Anda di halaman 1dari 15

KEWARGANEGARAAN

Pertemuan 6
HUBUNGAN NEGARA
DAN WARGA NEGARA 2
PELAKSANAAN HAK DAN KEWAJIBAN
NEGARA DAN WARGA NEGARA DI
NEGARA PANCASILA
Pelaksanaan Hak & Kwajiban Negara
• Hak adalah sesuatu yg mutlak di miliki oleh
setiap orang dari sejak lahir dan
penggunaanya tergantung pribadi masing2.

• Hak sesuatu yg benar menurut {KBBI}


kepunyaan milik kewenangan kekuasaan
untuk membuat sesuatu yg telah di tentukan
oleh Undang2 aturan dsb atau kekuasaan yg
benar atas sesuatu
Hak & Kewajiban Negara
• Adalah negara atau pemerintah dalam
melindungi dan menjamin kelangsungan
kehidupan serta terwujutnya cita2 dan tujuan
nasional sebagai mana tercantum dalam
pembukaan UUD 1945 hak negara & pemerintah
1. Untuk menjamin sistem hukum yg adil.
2. Untuk menjamin hak asasi warga negara.
3. Untuk mengembangkan sistem pendidikan
nasional untuk rakyat.
4. Untuk memberi jaminan sosial dan memberi
kebebasan beribadah kepada warga negaranya
Tiga Hal Dalam Pelaksanaan Hak & Kewajiban
= PERTAMA =
• Pancasila perlu dimengerti secara tepat dan
benar baik dari pengertian sejarah, konsep,
prinsip dan nilai2 yg terkandung di dalam nya
tanpa mengerti hal2 yg mendasar amat sulit
pancasila untuk diamalkan.
• Selain dari pd itu, pancasila akan cepat
memudar dan dilupakan kembali kekuatan
akar pemahaman ini amat penting untuk
menopang batang ranting daun dan buah yg
akan tumbuh di atasnya.
• Hal ini amat mudah dilihat dlm praktek
perekonomian & perpolitikan Indonesia saat
ini yg tanpa sadar sudah mengekor pd sistem
• Kapitalis={sistem ekonomi perdagangan
dikendalikan oleh pemilik swasta}
• Neoliberalis={sistem perekonomian yg
memberikan kebebasan secara penuh setiap
orang} dan perpolitikan yg bernapaskan
individualis.
• Individualisme={sistem kelurga yg di
utamakan} bukan.
• Kolektifis = {mementingkan kelompok}.
Kedua
• Kedua, pedoman pelaksanaan semestinya
kita tidak perlu malu mencontoh apa yg
sudah dilakukan oleh pemerintah Orba yg
berusaha membuat pedoman Penghayatan
dan Pengalaman Pancasila (P4). Pedoman
ini sangat diperlukan agar negara dan
warganegara mengerti apa yg musti
dilakukan, apa tujuannya dan bagaimana
strategi mencapai tujuan tersebut.
• Manakala tidak ada pedoman pelaksanaan,
maka setiap orang berusaha membuat pedoman
sendiri2 sehingga terjadi absurditas (kebingungan).
Banyaknya kelemahan yg terjadi pd pelaksanaan P4
perlu dievaluasi untuk diperbaiki.

• Contoh kelemahan utama dlm pelaksanaan P4


adalah bahwa pedoman tersebut bersifat kaku,
tertutup dan doktriner, hanya pemerintah yg berhak
menerjemahkan dan menafsirkan Pancasila,
sehingga tdk ada ruang yg cukup untuk diskusi
dan terbukanya konsep2 baru Kelemahan tersebut
hrs diperbaiki tdk kemudian dibuang bgitu sj
KETIGA
Ketiga, perlunya lembaga yg bertugas mengawal
pelaksanaan Pancasila. Lembaga ini bertugas antara
lain memfasilitasi aktivitas2 yg bertujuan untuk
mensosialisasikan pancasila membuka ruang2
dialog agar tumbuh kesadaran ber-pancasila baik
di kalangan elit politik, pers, anggota legislatif,
eksekutif, yudikatif, dan masyarakat luas. yg tak
kalah penting adalah ikut memberi masukan kepada
lembaga2 negara dlm melaksanakan tugas dan
membuat kebijakan serta ikut mengevaluasi setiap
kebijakan yg dilakukan agar terjamin tidak
bertentangan dgn Pancasila.
• Dalam konteks pelaksanaan hak dan
kewajiban, maka tiga hal penting
sebagaimana disebut di atas juga perlu
ada, yaitu perlu mengerti prinsip2 dasar
hak dan kwajiban negara/warga negara,
terdapat pedoman pelaksanaannya dan ada
lembaga yg mengawalnya. Tiga hal ini tentu
tdk berdiri sendiri khusus terkait dgn hak dan
kewajiban negara/warga negara, namun
merupakan kesatuan gerak besar revitalisasi
{mengembalikan}Pancasila sbgai subknya
sbgai pedoman bg para penyelenggaraan
negara dlm semua bidang kehidupan.
Implementasi Pancasila dalam
Kehidupan Bernegara
1. Manusia adalah makhluk Tuhan yang
Maha Esa, berperan sebagai pengelola
dan pemelihara alam secara seimbang
dan serasi dalam keimanan dan
ketakwaan dalam mengelola alam,
manusia berkewajiban dan bertanggung
jawab menjamin kelestarian eksistensi,
harkat dan martabat, memuliakan serta
menjaga keharmonisannya
2. Pancasila memandang bahwa hak asasi dan
kewajiban asasi manusia bersumber dari ajaran
agama, nilai moral universal, nilai budaya bangsa
serta pengamalan kehidupan politik nasional.
3.Hak asasi manusia meliputi hak hidup, hak
berkeluarga, hak mengembangkan diri, hak keadilan,
hak kemerdekaan, hak berkomunikasi, hak
keamanan dan hak kesejahteraan yg tdk boleh
dirampas atau diabaikan oleh siapapun.
4. Perumusan hak asasi manusia berdasarkan Pancasila
dilandaskan oleh pemahaman bahwa kehidupan
manusia tdk terlepas dari hubungan dgn Tuhan,
sesama manusia, dan dengan lingkungannya.
5.Bangsa Indonesia menyadari, mengakui,
menghormati dan menjamin hak asasi orang
lain sebagai suatu kewajiban. Hak dan
kewajiban asasi terpadu dan melekat pada
diri manusia sebagai pribadi, anggota
keluarga, anggota masyarakat, anggota
suatu bangsa, dan anggota masyarakat
bangsa-bangsa.
6 Negara Kesatuan Republik Indonesia
mempunyai hak asasi yang harus dihormati
dan ditaati oleh setiap orang/warga negara.
7. Bangsa dan negara Indonesia
sebagai anggota Perserikatan
Bangsa- bangsa mempuyai
tanggung jawab dan kewajiban
menghormati ketentuan Deklarasi
Universal Hak Asasi Manusia tahun
1948 dengan semua instrumen
yang terkait, sepanjang tidak
bertentangan dengan Pancasila.
CENDERA WASIH BURUNG
“IRIAN”
TERIMA KASIH CUKUP
“SEKIAN”
SAMPAI BERJUMPA MINGGU
“DEPAN”