagangan.
Geopolitik & Geostrategi
Pasca Perang Dunia I
 Jerman bangkit dan berkoalisi
dengan Jepang dang Itali.
 Pembagian wilayah negara Axis
 Sosial & Liberal berseteru
Situasi Geostrategi Kini
Pasca PD II
 Dunia seolah-olah dibagi dua
 Timbul Negara Dunia III (NSB)
 Geostrategi Negara Pemenang Perang  global
strategi
 Negara Pemenang perang mencari “mitra” negara
nasional baru.
 Berkembang teori domino bagi Barat.
 Kedua Blok berusaha persuasi negara baru untuk
masuk Blok.
Situasi Geostrategi Kini
 Dua Aksioma Q.Wrights memicu dunia tanpa batas.
 Teknologi informatika maju  apa yang terjadi di
wilayah lain ditiru?
 Teknologi informasi merupakan “imperialisme” baru
(tidak melalui perang fisik.
 Terjadi benturan budaya.
Situasi Geostrategi Kini
 Pesawat terbang angkutan masal
Dunia terasa sempit.
Perjalanan manusia tidak jelas, muncul
Biro Wisata
Angkutan barang maju  agen
tunggal “hapus”.
Muncul hypermarket oleh MNC
Situasi Geostrategi Kini
Dampak Positif & Negatif Globalisasi
SDM mahir menerapkan Iptek yang
berlaku pada masa GLOBALISASI.
Timbul kecemburuan bila tidak dapat
mengakses informasi  dis-integrasi
Kecemburuan karena adanya gap info
pada daerah terpencil (frontier)
berpaling ke negara jiran karena masalah
sosial, budaya, ekonomi