Anda di halaman 1dari 13

RAHASIA SUKSES

MARKETING
RASULULLAH SAW
Dr. Abd. Adzim Irsad Lc.M.Pd
Mind Share (Strategi)

1- Segmentasi : Membagi pasar berdasarkan Variabel tertentu,


seperti: Geografi (daerah), demografi (jenis kelamin, tingkat usia
dan pendidikan), psiologi (gaya hidup, kebiasaan, personalty
(karakter), hingga variabel terkecil yaitu individu.

2- Targeting: Sebuah proses pemilihan target dan mencocokkan


daya beli dan ketebatasan yang dimiliki masyarakat. seperti; sikat
gigi dan pasta gigi khusus anak-anak.

3- Positioning: Bagaimana seseorang mampu menempatkan


sebuah produk ke dalam benak setiap customer secara luas,
sehingga akan tertanam dalam benak pasar bahwa perusahaan
itu adalah definisi dari kategori produk yang dijual.
Q.S (Qurais (106: 1-4) “Karena
kebiasaan orang-orang Quraisy,
(yaitu) kebiasaan mereka
bepergian pada musim dingin dan
musim panas.Maka hendaklah
mereka menyembah Tuhan Pemilik
rumah Ini (Ka'bah) Yang Telah
Kecerdasan memberi makanan kepada mereka
untuk menghilangkan lapar dan
Muhammad di mengamankan mereka dari
ketakutan.
dalam Di dalam sebuah riwayat,
mengaplikasika Rasulullah SAW ternyata mengusai
daerah sekitar Makkah, dan Syam
n Mind Share (Syria, Libanon, Yordania,
Palestina). Rasulullah SAW lebih
(Strategi) mengenal daerah geografi (Hijar,
Sofa) dari pada penduduk aslinya.
Dapat dipastikan, Nabi benar-
benar menguasai segmentasi
pasar dengan baik dan
menyeluruhsss, sehingga barang
dagangan lebih dominan dari pada
pedagang lain.
Targeting Muhammad bersifat menyeluruh. Berbdeda
dengan teori tertentu yang terfokus pada satu target,
seperti; pasta Gigi Kodomo For Kids, atau produk
tertentu
Targeting
marketing
Muhamma
Dengan Modal (al-Amin), menguasai geografi Arab
d dan sekitarnya, Beliau SAW mampu memasuki semua
segmen yang ada pada masyarakat semenanjung
Arabia.

Dari segi segmentasi kelompok, Muhammad mampu


menembus semua usia, pendidikan, serta raja hingga
para budaknya. Targeting Muhammad benar-benar
mampu melakukan sistem one brand fa all tetapi
positioning yang berbeda.
1- Modal Utama Muhammad bukan
produk tertentu, namun pribadi
dan karakter Muhammad memiliki
nilai jual yang tinggi. Kejujuran dan
keadilan Muhammad membuat
setiap orang percaya. Hampir

Positioning
setiap brand yang ditawarkan
kepada pelanggan sangat bernilai,
karena Muhammad tidak pernah
melakukan kebohongan sedikitpun.

Muhamma Jadi, bukan pada jenis (brand),


tetapi pada kepribadian
Muhammad sebagai pengusaha

d muda yang jujur.


2- Muhammad seorang
interpriener yang handal sejak
remaja. Tidak pernah terjad tawar
menawar yang alat antara
Muhamma dan pelanggan.
Kejujuran itulah yang membuat
nilai sebuah benda atau berang
menjadi bermereka.
3- Konsep Positinoning tidak hanya
dalam urusan jual beli
(perdagangan), tetapi untuk
semua aspek kehidupanya.
 Muhammad tidak memiliki modal (materi),
karena Muhammad dilahirkan dalam ke-
adaan yatim. Orangtunya juga tidak
mewariskan harta benda.
Modal  Modal utama Muhammad ialah sifat-sifat
mulia, pribadi yang jujur melekat nan
Muhamma menyatu pada dirinya sejak usia dini

d  1- Sidiq (Jujur)
 2- Amanah (dapat dipercaya)
 3- Fatanah (Cerdas)
 4- Tabligh (menyampaikan).
Kejujuran Muhammad

1- Muhammad selalu bersikap jujur di dalam menawarkan barang


(komoditasnya). Muhammad menjelaskan dengan baik kepada semua
pembelinya akan kelebihan dan kekurangan produk yang dijual. Nabi Saw
menuturkan:’’ dua orang yang sedang berjual beli (transaksi) masing-masing
memiliki hak pilih ( untuk meneruskan jual beli atau tidak) selama belum
berpisah.

2- Muhammad tidak pernah melebih-lebihkan produk (barang) yang dijual


kepada pembeli.
Ihlas : Sebagai seorang manusia biasa Nabi Saw sangat
bersahaja.

Rasulull
ah
Amanah Nabi Saw selalu menempatkan sesusti pada tempatnya
(profesional).

Seimbang: Nabi Saw selalu mengutamakan ahirat, tetapi tidak


boleh melupakan dunia (Q.S al-Qosos (28:77)’’ Dan carilah pada
apa yang Telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan)
negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari
(kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain)
sebagaimana Allah Telah berbuat baik, kepadamu, dan
janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi’’
 Allah SWT berfirman
“Sungguh ada pada diri
seorang Nabi Saw suri
tauladan yang sempurna
(Q.S al-Ahzab (21)
Bentuk  Uswah Hasanah (brand) yang
Profesionali melekat pada Rasulullah
SAW, mulai sifat, prilaku,
se tutur, hingga cara bicara
Rasulullah SAW kepada
Rasulullah sesama.
 Rasulullah SAW telah
SAW memperoleh kepercayaan
dari pelanggan, tetapi tidak
memanfaatkan untuk
mengambil keuntungan
sebanyak-banyaknya.
Intelektual : Ibnu Abbas pernah
mengatakan”’ saya lebih besar (tua) dari
Muhammad, tetapi akal Muhammad jauh
lebih besar dari aku. Semua yang dari
Rasulullah SAW adalah wahyu Allah.

Kecerdasa
Emosional : Rasulullah SAW mampu
menghadapai semua orang (pelanggan)
dengan baik , ramah, profesional,
waluapun orang yang datang

n mencemooh. Nabi tidak pernah


emosional, tetap senyum kepada
mereka.

(Fatonah)
Spritual : Rasulullah SAW selalu mampu
menghadapi siapa saja, dimana saja,
dengan level pendidikan dan wawasan
yang beragam. Beliau pernah

Nabi Saw menyampaikan ‘’Sampaikan dakwah itu


sesuai dengan kemampuan akal
(intelektual) mereka. Ketika menghadap
Raja, Nabi SAW mampu mengimbangi,
ketika menghadapi petani, Nabi juga
mampu berbicara panjang lebar masalah
pertanian, begitu juga masalah dagang
dan Pendidikan.
Nabi selalu
menyampaikan sesuai
dengan kondisi barang
(komoditas) kepada
semua pelanggan.
Tablig Nabi Saw tidak pernah
menambahi atau
menguranginya. Dalam
Nabi dunia dakwah,
pendidikan,
perdagangan, sampai
Saw urusan ahirat (alam
kubur, ahirat, surga,
neraka) disampaikan
sebagaimana Allah Swt
ajarkan kepada Nabi
Saw (QS Al-Najm).
Silaturahmi mampu membangun
sebuah jaringan bisnis lebih luas.
Rasulullah SAW sejak abad ke-7
sudah menjalin silaturahmi dengan
berbagai fihak, dengan tujuan
mengetahui customer insight.

Silaturah Di dalam dunia modern,


organisasi, partai politik,

mi merupakan salah satu cara


membangun dan mengembangkan
sebuah usaha atau produk suatu
barang.
Rasulullh SAW pernah
menyampaikan “ Silaturahmi itu
bisa menambah usia, dan jga bisa
menambah rejeki (al-Hadis).
Murah Hati (The Center Of Soul
Marketing)

Service Memuaskan: Setiap


orang yang datang kepada
Kejujuran menghasilkan
Rasulullah SAW untuk
sebuah kepercayaan,
membeli sebuah produk
keihlasan menghasilkan
(barang), bisa dikatakan
ketenagan bekerja, Dan, murah hati akan
semuanya merasakan puas.
profesionalisme membentuk sebuah pola
Kepuasan itulah yang
menghasilkan kesungguhan pikir yang ideal. Kemurahan
menjadikan para pelanggan
dan dedikasi tinggi. Dan, hati Muhammad mampu
(pembeli) merasa nyaman
silaturahmi membentuk menciptakan pelangan-
dan diperhatikan. Dengan
jaringan kerja yang luas pelangan setia.
begitu pelanggan tidak
sekaligus membawa
pernah berfikir untuk
keuntungan moril dan
membeli produk (barang)
materiel.
lain, kecuali kembali kepada
Rasulullah SAW.