Anda di halaman 1dari 21

PROPOSAL PENELITIAN

HUBUNGAN PENGGUNAAN KETAMINE DOSIS SUBANESTESIA


DENGAN KEJADIAN DELIRIUM EMERGENSI

Wilesing Gumelar, dr

Pembimbing:
Dedi Susila , dr. SpAn KMN FIPM
Soni Sunarso Sulistiawan, dr. SpAn FIPM
Departemen Anestesiologi dan Reanimasi
Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga / RSUD dr Soetomo Surabaya
2020 1
BAB I
PENDAHULUAN

HUBUNGAN PENGGUNAAN KETAMINE DOSIS SUBANESTESIA DENGAN KEJADIAN DELIRIUM EMERGENSI 2


LATAR BELAKANG
DELIRIUM
 Prevalensi
- 10-24%  Pasien umum dewasa
- 37-46  Populasi edah umum
- 9-87%  Pasca Operasi (Usia, Jenis Operasi)
- (Whitlock, Vannucci and Avidan., 2011 )
 Penggunaaan ventilasi mekanik
 Kognitif pasien
Biaya 
Morbiditas dan lama perawatan 

Antipsikotik atipikal  efek samping ekstrapiramidal 

HUBUNGAN PENGGUNAAN KETAMINE DOSIS SUBANESTESIA DENGAN KEJADIAN DELIRIUM EMERGENSI


LATAR BELAKANG

KETAMIN SUBANESTESIA
• Tanda-tanda inflamasi pasca operasi ↓
• Rasa sakit pasca operasi ↓
• Konsumsi opioid ↓
• Obat antidepresan kerja cepat
• Delirium pasca operasi (↓) dari 31% menjadi
3%
• Tidak mahal, banyak digunakan
O'Sullivan, Inouye and Meagher., 2014; Kishimoto et al., 2016

HUBUNGAN PENGGUNAAN KETAMINE DOSIS SUBANESTESIA DENGAN KEJADIAN DELIRIUM EMERGENSI


RUMUSAN MASALAH
Bagaimana hubungan penggunaan ketamine dosis subanestesia
dengan kejadian delirium Emergensi?

TUJUAN UMUM
Menganalisa hubungan penggunaan ketamine dosis subanestesia
sebagai analgetik adjuvan multimodal analgesia dengan kejadian
Delirium Emergensi.

HUBUNGAN PENGGUNAAN KETAMINE DOSIS SUBANESTESIA DENGAN KEJADIAN DELIRIUM EMERGENSI 5


TUJUAN KHUSUS

1. Menganalisa efektivitas penggunaan ketamine dosis


subanestesia sebagai analgetik multimodal analgesia.
2. Menganalisa penggunaan ketamine dosis
subanestesia dengan kejadian delirium emergensi.
3. Menganalisa kejadian delirium emergensi pada pasien
pasca operasi.

HUBUNGAN PENGGUNAAN KETAMINE DOSIS SUBANESTESIA DENGAN KEJADIAN DELIRIUM EMERGENSI 6


MANFAAT
Praktis
Data dasar mengenai hubungan pada penggunaan ketamine
analgetik multimodal analgesia dengan kejadian delirium
emergensi pasca operasi dan dapat digunakan untuk mengetahui
kelebihan dan kekurangan yang ada saat ini sehingga dapat
dilakukan monitoring, evaluasi, dan perbaikan terhadap
penanganan pasien.

Teoritis
Menambah khasanah ilmu pengetahuan dan wawasan baik bagi
peneliti maupun berbagai pihak yang membacanya mengenai
penggunaan ketamin sebagai analgetik adjuvan multimodal
analgesia dan hubungannya dengan kejadian delirium emergensi
pada pasien post operasi .
7
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

HUBUNGAN PENGGUNAAN KETAMINE DOSIS SUBANESTESIA DENGAN KEJADIAN DELIRIUM EMERGENSI 8


BAB III
KERANGKA KONSEP

HUBUNGAN PENGGUNAAN KETAMINE DOSIS SUBANESTESIA DENGAN KEJADIAN DELIRIUM EMERGENSI 9


KERANGKA KONSEP
HIPOTESIS PENELITIAN
Penggunaan ketamine dosis subanestesia dapat menurunkan
kejadian delirium emergensi

HUBUNGAN PENGGUNAAN KETAMINE DOSIS SUBANESTESIA DENGAN KEJADIAN DELIRIUM EMERGENSI


BAB IV
METODE PENELITIAN

HUBUNGAN PENGGUNAAN KETAMINE DOSIS SUBANESTESIA DENGAN KEJADIAN DELIRIUM EMERGENSI 12


METODE PENELITIAN

Rancangan penelitian:
Jenis : True Eksperimental
Rancangan : pretest-postest control design

Tempat dan waktu penelitan:


GBPT RSDS Maret-April 2020

Populasi Penelitian
Populasi Umum: Pasien dewasa yang menjalani operasi elektif
dengan anestesi umum di RSUD Dokter Soetomo pada tahun
2020

Sampel Penelitian
Pasien dewasa yang menjalani operasi dengan anestesi umum
sesuai dengan kriteria inklusi 13
METODE PENELITIAN

Kelompok Sampel Penelitian:


1. Kelompok Perlakuan  ketamine dosis subanestesia sebagai
analgesik adjuvan multimodal analgesia perioperatif
2. Kelompok Kontrol  tatalaksana dasar analgesia perioperatif
rutin yakni Fentanyl

Pemeriksaan
• Pemeriksaan skor nyeri sebelum operasi dan selama 24 jam
dan 48 jam pertama paska operasi
• Pemeriksaan tanda vital (nadi, tekanan darah) selama
operasi
• Kejadian delirium emergensi pasca operasi.

14
……………….metode penelitian

KRITERIA INKLUSI KRITERIA INKLUSI

1. Usia 21 - 60 tahun 6. Pasien rawat inap yang


2. Operasi dengan derajat dilakukan tindakan bedah
nyeri sedang yang elektif di RSDS dengan
dilakukan secara elektif lama perawatan post
atau terencana operatif di ruangan lebih
3. Pasien dengan PS ASA 1–2 atau sama dengan 1 kali
4. Teknik pembiusan anestesi 24 jam
umum 7. Penderita atau keluarga
5. Bisa berkomunikasi dengan bersedia menandatangani
baik : tidak tuli, tidak bisu, lembar persetujuan
tidak retardasi mental dan (informed consent) untuk
tidak pikun. ikut penelitian
……………….metode penelitian

KRITERIA EKSKLUSI KRITERIA EKSKLUSI

1. Pasien rawat jalan 6. Mempunyai Alergi


2. Pasien menolak terhadap variabel
dijadikan obyek independen
penelitian 7. Obesitas (BMI > 30)
3. Pasien memiliki 8. Tidak ada kontraindikasi
gangguan jantung, liver pemberian ketamine
dan renal yang berat (Riwayat Alergi,
4. Pasien sedang Peningkatan Tekanan
mengalami penyakit Intra Kranial)
kelainan darah
METODE PENELITIAN

BESAR SAMPEL

Diperoleh sampel 23 orang tiap kelompok


……………….metode penelitian

Variabel Penelitian

Jenis Variabel
Bebas Tergantung
Ketamine dosis Kejadian Delirium
subanestesi sebagai Emergensi diukur
analgetik adjuvan dengan skor RASS
opioid preemptive
analgesia

18
Pelayanan preoperatif Anestesi

Sesuai kriteria inklusi


Alur Pemeriksaan preoperative
Penelitian Penjelasan tentang Prosedur penelitian
Informed Consent

Durante Operasi  Pemeriksan Ulang Identitas, Durante Operasi


Induksi: Fentanil diagnosis, informed consent, Induksi: Fentanil
2mcg/KgBB akses infus lancer 2mcg/KgBB
Propofol 1 -2 Propofol 1 -2
 Pasang monitor EKG, tekanan
mg/KgBB mg/KgBB
darah, SpO2
Rocuronium 1- Rocuronium 1-
 Loading Cairan RL 10 ml/KgBB
2mg/KgBB 2mg/KgBB
Ketamin 0,3/KgBB  Dilakukan Induksi dan Maintenance:
Maintenance: Isofluran maintenance General Anestesi Isofluran 1MAC
1MAC  Operasi dilakukan
 
 
  Post operasi
  Ketorolac 3 x30mg IV
Tramadol 3x100mg IV

Kejadian Delirium Emergensi


diukur dengan skor RAAS

METODE PENELITIAN
……………….metode penelitian

Analisis Data  SPSS 20.0

Hipotesis penelitian akan dianalisa dengan:


Two independent sample t test dan Mann-Whitney U

Data disajikan dalam bentuk teks, grafik/diagram dan tabel

20
TERIMA KASIH

21