Anda di halaman 1dari 6

Kelompok 6

1.Regita Pramesti (175221017)


2.Ika Noviani (175221066)
3.Rosita (175221114)
A.Pegadaian Syariah
Pegadaian syariah adalah menahan salah satu harta milih peminjam sebagai jaminan
atas pinjaman yang diterimanya. Dalam kegiatan operasional p[egadaian syariah
menggunakan dua akad yaitu akad Rahn dan akad Ijarah. Kedua jenis akad tersebut
kegiatan usaha yang dijalankan oleh pegadaiaan syariah dinilai dapat menghindari
praktik-praktik yang diharamkan. Berbeda dengan gadai secara konvensionla, gadai
syariah tidak berbenyuk bunga tetapi berupa biaya penitipan, pemeliharaan, penjagaan,
dan penaksiran. Selain itu pegadaian syariah juga mengedepankan prinsip -prinsip
keislaman yang berlandaskan pada Al-Quran.
2.Landasan Hukum

Landasan konsep pengadaian syariah mengacu kepada syariah


islam yang bersumber dari Al Quran dan Al Hadist, adapun dasar
hukum yang dipakai adalah: (Q S Al Baqarah Ayat 283).Landasan
hukum berikutnya adalah ijma’ ulama atas hukum mubah (boleh)
perjanjian gadai.
Adapun mengenai prinsip Rahn (gadai) telah memiliki fatwa dari
dewan syariah Nasional Nomor 25/DSN-MUI/III/2002 tentang
Rahn serta Rukun dan fatwa Dewan Syariah Nasional Nomor
26/DSN-MUI/III/2002 tentang Rahn maupun Rukun dan Syarat
Transaksi Gadai
3.Rukun dan Syarat Gadai Syariah

Dalam menjalankan pegadaian syariah, pegadaian harus memenuhi rukun


gadai syariah. Rukun gadai tersebut antara lain:
1)Ar-Rahin (yang menggadaikan), syaratnya yaitu: orang yang telah
dewasa, berakal, bisa dipercaya, cakap bertindak hukum dan memiliki
barang yang akan digadaikan.
2)Al-Murtahin (yang menerima gadai), yaitu: orang, bank, atau lembaga
yang dipercaya oleh rahin untuk mendapatkan modal dengan jaminan
barang.
Al-Marhun/Rahn (barang yang digadaikan), yaitu: barang yang
digunakan rahin untuk dijadikan jaminan dalam mendapatkan uang.
4.Pengawasan Pegadaian Syariah

Pengawasan dari suatu perusahaan gadai syariah adalah sangat penting


karena dalam pengawasan termasuk juga pengawasan oleh Yang Maha
Kuasa melalui Malaikat-Nya. Oleh karena itu pengawasan internal adalah
bagaian pelaksanaan amanah dalam pegadaian tersebut. Tanggung jawab
organ pengawasan termasuk para pemimpin unit tidak hanya kepada
Dewan Komisaris dan Rapat Umum Pemegang Saham tetapi juga harus
dapat mempertanggungjawabkannya dihadapan Allah SWT dihari akhir
kelak. Termasuk dalam organ pengawasan adalah Dewan Pengawas
Syariah yang terdiri dari para ulama yang cukup dikenal oleh masyarakat.
5.Mekanisme Operasionalisasi Pegadaian Syariah

Mekanisme operasional pegadaian syariah hampir sama dengan pegadaian


konvensional. Pegadaian syariah juga menyalurkan uang untuk pinjaman
dengan jaminan barang bergerak. Dalam memperoleh kredit gadai syariah
sangat sederhana, masyarakat hanya menunjukkan bukti identitas diri dan
barang bergerak sebagai jaminan, uang pinjaman dapat diperoleh dalam
waktu yang tidak relatif lama. Begitupun dengan melunasi pinjaman,
nasabah cukup dengan menyerahkan sejumlah uang dan surat bukti rahn
saja dengan waktu proses yang juga singkat.