Anda di halaman 1dari 6

KASUS KECELAKAAN KERJA DIBIDANG KESEHATAN

DISUSUN OLEH :

 Cindy Paraditha kasandra


 LEO anggara
 Putri sintha
TANGKI KIMIA MELEDAK DI TANGERANG 2
ORANG KRITIS
Merdeka.com - Satu tangki kimia meledak di PT Alux Indah
Pratama. Perusahaan yang memproduksi alumunium
terletak di Jalan Palem Manis Raya, RT 02/03 Kelurahan
Gandasari, Kecamatan Jatiuwung,Kota Tangerang.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 15.40 WIB,l Sabtu (1/2).
Akibatnya, dua orang karyawan kritis akibat terkena luberan
tangki kimia yang bocor tersebut. Berdasarkan
informasi yang dihimpun, diduga meledaknya tangki
lantaran tangki kimia sudah tak dapat menampung cairan.
Pekerja yang menjadi korban saat itu diketahui sedang
memasak bahan alumunium. Tiba-tiba tutup cetakan
alumunium tersebut jebol sehingga alumunium yang sedang
dimasak meluber dan mengenai dua orang.
"Ada dua orang karyawan setempat yang menjadi korban
kecelakaan kerja tersebut," ujar Deri, seorang saksi mata.
Kedua korban naas itu adalah Sumarno (35) dan Sardi (39).
Sumarno mengalami luka di bagian tangan kanan dan kiri
serta tubuh bagian dada terkena percikan alumunium panas.
Sedangkan Sardi menderita luka serius pada tangan kanan
dan bahu kiri serta mata kiri terkena percikan alumunium
panas.
"Selanjutnya korban untuk pertolongan pertama di bawa ke
RS Arya Medika Jatake dan selanjutnya dirujuk ke RS
Usada Insani Cipondoh," terangnya.
Sementara itu, Kapolsek Jatiuwung Kota Tangerang,
Alamsyah Pelupessy ketika dikonfirmasi mengaku hingga
saat ini masih mencari informasi. "Masih diselidiki,"
pungkasnya.
Kecelakaan Kerja Kembali Renggut Nyawa Pekerja
Freeport
Liputan6.com, Jakarta - Kecelakaan kembali menimpa pekerja PT
Freeport Indonesia di area kerja Enggross Tard dekat power plant C
Mill 74. Dalam kecelakaan kendaraan tersebut merenggut satu
korban jiwa.Direktur Teknik dan Lingkungan Direktorat Jenderal
Mineral dan Batubara Kementerian Energi Sumber Daya Mineral
Bambang Susigit mengungkapkan,  kecelakaan pekerja Freeport
terjadi pada Sabtu (24/1/2015), Pukul.13.30 Waktu Indonesia
bagian Timur (WIT).
"Akibatnya Korban Cidera crush injury pada dada kanan dengan
patah tulang clavicula dan scavula terlepas dari bahu, fracture iga
II, III kanan dengan kecurigaan pendarahan pada paru, hematoma
ruas bahu dan dada kanan, patah tulang radius ulna kanan," jelas
Bambang, di Jakarta, Senin (26/1/2015).
Setelah sehari mendapat perawatan, korban akhirnya
meninggal pada  Minggu (25/1/2015) Pukul.07.50 WIT di
Rumah Sakit  Tembaga Pura. Saat ini penyebab Kecelakaan
sedang dalam investigasi oleh dua orang Inspektur Tambang
dari Ditjen minerba.
"Inspektur tambang sudah berangkat, dari hari Minggu,
(25/1/2015," pungkasnya.