Anda di halaman 1dari 27

Asuhan Keperawatan Pada

Pasien dengan Gangguan


Sistem Hematologi
(Leukemia)

KELOMPOK 3
DEFENISI

Leukemia adalah kanker dari salah satu jenis sel
darah putih di sumsum tulang, yang menyebabkan
proliferasi salah satu jenis sel darah putih dengan
menyingkirkan jenis sel lain (Reeves, Charlene J et al,
2011).
JENIS LEUKEMIA

1. Leukemia limfositik akut (LLA)
 Leukemia limfoblastik akut adalah leukemia utama
pada masa anak-anak, dan membentuk hampir semua
leukemia pada anak berusia kurang dari 4 tahun, dan
lebih dari separuh leukemia selama masa pubertas.
Penyakit ini jarang pada pasien berusia lebih dari 30
tahun. Walaupun LLA dijumpai pada sekitar 15%
leukemia pada orang dewasa, namun dari kasus ini
mungkin sebenarnya adalah gambaran awal dari
transformasi akut LMK. (Ronald A. Sacher, 2014)

2. Leukemia mielositik kronis (CML)
 Leukemia mielositik kronis (CML) terhitung kira-
kira 3% dari semua kasus leukemia pada anak-anak.
Penyakit ini dapat mengenai semua usia, tetapi
sebagian besar kasus terjadi pada akhir masa kanak-
kanak. Penyakit ini relative lebih lambat disbanding
leukima akut. Penyebabnya tidak diketahui.

3. Myeloma
 Multiple myeloma adalah suatu kanker sel plasma
dimana sebuah clone dari sel plasma yang abnormal
berkembangbiak, membentuk tumor di sumsum
tulang dan menghasilkan sejumlah besar antibodi
yang abnormal, yang terkumpul di dalam darah atau
air kemih.
ETIOLOGI

Etiologi pasti dari leukemia ini belum diketahui. Tapi penelitian telah dapat
mengemukakan factor resiko dari Leukemia ini, antara lain:
Tingkat radiasi yang tinggi orang – orang yang terpapar radiasi tingkat tinggi lebih
mudah terkena leukemia dibandingkan dengan mereka yang tidak terpapar radiasi.
Orang-orang yang bekerja dengan bahan – bahan kimia tertentu terpapar oleh benzene
dengan kadar benzene yang tinggi di tempat kerja dapatmenyebabkan leukemia.
Kemoterapi pasien kanker yang di terapi dengan obat anti kanker kadang – kadang
berkembang menjadi leukemia.
Down Syndrome dan beberapa penyakit genetic lainnya beberapa penyakit
disebabkan oleh kromosom yang abnormal mungkin meningkatkan resiko
leukemia.
Human T-cell Leukemia virus-I (HTVL-I)Virus ini menyebabkan tipe yang jarang dari
leukemia limfositik kronik yangdikenal sebagi T-cell leukemia.
Myelodysplastic syndrome orang – orang dengan penyakit darah ini memiliki
resiko terhadap berkembangnya leukemia myeloid akut.
 Fanconi Anemia Menyebabkan akut myeloid leukemia
Faktor Risiko Perkembangan
Leukemia

 Faktor risiko untuk leukemia antara lain adalah
predisposisi genetik yang berhubungan dengan
insiator (mutasi) yang diketahui atau tidak diketahui
 Riwayat penyakit sebelumnya yang berkaitan
dengan hematopoies (pembentukan sel darah ) telah
terbukti meningkatkan risiko leukehodgkin,
myeloma multiple
Manifestasi Klinis

1.Leukemia Mieloblastik Akut
Rasa lemah, pucat, nafsu makan hilang
Anemia
Perdarahan, petekie
Nyeri tulang
Infeksi
Pembesaran kelenjar getah bening, limpa, hati dan kelenjar mediatinum
Kadang – kadang ditemukan hipertrofi gusi khususnya pada M4 dan M5
Sakit kepala

2. Leukemia Mieloblastik Kronik


Rasa lelah
Penurunan berat badan
Rasa penuh di perut
Kadang – kadang rasa sakit di perut
Mudah mengalami perdarahan
Diaforesis meningkat
Tidak tahan panas
3. Leukemia Limfositik Akut
Malaise, demam, letargi, kejang
Keringat pada malam hari
Hepatosplenomegali
Nyeri tulang dan sendi
Anemia
Macam – macam infeksi

Penurunan berat badan
Muntah
Gangguan penglihatan
Nyeri kepala

4. Leukemia Limfositik Kronis


Mudah terserang infeksi
Anemia
Lemah
Pegal – pegal
Trombositopenia
Respons antibodi tertekan
Sintesis immonuglobin tidak cukup
Pemeriksaan Diagnostik

1. Pemeriksaan Diagnostik Leukimia Limfoblastik
Akut (ALL)
 Darah tepi
 Sumsum Tulang

 Pemeriksaan sitogenetik
 Pemeriksaan immunophenotyping


2. Pemeriksaan Diagnostik pada Kronik Leukimia
Myeloblast (CML)

 Darah Tepi

 Sumsum Tulang.
 Sitogenik: dijumpai adanya Philadelphia (Ph1)
chromosome pada kasus 95% kasus.
 Vitamin B12 serum dan B12 binding capacity
meningkat.
 Pemeriksaan PCR (polymerase chain reaction) dapat
mendeteksi adanya chimeric protein bcr – abl pada
99% kasus.
 Kadar asam urat serum meningkat.
2. Pemeriksaan Diagnostik pada Multiple Myeloma

 Laboratorium

Gambar Hasil

Pemeriksaan Adanya
Protein M pada
Penderita Multyple
Myeloma

 Radiologi
 CT-Scan

 MRI
 Angiografi
Penatalaksanaan

1. Leukimia Limfoblastik Akut (ALL)
 Pengobatan
 Terapi
 Terapi untuk leukemia akut dapat digolongkan
menjadi dua yaitu:
 Kemoterapi
 Induksi Remisi.
 Fase postremisi
 Terapi suportif
2. Leukimia Myeloblastik Akut (CML)
 Terapi CML tergantung pada dari fase penyakit, yaitu
 Fase kronik, obat pilihannya meliputi:
 Busulpan (Myleran), dosis : 0,1 – 0,2 mg/kgBB/hari. Leukosit

diperiksa tiap minggu. Dosis diturunkan setengahnya jika
leukosit turun setengahnya.
 Kemoterapi Hydroxiurea bersifat efektif dalam
mengendalikan penyakit dan mempertahankan hitung
leukosit yang normal pada fase kronik, tetapi biasanya perlu
diberikan seumur hidup (Hoffbrand, 2005)
 Inhibitor tirosin kinase.
 Interferon alfa biasanya diberikan setelah jumlah leukosit
terkontrol oleh hidroksiurea.
 Terapi fase akselerasi : sama dengan terapi leukemia akut,
tetapi respons sangat rendah.
 Transplantasi sumsum tulang:
 Sekarang sedang dikembangkan terapi yang memakai prinsip
biologi molekuler (targeted therapy).
 3. Multiple Myeloma
 Kemoterapi

 Terapi radiasi
 Pengobatan
 Penatalaksanaan yang bisa diberikan
Asuhan Keperawatan
A. Asuhan Keperawatan
1.

Pengkajian
a. Anamnesa
1) Identitas klien
Nama, umur, jenis kelamin, alamat, agama, tanggal masuk, tanggal
pengkajian, no RM, diagnosa medis, dan penanggung jawab.
2) Keluhan Utama atau Alasan Kunjungan
Pasien leukemia biasanya mengeluhkan lemah, sakit kepala dan
nyeri pada tulang.
3) Riwayat kesehatan
a) Riwayat Penyakit Sekarang
Biasanya pasien masuk rumah sakit untuk persiapan kemoterapi
atau muncul gejala-gejala seperti perdarahan, hepatomegali.
b) Riwayat Penyakit Dahulu
Pengobatan kanker sebelumnya. Jika pasien pernah mengalami
kemoterapi sebelumnya akibat kanker yang diderita
kemungkinan akan memicu terjadinya leukemia akibat rusaknya
sel-sel darah putih.
a) Riwayat Penyakit Keluarga
Pada penderita leukemia sering ditemukan riwayat keluarga


yang terpapar oleh bahan kimia (benzene dan arsen), infeksi
virus (Epstein barr, HTLV-1), kelainan kromosom dan
penggunaan obat-obatan seperti phenylbutazone dan
chloramphenicol, serta terapi radiasi maupun kemoterapi.
a. Pengkajian Kesehatan Menurut Fungsional Gordon
1) Pola Persepsi dan Penanganan Kesehatan
Pada umumnya klien yang mengidap penyakit leukimia
dikarenakan faktor genetik.Pada umumnya klien datang ke rumah
sakit dengan keluhan demam, pucat, lesu, anorexia, nyeri pada
tulang dan persendian, nyeri abdomen, hepatomegali, dan
splenomegali.
1) Nutrisi dan Metabolik
Pada umunya klien mengalami penurunan nafsu makan, sering
muntah sehingga berat badan menurun dan terdapat bintik-bintik


merah pada kulit klien.
2) Eliminasi
Pasien kadang mengalami diare, penegangan pada perineal, nyeri
abdomen, serta ditemukan darah segar, darah dalam urine, serta
penurunan urine output.
3) Aktifitas dan Latihan
Pasien dengan leukemia sering ditemukan mengalami penurunan
koordinasi dalam pergerakan, keluhan nyeri pada sendi atau tulang.
Pasien sering dalam keadaan umum lemah, rewel, dan
ketidakmampuan melakukan aktivitas rutin seperti berpakaian,
mandi, makan, dan toileting secara mandiri.
Dari pemeriksaan fisik ditemukan penurunan tonus otot, kesadaran
somnolen, keluhan jantung berdebar-debar (palpitasi), adanya mur-
mur, kulit pucat, membrane mukosa pucat, serta penurunan fungsi
saraf cranial dengan atau disertai tanda-tanda perdarahan serebral.
1) Tidur dan Istirahat
Pasien memperlihatkan penurunan aktivitas dan lebih banyak
waktu yang dihabiskan untuk tidur/istirahat karena mudah
mengalami kelelahan. 
2) Kognitif – Persepsi
Pasien dengan leukemia sering ditemukan mengalami penurunan
kesadaran (somnolen), iritabilitas otot dan sering kejang, adanya
keluhan sakit kepala, serta disorientasi karena sel darah putih yang
abnormal berinfiltrasi ke susunan saraf pusat.
3) Persepsi diri – Konsep diri
Pada umumnya klien dengan penyakit leukimia merasa tidak
berdaya terhadap dirinya, sering merasa cemas, dan sering merasa
takut.
1) Pola peran dan hubungan
Pada umunya peran dan hubungan klien dengan keluarga tidak
terganggu, klien umumnya pendiam dan malas berkomunikasi
dengan orang disekitarnya karena perasaan takut dan cemas dengan

2)
penyakit yang dideritanya.
Seksualitas dan Reproduksi

Pada umumnya terganggu.
3) Koping – Toleransi stres
Pasien berada dalam kondisi yang lemah dan pertahanan tubuh
yang sangat rendah. Dalam pengkajian dapat ditemukan adanya
depresi, penarikan diri, cemas, takut, marah, dan iritabilitas. Juga
ditemukan perubahan suasana hati dan bingung.
4) Keyakinan – Nilai
Pada umunya klien dan keluarga klien menyerahkan semuanya
kepada Tuhan untuk kesembuhannya.Terkadang pasien merasa
Tuhan tidak adil dengannya akibat penyakit yang diderita
(hubungan spiritualnya kurang baik).
a. Pemeriksaan Fisik
1) Keadaan umum tampak lemah, kesadaran composmentis selama
belum terjadi komplikasi
2) Tanda-tanda vital: 
- Tekanan darah : tidak signifikan perubahannya, cenderung
menurun
- Nadi : tidak signifikan
- Suhu : meningkat jika terjadi infeksi
- Pernapasan : dipsnea, tacipnea
3) Pemeriksaan kepala leher
- Rongga mulut ; apakah terdapat peradangan (infeksi oleh jamur
atau bakteri), perdarahan gusi
- Konjuntiva : anemis atau tidak. Terjadi gangguan penglihatan
akibat infiltrasi kesusunan saraf pusat (SSP)
1) Pemeriksaan integument
Adakah ulserasi ptechie, ekimosis, tekanan turgor menurun jika
terjadi dehidrasi.


2) Pemeriksaan dada dan thorax
- Inspeksi bentuk thorax, adanya retraksi intercostae
- Auskultasi suara napas, adakah ronchi (terjadi penumpukan
secret akibat infeksi di paru), bunyi jantung pertama, dua dan
tiga jika ada.
- Palpasi denyut apex (ictus cordis)
- Perkusi untk menentukan batas jantung dan batas paru
3) Pemeriksaan abdomen
- Inspeksi bentuk abdomen apakah terjadi pembesaran, terdapat
bayangan vena, auskultasi peristaltic usus, palpasi nyeri tekan
bila ada pembesara hepar dan limfa.
- Perkusi tanda asites bila ada
4) Pemeriksaan ekstremitas
Adakah sianosis kekuatan otot.
Diagnosa Keperawatan

1. Nyeri b.d agen cedera biologis (efek fisiologis dari
leukemia)
2. Ketidakseimbangan perfusi jaringan perifer b.d
penurunan suplai darah ke perifer (anemia)
3. Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan
tubuh b.d faktor biologi (anoreksia)
4. Hambatan mobilitas fisik b.d kelemahan umum
(anemia)
5. Resiko perdarahan b.d trombositopenia

Terimakasih…

Anda mungkin juga menyukai